<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644</id><updated>2012-02-16T00:34:50.707-08:00</updated><category term='home'/><category term='catatan facebook'/><category term='ilmu'/><category term='berita'/><category term='iman'/><category term='sunnah'/><category term='kesehatan'/><category term='ramadhan salafi'/><category term='inspirasi'/><category term='renunganku'/><category term='keajaiban Qur&apos;an'/><category term='kisah'/><category term='renungan'/><category term='renungan hadist'/><category term='tauhid'/><category term='tafsir'/><category term='Kiat'/><title type='text'>Belajar Tauhid</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-9136318863657112810</id><published>2009-09-10T19:47:00.000-07:00</published><updated>2009-09-10T19:48:16.224-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keajaiban Qur&apos;an'/><title type='text'>TERNYATA AIR BISA MENDENGAR …SUBHANALLAH</title><content type='html'>Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup.” (Q.S. Al Anbiya:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air. Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan diulangi dengan membacakan kata, “Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)” di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, “Arigato”. Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata “setan”, kristal berbentuk buruk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan “peace” di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Subhanallah. Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata air bisa “mendengar” kata-kata, bisa “membaca” tulisan, dan bisa “mengerti” pesan. Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk. Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit. Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Air putih galon di rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari. Bila air minum di suatu kota didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik dan tidak beringas. Rasulullah saw. bersabda, “Zamzam lima syuriba lahu”, “Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya”. Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh. Subhanallah . Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air. Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu disingkap manusia. Islam adalah agama yang paling melekat dengan air. Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun wajib dimandikan. Tidak ada agama lain yang menyuruh memandikan jenazah, malahan ada yang dibakar. Tetapi kita belum melakukan zikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita cemari. Astaghfirullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ilmuwan Jepang telah merintis. Ilmuwan muslim harus melanjutkan kajian kehidupan ini berdasarkan Al Quran dan hadis. Wallahu a’lam ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://pandu83.wordpress.com/2008/02/12/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-9136318863657112810?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/9136318863657112810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/09/ternyata-air-bisa-mendengar-subhanallah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/9136318863657112810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/9136318863657112810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/09/ternyata-air-bisa-mendengar-subhanallah.html' title='TERNYATA AIR BISA MENDENGAR …SUBHANALLAH'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-2595556668782096754</id><published>2009-09-03T08:57:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T08:59:44.231-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunnah'/><title type='text'>salam</title><content type='html'>ssalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuhu...&lt;br /&gt;Bismillaahirrohmaanirrohiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Abdul Malik al-Qosim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah semata dan shalawat serta salam semoga sentiasa dicurahkan kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang tiada Nabi setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya salam itu merupakan sunnah terdahulu sejak zaman Nabi Adam ‘alaihi salam sehingga ke hari kiamat, dan salam merupakan ucapan para penghuni syurga, Dan ucapan mereka di dalamnya adalah salam. Salam merupakan sunnah para Nabi, tabiat orang-orang yang bertakwa dan semboyan orang-orang yang suci. Namun, dewasa ini, benar-benar telah terjadi kekejian yang nyata dan perpecahan yang terang di tengah-tengah kaum muslimin! Jikalau engkau melihat mereka, ada saudara semuslim yang melintasi mereka, mereka tidak mengucapkan salam kepadanya. Sebahagian lagi hanya mengucapkan salam hanya kepada orang yang dikenalinya sahaja, bahkan mereka merasa aneh ketika ada orang yang tidak dikenalinya memberi salam kepadanya, mereka mengingkarinya dengan menyatakan “Apakah anda mengenali saya?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang sedemikian itu merupakan penyelisihan terhadap perintah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga menyebabkan semakin menjauhnya hati-hati mereka, semakin merebaknya perangai-perangai kasar dan semakin bertambahnya perpecahan. Bersabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam: “Tidaklah kalian akan masuk syurga sehingga kalian beriman, dan tidaklah kalian dikatakan beriman sehingga kalian saling mencintai. Mahukah kalian aku tunjukkan kepada sesuatu yang jika kalian mengamalkannya nescaya kalian akan saling mencintai, iaitu tebarkan salam di antara kalian.” (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits Muttafaq ‘alaihi, ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, “Islam bagaimanakah yang baik?” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenali mahupun yang tidak engkau kenali.” (Muttafaq ‘alaihi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka yang demikian ini merupakan suatu anjuran untuk menyebarkan salam di tengah-tengah kaum muslimin, dan bahawasanya salam itu tidaklah terbatas kepada orang yang engkau kenali dan sahabat-sahabatmu sahaja, namun untuk keseluruhan kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Abdullah Ibnu ‘Umar Radhiallahu ‘anhu pergi ke pasar pada pagi hari dan berkata : “Sesungguhnya kami pergi bertolak pada pagi hari adalah untuk menyebarkan salam, maka kami mengucapkan salam kepada siapa saja yang kami jumpai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam itu menunjukkan ketawadhu’an seorang muslim, ia juga menunjukkan kecintaan kepada saudaranya yang lain. Salam menggambarkan akan kebersihan hatinya daripada dengki, dendam, kebencian, kesombongan dan rasa memandang rendah kepada orang lain. Salam merupakan hak kaum muslimin antara satu dengan lainnya, ia merupakan sebab tercapainya rasa saling mengenali, bertautnya hati dan bertambahnya rasa kasih sayang serta kecintaan. Ia juga merupakan sebab diperolehnya kebaikan dan sebab untuk seseorang masuk syurga. Menyebarkan salam adalah salah satu bentuk menghidupkan sunnah Mustofa Shalallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam: “Lima perkara yang wajib bagi seorang muslim ke atas saudaranya, menjawab salam, mendo’akan orang yang bersin, memenuhi undangan, menjenguk orang sakit dan menghantarkan jenazah.” (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajib bagi sesiapa yang diberi salam menjawab dengan jawapan yang serupa sebagai bentuk ittiba’ terhadap perintah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Abi Sa’id Al-Khudriy Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Jauhilah oleh duduk-duduk di pinggir jalan!” mereka berkata, “Ya Rasulallah, kami tidak boleh meninggalkan majlis kami ini dan juga bercakap-cakap di dalamnya.” Maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jika engkau enggan meninggalkannya, maka berilah haknya jalan.” Mereka berkata, “Apakah haknya jalan itu wahai Rasulullah?” menjawab Rasulullah, “Mennundukkan pandangan, menyingkirkan gangguan, menjawab salam serta amar ma’ruf nahi munkar.” (Muttafaq ‘alaihi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi Rahimahullah berkata : “Ketahuilah, sesungguhnya memulai salam itu adalah sunnah, dan membalasnya adalah wajib. Jika si pemberi salam itu jumlahnya ramai, maka yang demikian ini merupakan sunnah kifayah ke atas mereka, maksudnya jika sebahagian telah mengucapkan salam bererti mereka telah melaksanakan sunnah salam atas hak keseluruhan mereka. Jika yang diberi salam seorang diri, maka wajib ke atasnya menjawabnya. Jika yang diberi salam ramai, maka menjawabnya adalah fardhu kifayah atas hak mereka, maksudnya jika salah seorang daripada mereka telah menjawabnya maka gugurlah kewajipan bagi yang lainnya. Namun, yang lebih utama adalah memulai memberi salam secara bersama-sama dan menjawabnya dengan bersamaan pula.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIFAT SALAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Nawawi, “Ucapan salam minima dengan perkataan ‘assalamu’alaikum’, jika yang diberi salam seorang diri, maka minima dia mengucapkan ‘assalamu’alaika’, namun adalah lebih utama jika dia mengucapkannya dengan ‘assalamu’alaikum’, kerana kalimat ini mencakupi do’a bagi dirinya dan yang bersamanya (malaikat, pent.). Dan alangkah sempurna lagi dia menambahkan ‘warohmatullahi’ dan ‘wabarokatuh’, walaupun sebenarnya kalimat ‘assalamu’alaikum’ telah mencukupi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENJAWAB SALAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi berkata, “Adapun cara membalas salam, lebih utama dan lebih sempurna jika mengucapkan ‘wa’alaikum as-Salam wa rohmatullahi wa barokatuh’, dengan menambahkan huruf ‘waw’ (yang mendahului kata ‘alaikum) ataupun tidak menggunakannya (membuangnya), hal ini diperbolehkan namun meninggalkan keutamaan. Adapun meringkaskannya menjadi ‘wa’alaikumus salam’ atau ‘alaikumus salam’ sahaja sudah mencukupi. Sedangkan meringkaskannya menjadi ‘alaikum’ sahaja, menurut kesepakatan ulama’ tidaklah mencukupi, demikian pula dengan ‘wa’alaikum’ sahaja yang diawali dengan huruf ‘waw’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TINGKATAN SALAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam memiliki 3 tingkatan, tingkatan yang paling tinggi, paling sempurna dan paling utama adalah ‘Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh’, kemudian yang lebih rendah daripadanya ucapan ‘assalamu’alaikum warohmatullah’ dan terakhir yang paling rendah adalah ‘assalamu’alaikum’. Seseorang yang mengucapkan salam (Musallim), boleh jadi mendapatkan ganjaran yang sempurna dan boleh jadi mendapatkan ganjaran di bawahnya, sesuai dengan salam yang dia ucapkan.” Hal ini sesuai dengan kisah tentang seorang lelaki yang masuk ke dalam masjid dan saat itu Rasulullah dan para sahabat-sahabatnya sedang duduk-duduk, berkata lelaki tadi, “Assalamu’alaikum”, maka Nabi menjawab, “wa’alaikumus salam, sepuluh atasmu”, kemudian masuk lelaki lain dan berkata, “Assalamu’alaikum warohmatullah”, Rasulullah menjawab, “Wa’alaikumus Salam warohmatullah, dua puluh atasmu”. Tidak lama kemudian datang lagi seorang lelaki sambil mengucapkan “Assalamu’alaikum warohmaatullahi wabarokatuh”, maka jawab Rasulullah, “Wa’alaikumus Salam warohmatullahi wabarokatuh, tiga puluh atasmu”. (HR Abu Dawud dan Turmudzi), yang dimaksudkan adalah sepuluh, dua puluh dan tiga puluh kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADAB-ADAB SALAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Disunnahkan tatkala bertemu dua jenis orang di jalan, iaitu orang yang berkenderaan supaya memberi salam kepada yang berjalan kaki, yang sedikit kepada yang ramai dan yang muda kepada yang tua. Bersabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam : “Hendaklah salam bagi yang berkenderaan kepada pejalan kaki, yang berjalan kaki kepada yang duduk dan yang sedikit kepada yang ramai.” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca selengkapnya di : http://ukhti-fr.blog.friendster.com/ insya Allah&lt;br /&gt;========&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-2595556668782096754?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/2595556668782096754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/09/salam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/2595556668782096754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/2595556668782096754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/09/salam.html' title='salam'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-4702351337145105150</id><published>2009-09-01T01:50:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T01:51:38.944-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hadist'/><title type='text'>Wahai Da’i Islam, Renungkanlah Perjalananmu</title><content type='html'>Demi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, gelanggang dakwah banyak diminati jutaan manusia, mereka bukanlah manusia biasa, tetapi mereka adalah para brillian, para pejuang, para patriot serta orang-orang yang siap mengorbankan harta, jiwa dan raganya untuk dapat berandil dan ikut berpacu dalam gelanggang yang penuh liku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ya, jalannya tak bertabur semerbak bunga atau bermandikan cahaya. Di jalannya tergeletak sejumlah sosok tubuh manusia, berjuta jiwa terlepas dari  jasadnya, berjalan kelelahan dengan terseok-seok dan bercucuran derai air matanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi –alhamdulillah– gelanggang ini tak pernah sepi, bahkan kian hari peminatnya kian membanjir, bagai air bah yang tak pernah bisa dibendung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(( لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِيْنَ عَلَى اْلحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ عَلَى ذَلِكَ ))&lt;br /&gt;“Akan senantiasa ada segolongan dari ummatku yang berjalan di atas kebenaran, tiada sedikitpun terpengaruh oleh orang yang menghina mereka, hingga datangnya keputusan Allah” (HR. al-Bukhariy dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelanggang itu adalah sebuah perjuangan membentuk tata kehidupan ummat, mengobati luka dan membawa obat penawar bagi penyakit mewabah yang telah menjangkiti ummat. Seorang da’i adalah arsitektur yang merancang benteng Islam yang megah, menambal yang runtuh dan menjaganya agar tetap kokoh, tampak cerah di tengah kegelapan fasad yang semakin pekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang da’i yang memulai langkah perjuangannya bertolak dari firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Aku tidak menciptakan jin dan ma-nusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku” [QS. adz-Dzāriyāt (51): 56]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti gerak laju sebuah perintah:&lt;br /&gt;“Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama” [QS. at-Tawbah (9): 122] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merambah kehidupan di atas fondasi: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petun-juk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami” [QS. Sajdah (32): 24]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ٍSemua itu dirajut dalam sebuah tenunan adab yang apik, sebagaimana difirmankan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekiranya kamu bersikap keras lagi ber-hati kasar, tentunya mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu” [QS. Āli ‘Imrān (3): 159]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu memalingkan mu-kamu dari manusia” [QS. Luqmān (31): 18]&lt;br /&gt;Sungguh, betapa mulianya seorang da’i tatkala dia menyuarakan sebuah kalimat dari Rabb-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu…” [QS. an-Nisā’ (4): 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang da’i sedang menapaki jalan yang menuju ke puncak gunung, mengarungi lautan dan menelusuri lembah. Mengingatkan orang yang lalai, memberitahu orang yang belum mengerti, mengasihi para pencari kebenaran hakiki, berdiri tegap menghadapi kesombongan para penjahat, senyum antusias dan optimisme menghadapi segala hambatan, teguh menghadang segala tekanan dan derasnya aliran kebatilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah adalah tangga kemajuan bagi ummat Islam dari tidur panjang dan realitas menyedihkan yang dialaminya. Da’i adalah pahlawan yang akan mengentaskan ummat dari segala kerendahan dan kesesatan. Membawa manusia dari kubangan kemaksiatan menuju mahligai iman dan ketentraman. Oleh karena itu, maka pantaslah bila al-Qur’an dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Hadits sangat menghargai usaha yang dilakukan seorang da’i :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapakah yang lebih baik perkatannya da-ripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shaleh dan berkata: ”Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” [QS. Fushshilat (41): 33]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(( فَوَاللهِ َلأَنْ يَهْدِيَكَ اللهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ ))&lt;br /&gt;"Demi Allah , apabila Allah menunjuki seseorang dengan sebab dirimu, maka hal itu lebih berharga bagimu dari pada onta merah (kemegahan hidup)” (HR. al-Bu-khariy, Muslim dan selain keduanya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dakwah bukanlah pintu yang telah terbuka lebar, sehingga setiap orang dengan mudah bisa memasukinya. Dakwah membutuhkan kesiapan, metode, dan rambu-rambu yang akan membantu perjalanan seorang da’i dalam mengemban tugas agungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ringkas ini bermaksud memberikan sebagian bekal yang harus dibawa seorang da’i, dalam perjalanannya di medan dakwah. Hal ini sangat penting untuk dipahami, sebab amal dakwah adalah amal agung yang membutuhkan keseriusan, istiqamah, kesabaran dan juga beragam cara, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang Nabi Nuh Alaihi Salam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nuh berkata: “Ya Rabbi, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan si-ang. Maka seruanku itu hanya menambah mereka lari (dari kebenaran)” [QS. Nūh (71): 5-6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungilah beberapa hal berikut, semoga dapat menjadi modal berharga untuk menemani perjalananmu dan perjuanganmu yang panjang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Teman Perjalanan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah terasa jauh dan begitu panjang perjalanan yang hanya dilakoni seorang diri, tanpa seseorang yang menjadi teman bicara atau membantu di saat-saat menjumpai rintangan di jalan. Seorang muslim dalam kehidupan dunia ini, layaknya seorang musafir yang membutuhkan teman selama bepergian, membantunya dalam jihad hingga mencapai target dan tujuan. Sungguh menyenangkan bila dia memiliki teman yang cerdas dan takwa, sebaliknya akan terasa sesak dadanya bila yang mengiringi perjalanan panjangnya itu adalah orang-orang yang buruk, baik hati maupun tingkah lakunya. Seorang mu`min akan selalu kuat bila bergabung dengan sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(( فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ مِنَ اْلغَنَمِ اْلقَاصِيَةِ )) &lt;br /&gt; “Sesungguhnya serigala akan memakan kambing yang sendirian” (HR. Ahmad, Abū Dāwūd dan an-Nasā’iy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Kehidupan Tanpa Ruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah buruknya, bahkan tak mungkin seseorang hidup tanpa ruh, ya...sesuatu yang tidak mungkin:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan demikianlah Kami wahyukan kepa-damu wahyu (al-Qur’an, ruh) dengan pe-rintah Kami” [QS. asy-Syūrā (42): 52]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menamakan al-Qur’an sebagai ruh, maka tidak akan ada kehidupan yang sebenarnya tanpa al-Qur’an dan tidak ada kenikmatan dunia akherat tanpa Kitab Allah Allah Subhanahu Wa Ta’ala . Inilah kenikmatan hakiki bagi orang yang memiliki selera kenikmatan, yaitu tali Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang sangat kuat dan jalan-Nya yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik-baik usaha untuk mendidik diri dan keluarga atau anak didik adalah duduk khusyu’ bersimpuh di hadapan Kitab Allah Subhanahu Wa Ta’ala, jauh dari kotornya dunia dan bercak-bercak noda kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa indahnya bergantungan dengan tali langit di saat tali bumi terputus, betapa bahagianya memasuki pintu langit tatkala pintu bumi telah tertutup. Suasana terindah bersama Kitab Allah Subhanahu Wa Ta’ala, adalah ketika mata kebanyakan orang pejam mengantuk atau tidur terlelap, namun seorang yang justru shaleh membaca al-Qur’an dengan penuh khusyu’ dan tunduk patuh, dikelilingi rahmat yang di bawa para malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah al-Qur’an dan tafsirnya, hafalkanlah, perhatikan baik-baik, ambillah pelajaran, dan hiduplah bersamanya. Jangan putuskan hubunganmu dengan Kitab Allah Subhanahu Wa Ta’ala , jauhilah kegelimangan dunia dan gemerlapnya kehidupan palsu yang fana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Yang Paling Mengasihi Di Antara Sesama Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat engkau menemui seseorang yang merintih kesakitan, tiba-tiba engkau pun merasakan sakitnya, engkau bahkan menangis karenanya. Kemudian engkau ulurkan tanganmu untuk benar-benar membantunya. Bukan hanya itu, bahkan engkau rela mengorbankan jiwawu demi menolongnya. Saat itu dirimu adalah orang yang sangat peduli dan mengasihi orang lain. Tapi tahukah, siapa sebenarnya orang yang paling mengasihi sesamanya? Yah, dirimu juga, yaitu ketika engkau menyeru (mendakwahkan) orang lain untuk menapaki jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, ketika engkau memberikan cahaya petunjuk kepadanya agar selamat dari hitam pekatnya kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah menyeru kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala  adalah jalan para nabi dan rasel utusan-Nya. Adalah kemuliaan yang amat besar, bila kita pun mau menempuh jalan yang sama. Ketauhilah, dakwah yang paling agung adalah mentarbiyyah anak didik untuk mencintai Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya saw serta manjauhkan mereka dari ombak kehinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendidik para pemuda untuk taat dan takwa adalah salah satu sisi paling agung, yang tidak pernah dipahami dengan baik hasil akhirnya, kecuali oleh ahlul bashirah yang berpandangan tajam. Hal ini tidak akan pernah disadari oleh mereka yang berpandangan pragmatis dan tergesa-gesa ingin menuai hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pendidik adalah pencetak manusia pejuang, yang akan menjali pilar peradaban dan merubah sejarah. Dakwah dan seruan yang kekal adalah dakwah yang mengayomi anak didik dengan sesungguhnya, fondasinya menghunjam kuat ke bumi, hingga tidak akan termakan fitnah kecuali yang dikehendaki Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sebagai kebaikan baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Jangan Jadi Lilin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah kasihannya sebuah lilin, dirinya terbakar, sementara manusia dengan senang hati memanfaatkan cahayanya. Akankah seorang da’i bernasib seperti sepotong lilin? Yang kami maksudkan di sini adalah seseorang yang melalaikan pendidikan dirinya, padahal dirinya sudah memasuki tahapan tertentu dari usianya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dirinya menyangka bahwa usianya telah mencukupi sebagai pengganti tarbiyah fardhiyyah (pendidikan diri), atau dia mengira bahwa kesibukan dakwah cukup sebagai pengganti perhatian pada dirinya sendiri. Ini adalah jebakan yang sangat membahayakan. Orang yang tak memiliki apapun, tentuanya tak akan dapat memberi. Seorang da’i dalam gelanggang dakwah akan selalu menjadi qudwah, oleh karenanya harus ada cara tertentu untuk mendidik diri serta untuk komitmen menumbuhkan iman, keshalehan dan wara’. Jangan menjadi lilin yang membakar dirinya untuk menerangi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Warisan Para Nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala walaupun begitu penting, agung dan juga sebagai suatu amal ibadah, tetapi bisa saja berubah menjadi bumerang bagi pelakunya bila tidak memiliki fondasi yang benar dan substansi yang asli, yaitu ilmu syar’i. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: “ Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku me-ngajak (kamu) kepada Allah  dengan huj-jah yang nyata, maha suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik” [QS. Yūsūf (12): 108]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap dakwah yang tidak dilandasi oleh ilmu syar’i, meskipun sangat gencar, adalah dakwah yang kosong bahkan mungkin menjadi seruan menuju kebodohan. Munculnya kelompok-kelompok sesat adalah karena mereka tidak membekali dakwah dengan keilmuan yang shahih (benar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap amal ibadah meskipun banyak, bila tidak berdasarkan petunjuk Nabi saw adalah cacat dan kurang, khususnya bila tidak dilandasi ilmu  syar’i. Karena dari sinilah munculnya para ahli zuhud yang sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu adalah kehidupan, tidak akan pernah mengerti arti kehidupan itu melainkan orang yang dapat merasakan manisnya dan melahap kenikmatannya. Kita menyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa sebuah masyarakat pilihan, pasti pilarya adalah orang-orang yang berilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya yang takut kepada Allah, di antara hamba-hamba-Nya adalah ulama” [QS. Fāthir (35): 28]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Oleh karena itu, sangatlah penting menumbuhkan kebiasaan membaca sebagai salah satu cara meneguk ilmu syar’i. Seorang da’i yang memikul tanggungjawab untuk melakukan perubahan dengan goresan tinta, kata bijak dan perbuatannya, harus hidup dalam dunianya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian dan aliran pemikiran yang selalu berkembang setiap saat, menuntutnya untuk mengetahui banyak hal yang ada di sekelilingnya demi kepentingan dakwahnya, termasuk membaca buah karya para penulis kontemporer. Ini merupakan sebuah keniscayaan, agar dia menjadi seorang da;i yang tanggap, respek dan sukses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jangan dilupakan, kita adalah ummat yang memiliki akar sejarah yang jelas. Manhaj ulama salaf adalah manhaj yang lebih benar, lebih lurus dan lebih selamat. Seorang da’i merasakan kebanggaan tersendiri bila menisbatkan dirinya pada manhaj para pendahulunya. Mayoritas goresan tinta mereka dihiasi keikhlasan, kejujuran dan lautan ilmu yang dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam: Keikhlasan Membutuhkan Keikhlasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang menjadikan mati dan hidup, supa-ya Dia menguji kamu, siapa di antara ka-mu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Ma-ha Perkasa lagi Maha Pengampun” [QS. al-Mulk (67): 2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa dalam menentukan tingkatan manusia, barometernya adalah hasan (yang baik). Jadi permasalaannya bukan kuantitas, tetapi kualitas. Satu hal yang menjadi faktor terpenting untuk kualitas amal ibadah agar dikatakan sebagai amal yang hasan adalah keikhlasan. Bahkan substansi amal itu sendiri sebenarnya adalah keikhlasan. Ketika keikhlasan tidak ada, maka ada tidaknya sebuah amal menjadi sama saja (percuma).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa para shiddiqun sendiri mengalami problem dalam keikhlasan. Tapi tidaklah mengapa, karena langkah pertama adalah melakukan dan merasakan, tetapi perlu sabar, mushābarah (menyabar-nyabari) dan mujāhadah (berjuang terus) agar dirinya dapat sampai tujuan meskipun setelah sekian lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati jangan pernah terbuai oleh amal perbuatan kita sendiri. Sebagian salaf menyebutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang mengira ikhlash terhadap keikhlasan dirinya, maka keikhlasannya masih membutuhkan keikhlasan lagi”. Wallahu A’lam. (teamhasmi.org) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-4702351337145105150?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/4702351337145105150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/09/wahai-dai-islam-renungkanlah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/4702351337145105150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/4702351337145105150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/09/wahai-dai-islam-renungkanlah.html' title='Wahai Da’i Islam, Renungkanlah Perjalananmu'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-642625361687242125</id><published>2009-09-01T01:36:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T01:45:14.987-07:00</updated><title type='text'>Manhaj Bukan Figuritas!!!</title><content type='html'>Pondasi tarbiyyah yang amat penting adalah hendaknya seorang da`i bersungguh-sungguh dalam tarbiyyah, dengan cara menguatkan hubungannya dengan Allah Subhanahu Wata'ala. Hendaknya kekokohan hubungan tersebutpun dijalin dengan manhaj-Nya,  bukan bergantung kepada manusia, karena manusia sangat dipastikan dapat berubah. Sedangkan Allah Subhanahu Wata'ala adalah Dzat Yang Maha Hidup, tidak akan mati ataupun berubah. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata'ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua yang ada di langit dan di bumi selalu minta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan” [QS. ar-Rahmān (55): 29]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya masalah ketergantungan kepada figuritas memiliki sisi negatif, di an-taranya: Seseorang dapat berubah dikarenakan perubahan sosok figurnya. Oleh karena itu al Qur’an datang untuk mengikrarkan hakekat utama tersebut; yaitu hakikat bergantung atau berpegang kepada manhaj dan mem-buang bergantung kepada figuritas, walau-pun mereka seorang rasul. Di dalam surat Ali ‘Imran yang menceritakan perang Uhud, Allah Subhanahu Wata'ala berfirman: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya be-berapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kalian berbalik ke belakang (murtad) Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi ba-lasan kepada orang-orang yang bersyukur” [QS. Āli ‘Imrān (3): 144] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya dakwah lebih utama dari pada sosok seorang da’i, sebagaimana al Qur’-an telah membina para shahabat dan umat ini untuk senantiasa berpegang pada manhaj serta membenci figuritas. Inilah manhaj Rosululloh Salallahu Alaihi Wasalam, dan manhaj seluruh orang yang menyeru kepada Allah di atas bashirah  (ilmu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Contoh Nyata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    &lt;!--[endif]--&gt;Dari ‘Irbadh bin Sariyah rda, ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah menasehati kami dengan sebuah nasehat yang menggetarkan hati dan mencucurkan air mata, maka kami berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Rasulullah seolah-seolah ini adalah nasehat terakhir (yang engkau tinggalkan), maka beri-lah kami wasiat!”, maka beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, serta untuk mendengar dan taat walaupun yang memerintahkan kalian seorang budak. Karena barangsiapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku, niscaya ia akan melihat banyak perselisihan. Maka hendaknya kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para al-khulafa ar-rasyidin yang diberi petunjuk, gigitlah hal tersebut dengan gigi geraham kalian. Dan hati-hatilah kalian terhadap perkara yang diada-adakan, karena setiap bid’ah adalah sesat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    &lt;!--[endif]--&gt;Dari Jabir rda, bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hendaknya kalian mengambil manasik haji dariku, karena aku tidak tahu barangkali aku tidak berhaji lagi setelah tahun ini…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam mewasiatkan mereka untuk berpegang teguh dengan sunnahnya dan mengikuti petunjuknya, yaitu agama yang disampaikan dari Allah Subhanahu Wata'ala. Beliau mengi-kat para shahabat dengan manhaj Allah Subhanahu Wata'ala, bukan dengan figuritas, walaupun beliau masih hidup di tengah-tengah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu para shahabat saling membimbing satu dengan yang lainnya. Hal itu bukan sesuatu yang aneh, karena Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam telah mentarbiyyah mereka untuk saling meng-ingatkan satu dengan yang lainnya, tentang hakikat bergantung kepada manhaj dan de-ngan membuang figuritas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat muncul kecenderungan dan simpati terhadap figuritas tertentu, di saat itu pula jiwa menjadi lemah dan menurun. Hal itu nampak dalam contoh berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    &lt;!--[endif]--&gt;Ibnu Abi Najih, dari bapaknya, ia berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahwa ada seorang laki-laki dari golongan Muhajirin lewat di hadapan seseorang dari golongan Anshar, dalam ke-adaan berlumuran darah, maka ia berkata kepadanya: “Wahai fulan, apakah kamu merasa bahwa Rasulullah telah terbunuh? Dan hal ini terjadi pada saat perang Uhud, maka orang Anshar tadi berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila Muhammad terbunuh, sungguh ia telah menyampaikan risalah-Nya. Maka berperanglah dengan agama kalian”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    &lt;!--[endif]--&gt;Ketika perang Uhud, semua orang lari cerai-berai, namun Anas bin Nadhar rda tidak ikut lari, hingga terdengar di telinga ‘Umar bin Khaththab RadhiallahuAnhu dan Thalhah bin Ubaydillah rda bahwa para pahlawan dari golongan Muhajirin dan Anshar pun telah membuang senjata-senjata mereka, maka Anas bin Nadhar berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang membuat kalian duduk?, mereka berkata: “Rasulullah telah terbunuh”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang akan kalian perbuat dalam kehidupan sepeninggalnya? Bangkitlah kalian dan matilah kalian di atas kematian yang telah membuat wafat Rasulullah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau terjun bertempur meng-hadapi kaum musyrikin, seraya mengham-piri Sa’ad bin Mu’adz dan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Sa’ad, oh... harumnya bau surga, sungguh aku telah mendapatkannya di Uhud” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau bertempur hingga ter-bunuh, dan ditemukan dalam tubuhnya lebih dari 72 tusukan pedang sehingga tidak ada seorangpun yang dapat menge-nalinya, kecuali saudara perempuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kewajiban seorang murabbi atau seseorang yang dijadikan panutan ada-lah agar ia mendidik pengikutnya untuk senantiasa bergantung kepada Allah Subhanahu Wata'ala dan menghilangkan ketergantungan pada figuritas.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran Keterkaitan Terhadap Figuritas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    &lt;!--[endif]--&gt;Meninggalkan kesungguhan ketika sang murrabi pergi, dipenjara atau wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    &lt;!--[endif]--&gt;Meninggalkan amal shalih karena sang murabbi jauh darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    &lt;!--[endif]--&gt;Tidak sabar ketika berpisah dengan sang murabbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    &lt;!--[endif]--&gt;Menerima semua pendapat murabbi, padahal pendapatnya tidak sebanding dengan pendapat-pendapat ulama yang menjadi rujukan ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    &lt;!--[endif]--&gt;Menganggap remeh berbagai kesalahan dengan alasan karena murabbinyapun mengerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    &lt;!--[endif]--&gt;Mengagungkan, memuji serta menyan-jung murabbi hingga sangat berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.    &lt;!--[endif]--&gt;Justifikasi berbagai macam kesalahan murabbi, dan tidak menerima pendapat bahwa murabbi pun bisa salah, justru menganggap murabbi sebagai orang yang selalu benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.    &lt;!--[endif]--&gt;Tidak mau berdiskusi dengan murabbi dalam beberapa permasalahan tarbiyah yang belum dipahami, dengan alasan takut murabbinya marah apabila ia mendebatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.    &lt;!--[endif]--&gt;Tidak adanya kejelasan dalam segala urusannya, dengan alasan mungkin mu-rabbinya telah merubah pandangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.   &lt;!--[endif]--&gt;Menyembunyikan sebagian perbuatan dan perkara jelek yang tidak seharusnya, termasuk perbuatan maksiat, dengan alasan bahwa murabbinya bisa marah ke-padanya, sehingga akan berubah pandangan terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.   &lt;!--[endif]--&gt;Ketaatan membabi buta terhadap murabbi hingga terhadap kesalahan-kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.   &lt;!--[endif]--&gt;Membela murabbi dari serangan orang lain, hingga terhadap kesalahannya seka-lipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.   &lt;!--[endif]--&gt;Lebih mengutamakan kemaslahatan duniawi murabbi, dibandingkan kemash-lahatan orang tua dan keluarganya.&lt;br /&gt;14.   &lt;!--[endif]--&gt;Taqlid terhadap sifat-sifat buruk murabbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.   &lt;!--[endif]--&gt;Berbenturan dengan realitas murabbi, apabila muncul kesalahan darinya hingga mengakibatkan kemunduran dalam sisi keagamaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka seorang mutarabbi (mad’u binaan) menjadikan ketergelinciran murabbi sebagai alasan untuk menjauhi kebenaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Sufyan bin ‘Uyaynah mensifati me-reka yang menjadikan ketergelinciran murabbi-nya sebagai alasan untuk menjauhi kebenaran sebagai sifat al-hamaqah (kedunguan atau ketololan).  Kemudian ada salah seorang yang melirik kepadanya, dengan kasar dan keras ia bertanya kepadanya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya ada sekelompok kaum yang mendatangimu dari berbagai penjuru, kemudian apabila engkau memarahi mereka, maka aku khawatir mereka akan pergi mening-galkanmu”, maka beliau membalas dengan berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka adalah orang-orang dungu se-pertimu, mereka meninggalkan hal yang ber-manfaat bagi mereka dikarenakan keburukan akhlakku” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Sufyan memberikan sebuah pemahaman kepada penanya dengan sebuah kaidah, yaitu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bergantunglah kepada kebenaran dan tinggalkanlah ketergantungan kepada figuritas” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, seorang murabbi atau publik figure, bukanlah merupakan perwu-judan sebuah kebenaran ataupun dakwah, artinya; ketika kita menemukan aib atau ke-salahan pada diri seorang murabbi pastilah berbeda dengan menemukan kesalahan atau khilaf dalam sebuah kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab Kronisnya Penyakit Figuritas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya adalah karena adanya sifat-sifat kemanusiaan seseorang, di antaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    &lt;!--[endif]--&gt;Munculnya daya tarik seorang murabbi (kefasihan berbicara, pandai, cerdik, dan lain-lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    &lt;!--[endif]--&gt;Banyaknya pertemuan tanpa target yang jelas dan dibangun hanya atas dasar kesa-maan tabiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    &lt;!--[endif]--&gt;Kehilangan sosok figur semenjak beranjak dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    &lt;!--[endif]--&gt;Tidak diikatnya peserta didik dengan tela-dan ma`shumnya yaitu Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    &lt;!--[endif]--&gt;Tidak diikatnya peserta didik untuk memelihara hubungan dengan Allah dan ber-gantung hanya kepada agana-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    &lt;!--[endif]--&gt;Mengutamakan emosional atau sensitifitas dalam bermuamalah dengan murabbi, dan menjadikan hal ini sebagai hukum.&lt;br /&gt;7.    &lt;!--[endif]--&gt;Tidak adanya perhatian terhadap sebagian kaidah-kaidah dakwah dan tarbiyyah (per-bedaan cinta kepada Allah Subhanahu Wata'ala dengan cinta kepada individu, dan antara cinta di jalan Allah Subhanahu Wata'ala dengan cinta bersama Allah Subhanahu Wata'ala).&lt;br /&gt;8.    &lt;!--[endif]--&gt;Tidak ada peringatan kepada para peserta didik tentang bahaya figuritas.&lt;br /&gt;9.    &lt;!--[endif]--&gt;Menunda-nunda dalam memberikan peringatan tentang bahaya figuritas dengan alasan untuk menarik perhatian peserta didik dan agar mereka tidak lari ketika mereka baru meniti dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. &lt;!--[endif]--&gt;Tidak adanya perhatian murabbi terhadap masalah ini, bahkan menganggapnya se-bagai hal sepele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. &lt;!--[endif]--&gt;Tidak adanya kejujuran dari tiap individu yang terfitnah masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. &lt;!--[endif]--&gt;Bisikan syetan kepada para murabbi dengan menganggap dirinya sebagai orang publik figur yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. &lt;!--[endif]--&gt;Adanya kesalahan dalam menilai seorang individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. &lt;!--[endif]--&gt;Mengabaikan sisi tarbiyyah dzatiyyah (jati diri), atau lebih mengutamakan tarbiyyah kolektif daripada tarbiyyah fardiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak Negatif Penyakit Figuritas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    &lt;!--[endif]--&gt;Meninggalkan kesungguhan secara total setelah murabbi pergi, dipenjara ataupun wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    &lt;!--[endif]--&gt;Meninggalkan amal shalih karena jauhnya murabbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    &lt;!--[endif]--&gt;Terjerumus dalam kultus individu.&lt;br /&gt;4.    &lt;!--[endif]--&gt;Terkadang siap berbuat maksiat kepada orang tua (durhaka), demi mendahulukan murabbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    &lt;!--[endif]--&gt;Kehilangan jati diri (tidak pede, minder).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    &lt;!--[endif]--&gt;Melahirkan generasi yang rapuh, yang di-dominasi emosional dan sensitifitas pri-badi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.    &lt;!--[endif]--&gt;Menjadikan emosi atau perasaan individu sebagai hukum dalam memutuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.    &lt;!--[endif]--&gt;Tidak mau menerima upaya penegakan agama yang jauh dari jangkauan murabbi-nya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.    &lt;!--[endif]--&gt;Riya dan tidak mau beramal kecuali di bawah pengawasan murabbinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. &lt;!--[endif]--&gt;Tidak mau menasehati murabbi ketika ber-buat salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. &lt;!--[endif]--&gt;Terjerumus dalam kesembronoan, ketergesagesaan dan kecerobohan yang meru-pakan cerminan murabbinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat Mujarab Menghindari Figuritas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    &lt;!--[endif]--&gt;Pada tahun-tahun pertama tarbiyyah, hen-daknya diberikan perhatian tentang makna dan hakikat bergantung kepada Allah Subhanahu Wata'ala serta makna hakiki tentang kecintaan ke-pada Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    &lt;!--[endif]--&gt;Memberikan perhatian tentang pokok-pokok keimanan dan makna syirik dalam kecintaan kepada selain Allah Subhanahu Wata'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    &lt;!--[endif]--&gt;Kejujuran dari tiap individu yang terfitnah masalah ini, dan jangan menunda-nunda-nya hingga parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    &lt;!--[endif]--&gt;Kewaspadaan seorang murabbi terhadap masalah tersebut dengan memberikan peringatan tentang bahayanya kepada se-tiap peserta didik secara rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    &lt;!--[endif]--&gt;Ketergantungan pribadi hanya kepada Allah Subhanahu Wata'ala dan kepada manhaj-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    &lt;!--[endif]--&gt;Mendiskusikan masalah-masalah tersebut di forum-forum terbuka yang melibatkan seluruh peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.    &lt;!--[endif]--&gt;Mengikat para mutarabbi  (peserta didik) dengan qudwah (suri teladan) utama me-reka, yaitu Rasululah Salallahu Alaihi Wasalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.    &lt;!--[endif]--&gt;Memberikan perhatian terhadap tarbiyyah dzatiyyah (pembinaan jati diri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.    &lt;!--[endif]--&gt;Memberikan perhatian terhadap keikhlasan dan amal perbuatan yang tidak di-peruntukkan melainkan hanya kepada Allah Subhanahu Wata'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang amal perbuatannya di-peruntukkan hanya kepada Allah Subhanahu Wata'ala, maka amal tersebut akan langgeng dan kekal. Sebaliknya, barangsiapa amal per-buatannya diperuntukan kepada selain-Nya, maka amal itu akan hilang tiada ber-bekas, bahkan hanya akan berujung kepada penyesalan yang tiada guna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. &lt;!--[endif]--&gt;Menyebarkan semangat beramal dan beretos kerja hanya untuk agama, di manapun dan kapanpun kita berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian,…ketahuilah!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    &lt;!--[endif]--&gt;Ketahuilah, bahwa salah satu bentuk kesalahan dalam tarbiyyah adalah ketergan-tungan pada figuritas dengan tidak mem-perdulikan sisi manhaj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    &lt;!--[endif]--&gt;Ketahuilah, bahwa al-Qur’an yang mulia telah menetapkan sebuah hakikat, yaitu bergantung hanya kepada manhaj dan membuang jauh-jauh berbagai ragam ben-tuk figuritas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian halnya dengan manhaj Nabi Salallahu Alaihi Wasalam dan manhaj para penyeru di jalan Allah Subhanahu Wata'ala, semuanya berjalan di atas bashirah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    &lt;!--[endif]--&gt;Ketahuilah, bahwa ujung kehidupan ma-nusia adalah menuju kefanaan (kematian), sedangkan akhir sebuah aqidah adalah menuju kekekalan dan keabadian.&lt;br /&gt;4.    &lt;!--[endif]--&gt;Ketahuilah, bahwa wujud sebuah dakwah lebih utama dan lebih kekal dari pada wu-jud seorang da’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    &lt;!--[endif]--&gt;Ketahuilah, bahwa manhaj Allah Subhanahu Wata'ala ada-lah manhaj yang berdiri sendiri, terlepas dan tidak terkait dengan orang-orang yang membawa dan menyampaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    &lt;!--[endif]--&gt;Ketahuilah, bahwa seluruh sumber daya yang dimiliki wajib dibangun di atas dasar hubungan yang kuat dengan Allah Subhanahu Wata'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.    &lt;!--[endif]--&gt;Ketahuilah, bahwa sangat mungkin bagi seorang manusia untuk berubah, akan tetapi Allah Subhanahu Wata'ala adalah Dzat Yang Maha Hidup, yang tidak akan pernah mati, Dia-lah yang sanggup untuk merubah sesuatu dan Dia sendiri tidak akan pernah berubah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(www.hasmi.org).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-642625361687242125?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/642625361687242125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/09/manhaj-bukan-figuritas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/642625361687242125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/642625361687242125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/09/manhaj-bukan-figuritas.html' title='Manhaj Bukan Figuritas!!!'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-9039131736803672966</id><published>2009-09-01T01:04:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T01:05:11.478-07:00</updated><title type='text'>Menahan pandangan bagian 3</title><content type='html'>Itulah dampak fatal dari pandangan yang tidak terpelihara, oleh karena itu untuk menghindari hal tersebut Islam telah mengajarkan kepada ummatnya untuk memelihara pandangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang telah terbius oleh apa yang dilihat oleh mata mungkin akan sulit untuk disadarkan oleh keimanan yang terdapat pada dirinya karena hati telah asik menikmati kesibukannya itu. Oleh karenanya kita yang sadar betul bahwa hal itu salah, maka segeralah katakan(menasehati) kepada mereka untuk memelihara pandangannya agar dirinya terjaga dari hal-hal yang justru akan makin membuat dirinya menderita(tentunya menasehatinya dengan cara yang baik(9). Dan jika kita bertekat untuk mensehatinya dalam mencegah mereka untuk melakukan hal itu, maka jangan pula kita menyebabkan mereka cenderung untuk tidak memelihara pandangan mereka. Dimana kita dapat membuat mereka tidak terpelihara pandangannya secara langsung maupun tidak langsung. Lantaran, terkadang syaitan mampu menjadikan sesuatu menjadi terasa indah agar seseorang dapat melakukan kemaksiatan. Maka sebelum kemaksiatan menguasai hati suci orang-orang muslim, maka berusahalah untuk mencegah langkah-langkah syaitan dalam tujuannya menjerumuskan orang muslim kepada hal-hal yang maksiat.&lt;br /&gt;Apalagi jika kita sengaja menjadikan sesuatu hal yang dapat membuat seseorang dapat berbuat dosa, bisa jadi kitapun akan menanggung dosa-dosa orang yang melakukannya itu(10). Dan jika seandainya kita sadar bahwa yang telah kita lakukan dapat menyebabkan seseorang melakukan maksiat kepada kita ataupun orang lain maka kita sebagai umat muslim yang merupakan satu tubuh agar berusaha untuk saling memelihara diri kita yang satu tubuh ini sejak dini agar Allah menjauhkan kita semua dari azab yang dikarenakan perbuatan-perbuatan lalai kita. Karena setiap yang kita lakukan, kita lihat, kita dengar, dan hati nurani semuanya memiliki pertanggung jawaban(11) di hari hisab. Dan sesungguhnya segala sesuatu keburukan yang terjadi kepada diri kita bisa jadi merupakan akibat dari perilaku zalim kita di masa lalu(12). Astaghfirullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi karena “bius” sebuah pandangan khianat terhadap hati sangat melenakan, oleh karenanya kita sebagai umat Islam, dianjurkan untuk mengatakan kepada mereka lelaki maupun perempuan yang Beriman untuk menundukkan/memelihara pandangannya sesuai dengan petunjuk ayat tersebut. Dan karena perintah mengatakan kepada mereka dalam pemeliharaan pandangan itu termuat di dalam Al-Qur’an maka perintah ini adalah suatu kewajibann untuk kita laksanan. Maka dengan dari itu, sudah sepatutnya kita berusaha untuk memperingatkan diri kita sendiri maupun seluruh orang mu’min dan mu’minat agar menundukkan/memelihara pandangan mereka. Kenapa? Karena semakin lama seseorang asik memandang dengan khianat maka akan semakin membuat dirinya sulit untuk melepas pandangan itu. Oleh karenanya sebelum dia makin terlena maka naihatilah mereka, tentunya dengan cara yang baik. Ingatlah sekali lagi bahwa pandangan merupakan awal mula dari kemaksiatan yang sebenarnya. Oleh sebab itu katakanlah kepada mereka dan hindarilah segala hal yang menyebabkan mereka tidak memelihara pandangannya, karena pandangan yang tidak terpelihara dapat membawa kehancuran bagi dirinya sendiri bahkan kepada orang-orang disekitarnya, dan bisa jadi kitapun akan terkena dampak dari pandangan yang khianat itu walaupun pandangan kita telah kita pelihara. Naudzubillahimindzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Kaki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(9) Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah(14) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (Al-Nahl:125) dan “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (Fushshilaat:34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(10) Saya dapat menyimpulkan bahwa, ketika seseorg menyebabkan orang lain berbuat dosa maka diapun juga menanggung dosa orang tersebut, masalah ini tersirat pada ayat yang berbunyi:&lt;br /&gt;(ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu. An-Nahl:25&lt;br /&gt;Berbeda dengan permasalah dosa yang diakibatkan oleh tangan sendiri, sehingga yang menanggung dosanya adalah hanya orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(11) Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. Al-Isra’:36&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(12) Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Ar-Rum:41&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(13) Saya mengambil kutipan ini dari: Hadits Web bahwa pengutip mengatakan:&lt;br /&gt;“Saya (Sofyan Efendi) mengambil hadits ke-6 ini langsung dari kitab Ringkasan Shahih Bukhari karya Al-Albani, karena saya melihat arti (terjemahan) yang disampaikan kurang tepat. Tulisan aslinya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir rodhiyallohu’anhu, dia berkata: ”Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: ’Sesungguhnya sesuatu yang halal telah jelas serta yang haram juga telah jelas dan diantara keduanya terdapat perkara-perkara syubhat (yang masih samar/tidak jelas); yang kebanyakan manusia tidak mengetahui (hukum)nya. Barangsiapa yang berhati-hati terhadap perkara syubhat, maka sesungguhnya dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang terjerumus kepada perkara syubhat, pasti akan terjerumus kepada yang haram. Seperti halnya seorang penggembala yang menggembala di sekitar daerah larangan, sehingga dikhawatirkan hampir-hampir (menggembala) di dalamnya. Ingatlah bahwa tiap-tiap raja mempunyai larangan. Ingatlah bahwa larangan Alloh adalah apa-apa yang diharamkan-Nya. Ingatlah bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging, jika baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuhnya. Ingatlah, ia adalah "jantung."” (HR. Bukhori dan Muslim). Padahal kalimat yang tepat bukan menyatakan "pasti", tapi "hampir-hampir" serta segumpal daging tersebut adalah "hati", bukan "jantung". Wallaahu'alam. Saya memohon ampun kepada Allah jika seandainya saya yang salah.” Allahuma Amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(14) Hikmah: ialah perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(15) Suatu ketika saya pernah membaca suatu buku yang disunting dari karya Al-Albani, jika tidak salah judul bukunya "Hadist Dhaif ... yang Ada di Indonesia", beliau menyatakan bahwa hadist ini bermasalah, entah karena lemah atau karena cacat sanadnya, namun sebagian besar ulama, menggunakan dalil ini dalam ruang lingkup memelihara pandangan, seperti buku Ghudhul Bashar karya: Syaikh 'Abdul 'Aziz Ghazuli. Wallahu Alam Bisyawab, Semoga Allah Senantiasa memaafkan segala kesalahan kami. Allahuma Amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber-sumber Referensi Pendamping Artikel ini:&lt;br /&gt;Al-Qur'anul Kariim&lt;br /&gt;Al-Qur'an Online(http://alqur’anonline.co.cc)&lt;br /&gt;Ghudhul Bashar karya: Syaikh 'Abdul 'Aziz Ghazuli&lt;br /&gt;As Sunnah(Yahoo Grups) (http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/45823)&lt;br /&gt;Hadits Web (http://opi.110mb.com/haditsweb/arbain/hadits6.htm#[1])&lt;br /&gt;Ukhti Hafidz Blog (http://ukhtihafidz.blogspot.com/2009/02/ghadzul-bashor.html)&lt;br /&gt;Dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala Puji Bagi Allah&lt;br /&gt;Semoga Allah memaafkan aku jika aku bersalah&lt;br /&gt;Allahuma Amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu 'Alam Bisyawab&lt;br /&gt;(CMIIW | Koreksi aku jika aku melakukan kesalahan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Ruang Diskusi untuk Artikel ini: AIFA (http://www.facebook.com/note.php?saved&amp;&amp;suggest&amp;note_id=132006400876&amp;id=110495747345)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;First level Distribution: We Are Support to Against The Virtual Khalwat(http://www.facebook.com/note.php?saved&amp;&amp;suggest&amp;note_id=124645088119&amp;id=106995336674)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-9039131736803672966?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/9039131736803672966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/09/menahan-pandangan-bagian-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/9039131736803672966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/9039131736803672966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/09/menahan-pandangan-bagian-3.html' title='Menahan pandangan bagian 3'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-1788465786311198394</id><published>2009-09-01T01:02:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T01:03:35.614-07:00</updated><title type='text'>Menahan pandangan bagian 2</title><content type='html'>Ketika kita telah merasakan manisnya iman maka Allah akan memberikan ketenteraman pada hati kita. Sehingga dengan karunia ini kita dapat menyelesaikan suatu masalah dengan mudah walaupun masalah tersebut sebesar gunung sekalipun. Oleh karena itu, beruntunglah orang-orang yang senantiasa mememelihara pandangannya dengan rasa malu (6) Kepada Allah, lantaran rasa malu itu dapat mencegah dirinya dari hal-hal yang membuat Allah Cemburu kepadanya.&lt;br /&gt;Subhanallah, sebegitu indahnya pemeliharaan pandangan sehingga Allah menjamin manisnya keimanan kepada mereka. Namun, jika kita tidak mampu menundukkan/memeliharanya, justru hal itu akan membawa kita kepada Kemurkaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa dari sekian banyak alasan yang mengharuskan seorang muslim untuk memelihara pandangannya lantaran dengan memelihara pandangan, seseorang dapat terhindar dari rasa kegelisahan. Kegelisahan ini terjadi lantaran Hidayah dari Allah yang turun ke hati terhalang oleh selaput yang terbuat dari “bahan” hasil kemaksiatan, yang dimana salah satu contoh dari “bahan” hasil dari kemaksiatan ini berupa pandangan-pandangan yang khianat. Selaput tersebut menutupi hati lantaran sang hati mungkin sudah tidak menghiraukan Keimanan yang masih tersimpan pada relung-relungnya sehingga sang hati terbawa untuk terus memberikan perintah kepada mata agar terus memandang santapannya supaya kebutuhan sang hati menjadi terpenuhi, hingga tanpa sadar sang hati itu menjadi gelap karena diselimuti selaput-selaput hitam yang terpancar dari pandangan yang khianat itu. Dan sang hatipun menjadi keras seperti batu. Akibatnya relung-relung pada hati menjadi hampa terhadap hidayah, lantaran Pancaran Hidayah tidak dapat masuk ke dalam relung-relung yang telah diselimuti oleh selaput hitam tadi, Dan akhirnya, hal ini dapat menyebabkan menumpulnya firasat apalagi jika hatipun telah benar-benar terbius oleh indahnya memori-memori dari “bahan” hasil kemaksiatan tadi, maka orang itu bisa dipastikan akan terlupa tentang pesona manisnya hidayah, selain manisnya kemaksiatan yang melenakan dan pada akhirnya diapun akan semakin sulit terlepas dari masa kegelapan itu karena semakin lama masa itu maka akan menyebabkannya makin terlena dan terlupa.&lt;br /&gt;Jika telah sampai pada kondisi ini, dirinya akan merasa menderita lantaran keinginan dirinya yang selalu terpenuhi oleh sang hati yang telah terbius oleh kegelapan selaput maksiat tadi menyebabkan gelapnya fungsi dari seluruh organ tubuh lainnya terhadap jiwa-jiwa Rabbani, karena jika hati itu telah rusak maka rusak pulalah anggota tubuh lainnya(7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan dirinya terhadap maksiat itu terpenuhi namun sayangnya, kebutuhannya terhadap peyalurkannya tidak terpenuhi, sehingga menyebabkan dirinya menderita dan untuk mengurangi rasa deritanya ini, bisa dipastikan dia akan terus bermaksiat hingga dia bisa menyelaraskan keinginan penyalurannya, justru hal itu malah membuat hatinya makin mengeras dan membuat dirinya makin menggebu-gebu terhadap keinginan itu, sehingga dapat menyebabkan hidayah yang masih tersisa di dalam relung-relung sang hati tidak mampu lagi untuk menasehati dirinya sendiri untuk tidak melakukan maksiat maka Cahaya Iman yang tersisa di hati itu akan makin habis terkikis oleh rivalnya -kemaksiatan-, sehingga pada akhirnya akan membawanya kepada kemaksiatan yg sebenarnya, yang dimana hal itu membawanya menjadi hina dan pada akhirnya dia harus terlempar ke pada api yang langit dan bumi saja tidak sanggup menahan panasnya, Selama dirinya tidak pernah Bertaubat(8) kepada Allah atas perbuatannya. Naudzubillahimidzalik.&lt;br /&gt;(Bersambung ke Part 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Kaki:&lt;br /&gt;(6) Dari 'Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu bahwa ia berkata : Rasulullah bersabda, "Malulah kepada Allah dengan sebenar benarnya." kami berkata, "Wahai Nabi Allah, sesungguhnya kami benar benar merasa malu, alhamdulillah. " Beliau bersabda, 'Bukan itu yang dimaksudkan. Akan tetapi yang disebut dengan malu kepada Allah dengan sebenar benarnya adalah engkau menjaga kepada (mata) dan segala apa yang disaksikannya; menjaga perut dan segala apa yang masuk kedalamnya; dan mengingat kematian beserta siksaan yang akan menimpanya. Barangsiapa yang menginginkan (kehidupan) akhirat, maka tinggalkanlah perhiasan dunia. Dan barangsiapa yang melakukan semua itu berarti ia telah merasa malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7) “…Ingatlah bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging, jika baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuhnya. Ingatlah, ia adalah hati(13)” (HR. Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(8) Taubat Nasuha, Taubat yang sebenar-benarnya/ taubat yang sungguh-sungguh. Masalah taubat sungguh-sungguh dimuat pada ayat QS.At-Tahrim(66):8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-1788465786311198394?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/1788465786311198394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/09/menahan-pandangan-bagian-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/1788465786311198394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/1788465786311198394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/09/menahan-pandangan-bagian-2.html' title='Menahan pandangan bagian 2'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-8097448072750431055</id><published>2009-09-01T00:15:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T00:18:45.364-07:00</updated><title type='text'>Menahan pandangan bagian 1</title><content type='html'>"&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah Yang telah menyempatkanku untuk berbagi dalam tulisan ini. Salawat serta salam ku panjatkan kepada Baginda Rasulullah Shallallahu wa Salam yang telah mengajarkan kita tentang Hikmah serta Keindah Islam, Subhanallah. Tidak lupa aku panjatkan Salawat serta Salam kepada Keluarga dan Sahabat Beliau beserta kepada orang-orang yang senantiasa berhijerah ke arah yang dIrahmati oleh Allah Yang Maha Pemurah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrahmanirrahiim…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."&lt;br /&gt;QS.An-Nur(24):30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. …. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”&lt;br /&gt;QS.An-Nur(24):31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Allah Subhanna wa Ta’alaa telah Berfirman kepada laki-laki yang Beriman di dalam Surah An-Nur Ayat 30 atas sebuah Karunia kesucian ketika mereka mampu memelihara pandangan yang khianat(1) dan memelihara kemaluannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhana wa Ta’alaa pun Juga Berfirman kepada wanita-wanita beserta orang-orang yang Beriman di dalam Surah An-Nur Ayat 31 atas sebuah keberuntungan ketika wanita-wanita yang Beriman itu mampu memelihara pandangan mereka, mampu memelihara kemaluan mereka dari perbuatan-perbuatan keji, mampu menyembunyikan perhiasan-perhiasan mereka kecuali yang biasa tampak(2) dari orang-orang yang tidak dijelaskan pada perintah didalam ayat tersebut. &lt;br /&gt;Bahkan ada pada suatu hadist dijelaskan bahwa dengan kita memelihara pandangan yang khianat maka kita akan mendapatkan manisnya iman(3). Allah Memberikan Karunia itu kepada mereka, karena mereka lebih cenderung kepada Keimanan daripada kemaksiatan sehingga hal ini dapat menjadikan hatinya diliputi oleh selaput-selaput kemaksiatan. Dan, Ketika mereka telah merasakan manisnya iman, maka merekapun akan enggan untuk bermaksiat, bahkan terfikirpun tidak. Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata : “Sesungguhnya apabila hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya maka tidak ada yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat dan lebih baik darinya.”(4) Sehingga ketika kita telah menjauhkan diri kita dari segala maksiat, maka hal ini akan membuat kita semakin dekat kepada Allah dan cahaya-cahaya Hidayah akan mudah masuk ke dalam nurani kita sebagai penentram hati. &lt;br /&gt;Subhanallah, sungguh Karunia yang besar bagi orang-orang yang senantiasa memelihara pandangannya. Hati telah menjadi tenteram lantaran dapat mengingat Allah(5), apalagi mengingati Allah ini dapat dengan mudah didapati lantaran tidak adanya selaput penghalang yang berupa selaput kemaksiatan dalam menghalangi masuknya Cahaya Hidayah kedalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita telah merasakan manisnya iman maka Allah akan memberikan ketenteraman pada hati kita. Sehingga dengan karunia ini kita dapat menyelesaikan suatu masalah dengan mudah walaupun masalah tersebut sebesar gunung sekalipun. Oleh karena itu, beruntunglah orang-orang yang senantiasa mememelihara pandangannya dengan rasa malu (6) Kepada Allah, lantaran rasa malu itu dapat mencegah dirinya dari hal-hal yang membuat Allah Cemburu kepadanya.&lt;br /&gt;Subhanallah, sebegitu indahnya pemeliharaan pandangan sehingga Allah menjamin manisnya keimanan kepada mereka. Namun, jika kita tidak mampu menundukkan/memeliharanya, justru hal itu akan membawa kita kepada Kemurkaan Allah.&lt;br /&gt;(Bersambung ke Part 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;(1) Yang dimaksud dengan pandangan mata yang khianat adalah pandangan yang dilarang, seperti memandang kepada wanita yang bukan muhrimnya.(Kutipan dari Al-Qur'an Digital pada Surah Al-Mu'min:19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Tafsir Jalalain yg dikutip dari Al-Qur'an Online : ...(dan janganlah mereka menampakkan) memperlihatkan (perhiasannya, kecuali yang biasa tampak daripadanya) yaitu wajah dan dua telapak tangannya, maka kedua perhiasannya itu boleh dilihat oleh lelaki lain, jika tidak dikhawatirkan adanya fitnah. Demikianlah menurut pendapat yang membolehkannya. Akan tetapi menurut pendapat yang lain hal itu diharamkan secara mutlak, sebab merupakan sumber terjadinya fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Rasulullah saw bersabda : Pandangan adalah salah satu anak panah beracun, diantara anak panah iblis. Semoga Allah melaknatinya. Barang siapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah maka ia telah diberi Allah keimanan yang mendapatkan kelezatannya didalam hatinya. (Al Hadits riwayat Imam Al Hakim) (15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Saya mengutip perkataan ini dari: Ukhti Hafidz Blog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar-Rad:28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-8097448072750431055?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/8097448072750431055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/09/menahan-pandangan-bagian-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/8097448072750431055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/8097448072750431055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/09/menahan-pandangan-bagian-1.html' title='Menahan pandangan bagian 1'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-6432951132793462202</id><published>2009-08-31T09:41:00.000-07:00</published><updated>2009-08-31T09:43:29.751-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Cinta Allah terhadap hambanya</title><content type='html'>"Mengapa kita sering merasa malas dan berat dalam melaksanakan ibadah dan amal-amal soleh? Jawabannya adalah karena tidak adanya rasa cinta dalam hati kita terhadap Allah SWT. Cinta adalah merupakan motivasi dan enerji yang sangat penting dalam mendorong seseorang untuk patuh dalam melaksanakan suatu perintah, atau mencegah suatu larangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat menumbuhkan rasa cinta kita kepada Allah SWT kita harus mengenal dulu tentang cinta Allah kepada kita sebagai hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta Allah Terhada Hamba-Nya dalam Al-Qur’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;“ Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamaNya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (5:54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat diatas kita lihat Allah mendahulukan cinta-Nya kepada hambanya daripada cinta hamba-Nya terhadap-Nya. Padahal Allah SWT sendiri tidak memerlukan untuk mencintai hamba-Nya atau dicintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta Allah Terhadap Hamba-Nya Dalam Hadith Qudsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Hadith Qudsi Nabi (S) bersabda bahwa Allah SWT berkata: “Kalau Allah SWT mencintai seorang hamba, maka beliau memanggil Jibril. “O Jibril! Aku mencintai si fulan, maka cintailah dia. Lalu Jibril memanggil penghuni langit. “Wahai penghuni langit! Sesungguhnya Allah mencintai si fulan maka cintailah dia. Lalu penghuni bumipun mencintainya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Diantara Manusia Yang Dicintai Oleh Allah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Attawabin Orang-orang yang bertaubat (2:222)&lt;br /&gt;2. Almutatohirin Orang-orang yang suka bersuci (2:222)&lt;br /&gt;3. Al-Muqsitin Orang-orang yang adil (5:42)&lt;br /&gt;4. Al-Mutaqin Orang-orang yang taqwa (3:76)&lt;br /&gt;5. Al-Muhsinin Orang-orang yang suka berbuat kebaikan (3:134)&lt;br /&gt;6. Al-Mutawakilin Orang-orang yang bertawakal kepada Allah (3:159)&lt;br /&gt;7. As-Sobirin Orang-orang yang sabar (3:146)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETINGGIAN CINTA ALLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Hadith Qudsi Nabi bersabda bahwa Allah (SWT) berkata&lt;br /&gt;“Sesungguhnya antara Aku dan hamba-Ku terdapat berita yang besar:&lt;br /&gt;Aku menciptakan (mereka) tapi mereka menyembah yang lain&lt;br /&gt;Aku Yang memberi rizqi (kepada mereka) tapi mereka malah berterima kasih kepada orang lain&lt;br /&gt;Kebaikan-Ku mengucur terus kepada mereka, tapi mereka malah membalasnya dengan kejelekan&lt;br /&gt;Aku mendekatkan diri-Ku kepada mereka (agar mencintai-Ku), tapi mereka malah menyambutnya dengan dosa-dosa (yang membuat-Ku benci), padahal mereka sangat perlu pada-Ku.&lt;br /&gt;Orang-orang yang senang berzikir, adalah orang-orang suka pada majlis-Ku (berkumpul dengan-Ku). Maka barangsiapa yang ingin selalu hadir dimajlis-Ku, hendaklah dia menbanyakan zikir.&lt;br /&gt;Orang-orang yang ta’at pada-Ku, adalah orang-orang yang Aku cintai&lt;br /&gt;Orang-orang yang suka berbuat ma’siat tidak akan Aku putuskan harapannya (untuk kembali pada-Ku)&lt;br /&gt;Seandainya mereka kembali (bertaubat) pada-Ku, maka Aku adalah kekasih mereka&lt;br /&gt;Barangsiapa yang datang pada-Ku dengan bertaubat maka Aku akan sambut mereka dari jauh&lt;br /&gt;Barangsiapa yang berpaling dari-Ku, Aku akan panggil mereka dari dekat.&lt;br /&gt;Aku berkata pada nya: Mau kemana kamu pergi? Apakah kamu punya tuhan selain Aku?&lt;br /&gt;Satu amal kebaikan Aku balas dengan sepuluh pahala&lt;br /&gt;Sedangkan suatu amal yang buruk aku balas dengan satu kejahatan, atau Aku ampuni.&lt;br /&gt;Demi kemegahan dan keagungan-Ku kalau mereka memohon ampun pada-Ku, niscaya Aku akan mengampuninya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini kita lihat bagaimana Allah mencurahkan rasa cintanya dan rahmatnya kepada hambanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak aneh kalau seorang hamba mencari-cari untuk dicntai oleh tuannya, tapi yang aneh justru tuannya yang mecari-cari perhatian untuk dicintai oleh hambanya, padahal dia tidak perlu dengan cintanya itu. Yang berbuat demikian itu hanyalah Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK MENUNJUKKAN RASA CINTANYA, ALLAH TURUN KELANGIT PERTAMA SETIAP MALAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi (SAW) bersabda: “Apabila sepertiga malam tiba, maka Allah turun kelangit pertama (sesuai dangan keagungan-Nya). Lalu memanggil (hamba-Nya):&lt;br /&gt;Adakah orang yang mau bertaubat? Aku akan menerima taubatnya&lt;br /&gt;Adakah orang yang minta ampun? Aku akan mengampuninya&lt;br /&gt;Adakah orang yang memerlukan sesuatu? Aku akan penuhi keperluannya&lt;br /&gt;Hal seperti itu dilakukan oleh Allah setiap malam”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kita sebagai hamba-Nya kadang-kadang keterlaluan. Bukankah kita sering mengabaikan uluran tangan Allah SWT itu? Kita tetap saja tidur nyenyak, seolah-olah kita tidak perlu pada-Nya. Jangankan menyambut panggilan Allah pada saat itu, malah kita sering mengabaikan perintah-Nya yang wajib, yaitu salat Subuh. Kita tidak malu padaNya, subuh kesiangan terus. Tapi Dia tetap menyediakan semua yang kita perlukan ketika kita bangun. Anggota badan kita tetap berfungsi, sehat afiat, air tersedia, matahari terbit seperti biasa, makanan dan minuman mudah didapat dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KENAPA ALLAH MENCINTAI HAMBANYA SEDEMIKAN RUPA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya apa yang kita ciptakan dengan tangan kita sendiri, kita mencintainya. Tulisan yang kita tulis dan dimuat di majalah atau surat kabar atau dicetak dalam sebuah buku, pasti kita mencintainya. Demikan juga anak kita yang baru lahir mesti kita mencintainya.&lt;br /&gt;Begitulah juga halnya dengan Allah, karena Dia yang menciptakan maka Diapun cinta akan ciptaannya.&lt;br /&gt;Allah berfirman: “&lt;br /&gt;"Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?" (7:.12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”(15:29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APA TANDA-TANDA KECINTAAN ALLAH TERHADAP HAMBANYA DI DUNIA INI?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara tanda-tanda cinta Allah terhadap hamba-Nya adalah sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak Cepat-Cepat Menurunkan Siksaan&lt;br /&gt;Sengaja Allah SWT menunda-nunda siksaan terhadapa hamba-Nya yang berbuat dosa sebagai tanda cinta-Nya dan untuk memberikan kesempatan kepada hamba-Nya agar segera bertaubat.&lt;br /&gt;“Jika Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatu pun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukannya.” (16:61)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu makhluk yang melata pun akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.” (35:45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Allah Menerima Tobat&lt;br /&gt;“Yang Mengampuni dosa dan Menerima tobat lagi keras hukuman-Nya; Yang mempunyai karunia. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Hanya kepada-Nya lah kembali (semua makhluk). (40:3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Satu Kebaikan Dibalas Dengan Sepuluh Pahala&lt;br /&gt;“Barang siapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan). (6:160)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Amal sedikit dibalas dengan imbalan pahalan yang besar&lt;br /&gt;Misalnya:&lt;br /&gt;a. Puasa pada hari Arafat menghapuskan dosa tahun lalu dan tahun yang akan datang&lt;br /&gt;b. Puasa Ashura (10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang silam&lt;br /&gt;c. Barangasiapa membaca “Subhanallah” 100X dalam sehari Allah akan mengampuni dosanya maskipun sebesar buih dilautan&lt;br /&gt;d. Seorang suami yang bangun malam dan membangunkan istrinya kemudian melakukan qiamul lail (salat malam) akan dihujani dengan rahmat Allah SWT.&lt;br /&gt;e. Barangsiapa yang berkata malam dan siang&lt;br /&gt;“Aku rela Allah sebagai tuhanku Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasulku”&lt;br /&gt;Maka dia akan mendapatkan keridhaan Allah pada hari itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Barangsiapa yang membaca doa berikut ini 3 kali dipagi hari dan dimalam hari, maka tidak akan terkena gangguan apapun pada hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan nama Allah, yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatupun dilangit dan dibumi dapat menggangunya/mencelakakannya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Barangsiapa yang membaca do’a berikut ini setiap hari 3X, lalu dia mati pada hari itu maka dia akan menjadi penghuni syurga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allahumma Anta Rabbee, Laa ilaha illa anta Khalaqtanee Wa Anaa Ab du ka Wa Anaa ala Ahdika wa wa’dika mas tato’tu Auzu be ka min sharri maa so na’to Abu’u laka be ne’ matika alay ya Wa Abu’u be zan bee, fagh fear lee Fa in na who la yagh feru zunuba illa anta..&lt;br /&gt;“O Allah you are my Lord There is no god but You You created me and I am Your servant And I am trying my best to keep my oath (of faith) to You&lt;br /&gt;I seek refuge in You from my greatest-evil deed And I acknowledge Your blessing upon me And I acknowledge my sins So forgive me. For none but You can forgive sins (Read 3times every day)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Allah Menenangkan Hamba-Nya Dengan Ketetapan Rahmat-Nya&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah". Dia telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh-sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman. 6:12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah SWT telah menuliskan dibawah Arash bahwa Rahmat-Ku mendahului kemurkaan-Ku” Hadith&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah menghendaki kemudahan, dan tidak menyukai kesulitan” (2:185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah peperangan Uhud dimana kaum muslimin dikelilingi dengan kesedihan karena kalah perang, Rasulullah terluka, Hamzah dan 70 shahabat lainnya gugur, tiba-tiba Allah menghibur mereka dengan menurunkan ayat berikut ini:&lt;br /&gt;“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, (3:140-141)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Allah Mempersiapkan Syurga Oleh Diri-Nya sendiri.&lt;br /&gt;“Aku telah mempersiapkan untuk hamba-Ku yang soleh suatu Syurga dimana mata tidak pernah melihatnya, telinga tidak pernah mendengarnya, dan tidak pernah terlintas dalam hati atau pikiran (bagaimana indahnya syurga itu).” Hadith.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Nama-nama Allah Yang Indah (Jamal) Melebihi Nama-nama-Nya Yang Gagah&lt;br /&gt;Seperti Arrahman (Maha Pengasih), Alwadud (Maha Sayang), Al-Ghafur (Pangampun) , Attawab (Penerima tobat), Assobur (Maha Sabar), Al-Halim (Maha Panyantun) dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Allahlah Yang Memohon Kita Untuk Berdo’a Kepada-Nya&lt;br /&gt;“Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina". (40:60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Allah SWT Menjamin Kehidupan Kita Didunia&lt;br /&gt;“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz) (11:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Membuat Kita Orang Yang Mendekat Keagama&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah SWT memberi dunia kepada yang suka dan yang tidak suka. Namun Dia tidak memberi agama kecuali kepada yang suka. Barangsiapa yang diberi agama, maka berarti dia telah dicintai oleh Allah” (Hadith).&lt;br /&gt;Maksudnya kalau tiba-tiba kita merasa dekat dengan agama, rajin solat, rajin hadir majlis ilmu itu merupakan tanda akan kecintaan Allah (SWT) kepada kita. Maka kita harus memanfaatkan momentum itu dengan sungguh-sungguh, sebelum syaitan datang mengganggu kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Menjadikan Kita Senang Mempelajari Agama&lt;br /&gt;Termasuk tanda kecintaan Allah kepada kita adalah apabila kita merasa senang memperdalam ilmu agama. Nabi (SAW) bersabda: “Apabila Allah SWT menyenangi seseorang maka dibuatnya dia senang memperdalam agama”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Allah Mengajarkan Kita Untuk Lemah lembut&lt;br /&gt;“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. (3:159)&lt;br /&gt;Misalnya seorang ayah yang bisanya kasar dan bengis tiba-tiba menjadi lemah lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Allah Memudahkan Keta’atan&lt;br /&gt;“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (286)&lt;br /&gt;Semua perintah Allah sesungguhanya mudah untuk dilaksanakan, karena Dia tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuanya. Hal itu merupakan tanda akan kecintaan-Nya terhadap hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Allah Menciptakan Suasana Yang Membuat Kita Mati Dalam Husnul Khatimah&lt;br /&gt;“Apabila Allah mencintai seseorang maka Dia membuatnya mudah untuk berbuat segala amal soleh ketika ajalnya sudah dekat, sehingga tetangganya (dan orang disekitarnya) mengetahuinya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KALAU ALLAH MENCINTAI HAMBANYA, KENAPA KADANG-KADANG MEREKA DITIMPA COBAAN DAN MUSIBAH?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kadang-kadang musibah atau cobaan itu untuk membuat seseorang sadar dari ma’siat yang selama ini dilakukannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kadang-kadang untuk meningkatkan derajat seseorang diakhirat nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kadang-kadang untuk memperingatkan seseorang akan ni’mat yang selama ini diberikan oleh Allah SWT dan dia tidak menyadarinya. Baru ketika ni’mat itu hilang dari tanganya dia sadar akan kebesaran ni’mat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Kadang-kadang agar dia menyadari akan realita kehidupan dunia yang fana ini, bahwa tidak ada kebahagian yang sejati. Sehingga akhirnya dia rindu akan kehidupan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Kadang-kadang untuk menguji seseorang apakah dia ridho dengan ketetapan Allah SWT dan kebijaksanaan-Nya atau tidak.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Kadang-kadang agar seseorang yang ditimpa musibah atau cobaan itu masuk syurga tanpa dihisab lagi karena kesabarannya. “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa dihisab lagi (39:10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Kadang-kadang untuk menghapuskan dosa seseorang. Karena apapun penderitaan yang menimpa seorang mu’min-meskipun hanya duri yang mengena jari tangannya- akan diberi pahala (dan manghapuskan dosa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah uraian tentang diantara tanda-tanda kecintaan Allah kepada kita. Mari kita renungkan agar kita timbul kesadaran dalam diri kita, sehingga nantinya insha Allah akan tumbuh benih cinta dihati kita terhadap-Nya. Kalau cinta sudah bersemi dihati kita maka pasti kita akan merasa mudah dan ni’mat dalam melaksanakan perintah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu alam&lt;br /&gt;Mohamad Joban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Klik di Sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-6432951132793462202?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/6432951132793462202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/08/cinta-allah-terhadap-hambanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/6432951132793462202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/6432951132793462202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/08/cinta-allah-terhadap-hambanya.html' title='Cinta Allah terhadap hambanya'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-3221283484325249234</id><published>2009-08-31T01:48:00.000-07:00</published><updated>2009-08-31T01:49:45.769-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Cinta karena Allah</title><content type='html'>Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata pujangga cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya&lt;br /&gt;tampak sekali. Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan&lt;br /&gt;tindakan. Sungguh, Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih&lt;br /&gt;emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga,&lt;br /&gt;derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu&lt;br /&gt;melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan&lt;br /&gt;meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah&lt;br /&gt;dasyatnya cinta (Jalaluddin Rumi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hati-hati juga dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang&lt;br /&gt;sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila,&lt;br /&gt;orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut&lt;br /&gt;oleh para pecinta palsu. Cinta yang tidak dilandasi kepada Allah. Itulah&lt;br /&gt;para pecinta dunia, harta dan wanita. Dia lupa akan cinta Allah, cinta yang&lt;br /&gt;begitu agung, cinta yang murni.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta Allah cinta yang tak bertepi. Jikalau sudah mendapatkan cinta-Nya, dan&lt;br /&gt;manisnya bercinta dengan Allah, tak ada lagi keluhan, tak ada lagi tubuh&lt;br /&gt;lesu, tak ada tatapan kuyu. Yang ada adalah tatapan optimis menghadapi&lt;br /&gt;segala cobaan, dan rintangan dalam hidup ini. Tubuh yang kuat dalam&lt;br /&gt;beribadah dan melangkah menggapai cita-cita tertinggi yakni syahid di&lt;br /&gt;jalan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jarang orang mengaku mencintai Allah, dan sering orang mengatakan&lt;br /&gt;mencitai Rasulullah, tapi bagaimana mungkin semua itu diterima Allah tanpa&lt;br /&gt;ada bukti yang diberikan, sebagaimana seorang arjuna yang mengembara,&lt;br /&gt;menyebarangi lautan yang luas, dan mendaki puncak gunung yang tinggi demi&lt;br /&gt;mendapatkan cinta seorang wanita. Bagaimana mungkin menggapai cinta Allah,&lt;br /&gt;tapi dalam pikirannya selalu dibayang-bayangi oleh wanita/pria yang&lt;br /&gt;dicintai. Tak mungkin dalam satu hati dipenuhi oleh dua cinta. Salah satunya&lt;br /&gt;pasti menolak, kecuali cinta yang dilandasi oleh cinta pada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat Allah menguji cintanya, dengan memisahkanya dari apa yang membuat&lt;br /&gt;dia lalai dalam mengingat Allah, sering orang tak bisa menerimanya. Di saat&lt;br /&gt;Allah memisahkan seorang gadis dari calon suaminya, tak jarang gadis itu&lt;br /&gt;langsung lemah dan terbaring sakit. Di saat seorang suami yang istrinya&lt;br /&gt;dipanggil menghadap Ilahi, sang suami pun tak punya gairah dalam hidup. Di&lt;br /&gt;saat harta yang dimiliki hangus terbakar, banyak orang yang hijrah kerumah&lt;br /&gt;sakit jiwa, semua ini adalah bentuk ujian dari Allah, karena Allah ingin&lt;br /&gt;melihat seberapa dalam cinta hamba-Nya pada-Nya. Allah menginginkan bukti,&lt;br /&gt;namun sering orang pun tak berdaya membuktikannya, justru sering berguguran&lt;br /&gt;cintanya pada Allah, disaat Allah menarik secuil nikmat yang dicurahkan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua adalah bentuk cinta palsu, dan cinta semu dari seorang makhluk&lt;br /&gt;terhadap Khaliknya. Padahal semuanya sudah diatur oleh Allah, rezki, maut,&lt;br /&gt;jodoh, dan langkah kita, itu semuanya sudah ada suratannya dari Allah,&lt;br /&gt;tinggal bagi kita mengupayakan untuk menjemputnya. Amat merugi manusia yang&lt;br /&gt;hanya dilelahkan oleh cinta dunia, mengejar cinta makhluk, memburu harta&lt;br /&gt;dengan segala cara, dan enggan menolong orang yang papah. Padahal nasib di&lt;br /&gt;akhirat nanti adalah ditentukan oleh dirinya ketika hidup didunia,&lt;br /&gt;Bersungguh-sungguh mencintai Allah, ataukah terlena oleh dunia yang fana&lt;br /&gt;ini. Jika cinta kepada selain Allah, melebihi cinta pada Allah, merupakan&lt;br /&gt;salah satu penyebab do'a tak terijabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin Allah mengabulkan permintaan seorang hamba yang merintih&lt;br /&gt;menengadah kepada Allah di malam hari, namun ketika siang muncul, dia pun&lt;br /&gt;melakukan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin do'a seorang gadis ingin mendapatkan seorang laki-laki&lt;br /&gt;sholeh terkabulkan, sedang dirinya sendiri belum sholehah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin do'a seorang hamba yang mendambakan rumah tangga sakinah,&lt;br /&gt;sedang dirinya masih diliputi oleh keegoisan sebagai pemimpin rumah tangga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin seorang ibu mendambakan anak-anak yang sholeh, sementara&lt;br /&gt;dirinya disibukkan bekerja di luar rumah sehingga pendidikan anak&lt;br /&gt;terabaikan, dan kasih sayang tak dicurahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin keinginan akan bangsa yang bermartabat dapat terwujud,&lt;br /&gt;sedangkan diri pribadi belum bisa menjadi contoh teladan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mengaku cinta pada Allah dan Allah hendak menguji cintanya itu.&lt;br /&gt;Namun sering orang gagal membuktikan cintanya pada sang Khaliq, karena&lt;br /&gt;disebabkan secuil musibah yang ditimpakan padanya. Yakinlah wahai saudaraku&lt;br /&gt;kesenangan dan kesusahan adalah bentuk kasih sayang dan cinta Allah kepada&lt;br /&gt;hambanya yang beriman…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesusahan, Allah hendak memberikan tarbiyah terhadap ruhiyah kita,&lt;br /&gt;agar kita sadar bahwa kita sebagai makhluk adalah bersifat lemah, kita tidak&lt;br /&gt;bisa berbuat apa-apa kecuali atas izin-Nya. Saat ini tinggal bagi kita&lt;br /&gt;membuktikan, dan berjuang keras untuk memperlihatkan cinta kita pada Allah,&lt;br /&gt;agar kita terhindar dari cinta palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanya yang betul-betul berkorban&lt;br /&gt;untuk Allah Untuk membuktikan cinta kita pada Allah, ada beberapa hal yang&lt;br /&gt;perlu kita persiapkan yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Iman yang kuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Ikhlas dalam beramal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Mempersiapkan kebaikan Internal dan eksternal. kebaikan internal yaitu&lt;br /&gt;berupaya keras untuk melaksanakan ibadah wajib dan sunah. Seperti&lt;br /&gt;qiyamulail, shaum sunnah, bacaan Al-qur'an dan haus akan ilmu. Sedangkan&lt;br /&gt;kebaikan eksternal adalah buah dari ibadah yang kita lakukan pada Allah,&lt;br /&gt;dengan keistiqamahan mengaplikasikannya dalam setiap langkah, dan tarikan&lt;br /&gt;nafas disepanjang hidup ini. Dengan demikian InsyaAllah kita akan menggapai&lt;br /&gt;cinta dan keridhaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-3221283484325249234?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/3221283484325249234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/08/cinta-karena-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/3221283484325249234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/3221283484325249234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/08/cinta-karena-allah.html' title='Cinta karena Allah'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-6554866655061643820</id><published>2009-08-31T01:44:00.000-07:00</published><updated>2009-08-31T01:45:05.479-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ramadhan salafi'/><title type='text'>KEMBALI KEPADA RAMADHAN KAUM SALAF 4</title><content type='html'>"&lt;br /&gt; 'Lady Ukhti Fillah Rahimakumullah 31 Agustus jam 11:10 Balas&lt;br /&gt;Dan membukakan orang yang puasa, Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من فطر صائماً كان له مثل أجره لا ينقص من أجر الصائم شيئاً.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang membukakan orang yang puasa, niscaya untuknya pahala seperti pahalanya tanpa mengurangi pahala orang yang puasa sedikitpun juga." (HR. Ahmad dan An-Nasai serta dinyatakan shahih oleh Al-Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali dari kaum salaf yang mengutamakan orang lain dengan berbuka mereka, sedangkan mereka berpuasa, di antaranya adalah Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhu, Daud ath-Thai, Malik bin Dinar, Ahmad bin Hanbal rahimahumullah, dan Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu tidak berbuka kecuali bersama anak-anak yatim dan orang-orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam: I'tikaf dan memperbanyak ibadah di sepuluh hari terakhir (di bulan Ramadhan):&lt;br /&gt;Sunnah I'tikaf banyak ditinggalkan orang kebanyakan manusia yang mampu melakukannya, padahal disebutkan di dalam al-Qur`an dan sunnah. Salafus shaleh sangat bersemangat melakukan dan melaksanakannya karena mengandung pahala besar dan bertepatan sepuluh hari terakhir yang diharapkan padanya lailatul qadar yang lebih baik dari pada seribu bulan. I'tikaf adalah ibadah yang dimudahkan bersamanya segala ibadah, seperti membaca al-Qur`an, shalat, zikir dan do'a. dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كان النبي يعتكف في كل رمضان عشرة أيام فلما كان العام الذي قبض فيه اعتكف عشرين يوماً.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, Ibnu Umar dan Anas radhiyallahu 'anhu meriwayatkan: 'Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam i'tikaf setiap bulan Ramadhan selama sepuluh hari, maka tatkala di tahun yang beliau wafat, beliau i'tikaf selama dua puluh hari." (HR. Bukhari &amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk i'tikaf adalah beberapa hukum yang mesti dipelajari oleh yang berpuasa untuk ibadah yang agung ini, maka dengannya i'tikafnya menjadi benar di atas sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh: mengawasi lailatul qadar dan memperbanyak berdoa:&lt;br /&gt;Maka sesungguhnya puasa termasuk salah satu penyebab dikabulkan doa. Maka sudah semestinya orang yang puasa bersungguh-sungguh atasnya sepanjang malam bulan Ramadhan, maka ia adalah pintu kebaikan yang paling luas dan jalan yang paling mudah kepadanya. Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أعجز الناس من عجز عن الدعاء.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Manusia yang paling lemah adalah orang yang lemah berdoa." (HR. Ibnu Hibban, Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir: 1044)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih lagi, sesungguhnya kesungguhan seorang muslim shalat di bulan Ramadhan sesuai waktu sahurnya, yaitu waktu penuh berkah yang dikabulkan doa, dihapuskan kesalahan, dan ditunaikan hajat padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hatilah, wahai saudaraku yang mulia, bahwa engkau keluputan kebaikan besar dan keutamaan yang mulia, yaitu lailatul qadar. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من قام ليلة القدر إيماناً واحتساباً غُفر له ما تقدم من ذنبه.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang ibadah (shalat) pada lailatul qadar karena iman dan mengharapkan pahala niscaya diampuni dosanya yang terdahulu." (HR. al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka alangkah agungnya seorang muslim itu padanya diampuni segala kesalahan, dicapai derajat dengannya dan sesungguhnya ia harus dicari, mesti ditekuni dengan sungguh atasnya karena mengharapkan taufiq untuk kebaikannya yang agung. Semoga rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala dan selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam, keluarga dan para sahabatnya sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muraja':&lt;br /&gt;Maktabah Jaliyat Rabwah http://www.islamhouse.com dengan penambahan seperlunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- &lt;br /&gt;Mutiara Salafus Shalih:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Mas'ud radliyallahu 'anhu ia berkata :&lt;br /&gt;"Ketahuilah hendaknya jangan satupun dari kalian bertaqlid kepada siapapun dalam perkara agamamu sehingga (bila) ia beriman ikut beriman bila ia kafir ikut pula menjadi kafir. Maka jika kamu tetap ingin berteladan maka ambillah contoh dari yang telah mati sebab yang masih hidup tidak aman dari fitnah." (Al Lalikai 1/93 nomor 130 dan Al Haitsamy dalam Al Majma' 1/180)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Yunus bin Zaid dari Az Zuhri ia berkata :&lt;br /&gt;"Ulama kami yang terdahulu (salaf) selalu mengingatkan bahwa berpegang teguh dengan As Sunnah itu adalah keselamatan dan ilmu akan tercabut dengan segera maka tegaknya ilmu adalah kekokohan agama dan dunia sedang dengan hilangnya ilmu hilang pula semuanya." (Ad Darimy 1/58 nomor 16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-6554866655061643820?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/6554866655061643820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/08/kembali-kepada-ramadhan-kaum-salaf-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/6554866655061643820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/6554866655061643820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/08/kembali-kepada-ramadhan-kaum-salaf-4.html' title='KEMBALI KEPADA RAMADHAN KAUM SALAF 4'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-4507672926325019151</id><published>2009-08-31T01:43:00.001-07:00</published><updated>2009-08-31T01:43:58.667-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ramadhan salafi'/><title type='text'>KEMBALI KEPADA RAMADHAN KAUM SALAF 3</title><content type='html'>Keempat: adab-adab puasa yang wajib, di antaranya:&lt;br /&gt;1. Menjauhi dusta.&lt;br /&gt;2. Menjauhi ghibah (mengupat).&lt;br /&gt;3. Menjauhi namimah (mengadu domba).&lt;br /&gt;4. Menjauhi bersaksi palsu.&lt;br /&gt;5. Menjauhi menipu dalam transaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Adab-adab puasa yang dianjurkan/disunnahkan:&lt;br /&gt;1. Menunda sahur dan menyegerakan berbuka.&lt;br /&gt;2. Menahan lisan dari perkataan sia-sia dan tidak berguna.&lt;br /&gt;3. Membukakan orang yang puasa.&lt;br /&gt;4. Mendekatkan diri kepada Allah I dan sedakah dan amal shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang mulia, ingatlah selalu bahwasanya mendapat taufiq untuk puasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala tidak bisa sempurna kecuali dengan menjaga hukum-hukum dan syarat-syaratnya serta mengikuti petunjuk Nabi r padanya. Puasa bukan hanya semata-semata menahan diri dari makan dan minum.&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من لم يدع قول الزور والعمل به، فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan palsu dan melakukannya, maka Allah tidak memperdulikan ia dalam meninggalkan makanan dan minumannya." (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, janganlah engkau melewatkan dengan memahami hukum-hukum puasa. Maka sesungguhnya ia adalah pondasi puasa. Dan janganlah engkau ketinggalan mengamalkannya, maka orang yang mengamalkan itu sedikit sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Menjaga shalat-shalat wajib:&lt;br /&gt;Shalat adalah tiang agama dan diterimanya puasa mengharuskan diterimanya shalat. Bagaimana bisa manusia melalaikan shalat wajib dan menyia-nyiakannya, sementara ia berpuasa di siang harinya. Sedangkan mereka mengetahui bahwa menjaga shalat dalam waktunya lebih wajib di dalam Islam. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;العهد الذي بينا وبينهم الصلاة فمن تركها فقد كفر&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perjanjian yang ada di antara kita dan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkannya maka sungguh ia menjadi kafir." (HR. Nasa'i, Tirmidzi dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsabit al-Bunani rahimahullah berkata: seorang hamba tidak akan pernah bisa menjadi 'abid (ahli ibadah), sekalipun ia mempunyai semua perkara kebaikan sehingga padanya ada dua perkara ini, yaitu puasa dan shalat, karena keduanya berasal dari darah dan dagingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mubarak dan Fadhalah rahimahullah berkata: 'Aku berkunjung kepada Tsabit al-Bunani rahimahullah di saat sakitnya. Dia tetap mengingat teman-temannya. Maka tatkala kami masuk kepadanya, ia berkata: 'Wahai saudaraku, kemarin aku tidak bisa shalat seperti biasanya, dan aku tidak bisa puasa seperti biasanya, aku juga tidak bisa mendatangi teman-temanku lalu berzikir kepada Allah bersama mereka seperti biasanya.' Kemudian ia berkata: 'Ya Allah, apabila Engkau menghalangi aku dari tiga perkara ini maka janganlah Engkau biarkan aku di dunia sesaat pun.' Lalu ia meninggal dunia saat itu.' Banyak sekali orang yang terlalaikan oleh film-film dan sinetron, atau tidur dan kelupaan, lalu ia berpaling dari menunaikan shalat. Ia mengira bahwa persoalannya ringan padahal ia sangat besar di sisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Menjaga shalat tarawih: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من قام رمضان إيماناً واحتساباً غُفر له ما تقدم من ذنبه.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang beribadah (shalat) di bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala niscaya diampuni dosanya yang terdahulu." (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam hadits Sa'ib bin Zaid t, ia berkata: "Umar bin Al-Khaththab menyuruh Ubay bin Ka'ab dan Tamim Ad-Daari untuk mengimami manusia dengan sebelas raka'at". Ia berkata :'Sesungguhnya imam membaca dua ratus ayat, sehingga kami memegang tongkat karena sangat lama berdiri dan kami tidak pulang kecuali saat fajar. (Diriwayatkan oleh Malik 1/115 dengan sanad yang shahih dari jalan Muhammad bin Yusuf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan termasuk yang harus engkau jaga, wahai saudaraku, janganlah engkau pulang sebelum imam, maka sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من قام مع إمامه حتى ينصرف كتب له قيام ليلة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang shalat bersama imamnya sampai ia (imam) berpaling (pulang) niscaya ditulis untuknya shalat satu malam." (HR. Abu Dawud No. 1375, Tirmidzi No. 706 dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya di antara kesempurnaan iman dan mengharapkan pahala dalam puasa adalah bersemangat dalam shalat malam, tidak gelisah darinya, atau menyibukkan diri darinya di bulan Ramadhan. Terutama di masa kita sekarang ini, di mana sangat banyak sebab-sebab fitnah. Berbagai macan canel televisi menayangkan berbagai macam program yang menggiurkan, film dan sinetron langsung setelah berbuka puasa yang membuat orang lupa melaksanakan shalat, dan yang mereka lihat berupa kegilaan dan perbuatan sia-sia yang menggiurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Memperbanyak zikir dan membaca al-Qur`an:&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Nabi Shallallahu 'alaihi wassalam adalah manusia yang paling pemurah, dan terlebih lagi di bulan Ramadhan saat Jibril 'alaihissalam menemuinya, lalu melakukan tadarus al-Qur`an. Jibril 'alaihissalam menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan, lalu melakukan mudarasah al-Qur`an kepadanya. maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam saat ditemui Jibril 'alaihissalam lebih pemurah dengan kebaikan dari pada angin kencang yang bertiup." (HR. al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan telah kami sebutkan contoh salafus shaleh dalam membaca al-Qur`an dan mudarasahnya di bulan Ramadhan. Bagaimana tidak, dan Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menurunkan padanya, firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدىً لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (QS. al-Qur`an:185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Allah memuliakan waktunya dengan kemuliaan al-Qur`an dan menjadikan pahala membacanya dilipat gandakan dan kebaikannya melimpat. Az-Zuhri rahimahullah, apabila masuk bulan Ramadhan, meninggalkan membaca hadits dan majelis ilmu, dan menghadapkan diri membaca al-Qur`an dari mushhaf. Sufyan ats-Tsauri rahimahullah, apabila tiba bulan Ramadhan, ia meninggalkan semua ibadah dan menghadapkan diri untuk membaca al-Qur`an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sudah seharusnya bagimu, wahai saudaraku yang mulia, engkau membacanya dengan tadabbur dan khusyu', hingga engkau merasakan hasil membacanya. Dan hendaklah engkau menjaga zikir-zikir yang diriwayatkan (dalam hadits). Sesungguhnya ia adalah pemukul syetan dan jalan mendapatkan ridha ar-Rahman. Terutama zikir pagi dan sore, hamdalah, tasbih, dan istighfar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam: 'Apabila telah melaksanakan shalat fajar, beliau duduk di tempat shalat hingga terbit matahari.' Dan diriwayatkan darinya, beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من صلى الفجر في حماعه ثم قعد يذكر الله حتى تطلع الشمس ثم صلى ركعتين كانت له كأجر حج وعمرة تامة تامة تامة.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang shalat fajar berjamaah, kemudian ia duduk berzikir kepada Allah hingga terbit matahari, kemudian shalat dua rekaat, adalah baginya seperti pahala haji dan umrah yang sempurna." (Hadits hasan Riwayat Imam At Tirmidz)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Pemurah dan bersedakah:&lt;br /&gt;Dari Anas radhiyallahu 'anhu, ia berkata, 'Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أفضل الصدقة صدقة في رمضان&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sedekah yang paling utama adalah sedakah di bulan Ramadhan." (HR. imam Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan bahwa menggabungkan di antara puasa dan sedakah termasuk yang menyebabkan masuk surga, di mana beliau Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن الجنة غرفاً يرى ظهورها من بطونها، وبطونها من ظهورها ! قالوا لمن يارسول الله؟ قال: لمن طيّب الكلام، وأطعم الطعام وأداما لصيام، وصلى بالليل والناس نيام.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya di dalam surga adalah kamar yang bisa dilihat depannya dari dalamnya, dan dalamnya dari depannya.' Mereka bertanya, 'Untuk siapakah wahai Rasulullah? Beliau Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Bagi orang yang memperbaiki ucapan, memberi makan, selalu puasa, shalat di malam hari sedangkan manusia tertidur." (HR. ath-Thabrani, al-Haitsami dengan sanad hasan dan al-Mundziri dengan sanad sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang peminta datang kepada imam Ahmad rahimahullah, lalu dia memberikan dua roti yang disiapkannya untuk sarapan pagi, kemudian dia berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan gambaran bersedakah dan pemurah beraneka ragam, di antaranya: memberi makan. Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أيما مؤمن أطعم مؤمناً على جوع أطعمه الله من ثمار الجنة ومن سقى مؤمناًً على ظمأ سقاه الله من الرحيق المختوم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seorang mukmin manapun yang memberi makan kepada mukmin yang lain yang sedang kelaparan, niscaya Allah memberinya makanan dari buah-buah surga. Dan barangsiapa yang memberi minum seorang mukmin yang kehausan niscaya Allah I memberi minuman kepadanya dari rahiqul makhtum." (HR. imam Tirmidzi dengan sanad hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-4507672926325019151?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/4507672926325019151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/08/kembali-kepada-ramadhan-kaum-salaf-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/4507672926325019151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/4507672926325019151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/08/kembali-kepada-ramadhan-kaum-salaf-3.html' title='KEMBALI KEPADA RAMADHAN KAUM SALAF 3'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-4632315083654667284</id><published>2009-08-31T01:41:00.000-07:00</published><updated>2009-08-31T01:42:35.246-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ramadhan salafi'/><title type='text'>KEMBALI KEPADA RAMADHAN KAUM SALAF 2</title><content type='html'>" &lt;br /&gt;Maka jadikanlah –wahai saudaraku- dari bulan Ramadhan sebagai bulan ibadah, petunjuk keberuntungan, kebaikan dan tambahan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ [النور:31.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS.an-Nuur :31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Allah mengajak kepada taubat karena mengharapkan keberuntungan di segala waktu, maka sesungguhnya waktu terbaik untuk bertaubat dan paling bersih adalah bulan Ramadhan karena keutamaan dan keistimewaan yang Allah berikan kepadanya yang menunjukkan keberkahan dan keagungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Sirri as-Siqathi berkata: Tahun adalah pohon, bulan adalah cabangnya, hai-hari adalah dahannya, jam adalah daun-daunnya, dan napas hamba adalah buahnya. Maka bulan Rajab adalah hari-hari berdaunnya, Sya'ban adalah hari-hari bercabangnya, dan Ramadhan adalah hari-hari memetiknya, dan orang-orang beriman adalah para pemetiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, andaikan dibukakan bagi ahli kubur pintu angan-angan, niscaya mereka berangan-angan hidup satu hari di bulan Ramadhan.. mereka kelaparan padanya karena Allah, kehausan padanya karena Allah, menghidupkan siangnya dengan membaca al-Qur`an, menambah iman dan memohon ampunan, dan menghidupkan malamnya dengan ibadah, shalat, doa, dan menangis, dan memohon ampunan dan kebebasan dari neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, sekarang engkau masih hidup dalam keadaan wal afiyat, telah datang kepadamu bulan Ramadhan dan engkau membuka lembaran darinya dengan kelupaan, apakah engkau melihat dirimu melupakan kelebihannya? Ataukah engkau melihat dirimu tidak mengetahui keutamaannya? Atau engkau melihat dirimu mendapat jaminan ampunan, maka apakah imanmu tidak bersiap-siap dengan kedatangan Ramadhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau berharap –semoga Allah menjagamu padanya- di bulan ini dan alangkah agungnya bulan ini dan ingatlah di hari engkau diletakkan di dalam kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan katakanlah tolonglah wahai jiwa dengan sabar sesaat&lt;br /&gt;Maka tidak adalah dia melainkan hanya satu waktu kemudian berlalu&lt;br /&gt;Maka saat bertemu orang yang kerja keras menjadi hilang&lt;br /&gt;Dan jadilah orang yang berduka menjadi senang gembira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, sesungguhnya setiap malam dan siang di bulan Ramadhan, Allah memerdekakan ahli neraka dari neraka dan sesungguhnya bagi setiap muslim memiliki doa yang akan dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, sesungguhnya di bulan Ramadhan itu adalah lailatul qadar yang lebih baik dari pada seribu bulan: firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلْفِ شَهْرٍ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ لَيْلَةُ [القدر:3] ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (QS. al-Qadar:3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, sesungguhnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من صام رمضان إيماناً واحتساباً غُفر له ما تقدم من ذنبه، ومن قام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala niscaya diampuni dosanya yang terdahulu, dan barangsiapa shalat di bulan Ramadhan niscaya diampuni dosanya yang terdahulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, sesungguhnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إذا دخل رمضان فتحت أبواب الجنة وغلّقت أبواب جهنم، وسلسلت الشياطين&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila masuk bulan Ramadhan dibukalah pintu-pintu surga dan ditutup pintu neraka serta syetan-syetan dibelenggu." (HR. An Nasai dan Al Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ingatlah: Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (dalam hadits qudsi):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كل عمل ابن آدم له إلا الصيام فإنه لي وأنا أجزي به&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap amal anak manusia adalah untuknya kecuali puasa maka sesungguhnya ia untuk-Ku dan Aku yang membalasnya…" (HR al-Bukhari, Muslim, an-Nasai, Ibn Majah dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, renungkanlah waktu yang lepas darimu di bulan rahmat dan ampunan! Dan ingatlah orang yang telah puasa bersamamu dan bulan Ramadhan yang lalu, apakah dia masih bersamamu pada Ramadhan hari ini atau ia telah ditinggalkan oleh angan-angan yang berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka segeralah –semoga Allah memberi rahmat kepadamu- beribadah, taubat dan istighfar, selalu berzikir, berdoa di waktu sahur…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik rahimahullah, apabila telah datang bulan Ramadhan, ia menghentikan membaca hadits dan majelis ilmu dan mengkhususkan diri membaca al-Qur`an dari mushhaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian salaf mengkhatamkan al-Qur`an dalam shalat Ramadhan setiap tiga malam, Sebagianya setiap tujuh hari, di antaranya Qatadah. Dan sebagian yang lain setiap sepuluh hari, di antaranya Abur Raja' al-"Atharidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Aswad membaca (mengkhatamkan) al-Qur`an setiap dua malam di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An-Nakha'i melakukan hal itu khusus pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, dan pada bulan yang lain setiap tiga malam. Dan Qatadah selalu mengkhatamkan al-Qur`an setiap tujuh hari, pada bulan Ramadhan setial tiga hari, dan pada sepuluh hari terakhir setiap malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman Syafi'i rahimahullah mengkhatamkan enam puluh kali di bulan Ramdhan yang dia membacanya di luar shalat, dan dari imam Abu Hanifah rahimahullah seperti itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, ingatlah sesungguhnya kebahagiaan di dua negeri bergantung dengan realisasi taqwa dalam jiwamu. Kemudian ingatlah, sesungguhnya Ramadhan adalah jalan menuju taqwa, firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَالبقرة: 183&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS. al-Baqarah:183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana seorang muslim beribadah kepada Rabb-nya di bulan Ramadhan, dan bagaimana ia menghabiskan waktu-waktunya sehingga ia menjadi orang yang bertaqwa, yang beruntung dengan mendapatkan karunia dan pahala-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah engkau menghabiskan bulan Ramadhan?&lt;br /&gt;Sungguh manusia bergembira dengan kedatangan bulan puasa, mereka mendapatkan padanya kebaikan dan keberkahan, namun sedikit sekali yang menunaikannya menurut cara yang menyebabkan ridha Allah, dan membangunnya dengan taat, ibadah dan menunaikan kewajiban. Terkadang berbagai macam penyimpangan yang belum pernah di bulan-bulan sebelumnya, menjadi ada di bulan Ramadhan, seperti israf (berlebihan), mubazir, menyia-nyiakan shalat, begadang di depan program-program televisi, menghabiskan waktu dalam permainan, dan keluyuran di jalanan. Semua itu dengan alasan karena capek dan hiburan sambil menunggu waktu berbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita merenungi kondisi salafus shaleh dan meneliti bagaimana mereka menghabiskan waktu-waktu mereka di bulan Ramadhan. Bagaimana mereka memakmurkannya dengan amal shaleh, niscaya kita mengetahui jauhnya jarak di antara kita dan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap keburukan ada dalam bid'ahnya kaum khalaf&lt;br /&gt;Dan setiap kebaikan ada dalam mengikuti kaum salaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bagaimana kita menghidupkan bulan Ramadhan sebagaimana kaum salaf menghidupkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: menjaga hukum-hukum puasa:&lt;br /&gt;Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam dan rukun ini tidak sah kecuali dengan dua syarat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ikhlas karena Allah, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل إمرئ ما نوى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap amal ibadah harus diserta niat dan bagi setiap seorang tergantung apa yang diniatkannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ittiba' (mengikuti sunnah Nabi), berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang menciptakan dalam perkara kami ini yang bukan merupakan bagian darinya, maka ia ditolak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim yang melaksanakan puasa wajib menjaga dua syarat ini yang dengannya terealisasi puasanya. Adapun memelihara ikhlas maka dengan cara mengarahkan hati hanya kepada Allah dan hanya mengharapkan pahala dari-Nya saja. Adapun menjaga ittiba' dalam puasa maka dengan cara mengetahui hukum-hukum puasa sehingga sah puasa seorang muslim, didapatkan dengan keutamaan dan pahala, dan tertolak dengannya siksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mungkin seorang muslim bisa merealisasikan ittiba' kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dalam puasa, sedangkan ia jahil terhadap puasa-puasa yang wajib, yang membatalkannya, dan rukun-rukunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang mulia, supaya puasamu berada di atas petunjuk Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam, saya memberikan nasehat kepadamu agar mempelajari hukum-hukum puasa, mendalaminya, bertanya kepada para ulama, dan menghadiri pengajian-pengajian. Maka sesungguhnya jahil terhadap hukum-hukum puasa bisa menjerumuskan muslim dalam larangan-larangan puasa atau yang membatalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang perlu diperhatikan dalam persoalan ini secara ringkas adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: rukun-rukun puasa yang terdiri dari empat rukun: 1. niat, 2. menahan diri dari yang membatalkan, 3. waktunya yaitu dari sejak terbit matahari hingga tenggelamnya, 4. orang yang puasa yaitu seorang muslim yang baligh berakal, yang mampu melaksanakan puasa lagi tidak ada halangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: yang membatalkan puasa, yaitu:&lt;br /&gt;1. Jima' (berhubungan suami istri) di siang hari bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;2. Mengeluarkan mani secara sengaja.&lt;br /&gt;3. Makan dan minum secara sengaja.&lt;br /&gt;4. Yang sama seperti makan dan minum, seperti suntikan infus dan darah.&lt;br /&gt;5. Berbekam.&lt;br /&gt;6. Muntah secara sengaja.&lt;br /&gt;7. Keluar darah haid dan nifas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Makruh-makruh dalam puasa, yaitu sangat banyak, di antaranya adalah:&lt;br /&gt;1. Terlalu berlebihan dalam berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung saat berwudhu'.&lt;br /&gt;2. Menyambung puasa.&lt;br /&gt;3. Mengumpulkan air liur dan menelannya. &lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-4632315083654667284?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/4632315083654667284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/08/kembali-kepada-ramadhan-kaum-salaf-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/4632315083654667284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/4632315083654667284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/08/kembali-kepada-ramadhan-kaum-salaf-2.html' title='KEMBALI KEPADA RAMADHAN KAUM SALAF 2'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-1715614359780322226</id><published>2009-08-31T01:38:00.000-07:00</published><updated>2009-08-31T01:40:27.474-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ramadhan salafi'/><title type='text'>KEMBALI KEPADA RAMADHAN KAUM SALAF 1</title><content type='html'>Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuhu...&lt;br /&gt;Bismillaahirrohmaanirrohiim &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Abul Hasan bin Muhammad al-Faqih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah, kami memuji, meminta pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah memberi petunjuk kepadanya maka tidak ada yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang Dia menyesatkannya maka tidak ada yang bisa memberi petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa ba'du:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah telah menentukan bulan Ramadhan dengan beberapa keistimewaan yang baik dan keutamaan yang terang, maka Dia menjadikannya sebagai bulan iman dan taqwa, bulan pemisah dan petunjuk. Dia melipat gandakan amal kebaikan, mengangkat derajat orang-orang yang puasa di dunia dan akhirat. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (QS. al-Baqarah:185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sangat beruntung bagi orang yang berpuasa karena iman dan mengharapkan pahala dan menjauhkan diri dengannya dari neraka. Maka di siang harinya ia termasuk orang yang berzikir dan di malam harinya termasuk orang yang beribadah lagi bersyukur, serta terhadap lapar dan hausnya termasuk orang yang mengharapkan puasa lagi sabar. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من صام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala niscaya diampuni baginya dosa-dosanya yang terdahulu." (Muttafaqun 'alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka seperti apakah kondisi kaum salaf di bulan Ramadhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah bulan ibadah dan taubat:&lt;br /&gt;Tidak disangsikan lagi bahwa beribadah kepada Allah adalah tujuan akhir seorang muslim dalam kehidupan. Saudaraku yang mulia, ia mencakup semua ucapan dan perbuatan, lahir dan batin yang diridhai, maka beribadah kepada Allah adalah tujuan yang terus berlanjut seperti berlanjutnya kehidupan pada seorang manusia muslim. Akan tetapi tujuan ini lebih ditekankan di bulan yang keutamaan sangat agung, faedahnya sangat banyak, dan manaqibnya sangat besar. Dia telah menurunkan padanya al-Qur`an, melipat gandakan kebaikan, dan menguraikan limpahan ampunan padanya, firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur'an. (QS. 2:185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shuhuf (lembaran) nabi Ibrahim diturunkan di permulaan malam dari bulan Ramadhan dan diturunkan Taurat tanggal enam bulan Ramadhan, Injil diturunkan tanggal tiga belas Ramadhan, dan al-Qur`an diturunkan pada tanggal dua puluh empat Ramadhan." (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan adalah hiburan bagi setiap orang yang berdosa, peringatan bagi orang yang lupa, pendidikan bagi orang yang jahil, pemberi semangat bagi setiap orang yang beramal. Wahai orang yang melewati batas atas dirinya dan mengikuti hawa nafsunya serta menjauhi kebenaran, telah datang kepadamu yang mulia dengan bulan yang mulia, perbaharuilah padanya imanmu, engkau bertaubat padanya dan kembali, dan engkau menolak darimu padanya konsekwensi dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, sesungguhnya engkau menemui bulan yang mulia ini merupakan kenikmatan yang agung dan kerunia yang mulia. Saudaraku! kesempatan dan keuntungan. Dan padanya dibuka pintu-pintu surga, dilipat gandakan pahala dan ibadah. Maka padanya: 'Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharapkan pahala niscaya diampuni darinya dosanya yang terdahulu. Bagi orang yang puasa dikabulkan segala do'a!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-1715614359780322226?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/1715614359780322226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/08/kembali-kepada-ramadhan-kaum-salaf-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/1715614359780322226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/1715614359780322226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/08/kembali-kepada-ramadhan-kaum-salaf-1.html' title='KEMBALI KEPADA RAMADHAN KAUM SALAF 1'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-7029325086037925492</id><published>2009-08-14T22:51:00.000-07:00</published><updated>2009-08-14T22:52:06.708-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Kisah cinta sebesar zarrah(atom)</title><content type='html'>Kisah Cinta Sebesar Biji Zarrah(Atom) &lt;br /&gt;Dikisahkan dalam sebuah kitab karangan Imam Al-Ghazali bahwa pada suatu hari Nabi Isa a.s sedang berjalan di hadapan seorang pemuda yang sedang menyiram air di kebun. Apabila pemuda yang sedang menyiram air itu melihat kepada Nabi Isa a.s berada di hadapannya maka dia pun berkata,&lt;br /&gt;"Wahai Nabi Isa a.s, kamu mintalah dari Tuhanmu agar Dia memberi kepadaku seberat semut Jarrah cintaku kepada-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Nabi Isa a.s,&lt;br /&gt;"Wahai saudaraku, kamu tidak akan terdaya untuk seberat Jarrah itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata pemuda itu lagi,&lt;br /&gt;"Wahai Isa a.s, kalau aku tidak terdaya untuk satu Jarrah, maka kamu mintalah untukku setengah berat Jarrah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh kerana keinginan pemuda itu untuk mendapatkan kecintaannya kepada Allah, maka Nabi Isa a.s pun berdoa, &lt;br /&gt;"Ya Tuhanku, berikanlah dia setengah berat Jarrah cintanya kepada-Mu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun berlalu dari situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa lama Nabi Isa a.s datang lagi ke tempat pemuda yang memintanya berdoa, tetapi Nabi Isa a.s tidak dapat berjumpa dengan pemuda itu. Maka Nabi Isa a.s pun bertanya kepada orang yang lalu-lalang di tempat tersebut, dan berkata kepada salah seorang yang berada di situ bahwa pemuda itu telah gila dan kini berada di atas gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Nabi Isa a.s mendengat penjelasan orang-orang itu maka beliau pun berdoa kepada Allah S.W.T,&lt;br /&gt;"Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku tentang pemuda itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai saja Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun dapat melihat pemuda itu yang berada di antara gunung-ganang dan sedang duduk di atas sebuah batu besar, matanya memandang ke langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Isa a.s pun menghampiri pemuda itu dengan memberi salam, tetapi pemuda itu tidak menjawab salam Nabi Isa a.s, lalu Nabi Isa berkata,&lt;br /&gt;"Aku ini Isa a.s."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Allah S.W.T menurunkan wahyu yang berbunyi,&lt;br /&gt;"Wahai Isa, bagaimana dia dapat mendengar perbicaraan manusia, sebab dalam hatinya itu terdapat kadar setengah berat Jarrah cintanya kepada-Ku. Demi Keagungan dan Keluhuran-Ku, kalau engkau memotongnya dengan gergaji sekalipun tentu dia tidak mengetahuinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-7029325086037925492?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/7029325086037925492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/08/kisah-cinta-sebesar-zarrahatom.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/7029325086037925492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/7029325086037925492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/08/kisah-cinta-sebesar-zarrahatom.html' title='Kisah cinta sebesar zarrah(atom)'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-3420835841574997340</id><published>2009-08-14T22:41:00.000-07:00</published><updated>2009-08-14T22:44:38.368-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kiat'/><title type='text'>Jalan Menuju cinta ALLAH..</title><content type='html'>Allah Azza wa Jalla berfirman,&lt;br /&gt;"Di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah, dan Allah Maha Penyantun kepada pada hamba-Nya"&lt;br /&gt;(Al-Baqarah: 207).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia tidak akan mampu dan tidak dapat melepaskan diri dari cinta, karena cinta merupakan asal dari proses penciptaan manusia itu sendiri. Cinta adalah syu'ur (perasaan) yang tiada dapat dilihat oleh mata, didengar oleh telinga. Dan secara fitri manusia akan merasakan hentakan cinta yang meledak-ledak pada sosok yang menyandang segudang kesempurnaan predikat seperti indah, cantik, agung, anggun, penyantun, ramah, pemurah, penyayang, lembut. Di samping itu orang juga tertarik untuk mencintai sosok yang serba lebih, dari keperkasaannya, kekayaan, keadilan, kecanggihan, dan segala sifat kesempurnaan yang ada padanya . Dan cara untuk mencintai sosok ideal dan idaman itu adalah dengan mengenal, menginteraksi diri atau (bergaul) dengannya, menyendiri, berasyik-masyuk tanpa ingin diganggu. Itulah cinta. Dan sebagai wujud rasa cinta seseorang rela mengorbankan apa saja yang ada padanya, waktu, tenaga, pikiran, perasaan, harta, bahkan jiwa raganya untuk membahagiakan dirinya. Mengapa? Karena seorang pecinta butuh pengakuan dari yang dicintainya, sanjungan, penghargaan, penghormatan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila direnungkan orang-orang yang berimanpun merasakan getar-getar cinta tersebut. Dan getaran tersebut demikian agung karena yang dicintainya adalah dzat atau sosok yang sempurna dalam segala sisinya, tanpa cela sedikitpun. Maka orang mukminpun mencintai Allah sebagai Dzat yang Maha Sempurna, dengan cinta yang mendalam "Walladziina aamanuu asaddu hubbal lillahi... dan orang-orang yang beriman amat sangat cintainya kepada Allah..." (Al-Baqarah: 165).&lt;br /&gt;Namun patut diingat untuk meraih "manisnya cinta" segudang pengorbanan harus diberikan, jalan terjal harus didaki, sejuta rintang harus diterjang... Demikian juga cinta kepada Allah sebagai semulia-mulia cinta butuh berbagai "tumbal" untuk menggapainya, diantaranya dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Taubat Nashuha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kecintaan seseorang diterima, maka ia harus memohon ampun (bertaubat) kepada yang dicintainya, yakni Allah Azza wa Jalla, atas segala dosa dan kesalahan, dengan taubat yang sebenar-benarnya (At-Tahrim: 8), dengan meninggalkan segala dosa dan kesalahan, menjauhkan diri dari maksiat, menyesalinya, tidak mengulangi kesalahan, dan berjanji serta berusaha untuk berbuat yang lebih baik di masa depan. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat (al-Baqarah: 222).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sabar dan Syukur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang dicintai biasanya akan memberikan beberapa ujian kepada yang mencintainya. Demikian juga dalam menggapai mahabbatullah seseorang akan mengalami berbagai macam ujian untuk melihat kesungguhan, cobaan untuk mengetes kesabaran, menilai kecintaan, dan mengukur pengorbanan (Al-Baqarah: 155-156). Bentuk ujianpun ada dua, dapat berupa kesenangan maupun kesusahan. Adapun ujian kesyukuran merupakan ujian bagi seseorang tentang nilai rasa dan perhatian terhadap apa yang sudah diberikan oleh sang kekasih (Ibrahim: 7). Makin meningkat kesyukuran makin ditambah kenikmatan yang sudah dikaruniakan, tetapi bila ingkar, tidak mau bersyukur sungguh akan mengundang kemurkaan Kekasih yang telah memberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tadabbur Al-Qur'an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni dengan membaca Al-Qur'an, memahami kandungan maknanya, menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari (Muhammad: 24). Dengan memahami kandungan Al-Qur'an akan semakin mengenalkan diri kita kepada sang Kekasih, dengan apa yang diperintahkan dan dicintainya, mengetahui hal-hal yang dilarang dan dibenci. Karena semakin banyak kita mengenal sifat-sifat sang Kekasih akan semakin tumbuh rasa cinta untuk terus membahagiakannya dan mencontoh atau berimitasi dengan sifat-sifat-Nya... Dengan tadabbur Al-Qur'an kita akan mendapat petunjuk hidup yang tepat untuk dapat diwujudkan pada saat-saat yang tepat pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Taqarrub Ilallah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara meraih cinta sang Kekasih adalah banyak mendekatkan diri dan bertemu sesering mungkin, disaat-saat yang orang lain tidak banyak berdekatan dengan-Nya. Hentakan cinta seorang mukmin mendorongnya untuk selalu dan senantiasa dekat dengan sang Kekasih, yaitu dengan memperbanyak ibadah sunah setelah menunaikan ibadah fardhu. Semakin banyak amal-amal sunah yang dicintai Allah kita kerjakan, semakin besar cinta kita dan semakin besar pula cinta-Nya kepada kita. Itulah cinta yang bersambut, "yuhibbuhum wa yuhibbuunahu... Dia mencintai mereka dan mereka(pun) mencintai-Nya..." (Al-Maidah: 54).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dzikrullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Kekasih akan merasakan senang dan cinta bila namanya sering disebut, dibaca, diulang-ulang. Sikap mukmin dalam bercinta adalah dengan memperbanyak dzikrullah, mengingat Allah, baik dengan hati, lisan maupun amal perbuatan. Baik dalam keadaan berdiri, duduk maupun berbaring (Ali Imran: 190-191). Baik dalam kondisi puncak keberhasilan, dalam posisi biasa atau saat kalah. Baik saat berkuasa, menjadi rakyat biasa atau bahkan saat terzhalimi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara tepat untuk lebih banyak mengingat dan menyebut asma Allah adalah dengan memperhatikan hasil karya-Nya yang terbentang di seantero semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mempelajari Asma dan Sifat-sifat Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap asma dari asma Allah dan sifat-sifat-Nya bila dipelajari, dipahami, direnungkan, sungguh akan meneteskan rasa cinta ke dalam lubuk hati yang paling dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian di antara cara untuk menggapai cinta-Nya dan meraih mahabbah-Nya. Semoga semakin tumbuh cinta kita kepada Allah dan semoga pula Allah menganugerahkan cinta-Nya kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman,&lt;br /&gt;"...Dan tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan pada-Ku dengan suatu amal yang lebih Kusukai daripada amal yang telah Aku fardhukan dan selama hamba-hamba-Ku mendekat-Ku dengan amal-amal sunah sehingga Aku mencintai- nya. Apabila Aku mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk beramal dengannya, menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan, maka jika ia meminta kepada-Ku pasti Aku mengabulkannya, dan kalau ia memohon perlindungan niscaya Aku melindunginya" &lt;br /&gt;(HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;br /&gt;sumber www.ramadhanmulia.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-3420835841574997340?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/3420835841574997340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/08/jalan-menuju-cinta-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/3420835841574997340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/3420835841574997340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/08/jalan-menuju-cinta-allah.html' title='Jalan Menuju cinta ALLAH..'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-4878146745062516234</id><published>2009-08-14T02:20:00.000-07:00</published><updated>2009-08-14T02:25:10.531-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tauhid'/><title type='text'>Bid'ahkah ucapan “Shodaqallahul adzim” ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/SoUtMTQgUII/AAAAAAAAABY/jHFZOUI2fho/s1600-h/KarenGarbee_ArtinNatureWinner_lg.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 234px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/SoUtMTQgUII/AAAAAAAAABY/jHFZOUI2fho/s320/KarenGarbee_ArtinNatureWinner_lg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369747820060364930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Ustadz Abu Hamzah Yusuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar agama Islam ialah hanya beramal dengan Kitabullah dan Sunnah rasulNya. Keduanya adalah sebagai marja’ –rujukan- setiap perselisihan yang ada di tengah-tengah kaum muslimin. Siapa yang tidak mengembalikan kepada keduanya maka dia bukan seorang mukmin. Allah berfirman, “Maka demi Rabmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS An Nisa : 65).&lt;br /&gt;Telah mafhum bersama bahwa Allah menciptakan manusia bukan untuk suatu urusan yang sia-sia, tetapi untuk satu tujuan agung yang kemaslahatannya kembali kepada manusia yaitu agar beribadah kepadaNya. Kemudian tidak hanya itu saja, tetapi Allah juga mengutus rasulNya untuk menerangkan kepada manusia jalan yang lurus dan memberikan hidayah –dengan izin Allah- kepada sirotil azizil hamid. Allah berfirman, “Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS An Nahl : 64).&lt;br /&gt;Sungguh, betapa besar rahmat Allah kepada kita, dengan diutusnya Rasulullah, Allah telah menyempurnakan agama ini. Allah telah berfirman, “…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu ni’matKu dan telah Kuridhoi islam itu jadi agama bagimu…” (QS Al Maidah : 3). Tak ada satu syariatpun yang Allah syariatkan kepada kita melainkan telah disampaikan oleh rasulNya. Aisyah berkata kepada Masyruq, “Siapa yang mengatakan kepadamu bahwa Muhammad itu telah menyembunyikan sesuatu yang Allah telah turunkan padanya, maka sungguh ia talah berdusta !” (HR. Bukhori Muslim).&lt;br /&gt;Berkat Al Imam As Syatibi, “Tidaklah Nabi meninggal kecuali beliau telah menyampaikan seluruh apa yang dibutuhkan dari urusan dien dan dunia…” Berkat Ibnu Majisyun, “Aku telah mendengar Malik berkata, “Barang siapa yang membuat bid’ah (perkara baru dalam Islam), kemudian menganggapnya baik, maka sungguh dia telah mengira bahwa Muhammad telah menghianati risalah, karena Allah telah berfirman, “Pada hari ini telah Kusempurnakan unutukmu agamamu…””” (QS Al Maidah : 3).&lt;br /&gt;Kaum muslimin –rahimakumullah-, sahabat Ibnu Mas’ud telah berkata, “Ikutilah, dan jangan kalian membuat perkara baru !”. Suatu peringatan tegas dimana kita tidak perlu untuk menambah–nambah sesuatu yang baru atau bahkan mengurangi sesuatu dalam hal agama. Banyak ide atau atau anggapan–anggapan baik dalam agama yang tidak ada contohnya bukanlah perbuatan terpuji yang akan mendatangkan pahala, tetapi justru yang demikian itu berarti menganggap kurang atas syariat yang telah dibawa oleh rasulullah, dan bahkan yang demikian itu dianggap telah membuat syariat baru. Seperti perkataan Iman Syafi’i, ”Siapa yang membuat anggapan-anggapan baik dalam agama sungguh ia telah membuat syariat baru.”&lt;br /&gt;Ucapan “sodaqollahul adzim” setelah membaca Al Quran atau satu ayat darinya bukanlah hal yang asing di kalangan kita kaum muslimin -sangat disayangkan-. Dari anak kecil sampai orang tua , pria atau wanita sudah biasa mengucapkan itu. Tak ketinggalan pula –sayangnya- para qori Al Quran dan para khotib di mimbar-mimbar juga mengucapkannya bila selesai membaca satu atau dua ayat AlQuran. Ada apa memangnya dengan kalimat itu ?&lt;br /&gt;Kaum muslimin –rahimakumullah-, mengucapkan “sodaqollahul adzim” setelah selasai membaca Al Quran baik satu ayat atau lebih adalah bid’ah, perhatikanlah keterangan- keterangan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama&lt;br /&gt;Dalam shahih Bukhori no. 4582 dan shahih Muslim no. 800, dari hadits Abdullah bin Mas’ud berkata, “Berkata Nabi kepadaku, “Bacakanlah padaku.” Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apakah aku bacakan kepadamu sedangkan kepadamu telah diturunkan?” beliau menjawab, “ya”. Maka aku membaca surat An Nisa hingga ayat “Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).” (QS An Nisa : 41) beliau berkata, “cukup”. Lalu aku (Ibnu Masud) menengok kepadanya ternyata kedua mata beliau berkaca-kaca.”&lt;br /&gt;Sahabat Ibnu Mas’ud dalam hadits ini tidak menyatakan “sodaqollahul adzim” setelah membaca surat An Nisa tadi. Dan tidak pula Nabi memerintahkannya untuk menyatakan “sodaqollahul adzim”, beliau hanya mengatakan kepada Ibnu Mas’ud “cukup”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Bukhori dalam shahihnya no. 6 dan Muslim no. 2308 dari sahabat Ibnu Abbas beliau berkata, “Adalah Rasulullah orang yang paling giat dan beliau lebih giat lagi di bulan ramadhan, sampai saat Jibril menemuinya –Jibril selalu menemuinya tiap malam di Bulan Ramadhan- bertadarus Al Quran bersamanya”.&lt;br /&gt;Tidak dinukil satu kata pun bahawa Jibril atau Nabi Muhammad ketika selesai qiroatul Quran mengucapkan “sodaqollahul adzim”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Bukhori dalam shahihnya no. 3809 dan Muslim no. 799 dari hadits Anas bin Malik –radiyallahu anhuma-, “Nabi berkata kepada Ubay, “Sesungguhnya Allah menyuruhku untuk membacakan kepadamu “lam yakunil ladzina kafaru min ahlil kitab” (“Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya)…”) (QS Al Bayyinah : 1). Ubay berkata , ”menyebutku ?” Nabi menjawab, “ya”, maka Ubay pun menangis”.&lt;br /&gt;Nabi tidak mengucapkan “sodaqollahul adzim” setelah membaca ayat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Bukhori dalam shahihnya no. 4474 dari hadits Raafi’ bin Al Ma’la –radiyallahu anhuma- bahwa Nabi bersabda, “Maukah engkau kuajari surat yang paling agung dalam Al Quran sebelum aku pergi ke masjid ?” Kemudian beliau (Nabi) pergi ke masjid, lalu aku mengingatkannya dan beliau berkata, “Alhamdulillah, ia (surat yang agung itu) adalah As Sab’ul Matsaani dan Al Quranul Adzim yang telah diberikan kepadaku.”&lt;br /&gt;Beliau tidak mengatakan “sodaqollahul adzim”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima&lt;br /&gt;Terdapat dalam Sunan Abi Daud no. 1400 dan Sunan At Tirmidzi no. 2893 dari hadits Abi Hurairah dari Nabi, beliau bersabda, “Ada satu surat dari Al Quran banyaknya 30 ayat akan memberikan syafaat bagi pemiliknya –yang membacanya/ mengahafalnya- hingga ia akan diampuni, “tabaarokalladzii biyadihil mulk” (“Maha Suci Allah yang ditanganNyalah segala kerajaan…”) (QS Al Mulk : 1).&lt;br /&gt;Nabi tidak mengucapkan “sodaqollahul adzim” setelah membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam&lt;br /&gt;Dalam Shahih Bukhori no. 4952 dan Muslim no. 494 dari hadits Baro’ bin ‘Ajib berkata, “Aku mendengar Rasulullah membaca di waktu Isya dengan “attiini waz zaituun” , aku tidak pernah mendengar seorangpun yang lebih indah suaranya darinya”.&lt;br /&gt;Dan beliau tidak mengatakan setelahnya “sodaqollahul adzim”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh&lt;br /&gt;Diriwatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya no. 873 dari hadits Ibnat Haritsah bin An Nu’man berkata, “Aku tidak mengetahui/hafal “qaaf wal qur’aanil majiid” kecuali dari lisan rasulullah, beliau berkhutbah dengannya pada setiap Jumat”.&lt;br /&gt;Tidak dinukil beliau mengucapkan setelahnya “sodaqollahul adzim” dan tidak dinukil pula ia (Ibnat Haritsah) saat membaca surat “qaaf” mengucapkan “sodaqollahul adzim”.&lt;br /&gt;Jika kita mau menghitung surat dan ayat-ayat yang dibaca oleh Rasulullah dan para sahabatnya serta para tabiin dari generasi terbaik umat ini, dan nukilan bahwa tak ada satu orangpun dari mereka yang mengucapkan “sodaqollahul adzim” setelah membacanya maka akan sangat banyak dan panjang. Namun cukuplah apa yang kami nukilkan dari mereka yang menunjukkan bahwa mengucapkan “sodaqollahul adzim” setelah membaca Al Quran atau satu ayat darinya adalah bid’ah –perkara yang baru- yang tidak pernah ada dan di dahului oleh genersi pertama.&lt;br /&gt;Kaum muslimin –rahimakumullah-, satu hal lagi yang perlu dan penting untuk diperhatikan bahwa meskipun ucapan “sodaqollahul adzim” setelah qiroatul Quran adalah bid’ah, namun kita wajib meyakini dalam hati perihal maknanya bahwa Allah maha benar dengan seluruh firmannya, Allah berfirman, “Dan siapa lagi yang lebih baik perkataanya daripada Allah”, dan Allah berfirman, “Dan siapa lagi yang lebih baik perkataanya dari pada Allah”. Barang siapa yang mendustakanya –firman Allah- maka ia kafir atau munafiq.&lt;br /&gt;Semoga Allah senantiasa mengokohkan kita diatas Al Kitab dan Sunnah dan Istiqomah diatasnya. Wal ilmu indallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dari tulisan Ustadz Abu Hamzah Yusuf, dari bulletin Al Wala wal Bara Edisi ke-5 Tahun ke-1 / 10 Januari 2003 M / 06 Dzul Qo'dah 1423 H, judul asli Ucapan "Shodaqollahul Adhim" setelah Qiro`atul Qur`an Bid'ah. Url sumber http://fdawj.atspace.org/awwb/th1/5.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-4878146745062516234?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/4878146745062516234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/08/bidahkah-ucapan-shodaqallahul-adzim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/4878146745062516234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/4878146745062516234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/08/bidahkah-ucapan-shodaqallahul-adzim.html' title='Bid&apos;ahkah ucapan “Shodaqallahul adzim” ?'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/SoUtMTQgUII/AAAAAAAAABY/jHFZOUI2fho/s72-c/KarenGarbee_ArtinNatureWinner_lg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-6646273277438426819</id><published>2009-07-30T23:16:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T23:20:27.057-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan facebook'/><title type='text'>"orang yang suka menangis "</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.facebook.com/reqs.php#/note.php?note_id=152718520224&amp;amp;id=584889887&amp;amp;ref=nf"&gt;Facebook Catatan Maranto Basmallah yang berjudul Hadits Al ‘Irbadl bin Sariyah" orang yang suka menangis "&lt;/a&gt;: "hadits Irbadl. Dari hadits ini dapat diambil beberapa faidah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Disyariatkannya memberi mau’idhah, yaitu : “Mengingatkan orang dengan hal yang dapat melembutkan hatinya dengan pahala atau hukuman.” (Qawa’id wal Fawa’id, Nadhim Sulthan, halaman 244)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat mau’idhah (nasihat) yang baik"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-6646273277438426819?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/6646273277438426819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/07/orang-yang-suka-menangis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/6646273277438426819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/6646273277438426819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/07/orang-yang-suka-menangis.html' title='&quot;orang yang suka menangis &quot;'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-5304533494362241536</id><published>2009-07-30T21:13:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T21:15:45.359-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan facebook'/><title type='text'>"Hari ini dinamakan Jum'at, karena artinya merupakan turunan dari kata al-jam'u yang berarti perkumpulan, umat Islam berkumpul"</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.facebook.com/home.php#/note.php?note_id=115401920657&amp;amp;ref=nf"&gt;Facebook  Catatan 'Lady Ukhti Fillah Rahimakumullah yang berjudul "Hari ini dinamakan Jum'at, karena artinya merupakan turunan dari kata al-jam'u yang berarti perkumpulan, umat Islam berkumpul/&lt;/a&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-5304533494362241536?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/5304533494362241536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/07/hari-ini-dinamakan-jumat-karena-artinya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/5304533494362241536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/5304533494362241536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/07/hari-ini-dinamakan-jumat-karena-artinya.html' title='&quot;Hari ini dinamakan Jum&apos;at, karena artinya merupakan turunan dari kata al-jam&apos;u yang berarti perkumpulan, umat Islam berkumpul&quot;'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-3409996862004217373</id><published>2009-07-23T01:57:00.001-07:00</published><updated>2009-07-23T01:57:57.699-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tauhid'/><title type='text'>SYIRIK DALAM HAL KETAATAN</title><content type='html'>Di antara pokok aqidah Islamiyah tentang rububiyah Allah subhanahu wata’ala adalah penetapan bahwa hukum-hukum syariat dan aturan perikehidupan manusia di alam semesta ini merupakan hak kepemilikan Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah sendiri menyetarakan kedudukan hak kepemilikan hukum ini dengan hak rububiyah-Nya yang lain, yaitu hak penciptaan. Allah subhanahu wata’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingatlah hanya milik-Nya hak penciptaan dan hukum. Maha Suci Rabb semesta alam.” (QS. Al A’raaf : 54) &lt;br /&gt;Sedangkan konsekuensi dari penetapan hak-hak rububiyah Allah di atas adalah penetapan bahwa Allah adalah satu-satunya Dzat tempat mengabdi dan menghambakan diri. Sehingga Allah lanjutkan maksud dari pemberitaan ayat tadi dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;“Berdo’alah (beribadahlah) kepada Rabb kalian dengan terus menerus dan suara lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al A’raaf : 55)&lt;br /&gt;Hukum syariat tersebut merupakan jalan yang Allah ? tetapkan melalui lisan para rasul-Nya yang mulia. Para rasul yang diakhiri dengan kerasulan Muhammad ? telah menyatakan sikap yang benar dan lurus di dalam wujud ketundukan mereka kepada hukum tersebut. Allah ? mengkisahkan hal tersebut di dalam Kitab-Nya :&lt;br /&gt;“Katakanlah (wahai Muhammad ?) sesungguhnya petunjuk Allah itulah yang sebenar-benarnya petunjuk. Dan kami diperintah untuk tunduk kepada Rabb semesta alam.” (QS. Al An’aam : 71)&lt;br /&gt;Asy Syaikh Abdurrahman As Sa’di rahimahullah menafsirkan ayat di atas : “Petunjuk itu tidak lain adalah jalan yang Allah syariatkan melalui lisan rasul-Nya. Adapun selain jalan itu adalah sebuah kesesatan, kehinaan dan kehancuran. ( وَأُمِرْنَا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِيْنَ ) dengan ketundukan untuk mentauhidkan Allah, penyerahan diri untuk mentaati perintah dan larangan-Nya serta masuk di dalam kemurnian ibadah kepada-Nya”.&lt;br /&gt;Nampaklah – dengan keterangan yang ringkas namun bermakna dalam dari seorang ‘alim mufassir tadi – fungsi keberadaan hukum syariat Allah di muka bumi ini yaitu untuk ditaati dengan penuh ketundukan. Terlebih ketika ketaatan yang diiringi rasa ketundukan itu merupakan bagian inti atau bahkan makna dari ibadah.&lt;br /&gt;Al Hafidh Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan ucapannya yang dinukilkan oleh Asy Syaikh Abdurrahman Alu Syaikh rahimahullah di dalam Fathul Majid 1/85 bahwa ibadah itu sendiri bermakna ketaatan. Beliau mengatakan: “Dan ibadah kepada-Nya merupakan ketaatan dengan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya”. Inilah hakikat agama Islam karena makna Islam itu sendiri adalah penyerahan diri kepada Allah ? yang mengandung ketundukan dan penghambaan diri.”&lt;br /&gt;Dari sini sangatlah tepat bila Allah ? mengutus rasul-Nya ? untuk mengingatkan Ahlul Kitab tentang prinsip ketaatan yang agung itu. Allah ? berfirman:&lt;br /&gt;“Katakanlah (wahai Muhammad ?), wahai Ahlul Kitab marilah bersatu dengan kalimat yang tidak ada perselisihan antara kami dan kalian bahwa tidak kita sembah kecuali Allah saja, tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu apa pun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai rabb selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah pada mereka persaksikanlah bahwa kami adalah kaum muslimin.” (QS. Ali Imran : 64)&lt;br /&gt;Sisi kesesuaian ayat ini untuk dibacakan kepada mereka manakala prinsip ketaatan yang hanya diberikan kepada Allah ?, mereka selewengkan kepada pendeta-pendeta dan ulama-ulama mereka di atas kemaksiatan kepada Allah ?. Selama prinsip yang batil ini ada pada mereka maka selama itu pula tidak ada ikatan persatuan antara kaum muslimin dengan mereka. Prinsip ketaatan ini benar-benar menjadi jurang pemisah antara kaum muslimin dengan Ahlul Kitab.&lt;br /&gt;Memang prinsip ketaatan yang batil ini merupakan ciri khas yang paling mencolok dalam akidah Ahlul Kitab. Allah ? beritakan di dalam firman-Nya :&lt;br /&gt;“Mereka (Ahlul Kitab) menjadikan ulama dan pendeta mereka sebagai rabb-rabb selain Allah dan juga mereka mempertuhankan Al Masih putra Maryam. Padahal mereka hanya diperintah untuk beribadah kepada sesembahan yang satu. Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi melainkan Dia saja. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. At Taubah : 31)&lt;br /&gt;Asy Syaikh As Sa’di rahimahullah ketika menafsirkan ayat ini mengatakan : “Mereka (para pendeta dan ulama Ahlul Kitab) menghalalkan untuk para pengikutnya apa-apa yang Allah ? haramkan maka mereka pun ikut menghalalkannya. Demikian pula ketika mereka mengharamkan apa-apa yang dihalalkan Allah ? maka para pengikutnya pun ikut juga mengharamkannya. Mereka membuat syariat dan pemikiran yang bertentangan dengan ajaran para rasul maka para pengikut mereka mengikutinya. Mereka (para pengikut itu) juga berlebih-lebihan terhadap ulama dan ahli ibadah, mengagungkan, menjadikan kubur-kubur mereka sebagai berhala yng diibadahi selain Allah ? yang ditujukan sembelihan, do’a dan istighatsah kepada kubur-kubur itu.”&lt;br /&gt;Asy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah memberikan tambahan faidah yang berharga di dalam salah satu fatwa beliau: “Maka Allah ? menamai orang-orang yang diikuti itu dengan sebutan rabb tatkala mereka dijadikan sebagai pembuat syariat bersama Allah. Dan Dia menamai para pengikut dengan sebutan para penyembah tatkala mereka tunduk dan taat kepada para pemimpinnya di dalam bermaksiat kepada Allah ?.”&lt;br /&gt;Hendaklah kita menyadari dengan sepenuhnya bahwa ketaatan Ahlul Kitab kepada selain Allah di dalam kemaksiatan bukan hanya merusak dan mengancam kemurnian tauhid uluhiyah mereka, bahkan menodai kesempurnaan keyakinan bahwa hukum itu mutlak milik Allah yang berarti telah masuk dalam rangkaian tauhid rububiyah-Nya. Maha Suci Allah dari perbuatan dhalim mereka.&lt;br /&gt;Asy Syaikh As Sa’di mengungkapkan kebatilan ini ketika mengomentari ayat ke : 64 dari surat Ali Imran yang telah lalu : “Maka janganlah mentaati makhluk-makhluk Allah dalam bermaksiat kepada-Nya karena hal itu berarti menjadikan makhluk-makhluk tersebut menempati kedudukan rububiyah Allah.”&lt;br /&gt;Keberadaan iman seseorang yang terkait dengan ketaatan yang mungkar ini sangat dipengaruhi dengan keyakinan yang ada pada hatinya.&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah di dalam Majmu’ Fatawa 7/ 70 berkata : “Mereka orang-orang yang telah menjadikan para ahli ibadah dan ulama sebagai rabb-rabb selain Allah dengan mentaatinya di dalam penghalalan apa yang Allah haramkan dan pengharaman apa yang Allah halalkan terbagi menjadi dua jenis :&lt;br /&gt;Pertama : Mereka mengetahui bahwa para ahli ibadah dan ulama itu telah merubah agama Allah kemudian mereka mengikutinya. Mereka meyakini tentang penghalalan apa yang Allah haramkan dan pengharaman apa yang Dia halalkan dalam rangka mengikuti pemimpin-pemimpin itu. Padahal mereka telah mengetahui bahwa para pemimpin tersebut telah menyelisihi agama para rasul. Maka ini adalah kekufuran. Allah dan rasul-Nya telah menjadikan perbuatan tersebut sebagai kesyirikan walaupun mereka tidak shalat dan sujud kepada para pemimpin tersebut. Maka siapa saja yang mengikuti seseorang di dalam menyelisihi agama Allah padahal dia telah mengetahui dan meyakini bahwa apa yang orang itu katakan bukanlah perkataan Allah dan rasul-Nya adalah seorang musyrik seperti halnya mereka (Ahlul Kitab).&lt;br /&gt;Kedua : Mereka masih meyakini dan mengimani tentang haramnya apa yang diharamkan Allah dan halalnya apa yag dihalalkan-Nya. Namun mereka mentaati para pemimpinnya dalam kemaksiatan kepada Allah sebagaimana yang dilakukan seorang muslim berupa perbuatan-perbuatan maksiat yang dia masih meyakini bahwa perbuatan itu benar-benar kemaksiatan. Maka mereka dihukumi sebagai pelaku dosa besar sebagaimana yang telah shahih dari Nabi ? bahwa beliau bersabda&lt;br /&gt;: ِإنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوْفِ&lt;br /&gt;“Hanyalah ketaatan itu di dalam perkara yang benar.” (Muttafaqun ‘Alaih)&lt;br /&gt;Siapapun dari umat ini janganlah merasa aman untuk tidak terjatuh ke dalam perbuatan yang pernah dan sedang menimpa Ahlul Kitab hingga hari ini. Peringatan Allah ? kepada Ahlul Kitab merupakan peringatan bagi umat ini juga. Lebih-lebih ketika Nabi ? pernah bersabda:&lt;br /&gt;لَتَتَّبِعُنَّ سُنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَذْوَ الْقُذَّةِ بِالْقُذَّةِ حَتَّى لَوْ دَخَلُوْا جُحْرَ ضَبٍّ لَدَخَلْتُمُوْهُ قَالُوْا : يَا رَسُولَ اللهِ الْيَهُوْدُ وَ النَّصَارَى ؟ قَالَ : فَمَنْ&lt;br /&gt;“Sungguh-sungguh kalian pasti akan mengikuti jejak orang-orang sebelum kalian seperti bulu anak panah yang menyerupai bulu anak panah yang lainnya. Sampai pun kalau mereka memasuki lubang biawak maka pasti kalian akan memasukinya juga. Mereka (para shahabat) bertanya: “Apakah mereka Yahudi dan Nashara ?” Beliau menjawab : “Siapa lagi kalau bukan mereka.” (Muttafaqun ‘Alaihi)&lt;br /&gt;Sungguh telah terjadi sabda Nabi ? yang tidaklah beliau berbicara melainkan semata-mata dari wahyu Allah Yang Maha Mengetahui tentang apa yang akan terjadi. Apakah ketaatan Ahlul Kitab kepada para pemimpin mereka dalam kemaksiatan kepada Allah termasuk perkara yang sulit untuk ditiru umat ini yang beliau ? permisalkan dengan lubang biawak? Sekali-kali bukan. Terlalu banyak di antara umat ini -mudah-mudahan Allah ? selamatkan mereka- yang mentaati para pemimpinnya dalam kemaksiatan kepada Allah. Jauhnya mereka dari bimbingan akidah yang benar memaksa mereka untuk mengikuti segala tindak tanduk dan ucapan para pemimpinnya tanpa mau menengok ucapan Allah dan rasul-Nya. Tidak sedikit para anggota organisasi Islam sekalipun yang mengikuti dan taat terhadap undang-undang yang bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah. Terlalu sulit untuk dihitung jumlah penganut agama yang terbesar di negeri ini yang mendudukkan undang-undang manusia yang penuh kekurangan setingkat dengan undang-undang Allah dan rasul-Nya yang sempurna. Bahkan tatkala undang-undang mereka bertentangan dengan undang-undang Allah maka mereka dahulukan undang-undang mereka daripada undang-undang Allah dan rasul-Nya. Bagaimana pula umat yang mengharapkan hukum Allah dan rasul-Nya tegak di bumi ini justru menjadi umat terdepan di dalam memutuskan suatu perkara dengan selain keputusan Allah dan rasul-Nya. Apakah tidak terlintas sedikitpun di dalam benak-benak mereka bahwa tidaklah mungkin hukum Allah dan rasul-Nya tegak dengan mendudukkan hukum Allah dan rasul-Nya di bawah hukum manusia ?! Tidaklah mereka berhenti dan bertaubat kepada Allah melainkan ketika lepas dari jeratan hawa nafsu yang selalu mengajak kepada kejahatan. Wallahul Musta’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-3409996862004217373?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/3409996862004217373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/07/syirik-dalam-hal-ketaatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/3409996862004217373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/3409996862004217373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/07/syirik-dalam-hal-ketaatan.html' title='SYIRIK DALAM HAL KETAATAN'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-608369309918826952</id><published>2009-07-21T20:31:00.000-07:00</published><updated>2009-07-21T21:54:51.274-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Cara Untuk Meningkatkan Iman Anda</title><content type='html'>Cara Untuk Meningkatkan Iman Anda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)Bacalah dan renungkan mengenai arti dari Quran. Kemudian  ketenangan hati kita menjadi lembut. Untuk mendapatkan manfaat optimal, mengingatkan diri sendiri bahwa Allah berbicara kepada Anda. Orang yang dijelaskan dalam berbagai kategori dalam Quran; berpikir yang Anda menemukan satu ini adalah tentang anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)-menyadari kebesaran Allah. Semuanya di bawah kontrol-Nya. Ada tanda-tanda dalam segala yang kita lihat kebesaran-Nya. Semuanya terjadi sesuai dengan izin-Nya. Allah lihatlah dan setelah melihat semuanya, bahkan semut hitam di batu hitam pada malam yang gelap gulita sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Membuat-upaya untuk mendapatkan pengetahuan, setidaknya hal-hal dasar dalam kehidupan sehari-hari misalnya bagaimana cara wudu yang benar. Tahu arti di balik nama-nama Allah dan asifat-sifat-Nyat. Orang-orang yang taqwa adalah mereka yang memiliki pengetahuan. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4)dimana saja kamu berada ingatlah Allah. Seperti saat ini kita dijaga oleh dua malaikat  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Kita harus meningkatkan amalan baik. Satu kebaikan mengarah ke kebaikan. Allah akan memberikan jalan mudah bagi seseorang yang memberikan sedekah dan juga memudahkan bagi dia untuk melakukan perbuatan baik. Perbuatan baik harus dilakukan terus menerus, dan istiqomah.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) ingatlah selalu kematian ,karena hal itu adalah kepastian dari –Nya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7)Ingatlah saat –saat kita dialam kubur,yaitu ketika kita diletakkan dalam kubur, ketika &lt;br /&gt;kita dinilai, apakah kita akan di surga atau neraka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8) Ingatlahlah Allah dengan merendahkan hati,dan janganlah iri untuk urusan dunia,. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9)menunjukan kecintaan kita kepada Allah dengan tindakan. Kita harus berharap Allah akan menerima doa-doa kita, dan mengingatingat apa yang sudah kita lakukan sebelum tidur,apakah yang kita ketaatan atau malah pebuatan dosa yang kita lakukan?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10)Menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi alam hidup ini adalah dari Allah saja,baik itu berupa kebaikan ataupun berupa keburukan. Itu semua adalah kebaikan dari Allah,”boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik menurut Allah,boleh jadi kamu mencintai sesuatu padahal itu adalah buruk dimata Allah,jadi kita harus melihat segala sesuatu dengan kaca mata Allah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-608369309918826952?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/608369309918826952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/07/cara-untuk-meningkatkan-iman-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/608369309918826952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/608369309918826952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/07/cara-untuk-meningkatkan-iman-anda.html' title='Cara Untuk Meningkatkan Iman Anda'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-6758013241533199815</id><published>2009-07-21T20:06:00.000-07:00</published><updated>2009-07-21T20:24:59.466-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Tanda-tanda lemah imaan</title><content type='html'>Salaam alaikum semua saudara-saudara, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda lemah imaan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)melakukan dosa dan tidak ada perasaan bersalah. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)Memiliki  hati yang keras dan tidak ada keinginan untuk membaca Quran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3)Merasa terlalu malas untuk melakukan perbuatan baik, e.g. datang terlambat untuk salat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4)lalai dalam menjalankan  Sunnah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) menggunakan waktu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Tidak merasakan apa-apa-ketika mendengar ayat-ayat dari Quran, misalnya, ketika Allah memperingatkan kita dari hukuman-Nya dan janji kabar gembira. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) sulit mengingat Allah dalam kesulitan dan melakukan dzikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8) Tidak merasa berat untuk melanggar syariat islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9) berlomba-lomba mencari status dan kekayaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10)Menjadi kaya dan pelit, yaitu tidak ingin berbagi dengan kekayaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11) menyuruh orang lain untuk beruat baik,sementara dirinya tidak berbuat apa-apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12) merasa tidak senang ketika ada orang lain maju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13)mengetahu halal dan haram , dan tidak menghindari yang makrooh thd sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14) Memandang rendah orang-orang yang melakukan perbuatan baik yang sederhana, seperti pembersihan masjid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15) Tidak merasa prihatin dengan situasi umat Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16) Tidak ada rasa tanggung jawab untuk melakukan sesuatu untuk memajukan Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17) tidak kuasa menhadapi musibah, misalnya berteriak dan menangis di pemakaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18)sibuk untuk memperdebatkan  argumentasi tanpa bukti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19)terlalu cinta dengan dunia, yaitu rasa sesal yang sangat saat ketika kehilangan  hartanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20)Menjadi asyik dan obsessive tentang diri. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-6758013241533199815?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/6758013241533199815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/07/tanda-tanda-lemah-imaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/6758013241533199815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/6758013241533199815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/07/tanda-tanda-lemah-imaan.html' title='Tanda-tanda lemah imaan'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-4967804233337375098</id><published>2009-07-21T00:28:00.000-07:00</published><updated>2009-07-21T00:31:48.866-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tauhid'/><title type='text'>Jangan Meremehkan Dosa</title><content type='html'>Senin, 07 April 2008 - 06:30:27, Penulis : Al-Ustadz Abu Muhammad AbdulMu’thi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(pengasuh ma’had al-anshor ,sleman Yogyakarta )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGAN MEREMEHKAN DOSA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk yang lalai. Tidak hanya lalai untuk mengerjakan amal ketakwaan namun juga lalai dari dosa-dosa. Lebih memilukan lagi jika manusia acap mengentengkan dosa atau maksiat yang ia perbuat. Seolah-olah dengan sikapnya itu, ia aman dari adzab Allah Subhanahu wa Ta'ala di dunia ataupun di akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menciptakan bumi dan menghiasinya dengan berbagai&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; perhiasan yang indah dan menawan untuk menguji hamba-Nya, siapa di antara mereka yang taat kepada-Nya dan siapa yang membangkang perintah-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى اْلأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً. وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik amalannya. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang ada di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.” (Al-Kahfi: 7-8)&lt;br /&gt;Diperintahnya hamba untuk melakukan kebaikan dan dilarangnya dari kemaksiatan adalah semata-mata demi kebaikan hamba, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala sangat penyayang terhadap manusia. Dan suatu hal yang pasti bahwa tidaklah Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan suatu kebaikan sekecil apapun kecuali pasti di dalamnya terkandung maslahat, baik disadari ataupun tidak. Demikian pula jika melarang sesuatu, tentu di dalamnya terdapat mudarat yang membahayakan hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban Mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Takut Kepada-Nya&lt;br /&gt;Tak kenal maka tak sayang. Demikian keadaan orang yang tidak mengenal Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Sehingga, sesuai dengan kadar pengetahuan seseorang terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala, sebatas itu pula pengagungannya terhadap-Nya. Sesungguhnya mengenal Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan sebenar-benar pengenalan merupakan pokok kebaikan. Dengannya, seseorang selalu merasa diawasi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sehingga tidaklah dia berucap kecuali yang benar dan tidak berbuat melainkan yang baik. Berbeda dengan orang yang tidak mengenal Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan sebenar-benar pengenalan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;وَمَا قَدَرُوا اللهَ حَقَّ قَدْرِهِ&lt;br /&gt;“Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya.” (Az-Zumar: 67)&lt;br /&gt;Ayat ini mencakup setiap orang yang meremehkan kedudukan Allah Subhanahu wa Ta'ala seperti orang-orang atheis yang mengingkari adanya Allah Subhanahu wa Ta'ala. Demikian pula orang–orang musyrik yang meyakini adanya Allah Subhanahu wa Ta'ala serta meyakini bahwa Ia yang mengatur alam semesta, namun dalam beribadah mempersekutukan Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan makhluk-Nya. Ayat ini juga meliputi orang–orang yang mengingkari nama-nama Allah Subhanahu wa Ta'ala dan sifat-sifat-Nya atau memercayainya tetapi menakwilkannya dengan selain makna yang sesungguhnya. &lt;br /&gt;Termasuk meremehkan keagungan Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah bermaksiat kepada-Nya dan melakukan apa yang diharamkan-Nya berupa kemaksiatan, serta meninggalkan ketaatan yang Allah Subhanahu wa Ta'ala wajibkan.&lt;br /&gt;Suatu hal yang tidak diragukan lagi bahwa orang yang membangkang kepada makhluk (misalnya raja) berarti dia telah meremehkannya. Bagaimana dengan orang yang membangkang terhadap Al-Khaliq (Allah Subhanahu wa Ta'ala)?! (Lihat I’anatul Mustafid bi Syarhi Kitab At-Tauhid Asy-Syaikh Al-Fauzan, 2/442-447)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab Terjatuhnya Seseorang dalam Maksiat&lt;br /&gt;Sesungguhnya lemahnya keimanan dan keyakinan seseorang terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala, Dzat yang menciptakan makhluk dan yang mengaturnya, merupakan perkara yang berbahaya. Tidak adanya perasaan takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menyebabkan seseorang meremehkan janji Allah Subhanahu wa Ta'ala dan ancaman-Nya. Janji-Nya di dunia (bagi yang taat) adalah kemenangan dan kebahagiaan, serta di akhirat adalah surga yang luasnya seperti langit dan bumi. Adapun ancaman-Nya (bagi yang membangkang) di dunia adalah kehinaan dan ketidaktentraman, serta di akhirat kelak adalah belenggu yang melilit tubuhnya dan diseret ke dalam neraka yang menyala-nyala. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, sudah menjadi keharusan atas hamba yang beriman untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala serta takut kepada-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Adalah ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu 'anhu berkata: “Kalau seandainya ada yang memanggil dari langit: ‘Wahai manusia, seluruh kalian masuk surga kecuali satu orang,’ maka saya khawatir bahwa sayalah orangnya.”&lt;br /&gt;Di antara sebab terjatuhnya seseorang ke dalam maksiat adalah kebodohan seseorang tentang Allah Subhanahu wa Ta'ala dan syariat-Nya. Kebodohan merupakan penyakit kronis yang jika tidak segera diobati akan membinasakan pemiliknya. Obat dari kebodohan adalah mempelajari Al-Qur`an dan Sunnah (hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam).&lt;br /&gt;Cinta dunia dan tenggelam dalam kelezatannya sehingga melalaikan dari ketaatan juga faktor utama yang menyebabkan seseorang terjerumus ke dalam dosa. Demikian pula lalai dengan tujuan hidup yang sesungguhnya serta tidak mau mengambil pelajaran dari yang telah lewat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لاَ يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلاَ مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا إِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ فَلاَ تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلاَ يَغُرَّنَّكُمْ بِاللهِ الْغَرُورُ&lt;br /&gt;“Hai manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian dan takutlah suatu hari yang (pada hari itu) seorang ayah tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong ayahnya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayamu dan jangan pula penipu (syaitan) memperdayamu dalam menaati Allah.” (Luqman: 33)&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala juga berfirman:&lt;br /&gt;وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هُمْ أَشَدُّ مِنْهُمْ بَطْشًا فَنَقَّبُوا فِي الْبِلاَدِ هَلْ مِنْ مَحِيصٍ&lt;br /&gt;“Dan berapa banyak umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, padahal mereka (yang telah dibinasakan itu) pernah menjelajahi beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)?” (Qaf: 36) [Lihat Taujihul Muslimin ila Thariq An-Nashri Wat Tamkin karya Muhammad Jamil Zainu, dkk, hal. 39-45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan-tingkatan Dosa&lt;br /&gt;Dosa adalah bentuk pelanggaran terhadap larangan Allah Subhanahu wa Ta'ala atau meninggalkan apa yang diperintahkan-Nya. Dan dosa itu bertingkat-tingkat kejahatannya. Ada yang besar dan ada pula yang kecil. Adapun dosa besar adalah setiap pelanggaran yang pelakunya mendapatkan had (hukuman yang telah ada ketentuannya dari syariat) seperti membunuh, berzina dan mencuri, atau yang ada ancaman secara khusus di akhirat nanti berupa adzab dan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta'ala, atau yang pelakunya dilaknat melalui lisan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. (Al-Kaba`ir karya Adz-Dzahabi rahimahullahu hal. 13-14, cet. Maktabah As Sunnah)&lt;br /&gt;Adapun jumlah dosa besar lebih dari tujuh puluh. Sekian banyak dosa besar itupun bertingkat-tingkat. Ada dosa besar yang paling besar misalnya syirik, membunuh jiwa tanpa hak, dan durhaka kepada orangtua. Karena bahaya yang mengancam pelaku dosa besar di dunia dan di akhirat nanti, kita dapati sebagian ulama Ahlus Sunnah menulis kitab tentang dosa-dosa besar (al-kaba`ir) semisal Al-Imam Adz-Dzahabi dan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahumallah. Hal ini agar orang tahu tentang dosa-dosa besar sehingga mereka akan menjauhinya. &lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjanjikan surga dan ampunan-Nya bagi yang menjauhi dosa-dosa besar sebagaimana dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلاً كَرِيْمًا&lt;br /&gt;“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (An-Nisa`: 31)&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala juga telah menjadikan orang yang meninggalkan dosa-dosa besar masuk dalam golongan orang yang beriman dan bertawakal kepada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;فَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا عِنْدَ اللهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى لِلَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ. وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ اْلإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ&lt;br /&gt;“Maka segala sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang–orang yang beriman, dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakal, dan bagi orang–orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.” (Asy-Syura: 36-37)&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;الصَّلاَة ُالْـخَمْسُ وَالْـجُمُعَةُ إِلَى الْـجُمُعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ&lt;br /&gt;“Shalat lima waktu dan Jum’at ke Ju’mat (berikutnya) adalah penghapus apa yang di antaranya dari dosa selagi dosa besar tidak didatangi (dilakukan).” (HR. Muslim Kitabut Thaharah Bab Fadhlul Wudhu wash Shalah ‘Aqibihi no. 233 dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan suatu Dosa menjadi Besar?&lt;br /&gt;Ketika hendak melakukan dosa, janganlah melihat kepada kecilnya dosa. Namun lihatlah, kepada siapa dia berbuat dosa? Patutkah bagi seseorang yang diciptakan dan diberi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sarana yang lengkap dan cukup, lantas melanggar larangan-Nya?! &lt;br /&gt;Sesungguhnya suatu dosa bisa menjadi besar karena hal-hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dosa yang dilakukan secara rutin. Sehingga dahulu dikatakan: “Tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus, dan tidak ada dosa besar jika diikuti istighfar (permintaan ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menganggap remeh suatu dosa. Ketika seorang hamba menganggap besar dosa yang dilakukannya maka menjadi kecil di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Namun jika ia menganggap kecil maka menjadi besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Disebutkan dalam suatu atsar bahwa seorang mukmin melihat dosa-dosanya laksana dia duduk di bawah gunung di mana ia khawatir gunung itu akan menimpanya. Sedangkan orang durhaka melihat dosa-dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya lalu dia halau dengan tangannya. (Shahih Al-Bukhari no. 6308)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bangga dengan dosa yang dilakukannya serta menganggap bisa melakukan dosa sebagai suatu nikmat. Setiap kali seorang hamba menganggap manis suatu dosa, maka menjadi besar kemaksiatannya serta besar pula pengaruhnya dalam menghitamkan hati. Karena setiap kali seorang berbuat dosa, akan dititik hitam pada hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menganggap ringan suatu dosa karena mengira ditutupi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dan diberi tangguh serta tidak segera dibeberkan atau diadzab. Orang yang seperti ini tidak tahu bahwa ditangguhkannya adzab adalah agar bertambah dosanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sengaja menampakkan dosa di mana sebelumnya tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala, sehingga mendorong orang yang pada dirinya ada bibit–bibit kejahatan untuk ikut melakukannya. Demikian pula orang yang sengaja berbuat maksiat di hadapan orang. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;كُلُّ أُمَّتِـي مُعَافًى إِلاَّ الْـمُجَاهِرِيْنَ وَإِنَّ مِنَ الْـمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلاً ثُمَّ يُصْبِحُ وَقَدْ سَتَرَهُ اللهُ فَيَقُولُ: يَا فُلاَنُ، عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا؛ وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللهِ عَنْهُ&lt;br /&gt;“Semua umatku dimaafkan oleh Allah kecuali orang yang berbuat (maksiat) terang-terangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara bentuk menampakkan maksiat adalah seorang melakukan pada malam hari perbuatan (dosa) dan berada di pagi hari Allah menutupi (tidak membeberkan) dosanya lalu dia berkata: ‘Wahai Si fulan, tadi malam aku melakukan begini dan begini.’ Padahal dia berada di malam hari ditutupi oleh Rabbnya namun di pagi hari ia membuka apa yang Allah Subhanahu wa Ta'ala tutupi darinya.” (HR. Al-Bukhari no. 6069 dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Baththal rahimahullahu mengatakan: “Menampakkan maksiat merupakan bentuk pelecehan terhadap hak Allah Subhanahu wa Ta'ala, Rasul-Nya, dan orang–orang shalih dari kaum mukminin…” (Fathul Bari, 10/486)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian salaf mengatakan: “Janganlah kamu berbuat dosa. Jika memang terpaksa melakukannya, maka jangan kamu mendorong orang lain kepadanya, nantinya kamu melakukan dua dosa.” &lt;br /&gt;Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ&lt;br /&gt;“Orang–orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh berbuat yang mungkar dan melarang berbuat yang ma’ruf.” (At-Taubah: 67)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Dosa menjadi besar jika dilakukan seorang yang alim (berilmu) yang menjadi panutan. (Lihat Taujihul Muslimin ila Thariq An-Nashri Wat Tamkin hal. 29-32 karya Muhammad Jamil Zainu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh Dosa atau Maksiat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh dosa terhadap hati seperti bahayanya racun bagi tubuh.Dan tidak ada suatu kejelekan di dunia dan di akhirat kecuali sebabnya adalah dosa dan maksiat. &lt;br /&gt;Apakah yang menyebabkan Adam dan Hawa dikeluarkan dari surga -tempat yang penuh kelezatan dan kenikmatan- kepada negeri yang terdapat berbagai penderitaan (dunia)?! &lt;br /&gt;Apa pula yang menyebabkan Iblis diusir dari kerajaan yang ada di langit serta mendapat kutukan Allah ?! &lt;br /&gt;Dengan sebab apa kaum Nabi Nuh 'alaihissallam yang kufur ditenggelamkan oleh banjir, kaum ‘Aad dibinasakan oleh angin, serta berbagai siksaan di dunia yang menimpa umat-umat terdahulu sehingga ada yang diubah tubuhnya menjadi kera dan babi?! &lt;br /&gt;Itu semua adalah akibat dari dosa yang mereka lakukan. Hendaklah peristiwa yang telah berlalu cukup menjadi pelajaran yang berharga bagi orang-orang yang setelahnya. Karena orang yang baik adalah yang mampu mengambil pelajaran dari orang lain dan bukan menjadi pelajaran yang jelek bagi generasi setelahnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;فَكُلاًّ أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ اْلأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ&lt;br /&gt;“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa sebab dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan. Dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (Al-‘Ankabut: 40)&lt;br /&gt;Dosa menghalangi seorang dari memperoleh ilmu yang bermanfaat. Karena ilmu merupakan cahaya yang Allah Subhanahu wa Ta'ala letakkan pada hati seseorang, sedangkan maksiat yang akan meredupkan cahaya tersebut. Tatkala Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu duduk di hadapan gurunya, Al-Imam Malik rahimahullahu, sang guru melihat kesempurnaan pemahaman Asy-Syafi’i rahimahullahu. Maka ia berpesan kepadanya: “Sungguh, aku memandang Allah Subhanahu wa Ta'ala telah meletakkan pada hatimu cahaya, maka janganlah kau padamkan dengan gelapnya kemaksiatan.”&lt;br /&gt;Maksiat menyebabkan seorang terhalang dari rizki, sebagaimana sebaliknya yaitu takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mendatangkan rizki.&lt;br /&gt;Adanya kegersangan pada hati orang yang berbuat maksiat dan kesenjangan antara dia dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;Disulitkan urusannya, sehingga tidaklah ia menuju kepada suatu perkara kecuali ia mendapatkannya tertutup.&lt;br /&gt;Kegelapan yang ia dapatkan pada hatinya. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: “Sesungguhnya kebaikan mendatangkan sinar pada wajah, cahaya di hati, luasnya rizki, kuatnya badan, dan dicintai oleh makhluk. Sedangkan kejelekan (kemaksiatan) akan menimbulkan hitamnya wajah, gelapnya hati, lemahnya badan, berkurangnya rizki, dan kebencian hati para makhluk.&lt;br /&gt;Kemaksiatan melenyapkan barakah umur serta memendekkannya. Karena, sebagaimana kebaikan menambahkan umur, maka (sebaliknya) kedurhakaan memendekkan umur.&lt;br /&gt;Tabiat dari kemaksiatan adalah melahirkan kemaksiatan yang lainnya. Lihatlah hasad yang ada pada saudara-saudara Nabi Yusuf 'alaihissallam yang menyeret mereka kepada tindakan memisahkan antara bapak dan anaknya sehingga menimbulkan kesedihan pada orang lain, memutuskan hubungan kekerabatan, berucap dengan kedustaan, membodohi orang, dan yang sejenisnya.&lt;br /&gt;Kemaksiatan menjadikan seorang hamba hina di mata Allah Subhanahu wa Ta'ala. Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu berkata: “Mereka (pelaku maksiat) rendah di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala sehingga mereka bermaksiat kepada-Nya, karena seandainya mereka orang yang mulia di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala niscaya Allah k akan jaga mereka dari dosa. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;وَمَنْ يُهِنِ اللهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya.” (Al-Hajj: 18)&lt;br /&gt;Kemaksiatan mengundang kehinaan, merusak akal. Dan jika dosa telah banyak maka pelakunya akan ditutup hatinya sehingga digolongkan sebagai orang–orang yang lalai.&lt;br /&gt;Dosa memunculkan berbagai kerusakan di muka bumi, pada air, udara, tanaman, buah-buahan, dan tempat tinggal.&lt;br /&gt;Kemaksiatan menghilangkan sifat malu yang merupakan pokok segala kebaikan serta melemahkan hati pelakunya.&lt;br /&gt;Kemaksiatan menyebabkan hilangnya nikmat dan mendatangkan adzab. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu berkata: “Tidaklah turun suatu bencana kecuali karena dosa, dan tidaklah dicegah suatu bencana kecuali dengan taubat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ&lt;br /&gt;“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Asy-Syura: 30) [Lihat Al-Jawabul Kafi: 113-208, Taujihul Muslimin hal. 58-61]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran dan Nasihat&lt;br /&gt;Tatkala Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan Adam 'alaihissallam dengan Tangan-Nya, Ia memuliakannya di hadapan para malaikat dengan memerintahkan mereka sujud kepadanya. Allah Subhanahu wa Ta'ala mengajarinya nama-nama segala sesuatu serta menempatkannya bersama istrinya Hawa di dalam surga, tempat berhuninya beragam nikmat. Allah Subhanahu wa Ta'ala juga memperingatkan kepada keduanya dari bahaya godaan Iblis serta melarang keduanya dari memakan dari buah pohon di surga, sebagai ujian. &lt;br /&gt;Tetapi Iblis yang terkutuk selalu menggoda dengan bujuk rayunya yang manis hingga Adam dan Hawa memakan dari pohon yang terlarang tersebut. Keduanya pun bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka dengan serta-merta lepaslah baju keduanya sehingga tampak auratnya. Kemudian keduanya dikeluarkan dari surga ke bumi, tempat yang penuh dengan kekeruhan dan keletihan. Namun Allah Subhanahu wa Ta'ala masih sayang kepada mereka berdua di mana keduanya sadar akan kesalahannya dan bertaubat sehingga Allah Subhanahu wa Ta'ala mengampuninya. &lt;br /&gt;Perhatikan peristiwa yang menimpa Adam dan Hawa! Tadinya menempati surga dengan keindahannya serta dihormati oleh malaikat. Namun dengan satu kemaksiatan, kemuliaan dicabut, bajupun menjadi lepas sehingga tersingkap auratnya, serta harus menjalani kehidupan yang sengsara di dunia setelah sebelumnya hidup sentosa di surga. &lt;br /&gt;Demikian pula di saat perang Uhud pada tahun ke-3 Hijriah, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menempatkan pasukan pemanah di atas bukit. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berpesan kepada mereka untuk tidak meninggalkan posisi mereka baik muslimin kalah atau menang. Pada awalnya muslimin mampu memukul mundur pasukan musyrikin sehingga tiba saatnya mereka memunguti harta rampasan perang. &lt;br /&gt;Para pemanah menyangka bahwa perang telah usai dan mengira tidak ada manfaatnya lagi mereka tetap di atas bukit. Sehingga sebagian mereka ingin turun, tetapi ditegur oleh sebagian yang lain dengan pesan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk tidak turun. Namun sebagian nekad turun dan bermaksiat pada perintah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Ketika itulah sebagian musyrikin melihat benteng pertahanan muslimin di atas bukit telah bisa ditembus sehingga mereka menyerang dari belakang bukit sisa-sisa pasukan pemanah sehingga mereka terbunuh. &lt;br /&gt;Mereka pun menyerang muslimin dari belakang dalam keadaan pedang-pedang telah dimasukkan ke dalam sarungnya. Lalu datang pula serangan dari depan hingga mereka terjepit. Gugurlah sekian sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai syuhada dan sebagian lagi terluka, sampai Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pun terluka dan terperosok ke dalam lubang yang dibuat oleh musyrikin. Sehingga mereka pulang ke Madinah dengan kekalahan, kaki terseok-seok, serta tubuh yang penuh luka. Itu semua disebabkan kemaksiatan sebagian pasukan muslimin. &lt;br /&gt;Cobalah perhatikan! Dengan satu kemaksiatan, kemenangan yang sudah di depan mata hilang. Dan pahitnya kekalahan dirasakan oleh seluruh pasukan, padahal di dalamnya ada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat yang mulia. Maka bisa dibayangkan bagaimana orang–orang yang setiap saat melanggar perintah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Tidak takutkah mereka terhadap adzab yang akan ditimpakan?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Mengentengkan Dosa&lt;br /&gt;Terkadang seseorang menganggap enteng suatu dosa terlebih jika itu dosa kecil. Sehingga ia terus-menerus melakukannya dan kurang memedulikannya. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memperingatkan akan hal ini dengan sabdanya:&lt;br /&gt;إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ فَإِنَّمَا مَثَلُ مُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ كَمَثَلِ قَوْمٍ نَزَلُوا بَطْنَ وَادٍ، فَجَاءَ ذَا بِعُوْدٍ وَجَاءَ ذَا بِعُودٍ، حَتَّى حَمَلُوا مَا انْضَجُّوا بِهِ خُبْزَهُمْ وَإِنَّ مُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ مَتَى يُؤْخَذْ بِهَا صَاحِبُهَا تُهْلِكْهُ&lt;br /&gt;“Berhati-hatilah kalian dari dosa-dosa kecil. Karena perumpamaan dosa kecil seperti suatu kaum yang singgah pada suatu lembah lalu datang seorang dengan membawa satu dahan (kayu bakar) dan yang lain (juga) membawa satu dahan hingga mereka telah mengumpulkan sesuatu yang bisa menjadikan roti mereka matang. Dan sesungguhnya dosa-dosa kecil, ketika pelakunya diadzab dengannya maka akan membinasakannya.” (HR. Ahmad, Ath-Thabarani, dan lain-lain dari jalan Sahl bin Sa’d radhiyallahu 'anhu dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Al-Jami’ no. 2686)&lt;br /&gt;Waspadalah dari dosa dan jangan tertipu karena kecil atau sedikitnya. Lihatlah bagaimana dahulu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memotong tangan seorang pencuri karena mencuri (hanya) 3 dirham seperti dalam Shahih Al-Bukhari (no. 6795). &lt;br /&gt;Dan seorang wanita masuk neraka gara-gara kucing yang dikurungnya. Dia tidak memberinya makan dan tidak melepasnya agar bisa memakan serangga bumi sehingga kurus dan mati. (Lihat Shahih Muslim no. 2619)&lt;br /&gt;Demikian pula dahulu di zaman Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ada seorang yang terbunuh di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala sehingga para sahabat memberikan ucapan selamat kepadanya. Tetapi Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan: “Tidak. Sesungguhnya pakaian yang dia curi dari harta rampasan perang Khaibar yang belum dibagi-bagi akan menyala atasnya api neraka.” [Lihat Shahih Muslim no.115 Kitabul Iman]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjauhi Tempat Maksiat&lt;br /&gt;Pelaku maksiat membawa kesialan bagi dirinya dan orang lain. Sebab dikhawatirkan akan turun kepadanya adzab yang menyebar kepada yang lainnya, terkhusus bagi yang tidak mengingkari kemaksiatannya. Sehingga menjauh dari pelaku maksiat adalah suatu keharusan. Karena, jika kejahatan telah merajalela maka manusia akan binasa secara umum. &lt;br /&gt;Demikian pula tempat-tempat orang yang bermaksiat dan tempat diadzabnya pelaku maksiat harus dijauhi karena dikhawatirkan turunnya adzab. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada sahabatnya tatkala melewati daerah kaum Tsamud yang diadzab Allah Subhanahu wa Ta'ala (yang artinya): “Janganlah kalian masuk kepada mereka-mereka yang diadzab kecuali dengan menangis, karena dikhawatirkan akan menimpa kalian apa yang telah menimpa mereka.” (HR. Ahmad, lihat Ash-Shahihah no. 19)&lt;br /&gt;Demikian pula tatkala ada seorang dari Bani Israil yang telah membunuh seratus nyawa lalu ia ingin bertaubat dan bertanya kepada seorang ‘alim, apakah masih ada taubat baginya? Dia menjawab: ”Ya.” Lalu dia menyarankan orang itu untuk pergi dari kampungnya yang jahat ke kampung yang baik. &lt;br /&gt;Dari sini jelas bahwa menjauhi tempat-tempat maksiat dan pelaku maksiat termasuk perkara yang diperintahkan. Ibrahim bin Ad-ham rahimahullahu mengatakan: “Barangsiapa ingin taubat, hendaklah ia keluar dari tempat-tampat kedzaliman serta meninggalkan bergaul dengan orang yang dahulu ia bergaul dengannya (dalam maksiat). Jika hal ini tidak dilakukan maka dia tidak mendapatkan yang diharapkan.” &lt;br /&gt;Waspadailah dosa karena dia suatu kesialan! Akibatnya sangat tercela, hukumannya pedih, hati yang menyukainya berpenyakit. Terbebas dari dosa suatu keberuntungan, selamat dari dosa tak ternilaikan, dan terfitnah (diuji) dengan dosa terlebih setelah rambut beruban adalah musibah besar. (Lihat Qala Ibnu Rajab hal. 53-55)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera Kembali ke Jalan Allah &lt;br /&gt;Wahai orang yang tenggelam dalam dosa dan perbuatan nista, kembalilah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala! Sadarlah bahwa kamu akan menghadap Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatanmu di dunia ini! Belumkah tiba saatnya engkau berhenti dari diperbudak setan yang ujungnya engkau menjadi temannya di neraka yang menyala-nyala?! Lepaskanlah belenggu setan yang melilit dirimu, dan larilah menuju Ar-Rahman (Allah Subhanahu wa Ta'ala) dengan bersimpuh di hadapan-Nya, niscaya kamu diberi jaminan keamanan dan kebahagiaan. Lembaran hitam kelammu akan diganti dengan yang putih lagi bersih serta akan dibentangkan di hadapanmu jalan yang terang. Bersegeralah sebelum segala sesuatunya terlambat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;وَتُوبُوا إِلَى اللهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ&lt;br /&gt;“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang–orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An-Nur: 31)&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-4967804233337375098?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/4967804233337375098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/07/jangan-meremehkan-dosa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/4967804233337375098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/4967804233337375098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/07/jangan-meremehkan-dosa.html' title='Jangan Meremehkan Dosa'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-5070392809090953467</id><published>2009-07-16T00:35:00.000-07:00</published><updated>2009-07-16T00:47:30.811-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tauhid'/><title type='text'>Iman, Islam, dan Ihsan</title><content type='html'>. Iman, Islam, dan Ihsan&lt;br /&gt;Pokok ajaran Islam ada 3, yaitu: Iman, Islam dan Ihsan.&lt;br /&gt;Dasarnya adalah hadits sebagai berikut:&lt;br /&gt;Pada suatu hari kami (Umar Ra dan para sahabat Ra) dudukduduk&lt;br /&gt;bersama Rasulullah Saw. Lalu muncul di hadapan kami&lt;br /&gt;seorang yang berpakaian putih. Rambutnya hitam sekali dan&lt;br /&gt;tidak tampak tanda-tanda bekas perjalanan. Tidak seorangpun&lt;br /&gt;dari kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk menghadap&lt;br /&gt;Rasulullah Saw. Kedua kakinya menghempit kedua kaki&lt;br /&gt;Rasulullah, dari kedua telapak tangannya diletakkan di atas&lt;br /&gt;paha Rasulullah Saw, seraya berkata, "Ya Muhammad,&lt;br /&gt;beritahu aku tentang Islam." Lalu Rasulullah Saw menjawab,&lt;br /&gt;"Islam ialah bersyahadat bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah&lt;br /&gt;dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan&lt;br /&gt;zakat, puasa Ramadhan, dan mengerjakan haji apabila&lt;br /&gt;mampu." Kemudian dia bertanya lagi, "Kini beritahu aku&lt;br /&gt;tentang iman." Rasulullah Saw menjawab, "Beriman kepada&lt;br /&gt;Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya,&lt;br /&gt;hari akhir dan beriman kepada Qodar baik dan buruknya."&lt;br /&gt;Orang itu lantas berkata, "Benar. Kini beritahu aku tentang&lt;br /&gt;ihsan." Rasulullah berkata, "Beribadah kepada Allah seolaholah&lt;br /&gt;anda melihat-Nya walaupun anda tidak melihat-Nya,&lt;br /&gt;karena sesungguhnya Allah melihat anda. Dia bertanya lagi,&lt;br /&gt;"Beritahu aku tentang Assa'ah (azab kiamat)." Rasulullah&lt;br /&gt;menjawab, "Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya."&lt;br /&gt;Belajar Iman, Islam, dan Ihsan&lt;br /&gt;Iman, Islam, dan Ihsan 42&lt;br /&gt;Kemudian dia bertanya lagi, "Beritahu aku tentang tandatandanya."&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab, "Seorang budak wanita&lt;br /&gt;melahirkan nyonya besarnya. Orang-orang tanpa sandal,&lt;br /&gt;setengah telanjang, melarat dan penggembala unta masingmasing&lt;br /&gt;berlomba membangun gedung-gedung bertingkat."&lt;br /&gt;Kemudian orang itu pergi menghilang dari pandangan mata.&lt;br /&gt;Lalu Rasulullah Saw bertanya kepada Umar, "Hai Umar,&lt;br /&gt;tahukah kamu siapa orang yang bertanya tadi?" Lalu aku&lt;br /&gt;(Umar) menjawab, "Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui."&lt;br /&gt;Rasulullah Saw lantas berkata, "Itulah Jibril datang untuk&lt;br /&gt;mengajarkan agama kepada kalian." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a. Rukun Iman 6 Perkara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Iman adalah keyakinan kita pada 6 rukun iman. Islam adalah&lt;br /&gt;pokok-pokok ibadah yang wajib kita kerjakan. Ada pun Ihsan&lt;br /&gt;adalah cara mendekatkan diri kita kepada Allah.&lt;br /&gt;Tanpa iman semua amal perbuatan baik kita akan sia-sia.&lt;br /&gt;Tidak ada pahalanya di akhirat nanti:&lt;br /&gt;” Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana&lt;br /&gt;fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh&lt;br /&gt;orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu&lt;br /&gt;dia tidak mendapatinya sesuatu apapun...” [An Nuur:39]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalanamalan&lt;br /&gt;mereka adalah seperti abu yang ditiup angin&lt;br /&gt;dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang.&lt;br /&gt;Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa&lt;br /&gt;yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu&lt;br /&gt;adalah kesesatan yang jauh.” [Ibrahim:18]&lt;br /&gt;Iman ini harus dilandasi ilmu yang mantap sehingga kita bisa&lt;br /&gt;menjelaskannya kepada orang lain. Bukan sekedar taqlid atau&lt;br /&gt;ikut-ikutan.&lt;br /&gt;Sebagaimana hadits di atas, rukun Iman ada 6. Pertama Iman&lt;br /&gt;kepada Allah. Artinya kita meyakini adanya Allah dan tidak ada&lt;br /&gt;Tuhan selain Allah. Di bab-bab berikutnya akan dijelaskan&lt;br /&gt;secara rinci tentang hal ini.&lt;br /&gt;Rukun Iman yang kedua adalah iman kepada Malaikat-malaikat&lt;br /&gt;Allah. Kita yakin bahwa Malaikat adalah hamba Allah yang&lt;br /&gt;selalu patuh pada perintah Allah.&lt;br /&gt;Rukun Iman yang ketiga adalah beriman kepada KitabkitabNya.&lt;br /&gt;Kita yakin bahwa Allah telah menurunkan Taurat&lt;br /&gt;kepada Musa, Zabur kepada Daud, Injil kepada Isa, dan Al&lt;br /&gt;Qur’an kepada Nabi Muhammad. Namun kita harus yakin juga&lt;br /&gt;bahwa semua kitab-kitab suci di atas telah dirubah oleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manusia sehingga Allah kembali menurunkan Al Qur’an yang&lt;br /&gt;dijaga kesuciannya sebagai pedoman hingga hari kiamat nanti.&lt;br /&gt;”Maka kecelakaan yng besar bagi orang-orang yang&lt;br /&gt;menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu&lt;br /&gt;dikatakannya; "Ini dari Allah", dengan maksud untuk&lt;br /&gt;memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan&lt;br /&gt;itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat&lt;br /&gt;apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan&lt;br /&gt;kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang&lt;br /&gt;mereka kerjakan.” [Al Baqarah:79]&lt;br /&gt;Kita harus meyakini kebenaran Al Qur’an dan&lt;br /&gt;mengamalkannya:&lt;br /&gt;”Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk&lt;br /&gt;bagi mereka yang bertaqwa” [Al Baqarah:2]&lt;br /&gt;Rukun Iman yang keempat adalah beriman kepada Rasul-rasul&lt;br /&gt;(Utusan) Allah. Rasul/Nabi merupakan manusia yang terbaik&lt;br /&gt;yang pantas dijadikan suri teladan yang diutus Allah untuk&lt;br /&gt;menyeru manusia ke jalan Allah. Ada 25 Nabi yang disebut&lt;br /&gt;dalam Al Qur’an yang wajib kita imani di antaranya Adam, Nuh,&lt;br /&gt;Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ajaran Nabi-Nabi sebelumnya telah dirubah ummatnya,&lt;br /&gt;kita harus meyakini bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi&lt;br /&gt;terakhir yang harus kita ikuti ajarannya.&lt;br /&gt;” Muhammad bukanlah bapak dari seorang laki-laki di&lt;br /&gt;antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup&lt;br /&gt;nabi-nabi...” [Al Ahzab:40]&lt;br /&gt;Rukun Iman yang kelima adalah beriman kepada Hari Akhir&lt;br /&gt;(Kiamat/Akhirat). Kita harus yakin bahwa dunia ini fana. Suatu&lt;br /&gt;saat akan tiba hari Kiamat. Pada saat itu manusia akan dihisab.&lt;br /&gt;Orang yang beriman dan beramal saleh masuk ke surga.&lt;br /&gt;Orang yang kafir masuk neraka.&lt;br /&gt;Selain kiamat besar kita juga harus yakin akan kiamat kecil&lt;br /&gt;yaitu mati. Setiap orang pasti mati. Untuk itu kita harus selalu&lt;br /&gt;hati-hati dalam bertindak.&lt;br /&gt;Rukun Iman yang keenam adalah percaya kepada&lt;br /&gt;Takdir/qadar yang baik atau pun yang buruk. Meski manusia&lt;br /&gt;wajib berusaha dan berdoa, namun apa pun hasilnya kita harus&lt;br /&gt;menerima dan mensyukurinya sebagai takdir dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b. Rukun Islam 5 Perkara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pun rukun Islam terdiri dari 5 perkara. Barang siapa yang&lt;br /&gt;tidak mengerjakannya maka Islamnya tidak benar karena&lt;br /&gt;rukunnya tidak sempurna.&lt;br /&gt;Rukun Islam pertama yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan&lt;br /&gt;selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Asyhaadu&lt;br /&gt;alla ilaaha illallaahu wa asyhaadu anna muhammadar&lt;br /&gt;rasuulullaah. Artinya kita meyakini hanya Allah Tuhan yang&lt;br /&gt;wajib kita patuhi perintah dan larangannya. Jika ada perintah&lt;br /&gt;dan larangan dari selain Allah, misalnya manusia, yang&lt;br /&gt;bertentangan dengan perintah dan larangan Allah, maka Allah&lt;br /&gt;yang harus kita patuhi. Ada pun Muhammad adalah utusan&lt;br /&gt;Allah yang menjelaskan ajaran Islam. Untuk mengetahui ajaran&lt;br /&gt;Islam yang benar, kita berkewajiban mempelajari dan mengikuti&lt;br /&gt;ajaran Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;Konsekwensi dari 2 kalimat syahadat adalah kita harus&lt;br /&gt;mempelajari dan memahami Al Qur’an dan Hadits yang sahih&lt;br /&gt;(minimal Kutuubus sittah: Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi,&lt;br /&gt;An Nasaa’i, dan Ibnu Majah) dan mengamalkannya.&lt;br /&gt;Rukun Islam kedua adalah shalat 5 waktu, yaitu: Subuh 2&lt;br /&gt;rakaat, Dzuhur dan Ashar 4 raka’at, Maghrib 3 rakaat, dan Isya&lt;br /&gt;4 raka’at. Shalat adalah tiang agama barang siapa&lt;br /&gt;meninggalkannya berarti merusak agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun Islam ketiga adalah puasa di Bulan Ramadhan. Yaitu&lt;br /&gt;menahan diri dari makan, minum, hubungan seks, bertengkar,&lt;br /&gt;marah, dan segala perbuatan negatif lainnya dari subuh hingga&lt;br /&gt;maghrib.&lt;br /&gt;Rukun Islam keempat adalah membayar zakat bagi para&lt;br /&gt;muzakki (orang yang wajib pajak/mampu). Ada pun orang yang&lt;br /&gt;mustahiq (berhak menerima zakat seperti fakir, miskin, amil,&lt;br /&gt;mualaf, orang budak, berhutang, Sabilillah, dan ibnu Sabil)&lt;br /&gt;berhak menerima zakat. Zakat merupakan hak orang miskin&lt;br /&gt;agar harta tidak hanya beredar di antara orang kaya saja.&lt;br /&gt;Rukun Islam yang kelima adalah berhaji ke Mekkah jika&lt;br /&gt;mampu. Mampu di sini dalam arti mampu secara fisik dan juga&lt;br /&gt;secara keuangan. Sebelum berhaji, hutang yang jatuh tempo&lt;br /&gt;harus dibayar dan keluarga yang ditinggalkan harus diberi&lt;br /&gt;bekal yang cukup. Nabi berkata barang siapa yang mati tapi&lt;br /&gt;tidak berhaji padahal dia mampu, maka dia mati dalam&lt;br /&gt;keadaan munafik.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c. Ihsan Mendekatkan Diri kepada Allah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada pun Ihsan adalah cara agar kita bisa khusyuk dalam&lt;br /&gt;beribadah kepada Allah. Kita beribadah seolah-olah kita&lt;br /&gt;melihat Allah. Jika tidak bisa, kita harus yakin bahwa Allah&lt;br /&gt;SWT yang Maha Melihat selalu melihat kita. Ihsan ini harus kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga jika kita&lt;br /&gt;berbuat baik, maka perbuatan itu selalu kita niatkan untuk&lt;br /&gt;Allah. Sebaliknya jika terbersit niat kita untuk berbuat&lt;br /&gt;keburukan, kita tidak mengerjakannya karena Ihsan tadi.&lt;br /&gt;Orang yang ihsannya kuat akan rajin berbuat kebaikan karena&lt;br /&gt;dia berusaha membuat senang Allah yang selalu melihatnya.&lt;br /&gt;Sebaliknya dia malu berbuat kejahatan karena dia selalu yakin&lt;br /&gt;Allah melihat perbuatannya.&lt;br /&gt;Itulah sekilas pokok-pokok dari ajaran Islam. Semoga kita&lt;br /&gt;semua bisa memahami dan mengamalkannya. Insya Allah&lt;br /&gt;dalam bab-bab selanjutnya beberapa hal di atas akan dibahas&lt;br /&gt;lebih rinci lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-5070392809090953467?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/5070392809090953467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/07/iman-islam-dan-ihsan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/5070392809090953467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/5070392809090953467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/07/iman-islam-dan-ihsan.html' title='Iman, Islam, dan Ihsan'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-2087223270559323681</id><published>2009-07-16T00:01:00.000-07:00</published><updated>2009-07-16T00:02:29.744-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tauhid'/><title type='text'>Niat:Awal dan penentu Semua Amal</title><content type='html'>Niat: Awal dan Penentu Semua Amal&lt;br /&gt;Shaleh&lt;br /&gt;Niat merupakan rukun pertama dari semua amal shaleh&lt;br /&gt;(perbuatan baik) yang kita lakukan. Tanpa niat segala amal&lt;br /&gt;ibadah kita sia-sia. Shalat, Puasa, Zakat, Haji kita batal jika&lt;br /&gt;tidak ada niat. Tidak ada pahalanya.&lt;br /&gt;"Barangsiapa tidak berniat puasa sebelum fajar, maka&lt;br /&gt;tidak ada puasa baginya." [Imam Lima]&lt;br /&gt;”Sesungguhnya amal-amal perbuatan tergantung niatnya,&lt;br /&gt;dan bagi tiap orang apa yang diniatinya. Barangsiapa hijrahnya&lt;br /&gt;kepada Allah dan rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan&lt;br /&gt;rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya untuk meraih kesenangan&lt;br /&gt;dunia atau menikahi wanita, maka hijrahnya adalah kepada&lt;br /&gt;apa yang ia hijrahi” (HR Bukhari)&lt;br /&gt;”Niat seorang mukmin lebih baik dari amalnya” (HR Al-&lt;br /&gt;Baihaqi dan Ar-Rabii')&lt;br /&gt;”Manusia dibangkitkan kembali kelak sesuai dengan niatniat&lt;br /&gt;mereka” (HR Muslim)&lt;br /&gt;Sebagaimana hadits di atas, niat bermacam-macam. Ada yang&lt;br /&gt;niat mengerjakan sesuatu untuk Allah, ada pula untuk yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti kesenangan dunia seperti pamer, harta, jabatan atau&lt;br /&gt;wanita.&lt;br /&gt;a. Niat yang Baik untuk Mendapat Ridha Allah SWT&lt;br /&gt;Niat yang bagus adalah niat untuk mendapat ridho Allah SWT.&lt;br /&gt;Atau untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;”Di antara orang-orang Arab Badwi ada orang yang beriman&lt;br /&gt;kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang&lt;br /&gt;dinafkahkannya di jalan Allah untuk mendekatkannya kepada&lt;br /&gt;Allah dan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah,&lt;br /&gt;sesungguhnya nafkah itu untuk mendekatkan diri kepada Allah.&lt;br /&gt;Kelak Allah akan memasukan mereka kedalam rahmat&lt;br /&gt;(surga)Nya; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha&lt;br /&gt;Penyayang.” [At Taubah:99]&lt;br /&gt;Orang yang berbuat kebaikan hanya untuk mendapat ridho&lt;br /&gt;Allah akan mendapat pahala berlipat ganda:&lt;br /&gt;”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang&lt;br /&gt;yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa&lt;br /&gt;dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada&lt;br /&gt;tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran)&lt;br /&gt;bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-&lt;br /&gt;Nya) lagi Maha Mengetahui.” [Al Baqarah:261]&lt;br /&gt;”Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan&lt;br /&gt;hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran&lt;br /&gt;tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu&lt;br /&gt;menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak&lt;br /&gt;menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah&lt;br /&gt;Maha Melihat apa yang kamu perbuat” [Al Baqarah:265]&lt;br /&gt;Niat kita harus benar-benar tulus hanya untuk Allah. Bukan&lt;br /&gt;dengan lainnya:&lt;br /&gt;Allah berfirman “Aku adalah yang paling tidak butuh kepada&lt;br /&gt;syarikat, maka barangsiapa yang beramal suatu amalan&lt;br /&gt;untuku lantas ia mensyerikatkan amalannya tersebut (juga)&lt;br /&gt;kepada selainku maka Aku berlepas diri darinya dan ia&lt;br /&gt;untuk yang dia syarikatkan” (HR. Ibnu Majah 2/1405 no.&lt;br /&gt;4202, adapun lafal Imam Muslim (4/2289 no 2985) adalah,&lt;br /&gt;“aku tinggalkan dia dan kesyirikannya”).&lt;br /&gt;b. Tidak Boleh Niat karena Riya atau Pamer&lt;br /&gt;Sering orang melakukan suatu kebaikan hanya karena riya.&lt;br /&gt;Ingin dilihat orang sehingga orang mengatakan bahwa dia&lt;br /&gt;adalah dermawan, pahlawan, dan sebagainya. Meski dia tidak&lt;br /&gt;mengharapkan imbalan apa-apa kecuali dikenal orang sebagai&lt;br /&gt;orang yang baik, dermawan atau philanthropist, Allah&lt;br /&gt;mengatakan orang seperti itu sebagai teman setan dan&lt;br /&gt;memberikan neraka sebagai balasannya:&lt;br /&gt;Belajar Iman, Islam, dan Ihsan&lt;br /&gt;Niat: Awal dan Penentu Semua Amal Shaleh 37&lt;br /&gt;”Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta&lt;br /&gt;mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang&lt;br /&gt;tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian.&lt;br /&gt;Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya,&lt;br /&gt;maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya” [An&lt;br /&gt;Nisaa’:38]&lt;br /&gt;Imam Ghazali dalam kitab Ihya’ ’Uluumuddiin menggambarkan&lt;br /&gt;orang yang riya sebagai berikut. Jika ada orang yang&lt;br /&gt;melihatnya, baru dia shalat atau berbuat kebaikan lainnya. Tapi&lt;br /&gt;jika tidak ada orang yang melihat, dia tidak mengerjakannya.&lt;br /&gt;Orang seperti itu seperti orang yang shalat hanya jika ada&lt;br /&gt;budak yang melihatnya di samping rajanya. Tapi begitu budak&lt;br /&gt;itu tidak ada, yang tinggal hanya raja, dia bermalas-malasan.&lt;br /&gt;Begitulah sikap orang yang riya terhadap Allah Raja Diraja,&lt;br /&gt;Tuhan Semesta alam. Orang riya macam ini hanya membuat&lt;br /&gt;gemas orang saja....&lt;br /&gt;Orang yang menyebut kebaikan yang diperbuatnya, apalagi&lt;br /&gt;sampai menyinggung hati orang yang menerima kebaikannya,&lt;br /&gt;pahalanya hilang tidak berbekas:&lt;br /&gt;”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu&lt;br /&gt;menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebutnyebutnya&lt;br /&gt;dan menyakiti perasaan si penerima, seperti orang&lt;br /&gt;yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan&lt;br /&gt;dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada&lt;br /&gt;tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu jadilah dia&lt;br /&gt;bersih tidak bertanah. Mereka tidak mendapat apa-apa dari&lt;br /&gt;yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk&lt;br /&gt;kepada orang-orang yang kafir” [Al Baqarah:264]&lt;br /&gt;c. Jangan Niatkan Amal untuk Mendapatkan Dunia atau&lt;br /&gt;Harta&lt;br /&gt;Banyak orang yang bekerja atau mencari uang hanya karena&lt;br /&gt;ingin kaya atau dunia. Ini sangat berbahaya karena mereka&lt;br /&gt;hanya akan dapat kekayaan atau dunia tanpa mendapatkan&lt;br /&gt;pahala akhirat sedikit pun:&lt;br /&gt;”Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan&lt;br /&gt;perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka&lt;br /&gt;balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan&lt;br /&gt;mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.&lt;br /&gt;Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali&lt;br /&gt;neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka&lt;br /&gt;usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka&lt;br /&gt;kerjakan” [Huud:15-16]&lt;br /&gt;Seharusnya niat tetap untuk mencari ridho Allah sehingga&lt;br /&gt;mereka tetap mendapatkan pahala di akhirat. Meski pekerjaan&lt;br /&gt;yang dilakukan sama, tapi karena niat berbeda hasilnya pun&lt;br /&gt;berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berusaha dengan niat mencari ridho Allah, niscaya&lt;br /&gt;dia akan dapat kebahagiaan di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;Meski ada sebagian motivator yang baik, namun saya banyak&lt;br /&gt;juga menyaksikan motivator yang memotivasi pembacanya&lt;br /&gt;hanya untuk menjadi kaya/mendapat dunia. Ini berbahaya&lt;br /&gt;karena bisa merusak niat dan amal/usaha pembacanya.&lt;br /&gt;Saran saya pelajari teknik mencari uang dengan niat mencari&lt;br /&gt;ridho Allah. Niatkan harta yang anda dapat selain untuk&lt;br /&gt;menafkahi keluarga anda sesuai ajaran Islam juga untuk di&lt;br /&gt;jalan Allah. Sebab siapa yang berusaha hanya ingin&lt;br /&gt;kekayaan/dunia tidak mendapat akhirat sedikit pun:&lt;br /&gt;”Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat&lt;br /&gt;akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang&lt;br /&gt;siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami&lt;br /&gt;berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan&lt;br /&gt;tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat” [Asy&lt;br /&gt;Syuura:20]&lt;br /&gt;”...Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami&lt;br /&gt;berikan kepadanya pahala dunia, dan barang siapa&lt;br /&gt;menghendaki pahala akhirat, Kami berikan kepadanya pahala&lt;br /&gt;akhirat. Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang&lt;br /&gt;bersyukur” [Ali ’Imran:145]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu hendaknya sebelum mengerjakan sesuatu kita&lt;br /&gt;niatkan pekerjaan kita ikhlas untuk Allah SWT:&lt;br /&gt;”Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan&lt;br /&gt;dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas&lt;br /&gt;(mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu&lt;br /&gt;adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah&lt;br /&gt;akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala&lt;br /&gt;yang besar” [An Nisaa’:146]&lt;br /&gt;Meski apa yang diperbuat sama, namun Allah hanya akan&lt;br /&gt;menerima perbuatan orang yang bertakwa:&lt;br /&gt;”Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil&lt;br /&gt;dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya&lt;br /&gt;mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang&lt;br /&gt;dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain&lt;br /&gt;(Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!." Berkata&lt;br /&gt;Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari&lt;br /&gt;orang-orang yang bertakwa." [Al Maa-idah:27]&lt;br /&gt;Bab Niat ini sebetulnya amat penting. Karena niat itulah yang&lt;br /&gt;menentukan apakah amal baik kita diterima oleh Allah atau&lt;br /&gt;tidak. Oleh karena itu mari kita niatkan semua amal baik kita,&lt;br /&gt;termasuk dalam membaca buku ini untuk Allah SWT.&lt;br /&gt;Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr.&lt;br /&gt;Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-2087223270559323681?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/2087223270559323681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/07/niatawal-dan-penentu-semua-amal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/2087223270559323681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/2087223270559323681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/07/niatawal-dan-penentu-semua-amal.html' title='Niat:Awal dan penentu Semua Amal'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-1022145067315358916</id><published>2009-07-15T23:56:00.000-07:00</published><updated>2009-07-15T23:57:33.901-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilmu'/><title type='text'>Keutamaan Ilmu dan Kejayaan Islam di bidang ilmu Pengetahuan</title><content type='html'>Keutamaan Ilmu dan Kejayaan Islam di&lt;br /&gt;Bidang Ilmu Pengetahuan&lt;br /&gt;Sesungguhnya Islam adalah agama yang menghargai ilmu&lt;br /&gt;pengetahuan. Dalam Islam, menuntut ilmu itu hukumnya wajib.&lt;br /&gt;Artinya jika kita tidak mengerjakan kita berdosa:&lt;br /&gt;”Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim lelaki dan&lt;br /&gt;Muslim perempuan” [HR Ibnu Majah]&lt;br /&gt;a. Allah Meninggikan Derajad orang yang Berilmu&lt;br /&gt;Bahkan Allah sendiri lewat Al Qur’an meninggikan orang-orang&lt;br /&gt;yang berilmu dibanding orang-orang awam beberapa derajad.&lt;br /&gt;“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang&lt;br /&gt;beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu&lt;br /&gt;pengetahuan beberapa derajad.” (Al Mujadilah: 11)&lt;br /&gt;Pada surat Ali ‘Imran: 18 Allah SWT bahkan memulai dengan&lt;br /&gt;dirinya, lalu dengan malaikatnya, dan kemudian dengan orangorang&lt;br /&gt;yang berilmu. Jelas kalau Allah menghargai orang-orang&lt;br /&gt;yang berilmu.&lt;br /&gt;“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan&lt;br /&gt;melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat&lt;br /&gt;dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang&lt;br /&gt;demikian itu)” (Ali Imran:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan Ilmu dan Kejayaan Islam di Bidang Ilmu Pengetahuan 25&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW juga sangat menghargai orang yang&lt;br /&gt;berilmu. “Ulama adalah pewaris para Nabi” Begitu&lt;br /&gt;sabdanya seperti yang dimuat di HR Abu Dawud.&lt;br /&gt;Bahkan Nabi tidak tanggung-tanggung lebih menghargai&lt;br /&gt;seorang ’alim (berilmu) daripada satu kabilah.&lt;br /&gt;“Sesungguhnya matinya satu kabilah itu lebih ringan&lt;br /&gt;daripada matinya seorang ‘alim.” (HR Thabrani)&lt;br /&gt;Seorang ‘alim juga lebih tinggi dari pada seorang ahli&lt;br /&gt;ibadah yang sewaktu-waktu bisa tersesat karena&lt;br /&gt;kurangnya ilmu.&lt;br /&gt;“Keutamaan orang ‘alim atas orang ahli ibadah adalah&lt;br /&gt;seperti keutamaan diriku atas orang yang paling rendah&lt;br /&gt;dari sahabatku.” (HR At Tirmidzi).&lt;br /&gt;b. Hanya Orang Berilmu yang Memahami Kebenaran&lt;br /&gt;Allah juga menyatakan bahwa hanya dengan ilmu orang bisa&lt;br /&gt;memahami perumpamaan yang diberikan Allah untuk manusia.&lt;br /&gt;“Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk&lt;br /&gt;manusia, dan tiada memahaminya kecuali orang-orang&lt;br /&gt;yang berilmu” (Al ‘Ankabut:43)&lt;br /&gt;Tuhan juga menegaskan hanya dengan ilmulah orang bisa&lt;br /&gt;mendapat petunjuk Al Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di&lt;br /&gt;dalam dada orang-orang yang diberi ilmu” (Al Ankabut:49)&lt;br /&gt;Nabi Muhammad mewajibkan ummatnya untuk menuntut ilmu.&lt;br /&gt;“Menuntut ilmu wajib bagi muslimin dan muslimah” begitu&lt;br /&gt;sabdanya. “Tuntutlah ilmu dari sejak lahir hingga sampai ke&lt;br /&gt;liang lahat.”&lt;br /&gt;Jelas Islam menghargai ilmu pengetahuan dan mewajibkan&lt;br /&gt;seluruh ummat Islam untuk mempelajarinya. Karena itu&lt;br /&gt;pendapat mayoritas ummat Islam (terutama di pedesaan) yang&lt;br /&gt;menganggap bahwa perempuan itu tidak perlu sekolah tinggitinggi,&lt;br /&gt;soalnya nanti tinggalnya juga di dapur jelas&lt;br /&gt;bertentangan dengan ajaran Islam.&lt;br /&gt;Selain itu Nabi juga menyuruh agar ummat Islam menuntut ilmu&lt;br /&gt;berkelanjutan hingga ajalnya. Karena itu seorang muslim&lt;br /&gt;haruslah berusaha belajar setinggi-tingginya. Jangan sampai&lt;br /&gt;kalah dengan orang kafir. Ummat Islam jangan cuma&lt;br /&gt;mencukupkan belajar sampai SMA saja, tapi berusahalah&lt;br /&gt;hingga Sarjana, Master, bahkan Doktor jika mampu. Jika ada&lt;br /&gt;yang tak mampu secara finansial, adalah kewajiban kita yang&lt;br /&gt;berkecukupan untuk membantunya jika dia ternyata adalah&lt;br /&gt;orang yang berbakat.&lt;br /&gt;Sekarang ini, tingkat pengetahuan ummat Islam malah kalah&lt;br /&gt;dibandingkan dengan orang-orang kafir. Ternyata justru orangorang&lt;br /&gt;kafir itulah yang mengamalkan ajaran Islam seperti&lt;br /&gt;Belajar Iman, Islam, dan Ihsan&lt;br /&gt;Keutamaan Ilmu dan Kejayaan Islam di Bidang Ilmu Pengetahuan 27&lt;br /&gt;kewajiban menuntut Ilmu setinggi-tingginya. Jarang kita&lt;br /&gt;menemukan ilmuwan di antara ummat Islam. Sebaliknya,&lt;br /&gt;tingkat buta huruf sangat tinggi di negara-negara Islam.&lt;br /&gt;Hal itu jelas menunjukkan bahwa kemunduran ummat Islam&lt;br /&gt;bukan karena ajaran Islam, tapi karena ulah ummat Islam&lt;br /&gt;sendiri yang tidak mengamalkan perintah agamanya. Ayat&lt;br /&gt;pertama dalam Islam adalah “Iqra!” Bacalah! Di situ Allah&lt;br /&gt;memperintahkan ummat Islam untuk membaca, tapi ternyata&lt;br /&gt;tingkat buta huruf justru paling tinggi di negara-negara Islam.&lt;br /&gt;Ini karena kita tidak konsekwen dengan ajaran Islam.&lt;br /&gt;c. Mengajarkan Ilmu yang Bermanfaat Tak Pernah Putus&lt;br /&gt;Pahalanya&lt;br /&gt;Nabi juga mengatakan, bahwa mengajarkan ilmu yang&lt;br /&gt;bermanfaat akan mendapat pahala dari Allah SWT, dan&lt;br /&gt;pahalanya berlangsung terus-menerus selama masyarakat&lt;br /&gt;menerima manfaat dari ilmunya..&lt;br /&gt;“Apabila anak Adam meninggal, maka terputuslah amalnya&lt;br /&gt;kecuali tiga, yaitu ilmu yang bermanfaat….”(HR Muslim)&lt;br /&gt;d. Kejayaan Islam dalam Ilmu Pengetahuan&lt;br /&gt;Pada awal masa Islam, ummat Islam melaksanakan ajaran tsb&lt;br /&gt;dengan sungguh-sungguh. Mereka giat menuntut ilmu. Haditshadits&lt;br /&gt;seperti “Siapa yang meninggalkan kampung halamannya&lt;br /&gt;untuk mencari pengetahuan, ia berada di jalan Allah”, “Tinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang ulama adalah lebih suci daripada darah seorang&lt;br /&gt;syahid (martir)”, memberikan motivasi yang kuat untuk belajar.&lt;br /&gt;Ummat Islam belajar dari orang Cina teknik membuat kertas.&lt;br /&gt;Pabrik kertas pertama didirikan di Baghdad tahun 800, dan&lt;br /&gt;perpustakaan pun tumbu dengan subur di seluruh negeri Arab&lt;br /&gt;(baca: Islam) yang dulu dikenal sebagai bangsa nomad yang&lt;br /&gt;buta huruf dan cuma bisa mengangon kambing.&lt;br /&gt;Direktur observatorium Maragha, Nasiruddin At Tousi memiliki&lt;br /&gt;kumpulan buku sejumlah 400.000 buah. Di Kordoba (Spanyol)&lt;br /&gt;pada abad 10, Khalifah Al Hakim memiliki suatu perpustakaan&lt;br /&gt;yang berisi 400.000 buku, sedangkan 4 abad sesudahnya raja&lt;br /&gt;Perancis Charles yang bijaksana (artinya: pandai) hanya&lt;br /&gt;memiliki koleksi 900 buku. Bahkan Khalifah Al Aziz di Mesir&lt;br /&gt;memiliki perpustakaan dengan 1.600.000 buku, di antaranya&lt;br /&gt;16.000 buah tentang matematika dan 18.000 tentang filsafat.&lt;br /&gt;Belajar Iman, Islam, dan Ihsan&lt;br /&gt;Keutamaan Ilmu dan Kejayaan Islam di Bidang Ilmu Pengetahuan 29&lt;br /&gt;Pada masa awal Islam dibangun badan-badan pendidikan dan&lt;br /&gt;penelitian yang terpadu. Observatorium pertama didirikan di&lt;br /&gt;Damaskus pada tahun 707 oleh Khalifah Amawi Abdul Malik.&lt;br /&gt;Universitas Eropa 2 atau 3 abad kemudian seperti Universitas&lt;br /&gt;Paris dan Univesitas Oxford semuanya didirikan menurut&lt;br /&gt;model Islam.&lt;br /&gt;Para ilmuwan Islam seperti Al Khawarizmi memperkenalkan&lt;br /&gt;“Angka Arab” (Arabic Numeral) untuk menggantikan sistem&lt;br /&gt;bilangan Romawi yang kaku. Bayangkan bagaimana ilmu&lt;br /&gt;Matematika atau Akunting bisa berkembang tanpa adanya&lt;br /&gt;sistem “Angka Arab” yang diperkenalkan oleh ummat Islam ke&lt;br /&gt;Eropa. Kita mungkin bisa menuliskan angka 3 dengan mudah&lt;br /&gt;memakai angka Romawi, yaitu “III,” tapi coba tulis angka&lt;br /&gt;879.094.234.453.340 ke dalam angka Romawi. Bingungkan?&lt;br /&gt;Itulah sumbangan Islam pada dunia.&lt;br /&gt;Selain itu berkat Islam pulalah maka para ilmuwan sekarang&lt;br /&gt;bisa menemukan komputer yang menggunakan binary digit (0&lt;br /&gt;dan 1) sebagai basis perhitungannya, kalau dengan angka&lt;br /&gt;Romawi (yang tak mengenal angka 0), tak mungkin hal itu bisa&lt;br /&gt;terjadi.&lt;br /&gt;Selain itu Al Khawarizmi juga memperkenalkan ilmu Algorithm&lt;br /&gt;(yang diambil dari namanya) dan juga Aljabar (Algebra).&lt;br /&gt;Belajar Iman, Islam, dan Ihsan&lt;br /&gt;Keutamaan Ilmu dan Kejayaan Islam di Bidang Ilmu Pengetahuan 30&lt;br /&gt;Omar Khayam menciptakan teori tentang angka2 “irrational”&lt;br /&gt;serta menulis suatu buku sistematik tentang Mu’adalah&lt;br /&gt;(equation).&lt;br /&gt;Di dalam ilmu Astronomi ummat Islam juga maju. Al Batani&lt;br /&gt;menghitung enklinasi ekleptik: 23.35 derajad (pengukuran&lt;br /&gt;sekarang 23,27 derajad).&lt;br /&gt;Dunia juga mengenal Ibnu Sina (Avicenna) yang karyanya Al&lt;br /&gt;Qanun fit Thibbi diterjemahkan ke bahasa Latin oleh Gerard de&lt;br /&gt;Cremone (meninggal tahun 1187), yang sampai zaman&lt;br /&gt;Renaissance tetap jadi textbook di fakultas kedokteran Eropa.&lt;br /&gt;Ar Razi (Razes) adalah seorang jenius multidisiplin. Dia bukan&lt;br /&gt;hanya dokter, tapi juga ahli fisika, filosof, ahli theologi, dan ahli&lt;br /&gt;syair. Eropa juga mengenal Ibnu Rusyid (Averroes) yang ahli&lt;br /&gt;dalam filsafat.&lt;br /&gt;Ilmuwan Islam juga mengutamakan percobaan/eksperimen&lt;br /&gt;ketimbang Filsuf Yunani yang mengandalkan rasio. Ilmuwan&lt;br /&gt;Islam menemukan metode Ilmiah (Scientific Method) dengan&lt;br /&gt;pengamatan yang teliti, percobaan yang terkontrol, dan&lt;br /&gt;pencatatan-pencatatan yang hati-hati.&lt;br /&gt;Sebagai contoh Ibnu Al Haytham (Alhacen) dalam ”Book of&lt;br /&gt;Optics” (1021) dengan berbagai observasi empiris dan&lt;br /&gt;percobaan telah memperkenalkan Metode Ilmiah Modern.&lt;br /&gt;Rosanna Gorini menulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Menurut mayoritas sejarawan, Alhaytham adalah pionir&lt;br /&gt;Metode Ilmiah Modern. Dengan bukunya dia merubah arti&lt;br /&gt;istilah Optik dan membuat berbagai percobaan sebagai bukti&lt;br /&gt;standar di bidangnya. Penyelidikannya bukan hanya&lt;br /&gt;berdasarkan teori, tapi bukti percobaan. Dan percobaannya&lt;br /&gt;sangat sistematis dan dapat diulang.” (Wikipedia)&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi kemajuan yang dicapai oleh ummat&lt;br /&gt;Islam di bidang ilmu pengetahuan. Ketika terjadi perang salib&lt;br /&gt;antara raja Richard the Lion Heart dan Sultan Shalahuddin,&lt;br /&gt;boleh dikata itu adalah pertempuran antara bangsa barbar&lt;br /&gt;dengan bangsa beradab. Raja Richard yang terkenal itu&lt;br /&gt;ternyata seorang buta huruf, (kalau rajanya buta huruf,&lt;br /&gt;bagaimana rakyat Eropa ketika itu?) sedangkan Sultan Saladin&lt;br /&gt;bukan saja seorang yang literate (bisa membaca), tapi juga&lt;br /&gt;seorang ahli di bidang kedokteran. Ketika raja Richard sakit&lt;br /&gt;parah dan tak seorangpun dokter ahli Eropa yang mampu&lt;br /&gt;mengobatinya, Sultan Shalahuddin mempertaruhkan nyawanya&lt;br /&gt;dan menyelinap di antara pasukan raja Richard dan&lt;br /&gt;mengobatinya. Itulah bangsa Islam ketika itu, bukan saja pintar,&lt;br /&gt;tapi juga welas asih. Jika kita menonton film “Robin Hood the&lt;br /&gt;Prince of Thieves” yang dibintangi Kevin Kostner, tentu kita&lt;br /&gt;maklum bagaimana Robin Hood terkejut dengan kecanggihan&lt;br /&gt;teknologi bangsa Moor (Islam) seperti teropong.&lt;br /&gt;e. Mari Menuntut Ilmu yang Bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu sekarang tinggal sejarah. Ummat Islam sekarang tidak&lt;br /&gt;lagi menghargai ilmu pengetahuan tak heran jika mereka jadi&lt;br /&gt;bangsa yang terbelakang. Hanya dengan menghidupkan ajaran&lt;br /&gt;Islam-lah kita bisa maju lagi.&lt;br /&gt;Ummat Islam harus kembali giat menuntut ilmu. Menurut Imam&lt;br /&gt;Al Ghazali, sesungguhnya menuntut ilmu itu ada yang fardu&lt;br /&gt;‘ain (wajib bagi setiap Muslim) ada juga yang fardu kifayah&lt;br /&gt;(paling tidak ada segolongan ummat Islam yang&lt;br /&gt;mempelajarinya).&lt;br /&gt;Ilmu agama tentang mana yang wajib dan mana yang halal&lt;br /&gt;seperti cara shalat yang benar itu adalah wajib bagi setiap&lt;br /&gt;muslim. Jangan sampai ada seorang ahli Matematika, tapi cara&lt;br /&gt;shalat ataupun mengaji dia tidak tahu. Jadi ilmu agama yang&lt;br /&gt;pokok agar setiap muslim bisa mengerjakan 5 rukun Islam dan&lt;br /&gt;menghayati 6 rukun Iman serta mengetahui kewajiban dan&lt;br /&gt;larangan Allah harus dipelajari oleh setiap muslim. Untuk apa&lt;br /&gt;kita jadi ahli komputer, kalau kita akhirnya masuk neraka&lt;br /&gt;karena tidak pernah mengetahui cara shalat?&lt;br /&gt;Adapun ilmu yang memberikan manfaat bagi ummat Islam&lt;br /&gt;seperti kedokteran yang mampu menyelamatkan jiwa manusia,&lt;br /&gt;ataupun ilmu teknologi persenjataan seperti pembuatan tank&lt;br /&gt;dan pesawat tempur agar ummat Islam bisa mempertahankan&lt;br /&gt;diri dari serangan musuh adalah fardu kifayah. Paling tidak ada&lt;br /&gt;segolongan muslim yang menguasainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita semua bisa mengamalkan ajaran Islam dan bisa&lt;br /&gt;menegakkan kalimah Allah.&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;1. Ihya ‘Ulumuddiin karangan Imam Al Ghazali&lt;br /&gt;2. Janji-janji Islam karangan Roger Garaudy&lt;br /&gt;3. Wikipedia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-1022145067315358916?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/1022145067315358916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/07/keutamaan-ilmu-dan-kejayaan-islam-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/1022145067315358916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/1022145067315358916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/07/keutamaan-ilmu-dan-kejayaan-islam-di.html' title='Keutamaan Ilmu dan Kejayaan Islam di bidang ilmu Pengetahuan'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-6132265804842178266</id><published>2009-07-15T23:48:00.000-07:00</published><updated>2009-07-15T23:49:52.156-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilmu'/><title type='text'>Menuntut Ilmu itu Wajib</title><content type='html'>Menuntut Ilmu itu Wajib&lt;br /&gt;”Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim lelaki dan&lt;br /&gt;Muslim perempuan” [HR Ibnu Majah]&lt;br /&gt;"Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu,&lt;br /&gt;Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."&lt;br /&gt;[Bukhari-Muslim]&lt;br /&gt;Menuntut ilmu wajib bagi setiap Muslim. Artinya jika kita&lt;br /&gt;menuntut ilmu kita mendapat pahala. Sebaliknya jika tidak, kita&lt;br /&gt;berdosa.&lt;br /&gt;Tanpa ilmu semua amal kebaikan yang kita lakukan akan&lt;br /&gt;ditolak (HR Muslim). Kenapa? Karena bisa jadi amal kita itu&lt;br /&gt;justru keliru dan malah merugikan orang. Sebagai contoh, jika&lt;br /&gt;ada orang yang membangun jembatan yang sangat besar&lt;br /&gt;melintas sungai, jika tanpa ilmu jembatan tersebut bisa runtuh&lt;br /&gt;dan menewaskan orang yang melewatinya. Begitu pula jika kita&lt;br /&gt;shalat tanpa ilmu, maka shalat kita bisa keliru. Mungkin ada&lt;br /&gt;rukun yang keliru atau malah tidak dikerjakan sama sekali.&lt;br /&gt;a. Larangan Taqlid atau Membebek tanpa Ilmu&lt;br /&gt;Dalam Islam kita dilarang membebek/taqlid meski kita&lt;br /&gt;mengikuti ulama:&lt;br /&gt;Belajar Iman, Islam, dan Ihsan&lt;br /&gt;Menuntut Ilmu itu Wajib 17&lt;br /&gt;”Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak&lt;br /&gt;mempunyai pengetahuan tentangnya...” [Al Israa’:36]&lt;br /&gt;Kenapa? Itu sudah dijelaskan ayat di atas. Apalagi ulama juga&lt;br /&gt;banyak yang berbeda pendapat. Bahkan Imam Al Ghazali&lt;br /&gt;mengatakan ada 2 ulama yaitu ulama akhirat (yang benar) dan&lt;br /&gt;ulama su’ (jahat) yang justru menyesatkan manusia.&lt;br /&gt;Celaka atas umatku dari ulama yang buruk. (HR. Al Hakim)&lt;br /&gt;Sesatnya ummat Yahudi dan Nasrani karena mereka taqlid&lt;br /&gt;kepada ulama mereka sehingga ketika para ulama mereka&lt;br /&gt;mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram,&lt;br /&gt;mereka pun mengikutinya:&lt;br /&gt;”Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib&lt;br /&gt;mereka sebagai tuhan selain Allah...[At Taubah:31]&lt;br /&gt;”Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian&lt;br /&gt;besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib&lt;br /&gt;Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan&lt;br /&gt;batil dan mereka menghalang-halangi manusia dari jalan&lt;br /&gt;Allah...” [At Taubah:34]&lt;br /&gt;Tentu anda bertanya, ”Saya kan masih awam. Kalau saya tidak&lt;br /&gt;mengikuti ulama bagaimana?” Belajar pada ulama yang lurus&lt;br /&gt;itu wajib. Tapi anda harus dapat dalil Al Qur’an dan Hadits dari&lt;br /&gt;guru anda. Bukan sekedar ucapan guru anda belaka. Sebab&lt;br /&gt;sumber pedoman dalam Islam hanya Al Qur’an dan Hadits.&lt;br /&gt;Belajar Iman, Islam, dan Ihsan&lt;br /&gt;Ada pun pendapat selain Allah dan Nabi itu tidak maksum.&lt;br /&gt;Sering salah dan berbeda-beda antara satu ulama dengan&lt;br /&gt;ulama lainnya. Anda bisa memeriksa kebenaran ajaran guru&lt;br /&gt;anda dengan memeriksa dalil Al Qur’an dan Hadits yang dia&lt;br /&gt;berikan.&lt;br /&gt;“Katakanlah, ‘Taatilah Allah dan Rasul-Nya! Jika kamu&lt;br /&gt;berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai&lt;br /&gt;orang-orang kafir.” (Q.S. Ali Imran: 32)&lt;br /&gt;“Aku tinggalkan dua perkara untuk kalian. Selama kalian&lt;br /&gt;berpegang teguh dengan keduanya tidak akan tersesat&lt;br /&gt;selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku...” [HR&lt;br /&gt;Imam Malik]&lt;br /&gt;Guru yang baik akan memberikan anda dalil Al Qur’an dan&lt;br /&gt;Hadits untuk setiap ilmu agama yang dia berikan. Sebagai&lt;br /&gt;contoh, dalil untuk mengerjakan shalat dan membayar zakat&lt;br /&gt;adalah:&lt;br /&gt;”Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta&lt;br /&gt;orang-orang yang ruku'” [Al Baqarah:43]&lt;br /&gt;Ada baiknya anda berguru pada banyak guru sebagaimana&lt;br /&gt;Imam Malik yang sampai mempunyai 900 guru sehingga bisa&lt;br /&gt;membandingkan ajaran guru yang satu dengan yang lainnya&lt;br /&gt;dan memilih dalil mana yang terkuat.&lt;br /&gt;Belajar Iman, Islam, dan Ihsan&lt;br /&gt;b. Ilmu yang Wajib Kita Pelajari adalah Ilmu yang&lt;br /&gt;Bermanfaat&lt;br /&gt;Anas ra berkata: Rasulullah SAW berdoa: "Ya Allah,&lt;br /&gt;manfaatkanlah untuk diriku apa yang telah Engkau ajarkan&lt;br /&gt;kepadaku, ajarilah aku dengan apa yang bermanfaat bagiku,&lt;br /&gt;dan limpahkanlah rizqi ilmu yang bermanfaat bagiku)." Riwayat&lt;br /&gt;Nasai dan Hakim.&lt;br /&gt;Menurut Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya’ ’Uluumuddiin,&lt;br /&gt;mempelajari ilmu agama tentang kewajiban agama, serta&lt;br /&gt;halal/haram adalah fardlu ’ain. Artinya setiap Muslim wajib&lt;br /&gt;mempelajarinya. Contohnya karena sholat itu wajib, kita harus&lt;br /&gt;mempelajari shalat. Segala macam yang berkaitan dengan&lt;br /&gt;sahnya sholat seperti wudlu dan mandi junub juga harus kita&lt;br /&gt;pelajari. Sebab jika kita junub dan tidak tahu cara mandi junub&lt;br /&gt;sehingga kita berhadats besar, maka segala sholat yang kita&lt;br /&gt;lakukan sia-sia karena bersih dari segala najis dan hadats itu&lt;br /&gt;adalah syarat sahnya shalat.&lt;br /&gt;Padahal Shalat itu tiang agama. Shalat adalah amal yang&lt;br /&gt;pertamakali diperiksa di Hari Kiamat. Jika shalatnya rusak,&lt;br /&gt;meski amalan yang lain sangat baik, otomatis ke neraka.&lt;br /&gt;Bagaimana jika shalat kita masih belum betul? Jawabannya&lt;br /&gt;kita harus selalu belajar/mengaji kepada para ustadz. Sebab&lt;br /&gt;selama kita masih menuntut ilmu, Allah masih memaklumi. Tapi&lt;br /&gt;Belajar Iman, Islam, dan Ihsan&lt;br /&gt;jika sudah salah tidak mau belajar, ini adalah calon yang tepat&lt;br /&gt;untuk menghuni neraka....&lt;br /&gt;Ada pun ilmu-ilmu lain seperti Ilmu Kedokteran agar kita bisa&lt;br /&gt;menolong orang sakit atau ilmu Peperangan agar dapat&lt;br /&gt;mempertahankan negara itu adalah Fardlu ’Ain. Jika semua&lt;br /&gt;Muslim tidak melakukannya, semua berdosa. Tapi jika ada&lt;br /&gt;beberapa orang yang mengerjakannya, semua terbebas dari&lt;br /&gt;kewajiban itu.&lt;br /&gt;Ilmu yang tidak bermanfaat bahkan membawa mudlarat seperti&lt;br /&gt;ilmu sihir, ilmu ramal/nujum haram untuk dipelajari dan&lt;br /&gt;diamalkan.&lt;br /&gt;c. Ilmu harus Segera Diamalkan/Dikerjakan&lt;br /&gt;Ilmu jika tidak diamalkan akan sia-sia. Tidak ada manfaat.&lt;br /&gt;Orang yang sudah capek-capek belajar ilmu kedokteran&lt;br /&gt;kemudian tidak memanfaatkannya untuk menolong orang&lt;br /&gt;sebagai dokter maka ilmu itu tidak bermanfaat baginya. Jika&lt;br /&gt;kita belajar doa ”Bismillahi tawakkaltu...” ketika akan bepergian&lt;br /&gt;kemudian tidak membacanya maka ilmu itu tak bermanfaat&lt;br /&gt;bagi kita.&lt;br /&gt;Ilmu begitu didapat harus langsung diamalkan. Sebab jika&lt;br /&gt;menunggu banyak kemudian baru mengamalkannya, itu&lt;br /&gt;sangat...sangat berat.&lt;br /&gt;Belajar Iman, Islam, dan Ihsan&lt;br /&gt;Menuntut Ilmu itu Wajib 21&lt;br /&gt;Seorang alim yang tidak beramal seperti lampu yang&lt;br /&gt;membakar dirinya sendiri (HR Ad-Dailami)&lt;br /&gt;„Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan&lt;br /&gt;mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang&lt;br /&gt;mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan&lt;br /&gt;yang besar.“ [Al Buruuj:11]&lt;br /&gt;Di dalam Al Qur’an banyak ayat yang menulis bahwa orang&lt;br /&gt;yang beriman dan beramal kebaikan akan masuk surga. Orang&lt;br /&gt;yang tidak beramal akan merugi. Orang yang punya ilmu tapi&lt;br /&gt;tidak mengamalkannya itu seperti pohon yang tidak berbuah.&lt;br /&gt;Tidak ada manfaatnya.&lt;br /&gt;d. Setelah Mengamalkan Ilmu, Ajarkan Ilmu ke Orang Lain&lt;br /&gt;Setelah kita mengamalkan ilmu kita, kita juga wajib untuk&lt;br /&gt;mengajarkannya.&lt;br /&gt;Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah&lt;br /&gt;pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan&lt;br /&gt;mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya&lt;br /&gt;adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan&lt;br /&gt;menempatkan orangnya, dalam kedudukan terhormat dan&lt;br /&gt;mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya&lt;br /&gt;di dunia dan di akhirat. (HR. Ar-Rabii')&lt;br /&gt;Wahai Abu Dzar, kamu pergi mengajarkan ayat dari&lt;br /&gt;Kitabullah lebih baik bagimu daripada shalat sunnah&lt;br /&gt;Belajar Iman, Islam, dan Ihsan&lt;br /&gt;Menuntut Ilmu itu Wajib 22&lt;br /&gt;seratus rakaat. Pergi mengajarkan satu bab ilmu lebih baik&lt;br /&gt;daripada shalat seribu raka'at. (HR. Ibnu Majah)&lt;br /&gt;Itulah keutamaan mengajarkan ilmu. Jika kita tidak&lt;br /&gt;mengajarkannya atau merahasiakannya resikonya sebagai&lt;br /&gt;berikut:&lt;br /&gt;Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu&lt;br /&gt;dirahasiakannya maka dia akan datang pada hari kiamat&lt;br /&gt;dengan kendali di mulutnya dari api neraka. (HR. Abu&lt;br /&gt;Daud)&lt;br /&gt;e. Ajarkan Ilmu Tauhid ke Lingkungan Terdekat&lt;br /&gt;Hendaknya kita mengajarkan Tauhid ke lingkungan&lt;br /&gt;terdekat kita. Sebagai contoh, Luqman mengajarkan&lt;br /&gt;anaknya agar tidak mempersekutukan Allah:&lt;br /&gt;„Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi&lt;br /&gt;pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu&lt;br /&gt;mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan&lt;br /&gt;Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar." [Luqman:13]&lt;br /&gt;f. Kerjakan Lebih Dulu Sebelum Anda Mengajarkan Ilmu&lt;br /&gt;ke Orang Lain&lt;br /&gt;„Mengapa kamu suruh orang lain berbuat baik, sedang&lt;br /&gt;kamu sendiri tidak mengerjakannya?...“ [Al Baqarah:44]&lt;br /&gt;Belajar Iman, Islam, dan Ihsan&lt;br /&gt;Menuntut Ilmu itu Wajib 23&lt;br /&gt;Itu adalah kecaman Allah terhadap orang yang sering ceramah&lt;br /&gt;agar manusia berbuat baik sedang dia sendiri tidak&lt;br /&gt;mengerjakan apa yang diceramahkannya.&lt;br /&gt;Mengerjakan kebaikan memang hal yang sulit. Semoga Allah&lt;br /&gt;SWT memberi kita kekuatan untuk melakukan itu.&lt;br /&gt;Amal harus sesuai dengan ilmu. Ulama yang tidak&lt;br /&gt;mengerjakan ilmunya, apalagi itu menyangkut hal yang wajib&lt;br /&gt;atau haram, maka dosanya dua kali lipat dibanding dengan&lt;br /&gt;orang yang biasa.&lt;br /&gt;Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat ialah&lt;br /&gt;seorang alim yang tidak mengamalkan ilmunya. (HR Al-&lt;br /&gt;Baihaqi)&lt;br /&gt;Ilmu yang Bermanfaat jika Sudah Dipelajari Harus&lt;br /&gt;Diimani/diyakini Kebenarannya. Kemudian Diamalkan.&lt;br /&gt;Setelah itu Diajarkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-6132265804842178266?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/6132265804842178266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/07/menuntut-ilmu-itu-wajib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/6132265804842178266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/6132265804842178266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/07/menuntut-ilmu-itu-wajib.html' title='Menuntut Ilmu itu Wajib'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-3681463748649150788</id><published>2009-07-15T18:53:00.000-07:00</published><updated>2009-07-16T00:52:41.626-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tafsir'/><title type='text'>SURAT AL-LAHAB DAN AL-KAFIRUN</title><content type='html'>SURAT AL-LAHAB DAN AL-KAFIRUN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran 1 &lt;a href="http://http//www.4shared.com/file/118197430/4b6488d8/Buku_Daulah_Islam.html"&gt;disini filenya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran&lt;br /&gt;Siswa dapat :&lt;br /&gt;1. Membaca surat al-Lahab dan al-Kafirun dengan lancar&lt;br /&gt;2. Mengartikan surat al-Lahab dan al-Kafirun dengan lancar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Membaca Surat al-Lahab dan al-Kafirun&lt;br /&gt;Sebelum membaca al-Qur’an, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui :&lt;br /&gt;1. Berwudhu terlebih dahulu sebelum membaca al-Qur’an.&lt;br /&gt;2. Bacalah dengan khusyu, tartil dan fasih sesuai dengan tajwid.&lt;br /&gt;3. Surat al-Lahab dan al-Kafirun tergolong surat Makkiyah, karena diturunkan di kota Mekkah.&lt;br /&gt;4. Jumlah ayat surat al-Lahab ialah 5 ayat, sedangkan surat al-Kafirun ialah 6 ayat.&lt;br /&gt;5. Al-Lahab artinya gejolak api, sedangkan al-Kafirun artinya orang-orang kafir.&lt;br /&gt;6. Awali membaca al-Qur’an dengan ta’awudz dan basmalah.&lt;br /&gt;Baca dan hafalkanlah surat al-Lahab dan al-Kafirun di bawah ini dengan bacaan yang baik dan benar.&lt;br /&gt;1. Bacaan Surat al-Lahab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A’uudzu billaahi minas syaithaanir rajiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tabbat yadaa abii lahabiw watabb&lt;br /&gt;2. Maa aghnaa anhu maa luhuu wa maa kasab&lt;br /&gt;3. Sayashlaa naaran dzaata lahab&lt;br /&gt;4. Wamra atuhuu hammaa latal hatab&lt;br /&gt;5. Fii jiidihaa hablum mim masad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bacaan Surat al-Kafirun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A’uudzu billaahi minas syaithaanir rajiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillaahir rahmaanir rahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Qul yaa ayyuhal kaafiruun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Laa a’budu maa ta’buduun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Walaa antum ‘aabiduuna maa a’bud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Walaa ana ‘aabidum maa ‘abattum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Walaa antum ‘aabiduuna maa a’bud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Lakum diinukum waliyadiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Mengartikan Surat al-Lahab dan al-Kafirun&lt;br /&gt;Mengartikan al-Qur’an sangat penting untuk kita pelajari, sebab dengan mengetahui arti ayat al-Qur’an maka kita akan mengetahui serta memahami makna yang terkandung dalam ayat yang kita baca.&lt;br /&gt;Berikut terjemahan arti dari surat al-Lahab dan al-Kafirun :&lt;br /&gt;1. Arti Surat al-Lahab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Celakalah kedua tangan Abu Lahab dan celakalah dia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Harta bendanya dan apa yang diusahakan tidak berguna bagi dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ia akan masuk api yang menyala-nyala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. (Demikian pula) istrinya pembawa kayu bakar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Yang dilehernya ada tali dari sabut.&lt;br /&gt;Surat al-Lahab menempati urutan ke-111 dalam al-Qur’an, berjumlah 5 ayat, dan diturunkan sesudah surat al-Fath. Nama surat al-Lahab diambil dari kata “Lahab” yang artinya nyala atau gejolak api yang terdapat pada ayat ketiga surat tersebut. Surat al-Lahab disebut juga dengan nama surat al-Masad.&lt;br /&gt;Isi pokok surat al-Lahab menceritakan tentang Abu Lahab dan istrinya yang selalu menentang ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa mereka berdua akan celaka, yakni akan dimasukkan Allah swt ke dalam api neraka yang panas apinya bergejolak. Segala harta benda dan apapun yang diusahakan keduanya tidak berguna untuk menyelamatkan mereka dari adzab Allah swt.&lt;br /&gt;Khusus pada ayat keempat yang artinya “pembawa kayu bakar” dalam bahasa Arab mengandung kiasan yang artinya penyebar fitnah. Maksudnya istri Abu Lahab adalah tipe wanita yang kian kemari sibuk menyebarkan fitnah kepada semua orang untuk menjelek-jelekkan Nabi Muhammad saw dan kaum Muslimin.&lt;br /&gt;2. Arti Surat al-Kafirun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Katakanlah, hai orang-orang kafir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dan kamu tidak pernah menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat al-Kafirun menempati urutan ke-109 dalam susunan al-Qur’an, berjumlah 6 ayat dan diturunkan sesudah surat al-Ma’un. Surat al-Kafirun merupakan penegasan bahwa Rasulullah saw tidak akan mengikuti agama orang kafir, sekaligus sebagai isyarat tentang habisnya semua harapan orang-orang kafir dalam usaha mereka mempengaruhi Nabi Muhammad saw agar meninggalkan dakwahnya.&lt;br /&gt;Pada mulanya orang-orang kafir Mekkah menawarkan dan mengajak Nabi Muhammad saw dan para pengikutnya untuk menyembah Tuhan mereka (berhala), serta mereka berjanji akan melakukan hal yang sama, yakni menyembah Tuhannya ummat Islam. Akan tetapi ajakan mereka langsung ditolak dengan tegas oleh Nabi Muhammad saw melalui surat ini.&lt;br /&gt;Pada ayat terakhir ditegaskan bahwa untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku, sehingga habislah harapan mereka dalam usaha mempengaruhi Nabi saw dan para pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Hadits Tentang Persaudaraan Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Surat al-Lahab dan al-Kafirun keduanya tergolong surat Makkiyah.&lt;br /&gt;2. Surat al-Lahab terdiri atas 5 ayat, sedangkan al-Kafirun ada 6 ayat.&lt;br /&gt;3. Al-Lahab artinya nyala atau gejolak api, sedang al-Kafirun artinya orang-orang kafir.&lt;br /&gt;4. Nama surat al-Lahab terdapat pada akhir ayat ketiga, sedangkan surat al-Kafirun pada akhir ayat pertama.&lt;br /&gt;5. Kandungan surat al-Lahab berisi tentang kisah Abu Lahab dan istrinya yang menentang ajaran Islam dan berusaha menghalang-halangi dakwah Nabi saw.&lt;br /&gt;6. Kandungan surat al-Kafirun berisi tentang kisah orang-orang kafir yang berusaha untuk menawarkan dan mengajak Nabi Muhammad saw untuk menyembah Tuhan mereka, dan mereka akan menyembah Tuhan yang disembah ummat Islam.&lt;br /&gt;7. Ketegasan Nabi Muhammad saw dalam menolak segala sesembahan selain Allah swt.&lt;br /&gt;8. Sebelum membaca al-Qur’an biasakan berwudhu terlebih dahulu, dan awali bacaan al-Qur’an dengan membaca ta’awudz dan basmalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KITAB-KITAB ALLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran 2&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran&lt;br /&gt;Siswa dapat :&lt;br /&gt;1. Menyebutkan kitab-kitab Allah swt dan Rasul-rasul yang menerimanya&lt;br /&gt;2. Mengetahui kandungan beriman kepada kitab-kitab Allah swt&lt;br /&gt;3. Menjelaskan faedah beriman kepada kitab-kitab Allah swt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Menyebutkan Nama-nama Kitab Allah swt&lt;br /&gt;Kitab suci adalah kumpulan wahyu atau firman Allah swt yang diturunkan kepada para Nabi dan Rasul sesuai kehendak-Nya. Tujuan Allah swt menurunkan kitab suci adalah agar dapat dijadikan pedoman hidup bagi ummat manusia agar selamat di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;Secara umum isi kandungan kitab-kitab yang diturunkan Allah swt kepada para Nabi dan Rasul adalah :&lt;br /&gt;1. Perintah untuk mentauhidkan (mengesakan) Allah swt.&lt;br /&gt;2. Aturan yang baik dan buruk dalam kehidupan manusia.&lt;br /&gt;3. Peristiwa masa lalu untuk dijadikan ibrah (pelajaran).&lt;br /&gt;4. Peringatan dan kabar gembira.&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim kita wajib mengimani kitab-kitab yang Allah swt turunkan kepada para Nabi dan Rasul-Nya. Adapun kitab-kitab yang Allah swt turunkan terdiri dari shuhuf (lembaran-lembaran suci) dan empat buah kitab suci, yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Shuhuf artinya lembaran-lembaran suci, yaitu lembaran-lembaran yang diberikan kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Musa ‘alaihimassalam.&lt;br /&gt;2. Zabur artinya puji-pujian, yaitu kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Daud as.&lt;br /&gt;3. Taurat artinya perjanjian lama, yaitu kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Musa as.&lt;br /&gt;4. Injil artinya perjanjian baru, yaitu kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Isa as.&lt;br /&gt;5. Al-Qur’an artinya bacaan, yaitu kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;Untuk mempermudah menghafal nama-nama kitab tersebut di atas, bisa dihafal dengan cara menyingkatnya dengan kata-kata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ZA = Zabur&lt;br /&gt;TA = Taurat&lt;br /&gt;IN = Injil&lt;br /&gt;QU = Qur’an&lt;br /&gt;Kitab suci diturunkan Allah swt kepada para Nabi dan Rasul sebagai bukti bahwa mereka adalah benar sebagai Nabi dan Rasul Allah swt. Kitab-kitab suci tersebut diturunkan kepada para Nabi dan Rasul sesuai dengan kondisi dan situasi pada saat itu, hanya al-Qur’an saja sebagai kitab suci terakhir yang bisa digunakan sepanjang masa sampai hari akhir, sebab al-Qur’an adalah penyempurna kitab-kitab sebelumnya.&lt;br /&gt;Berikut ini nama-nama kitab suci Allah swt yang diturunkan kepada para Nabi dan Rasul-Nya :&lt;br /&gt;1. Shuhuf&lt;br /&gt;Kumpulan wahyu Allah swt yang diberikan kepada Nabi Ibrahim as dan Musa as yang berupa lembaran-lembaran suci.&lt;br /&gt;2. Kitab Zabur&lt;br /&gt;Kitab suci yang diturunkan Allah swt kepada Nabi Daud as yang berisi tentang do’a dan pujian kepada Tuhan (Mazmur) tentang segala nikmat yang dianugerahkan Allah swt kepada hamba-hamba-Nya.&lt;br /&gt;3. Kitab Taurat&lt;br /&gt;Taurat artinya syari’at atau hukum. Kitab Taurat merupakan kitab suci yang diturunkan Allah swt kepada Nabi Musa as yang berisi sepuluh firman atau hukum Allah swt, di antaranya mengakui keesaan Allah swt, larangan menyembah berhala, larangan menyebut nama Allah swt dengan sia-sia, memulyakan hari Sabtu, menghormati Ibu, dan larangan menguasai milik orang lain.&lt;br /&gt;4. Kitab Injil&lt;br /&gt;Kata Injil berasal dari bahasa Yunani artinya kabar gembira, maksudnya Nabi Isa as menggembirakan ummatnya dengan berita akan datangnya nabi akhir zaman, yakni Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;Kitab Injil berisi firman-firman Allah swt yang mengajarkan kebersihan jiwa raga dari nafsu dunia, maksudnya ajaran yang bersifat zuhud atau tidak mengutamakan urusan dunia.&lt;br /&gt;5. Kitab Al-Qur’an&lt;br /&gt;Al-Qur’an merupakan kitab suci terakhir yang Allah swt turunkan kepada nabi akhir zaman, yakni Nabi Muhammad saw untuk menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya.&lt;br /&gt;Al-Qur’an secara bahasa artinya bacaan, sedangkan secara istilah adalah kitab suci yang diturunkan Allah swt kepada Nabi Muhammad saw sebagai pedoman hidup dan membacanya merupakan ibadah.&lt;br /&gt;Kitab suci al-Qur’an berisi tentang aqidah, akhlak, ibadah, syariat, muamalah, seruan, peringatan dan kabar gembira, serta perintah dan larangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Mengetahui Kandungan Beriman kepada Kitab-kitab Allah swt&lt;br /&gt;Al-Qur’an diturunkan pertama kali ketika Nabi saw sedang berkhalwat (mengasingkan diri) di Gua Hira yang berada di Bukit Jabal Nur di luar kota Mekkah. Surat yang pertama kali turun ialah surat al-‘Alaq ayat 1-5 pada bulan Ramadhan atau sekitar bulan Agustus 610 M. Diturunkan oleh Malaikat Jibril as yang datang sambil memeluk Nabi Muhammad saw seraya mengajarkan Nabi untuk mengikuti apa yang diucapkannya dari Rabbnya.&lt;br /&gt;Firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. al-‘Alaq : 1-5)&lt;br /&gt;Dengan diterimanya wahyu pertama, maka resmilah beliau menjadi seorang Rasul, sebab wahyu yang pertama sebagai pertanda kenabiannya.&lt;br /&gt;Adapun isi kandungan al-Qur’an meliputi :&lt;br /&gt;1. Aqidah, tentang ketauhidan atau keimanan kepada Allah swt.&lt;br /&gt;2. Ibadah, tentang cara-cara ibadah atau pengabdian kepada Allah swt.&lt;br /&gt;3. Syari’ah, tentang hukum-hukum Allah swt.&lt;br /&gt;4. Muamalah, tentang hubungan manusia dengan sesama dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.&lt;br /&gt;5. Akhlak, tentang tata cara bagaimana seorang Muslim bersikap, bertingkah laku, dan berbuat dalam kehidupan di dunia.&lt;br /&gt;6. Peringatan, kabar gembira, seruan, dan larangan.&lt;br /&gt;Al-Qur’an merupakan pokok atau sumber utama aturan dalam ajaran Islam. Al-Qur’an merupakan sumber hukum dari segala hukum yang berlaku dalam agama Islam. Maka kita semua wajib mengimaninya, salah satu di antaranya dengan mengamalkan isi kandungan al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;Ada beberapa nama lain al-Qur’an di antaranya :&lt;br /&gt;1. Al-Huda, artinya petunjuk ke jalan yang lurus.&lt;br /&gt;2. Al-Kitab, artinya kitab yang berisi firman Allah swt.&lt;br /&gt;3. Al-Furqan, artinya pembeda antara yang baik dan buruk.&lt;br /&gt;4. Al-Bayan, artinya yang menjelaskan segala persoalan.&lt;br /&gt;5. Az-Zikru, artinya peringatan.&lt;br /&gt;6. Al-Karim, artinya yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Faedah Beriman kepada Kitab-kitab Allah&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui bahwa beriman kepada kitab-kitab Allah swt yang telah diturunkan kepada para Nabi dan Rasul-Nya merupakan suatu kewajiban sebagai seorang muslim, karena beriman kepada kitab-kitab Allah swt adalah rukun iman yang ketiga.&lt;br /&gt;Beriman kepada kitab-kitab-Nya dapat menambah ketaqwaan kita kepada Allah swt, di antaranya :&lt;br /&gt;1. Kita mengimani bahwa Allah swt telah menurunkan kitab-kitabNya kepada para Nabi dan Rasul.&lt;br /&gt;2. Kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah swt menjadi pedoman bagi orang hidup yang berusaha mengamalkannya.&lt;br /&gt;3. Para Rasul mengajarkan kebenaran dan membersihkan ummat mereka dari berbagai bentuk kesyirikkan dengan kitab-kitab yang Allah swt turunkan.&lt;br /&gt;Iman kepada kitab-kitab mengandung empat unsur :&lt;br /&gt;1. Mengimani bahwa benar-benar diturunkan dari Allah swt.&lt;br /&gt;2. Mengenali kitab-kitab yang sudah kita kenali nama-namanya.&lt;br /&gt;3. Membenarkan semua beritanya yang benar.&lt;br /&gt;4. Mengerjakan seluruh hukum yang belum di nasakh (dihapus).&lt;br /&gt;Firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan sebagai batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain. (QS. al-Maidah : 48)&lt;br /&gt;Adapun buah iman kepada kitab-kitab Allah swt sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Mengetahui perhatian Allah swt terhadap hamba-hambaNya sehingga menurunkan kitab yang menjadi hidayah bagi setiap kaum.&lt;br /&gt;2. Mengetahui hikmah Allah swt dalam syara’atau hukumNya, sehingga menetapkan hukum yang sesuai dengan tingkah laku setiap ummat, seperti firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : ...untuk tiap-tiap ummat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. (QS. al-Maidah : 48)&lt;br /&gt;3. Mensyukuri nikmat Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkuman&lt;br /&gt;1. Kitab suci adalah kumpulan wahyu / firman Allah swt.&lt;br /&gt;2. Secara umum kitab suci berisi seruan tentang : keesaan Allah swt, peraturan yang baik dan buruk, cerita masa lalu, dan peringatan.&lt;br /&gt;3. Ada empat kitab suci Allah swt yang wajib diimani, yaitu : Zabur, Taurat, Injil, dan al-Qur’an.&lt;br /&gt;4. Nama lain al-Qur’an diantaranya : al-Huda, al-Kitab, al-Furqan, al-Bayan, az-Zikru, dan al-Karim.&lt;br /&gt;5. Kemurnian dan kesucian al-Qur’an akan tetap terjaga hingga akhir zaman.&lt;br /&gt;6. Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad saw adalah surat al-‘Alaq ayat 1-5, sedangkan wahyu terakhir yang diterima Nabi Muhammad saw adalah surat al-Maidah ayat 3.&lt;br /&gt;7. Beriman kepada kitab-kitab Allah swt merupakan rukun iman yang ketiga, sehingga setiap muslim wajib mengimaninya.&lt;br /&gt;KISAH RASUL-RASUL ULUL AZMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran 3&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran&lt;br /&gt;Siswa dapat :&lt;br /&gt;1. Menceritakan kisah Nabi Nuh as&lt;br /&gt;2. Menceritakan kisah Nabi Ibrahim as&lt;br /&gt;3. Menceritakan kisah Nabi Musa as&lt;br /&gt;4. Menceritakan kisah Nabi Isa as&lt;br /&gt;5. Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Menceritakan Kisah Nabi Nuh as&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Menceritakan kisah Nabi Ibrahim as&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Menceritakan kisah Nabi Musa as&lt;br /&gt;Nabi Musa as dilahirkan di negeri Mesir pada zaman pemerintahan Raja Fir’aun. Fir’aun adalah seorang raja kafir, sangat kejam dan zhalim, bahkan menganggap dirinya sebagai Tuhan penguasa alam.&lt;br /&gt;Syahdan, pada suatu malam Fir’aun bermimpi bahwa mahkota yang dipakainya hilang. Fir’aun lalu memanggil semua ahli nujum untuk dapat menakwilkan mimpinya. Dari keterangan ahli nujum meramalkan bahwa pada suatu saat kekuasaan raja terancam, maka Fir’aun memerintahkan kepada bala tentaranya agar setiap bayi laki-laki yang lahir di negerinya harus dibunuh.&lt;br /&gt;Ketika bayi laki-laki putra Imran dan Yukabad yang bernama Musa lahir dan telah berusia 3 bulan, maka Allah swt memberikan ilham kepada Yukabad agar bayinya disembunyikan dalam peti dan dihanyutkan ke sungai Nil. Dalam melaksanakan perintah tersebut ibunda Musa tidak boleh bersedih hati dan cemas, karena Allah swt menjamin akan mengembalikan bayinya dan kelak akan menjadi seorang nabi dan rasul Allah swt.&lt;br /&gt;Selanjutnya, peti yang dihanyutkan itu ditemukan oleh istri Fir’aun yang bernama Asiah yang ketika itu sedang bersantai bersama dayangnya di tepi sungai Nil, bayi itu diambil dan dijadikan sebagai anak angkatnya.&lt;br /&gt;Hampir saja bayi tersebut dibunuh oleh Fir’aun tetapi dicegah oleh istrinya, sebab ia tidak punya anak dan ia sangat sayang kepada bayi itu. Kejadian aneh yakni ketika bayi itu menangis, istri Fir’aun segera mencari seorang wanita untuk menyusukannya, namun setiap wanita yang disuruh tidak dapat menyusukannya. Akhirnya ada seorang ibu yang dapat menyusukannya dan ternyata ibu yang dapat menyusukannya adalah Yukabad ibunya sendiri.&lt;br /&gt;Berikut kisah-kisah perjalanan Nabi Musa as :&lt;br /&gt;1. Mukjizat Nabi Musa as&lt;br /&gt;Sedikitnya ada 5 macam mukjizat yang diberikan Allah swt kepada Nabi Musa as, di antaranya sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Atas perintah Allah swt tongkat yang dipukulkan Nabi Musa as ke Laut Merah, tiba-tiba laut membelah dan membentuk jalan raya. Nabi Musa as bersama kaumnya berhasil menyeberang ke lautan dan selamat dari kejaran tentara Fir’aun, sementara Fir’aun dan tentaranya tenggelam ditelan Laut Merah.&lt;br /&gt;b. Sesuai keterangan surat al-A’raf ayat 160 bahwa tongkat yang dipukulkan Nabi Musa as ke sebuah batu dan dari batu besar itu memancarlah air.&lt;br /&gt;c. Dalam surat al-A’raf ayat 107, 117-120 diterangkan bahwa tongkat Nabi Musa as yang dilemparkan berubah menjadi ular besar yang menelan ribuan ular-ular kecil yang dibikin oleh tukang sihir Fir’aun.&lt;br /&gt;Firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Maka Musa melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar. (QS. al-A’raf : 107)&lt;br /&gt;d. Atas kehendak Allah swt gunung Sinai mampu diangkat oleh Nabi Musa as.&lt;br /&gt;e. Dikirimnya belalang, kutu, katak, dan darah ke tengah-tengah kaum Raja Fir’aun.&lt;br /&gt;2. Nabi Musa as dengan Bani Israil&lt;br /&gt;Nabi Musa as dan pengikutnya menyeberangi lautan yang telah terbelah menjadi jalan raya, Fir’aun dan tentaranya mengejar mengikuti jalan raya itu. Namun setelah mereka berada di tengah-tengah jalan raya itu, tiba-tiba laut yang terbelah itu berubah kembali menyatu dan akhirnya tenggelamlah Fir’aun dan semua bala tentaranya. Sementara atas izin Allah swt Nabi Musa as dan pengikutnya berhasil selamat menyeberangi Laut Merah.&lt;br /&gt;3. Nabi Musa as dengan lembu betina&lt;br /&gt;Dikisahkan pada suatu hari telah terjadi pembunuhan karena harta pusaka, tidak diketahui siapa pelakunya. Nabi Musa as memerintahkan untuk menyembelih seekor lembu betina, setelah lembu itu disembelih dan diambil ekornya, lalu dipukulkan pada mayat. Atas izin Allah swt mayat itu hidup kembali dan berkata : yang membunuh aku adalah anakku sendiri. Setelah mayat itu berbicara akhirnya mati kembali.&lt;br /&gt;Firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Lalu Kami berkata : pukullah mayat itu dengan sebagian dari anggota sapi betina itu. Demikianlah Allah swt menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kekuasaanNya agar kamu mengerti. (QS. al-Baqarah : 73)&lt;br /&gt;4. Nabi Musa as dengan Khidir as&lt;br /&gt;Sehebat apapun Nabi Musa as beliau juga seorang manusia yang tentunya juga punya kekurangan atau kelemahan, untuk itu Allah swt memerintahkan agar beliau menemui seorang hamba Allah swt yang shaleh sekaligus hamba yang dikaruniai lautan ilmu.&lt;br /&gt;Setelah sekian lama dalam pencarian, akhirnya Nabi Musa as bertemu dengan seorang hamba yang dimaksud, hamba mulia tersebut tiada lain adalah Khidir as. Ada yang berpendapat bahwa beliau adalah seorang nabi, namun ada juga yang berpendapat bahwa beliau bukan nabi tetapi seorang hamba shaleh yang dikaruniai begitu banyak ilmu dari Allah swt.&lt;br /&gt;Ketika Nabi Musa as telah mengemukakan maksud dan tujuan untuk berguru kepada beliau, maka Khidir as berpesan kepada Nabi Musa as agar tidak menanyakan segala perbuatan yang dilakukannya sebelum waktunya beliau menerangkan dan menjelaskan.&lt;br /&gt;Adapun perbuatan-perbuatan Khidir as yang dipesan supaya jangan ditanyakan sebelum dijelaskan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Pertama, Khidir as mengambil beberapa papan geladak kapal yang sedang ditumpangi, kemudian melubangi kapal itu. Nabi Musa as keheranan dan bertanya : Mengapa engkau lubangi kapal itu, hai Khidir ? Khidir as tidak menjawab dan berkata : Bukankah sudah kukatakan bahwa engkau tidak akan sabar mengikuti aku ?&lt;br /&gt;b. Kedua, Khidir as membunuh seorang anak kecil. Kembali Nabi Musa as dibuat heran, bahkan ini dianggap perbuatan mungkar, lalu bertanya : Mengapa engkau bunuh anak yang masih suci tanpa dosa, hai Khidir ? Khidir as berkata : Bukankah sudah kukatakan bahwa engkau tidak akan sabar bersamaku ?&lt;br /&gt;c. Ketiga, Khidir as mengajak Nabi Musa as untuk menegakkan dinding, memperbaiki sebuah bangunan yang telah roboh, sedang beliau tidak meminta upah. Nabi Musa as semakin heran dan bertanya : Mengapa engkau tidak mau meminta upah memperbaiki bangunan rusak itu, hai Khidir ? Setelah tiga kali Nabi Musa as melanggar janjinya untuk tidak menanyakan perbuatan yang dilakukan Khidir as sebelum beliau menjelaskan dan menerangkannya, akhirnya Khidir as pergi dan meninggalkan Nabi Musa as.&lt;br /&gt;Namun sebelum berpisah Khidir as sempat menjelaskan maksud dan tujuan melakukan tindakan-tindakan itu, yakni :&lt;br /&gt;a. Perbuatan pertama, karena di negeri itu ada raja yang suka merampas kapal milik rakyat. Kapal yang dilubangi adalah milik orang yang sangat miskin dan merupakan kapal satu-satunya yang bisa dijadikan sumber penghasilan bagi keluarganya, karena itu kapal dilubangi agar tidak dirampas oleh raja yang zhalim itu.&lt;br /&gt;b. Perbuatan kedua, karena anak kecil itu kelak akan membuat fitnah bagi kedua orang tuanya apabila dia sudah dewasa.&lt;br /&gt;c. Perbuatan ketiga, karena bangunan itu milik anak yatim. Di bawah rumah tersebut tersimpan harta pusaka yang banyak agar kelak ia dapat mengambil harta pusakanya di bawah tembok yang diperbaiki itu.&lt;br /&gt;Semua yang dilakukan Khidir as bukan atas kemauan dan kehendak sendiri, melainkan tuntunan wahyu Allah swt. Hal itu agar menjadi pelajaran yang berharga bagi ummat Nabi Musa as kelak.&lt;br /&gt;Untuk kesempurnaan tugasnya sebagai seorang Rasul, Nabi Musa as melanjutkan perjalanan ke Bukit Sina, dimana setelah 40 malam beliau di bukit itu, akhirnya beliau menerima kitab suci Taurat. Selama kepergian beliau ummatnya banyak yang murtad, padahal beliau sudah meminta bantuan kepada saudaranya yaitu Nabi Harun as.&lt;br /&gt;Sebagian ummatnya menyembah patung anak sapi dari emas yang dapat berbicara. Patung tersebut adalah hasil karya pematung bernama Samiri, yang akhirnya berhasil diusir oleh Nabi Musa as.&lt;br /&gt;D. Menceritakan kisah Nabi Isa as&lt;br /&gt;1. Ibunda Nabi Isa as&lt;br /&gt;Ibunda Nabi Isa as bernama Maryam, beliau adalah seorang wanita yang suci dan mulia hatinya. Maryam adalah putri dari pasangan Imran dan Hannah, suatu pasangan keluarga terkemuka dari kalangan Bani Israil di negeri Palestina.&lt;br /&gt;Sudah sekian lama pasangan Imran dan Hannah belum dikaruniai seorang anak, padahal segala macam usaha dan do’a sudah dilakukannya. Akhirnya Allah swt mengabulkan do’a keduanya, dan Hanna pun hamil. Imran bernazar kepada Allah swt jika istrinya melahirkan anak, maka anaknya akan mengabdi di Baitul Makdis, yaitu sebuah tempat suci orang Palestina.&lt;br /&gt;Anak yang terlahir seorang perempuan dan diberi nama Maryam. Sejak kecil Maryam sudah menjadi anak yang taat dan patuh kepada kedua orang tuanya, rajin beribadah, dan halus budi bahasanya. Setelah ayahnya wafat, Maryam dipelihara oleh pamannya bernama Zakariya, seorang nabi bagi kaum Bani Israil. Sesuai nazar ayahnya, Maryam ditempatkan di ruangan khusus di Baitul Makdis untuk beribadah, bermunajat dan berkhalwat.&lt;br /&gt;Pernah di suatu saat Nabi Zakaria as menjumpai di tempat mihrab Maryam ada banyak buah-buahan yang pada masa itu bukan musim berbuah, itulah hidangan yang Allah swt turunkan dari langit.&lt;br /&gt;2. Kelahiran Nabi Isa as&lt;br /&gt;Suatu saat datanglah Malaikat Jibril as yang menjelma menjadi manusia, seraya mengabarkan kepada Maryam bahwa ia akan melahirkan seorang anak laki-laki. Maryam bertanya kepada Malaikat Jibril as : Bagaimana mungkin aku bisa memperoleh seorang anak, sedang aku belum pernah tersentuh seorang laki-laki dan aku bukanlah seorang wanita yang jahat ? Malaikat Jibril as menjawab : Ini adalah kehendak Tuhanmu, dan bagiNya hal itu adalah sangat mudah, karena tidak ada sesuatu yang mustahil dalam kekuasaanNya. Allah swt telah mentakdirkan itu untuk dijadikannya suatu tanda kebesaran dan kekuasaanNya, serta sebagai rahmat bagi manusia dan hamba-hambaNya.&lt;br /&gt;Benar saja akhirnya Maryam mengandung, dan ketika kandungannya telah mencapai 9 bulan, Maryam pergi meninggalkan desanya untuk menghindari fitnah. Di bawah pohon kurma di daerah Betlehem Maryam beristirahat dan disitulah Nabi Isa as dilahirkan.&lt;br /&gt;Berita tentang Maryam melahirkan terdengar oleh seluruh penduduk Palestina, yang kemudian mereka marah dan bertanya : Hai Maryam, dari siapa engkau peroleh anak ini ? Maryam diam membisu dan atas kekuasaan Allah swt justru bayinya yang menjelaskan : Sesungguhnya aku ini hamba Allah swt. Allah swt akan memberikan kepadaku sebuah kitab Injil dan menjadikan aku seorang nabi dan rasul. Aku diwasiatkan oleh Allah swt untuk mendirikan shalat, membayar zakat, berbakti kepa ibuku, dan aku tidak dijadikan orang yang sombong dan celaka.&lt;br /&gt;Firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Berkata Isa as : Sesungguhnya aku ini hamba Allah swt. Dia memberiku al-Kitab (Injil) dan menjadikan aku seorang nabi, serta menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada. Dia memerintahkan kepadaku mendirikan shalat, dan menunaikan zakat selama aku hidup, berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. (QS. Maryam : 30-32)&lt;br /&gt;3. Mukjizat Nabi Isa as&lt;br /&gt;Di antara mukjizat yang Allah swt berikan kepada Nabi Isa as yaitu :&lt;br /&gt;a. Salah satu manusia yang dikaruniai Allah swt dapat berbicara ketika masih bayi.&lt;br /&gt;b. Membuat burung dari tanah, kemudian burung itu hidup dan terbang.&lt;br /&gt;c. Dapat menghidupkan kembali orang yang sudah mati.&lt;br /&gt;d. Dapat menyembuhkan orang buta sehingga dapat melihat kembali.&lt;br /&gt;e. Dapat menyembuhkan penyakit lepra atau kulit.&lt;br /&gt;f. Dapat menurunkan makanan dan hidangan dari langit.&lt;br /&gt;4. Ajaran Nabi Isa as&lt;br /&gt;Nabi Isa as diangkat menjadi nabi dan rasul pada usia 30 tahun. Adapun di antara ajaran yang menjadi tugas baginya yaitu :&lt;br /&gt;a. Mengajarkan tauhid kepada ummatnya yakni Bani Israil.&lt;br /&gt;b. Mengajak kaumnya beriman kepada Allah swt.&lt;br /&gt;c. Mengajarkan agar senantiasa berbuat baik.&lt;br /&gt;d. Menyuruh agar menjahui perbuatan jahat dan maksiat.&lt;br /&gt;e. Mengembalikan Bani Israil agar kembali ke jalan yang benar.&lt;br /&gt;Nabi Isa as sempat dikejar-kejar hendak dibunuh oleh raja yang tidak suka kepada dakwahnya, namun Allah swt berkehendak lain dengan mengangkat Nabi Isa as ke langit, dan menggantikannya dengan seorang laki-laki yang wajah dan tubuhnya sangat mirip dengan Nabi Isa as. Laki-laki tersebut bernama Yahuza, salah seorang murid Nabi Isa as yang berkhianat.&lt;br /&gt;Firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Tetapi Allah swt telah mengangkat Nabi Isa as kepadaNya, dan Allah swt Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. an-Nisa : 158)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ulul Azmi artinya ketabahan luar biasa yang dimiliki oleh para rasul dalam menegakkan agama Allah swt.&lt;br /&gt;2. Rasul yang termasuk ke dalam ulul azmi ada 5, yaitu Nuh as, Ibrahim as, Musa as, Isa as, dan Muhammad saw.&lt;br /&gt;3. Jumlah nabi itu pada dasarnya ada ribuan, namun yang wajib diketahui ada 25 nabi, sedangkan di antara 25 nabi tersebut terseleksi 5 yang terbaik yang tergabung dalam rasul-rasul ulul azmi.&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKHLAK TERPUJI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran 4&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran&lt;br /&gt;Siswa dapat :&lt;br /&gt;1. Meneladani akhlak Nabi Nuh as&lt;br /&gt;2. Meneladani akhlak Nabi Ibrahim as&lt;br /&gt;3. Meneladani akhlak Nabi Musa as&lt;br /&gt;4. Meneladani akhlak Nabi Isa as&lt;br /&gt;5. Meneladani akhlak Nabi Muhammad saw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Meneladani Akhlak Nabi Nuh as&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Meneladani Akhlak Nabi Ibrahim as&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Meneladani Akhlak Nabi Musa as&lt;br /&gt;Sebagai seorang hamba dan rasul Allah swt, Nabi Musa as sangat masyhur pada zamannya. Hal itu terbukti sejak lahir sudah membuat gempar seluruh negeri Mesir. Berikut beberapa peristiwa yang dapat dijadikan keteladanan tentang perilaku Nabi Musa as :&lt;br /&gt;1. Seorang bayi yang dimasukan ke dalam peti dan dihanyutkan ke sungai Nil ternyata masih selamat,ini termasuk peristiwa langka yang tanpa perlindungan dari Allah swt mustahil akan selamat.&lt;br /&gt;2. Di saat raja Fir’aun sangat cemas terhadap kelahiran bayi laki-laki di negerinya dengan memerintahkan supaya dibunuh, namun justru bayi Musa as ditemukan dan diasuh oleh istri beliau sendiri yakni Asiah, bahkan menjadi anak angkatnya, ini menunjukan kebesaran Allah swt.&lt;br /&gt;3. Dalam kehidupan di keluarga istana yang penuh dengan kemewahan, namun Nabi Musa as tidak berlaku sombong dan angkuh, justru ia tumbuh menjadi seorang yang mulia dan agung, serta beliau akan menjadi seorang besar yang mampu menghancurkan Fir’aun dan kerajaannya, sungguh Allah swt Maha Kuasa atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;4. Sekalipun Nabi Musa as adalah seorang nabi yang dikaruniai ilmu yang sangat luas namun beliau tidak takabur, hal ini dapat dibuktikan dengan 2 peristiwa, yaitu :&lt;br /&gt;a. Nabi Musa as mampu menunjukan siapa pelaku pembunuhan yang terjadi atas keluarga yang memperebutkan harta pusaka.&lt;br /&gt;Firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Lalu Kami berkata : pukullah mayat itu dengan sebagian dari anggota sapi betina itu. Demikianlah Allah swt menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kekuasaanNya agar kamu mengerti. (QS. al-Baqarah : 73)&lt;br /&gt;b. Nabi Musa as tetap rendah hati dan patuh terhadap perintah Allah swt supaya mau berguru kepada Khidir as yang dikaruniai ilmu yang lebih banyak dari ilmu Nabi Musa as, hal itu agar ia menjadi orang yang sabar dan tawakkal kepada Allah swt.&lt;br /&gt;Firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Katakanlah, jika sekiranya lautan menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ditulis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu pula. (QS. al-Kahfi : 109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Meneladani Akhlak Nabi Isa as&lt;br /&gt;Kelahiran Nabi Isa as tanpa kehadiran seorang ayah merupakan kebesaran Allah swt yang telah ditunjukan kepada hamba-hambaNya. Nabi Isa as dikenal sebagai seorang yang sangat kuat pendiriannya, hal ini dibuktikan dengan peristiwa yang menimpa dirinya ketika ia dikepung dan dikejar-kejar oleh orang kafir dari Bani Israil untuk membunuhnya.&lt;br /&gt;Disebutkan di dalam al-Qur’an bahwa kaum kafir Bani Israil telah membunuh orang yang diserupakan oleh Allah swt mirip dengan Nabi Isa as. Jadi sesungguhnya Nabi Isa as tidak ditangkap dan disalib, tetapi diangkat dan diselamatkan oleh Allah swt.&lt;br /&gt;Firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Tetapi (yang sebenarnya) Allah swt telah mengangkat Nabi Isa as kepadaNya, dan Allah swt Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. an-Nisa : 158)&lt;br /&gt;Kaum Bani Israil sendiri meragukan penangkapan dan pembunuhan terhadap Nabi Isa as karena beberapa sebab, yaitu :&lt;br /&gt;1. Jika yang dibunuh itu Nabi Isa as, lalu kemana Yahuza yang telah mengkhianati Nabi Isa as ?&lt;br /&gt;2. Jika yang dibunuh itu Yahuza, lalu kemana Nabi Isa as ?&lt;br /&gt;Atas kesabaran dan ketabahan hatinya bahwa dirinya bukan Tuhan tetapi manusia biasa, akhirnya Allah swt menyelamatkan Nabi Isa as dari upaya pembunuhan dan penyaliban.&lt;br /&gt;Firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Dan Kami angkat ia ke tempat yang tinggi. (QS. Maryam : 57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang Muslim kita wajib meneladani sikap teguh hati atau kuat dalam pendirian sebagaimana yang dimiliki Nabi Isa as.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Meneladani Akhlak Nabi Muhammad saw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebagai seorang muslim kita wajib meneladani sikap terpuji dari para nabi dan rasul, khususnya para rasul yang tergabung dalam ulul azmi.&lt;br /&gt;2. Rasul-rasul yang termasuk ulul azmi yaitu Nuh as, Ibrahim as, Musa as, Isa as, dan Muhammad saw.&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUASA RAMADHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran 5&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran&lt;br /&gt;Siswa dapat :&lt;br /&gt;1. Menyebutkan syarat puasa&lt;br /&gt;2. Menyebutkan rukun puasa&lt;br /&gt;3. Menyebutkan pembatal-pembatal puasa&lt;br /&gt;4. Menyebutkan amalan sunnah puasa&lt;br /&gt;5. Melaksanakan shalat tarawih dan tadarrus al-Qur’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa ialah menahan diri dari makan,minum, dan hawa nafsu dari terbit fajar yang kedua sampai terbenamnya matahari. Salah satu kewajiban yang Allah swt perintahkankan kepada orang-orang beriman ialah ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.&lt;br /&gt;Firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. (QS. al-Baqarah : 183)&lt;br /&gt;A. Syarat-syarat dalam Puasa&lt;br /&gt;Agar dalam melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan tidak terjadi kesalahan-kesalahan, maka alangkah baiknya kita wajib mengetahui beberapa syarat-syarat yang harus dipenuhi agar puasa kita diterima oleh Allah swt.&lt;br /&gt;Adapun syarat-syarat dalam puasa terbagi menjadi dua, yakni syarat wajib dan syarat sah.&lt;br /&gt;1. Syarat wajib puasa&lt;br /&gt;a. Seorang Muslim, tidak ada kewajiban puasa orang kafir sebelum masuk Islam.&lt;br /&gt;b. Berakal sehat, tidak ada kewajiban puasa orang gila sampai kembali berakal sehat atau normal.&lt;br /&gt;c. Kuat atau mampu, tidak ada kewajiban puasa orang sakit berat sampai sembuh.&lt;br /&gt;d. Sudah baligh (dewasa), tidak ada kewajiban puasa anak kecil sebelum dapat membedakan (yang baik dengan yang buruk).&lt;br /&gt;2. Syarat sah puasa&lt;br /&gt;a. Beragama Islam, tidak sah puasa orang kafir sebelum masuk Islam.&lt;br /&gt;b. Berakal, tidak sah puasa orang gila sampai kembali berakal.&lt;br /&gt;c. Tamyiz, tidak sah puasa anak kecil sebelum dapat membedakan (yang baik dengan yang buruk).&lt;br /&gt;d. Suci dari haid dan nifas, tidak sah puasa wanita haid dan nifas, sebelum berhenti dari haid dan suci dari nifas.&lt;br /&gt;e. Pada waktu yang diperbolehkan berpuasa&lt;br /&gt;f. Niat, harus di malam hari untuk setiap hari dalam puasa wajib.&lt;br /&gt;Sabda Nabi saw :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak sah puasanya. (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, An-Nasai dan at-Tirmidzi).&lt;br /&gt;Hadits di atas menunjukan bahwa puasa tidak sah apabila tidak niat pada malam harinya, yaitu dengan meniatkan puasa di salah satu bagian malam.&lt;br /&gt;B. Rukun-rukun Puasa&lt;br /&gt;Sebagaimana puasa mempunyai syarat-syarat tertentu, maka puasa juga mempunya beberapa rukun yang harus dipenuhi agar puasanya dapat diterima oleh Allah swt.&lt;br /&gt;Adapun rukun-rukun puasa sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Berniat pada malam harinya, artinya tidak sah puasa wajib seseorang apabila tidak berniat di malam harinya.&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Sesungguhnya Nabi saw bersabda, barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak sah puasanya. (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, An-Nasai dan at-Tirmidzi)&lt;br /&gt;2. Menahan diri dari makan dan minum, serta semua yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.&lt;br /&gt;C. Pembatal-pembatal Puasa&lt;br /&gt;Di dalam kita menjalankan ibadah puasa Ramadhan sangat dianjurkan agar berhati-hati, karena apabila melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama maka dapat membatalkan puasa kita.&lt;br /&gt;Kurang lebih ada delapan hal-hal yang dapat membatalkan puasa, yaitu :&lt;br /&gt;1. Makan dan minum dengan sengaja, namun jika dilakukan karena lupa maka tidak batal puasanya.&lt;br /&gt;2. Jima’(bersetubuh) suami istri pada siang hari.&lt;br /&gt;3. Memasukkan makanan ke dalam perut, termasuk dalam hal ini adalah suntikkan yang mengenyangkan dan transfusi darah bagi orang yang berpuasa.&lt;br /&gt;4. Mengeluarkan mani dalam keadaan terjaga karena onani, bersentuhan, ciuman atau sebab lain dengan sengaja. Adapun keluar mani karena mimpi tidak membatalkan puasa karena keluarnya tanpa sengaja.&lt;br /&gt;5. Keluarnya darah haid dan nifas. Manakala seorang wanita mendapati darah haid atau nifas maka batallah puasanya, baik pada pagi, siang, atau sore hari sebelum terbenam matahari.&lt;br /&gt;6. Sengaja muntah, dengan mengeluarkan makanan atau minuman dari dalam perut melalui mulut.&lt;br /&gt;Hal ini didasarkan pada sabda Nabi saw :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Barangsiapa muntah tanpa sengaja maka tidak wajib qadha, sedang barang siapa muntah dengan sengaja maka wajib qadha. (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;7. Murtad dari Islam, karena perbuatan ini menghapuskan segala amal kebaikan.&lt;br /&gt;Firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Seandainya mereka mempersekutukan Allah swt, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. (QS. al-An’am : 88)&lt;br /&gt;8. Gila atau sakit ayan, yaitu lupa ingatan.&lt;br /&gt;Tidak batal puasa seseorang yang melakukan sesuatu yang membatalkan puasa karena tidak tahu, lupa atau dipaksa. Demikian juga jika tenggorokannya kemasukan debu, lalat, atau air tanpa disengaja.&lt;br /&gt;Jika wanita nifas telah suci sebelum sempurna empat puluh hari, maka hendaknya ia mandi, shalat, dan berpuasa.&lt;br /&gt;D. Sunnah-sunnah Puasa&lt;br /&gt;Pada bulan suci Ramadhan Allah swt begitu banyak memberikan pahala kepada ummat Islam, bahkan amalan sunnah yang dilakukan di bulan Ramadhan dinilai sebagai pahala amalan wajib di bulan yang lain. Untuk itu tentunya kita tidak akan menyia-nyiakan amalan-amalan sunnah di bulan yang mulia ini.&lt;br /&gt;Berikut ini amalan-amalan sunnah di bulan suci Ramadhan, yaitu :&lt;br /&gt;1. Mengakhirkan sahur sampai akhir waktu malam, selama tidak khawatir akan terbit fajar.&lt;br /&gt;2. Segera berbuka puasa bila benar-benar matahari terbenam.&lt;br /&gt;3. Memperbanyak amal kebaikan terutama menjaga shalat lima waktu tepat pada waktunya dengan berjama’ah, menunaikan zakat harta benda kepada orang-orang yang berhak menerimanya, memperbanyak shalat sunnah, sedekah, membaca al-Qur’an dan amal kebajikan lainnya.&lt;br /&gt;4. Jika dicaci maki hendaknya mengucapkan : saya sedang berpuasa, dan jangan membalas mengejek orang yang mengejeknya, memaki orang yang memakinya, membalas kejahatan orang yang berbuat jahat kepadanya, tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan agar mendapat pahala dan terhindar dari dosa.&lt;br /&gt;5. Berdo’a ketika berbuka sesuai dengan yang diinginkan, seperti membaca do’a :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Ya Allah hanya untukMu aku berpuasa, dengan rizkiMu aku berbuka, Maha Suci Engkau dan segala puji bagiMu. Ya Allah terimalah amalku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.&lt;br /&gt;6. Berbuka dengan kurma segar, jika tidak punya maka dengan kurma kering, dan jika tidak punya cukup dengan air.&lt;br /&gt;7. Memberi makan untuk orang yang berbuka puasa.&lt;br /&gt;E. Shalat Tarawih dan Tadarrus al-Qur’an&lt;br /&gt;1. Shalat Tarawih&lt;br /&gt;Shalat tarawih termasuk qiyam Ramadhan, karena itu hendaklah bersungguh-sungguh dan memperhatikannya, serta mengharapkan pahala dan balasannya dari Allah swt. Malam Ramadhan adalah kesempatan yang terbatas bilangannya, dan orang mukmin yang berakal akan memanfaatkannya dengan baik tanpa terlewatkan.&lt;br /&gt;Jangan sampai meninggalkan shalat tarawih , agar dapat memperoleh pahala dan ganjarannya. Jangan pulang dari shalat tarawih sebelum imam selesai tarawih dan witir, agar mendapatkan pahala shalat malam semalam suntuk.&lt;br /&gt;Hal ini berdasarkan sabda Nabi saw :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Barangsiapa mendirikan shalat malam bersama imam hingga selesai, dicatat baginya shalat semalam suntuk. (HR. Para penulis kitab sunan)&lt;br /&gt;Shalat tarawih adalah sunnah, lebih utama dikerjakan dengan berjama’ah. Hal itu Masyhur dilakukan para sahabat dan diwarisi oleh ummat dari generasi ke generasi.&lt;br /&gt;Shalat ini tidak ada batasannya, boleh 20 raka’at, 36 raka’at, 11 raka’at, atau 13 raka’at. Namun sesuai hadits yang lebih shahih alangkah baiknya jika kita shalat tarawih sebanyak 11 raka’at. Dalam shalat diminta supaya khusyu’, thu’maninah, dihayati dan membaca dengan pelan.&lt;br /&gt;Nabi saw bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Tiadalah Rasulullah saw menambah raka’at, baik di bulan Ramadhan atau di bulan lainnya lebih dari sebelas raka’at. (HR. al-Bukhari dan an-Nasa’i)&lt;br /&gt;2. Tadarrus al-Qur’an&lt;br /&gt;Ditekankan bagi seorang muslim yang mengharap rahmat Allah swt dan takut akan siksaNya untuk memperbanyak membaca al-Qur’anul karim pada setiap waktu, khususnya hari-hari di bulan suci Ramadhan. Al-Qur’anul karim adalah sebaik-baik kitab yang diturunkan kepada Rasul termulia dan untuk ummat yang terbaik, serta untuk agama yang paling sempurna.&lt;br /&gt;Allah swt telah menjamin bagi siapa saja yang membaca al-Qur’an dan mengamalkan isi kandungannya, tidak akan tersesat di dunia dan tidak celaka di akhirat, sesuai firmanNya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Maka barangsiapa yang mengikuti petunjukKu, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (QS. Thaha : 123)&lt;br /&gt;Seorang muslim tidak boleh berpaling dari membaca al-Qur’an dan mengamalkan isi kandungannya, karena bila kita berpaling maka akan terkena ancaman dari Allah swt, sebagaimana firmanNya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Barangsiapa berpaling dari al-Qur’an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa besar di hari kiamat. (QS. Thaha : 100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ramadhan adalah bulan suci yang penuh berkah, rahmat, dan maghfirah (ampunan) dari Allah swt.&lt;br /&gt;2. Shaum (puasa) ialah menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu, serta segala yang membatalkannya dari terbit fajar sampai terbenam matahari.&lt;br /&gt;3. Tujuan utama diwajibkan berpuasa adalah agar kita bertaqwa kepada Allah swt sesuai surat al-Baqarah : 183.&lt;br /&gt;4. Niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari dan letak niat itu di dalam hati.&lt;br /&gt;5. Agar ibadah puasa kita sempurna dan diterima oleh Allah swt, maka setiap muslim wajib mengetahui syarat, rukun, pembatal-pembatal, sunnah-sunnah puasa, dll.&lt;br /&gt;6. Di antara hikmah puasa yaitu : sebagai ungkapan rasa syukur, mendidik diri bersifat jujur dan amanah, ikhlas beribadah, menghindari perbuatan tercela, dan meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah swt.&lt;br /&gt;7. Hendaknya di bulan suci Ramadhan banyak melakukan kebajikan, seperti sedekah, tadarrus al-Qur’an, amalan-amalan sunnah, qiyamul lail, dan menghindari segala perbuatan tercela dan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SURAT AL-MA’UN DAN AL-FIL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran 6&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran&lt;br /&gt;Siswa dapat :&lt;br /&gt;1. Membaca surat al-Ma’un dan al-Fil dengan lancar.&lt;br /&gt;2. Mengartikan surat al-Ma’un dan al-Fil dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim kita dianjurkan membaca dan mempelajari al-Qur’an, serta bagi yang sudah mahir wajib mengajarkannya kepada orang lain. Rasulullah saw bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya. (HR. al-Bukhari)&lt;br /&gt;A. Membaca Surat al-Ma’un&lt;br /&gt;Surat al-Ma’un terdiri atas 7 ayat, termasuk surat Makkiyah, dan diturunkan sesudah surat al-Kautsar, serta menempati urutan ke-107 dalam al-Qur’an. Nama surat al-Ma’un sendiri diambil dari ayat ketujuh yang artinya barang-barang yang berguna.&lt;br /&gt;Isi kandungan surat al-Ma’un sendiri menceritakan tentang orang-orang yang hidupnya selalu bertentangan dan mendustakan agama. Tanda-tanda tersebut dijelaskan mulai ayat ke-2 sampai ke-7 sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Menghardik anak yatim.&lt;br /&gt;2. Tidak menganjurkan memberi makan fakir miskin.&lt;br /&gt;3. Lalai dalam shalatnya.&lt;br /&gt;4. Berbuat riya.&lt;br /&gt;5. Enggan memberi bantuan dengan barang-barang berguna.&lt;br /&gt;Baca dan hafalkanlah surat al-Ma’un berikut ini !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A’uudzu billaahi minassyaithaanir rajiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillaahir rahmaanir rahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ara’aitalladzii yukadzdzibu biddiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fadzaalikalladzii yadu’ul yatiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Walaa yahudhdhu ‘alaa tha’aamil miskiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Fawailul lil mushalliin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Alladziinahum ‘an shalaatihim saahuun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Alladziinahum yuraa-uun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Wayamna’uunal maa’uun.&lt;br /&gt;B. Membaca surat al-Fil&lt;br /&gt;Surat al-Fil terdiri atas 5 ayat, termasuk surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat al-Kafirun, dan menempati urutan ke-105 dalam al-Qur’an. Nama surat al-Fil sendiri diambil dari ayat ke-1 yang berarti gajah.&lt;br /&gt;Isi kandungan surat al-Fil menjelaskan tentang usaha dari orang-orang yang sombong dan bertindak sewenang-wenang, namun digagalkan oleh Allah swt hanya dengan mengirimkan burung Ababil. Orang yang dimaksud adalah raja Abrahah yang berasal dari Habsyi dan datang ke Mekkah hendak menghancurkan ka’bah.&lt;br /&gt;Baca dan hafalkanlah surat al-Fil berikut ini !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A’uudzu billaahi minassyaithaanir rajiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillaahir rahmaanir rahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Alam tara kaifa fa’ala rabbuka bi ashaabil fiil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Alam yaj’al kaidahum fii tadhliil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wa arsala ‘alaihim thairan abaabiil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tarmiihim bihijaaratim min sijjiil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Faja’alahum ka’asfim ma-kuul.&lt;br /&gt;C. Mengartikan Surat al-Ma’un&lt;br /&gt;Isi kandungan surat al-Ma’un ialah anjuran Allah swt kepada manusia agar saling menolong terhadap sesama dengan barang yang berguna.&lt;br /&gt;Berikut arti ayat per-ayat dari surat al-Ma’un :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tahukah kamu orang yang mendustakan agama ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Itulah dia orang yang menghardik anak yatim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Maka kecelakaanlah bagi orang yang shalat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. (yaitu) orang yang lalai dalam shalatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Orang-orang yang berbuat riya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dan enggan (menolong) dengan barang yang berguna.&lt;br /&gt;D. Mengartikan surat al-Fil&lt;br /&gt;Peristiwa turunnya surat al-Fil bertepatan dengan tahun kelahiran Muhammad, itulah sebabnya tahun kelahiran Nabi Muhammad saw disebut dengan tahun gajah.&lt;br /&gt;Berikut arti ayat demi ayat surat al-Fil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (menghancurkan ka’bah) sia-sia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan ulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu panas dari neraka (sijjil) itu menghancurkan pasukan bergajah sehingga porak-poranda bagai daun dimakan ulat. Bersamaan dengan peristiwa tersebut lahirlah seorang utusan Allah swt yakni Nabi Muhammad saw yang akan menjadi manusia agung sebagai nabi akhir zaman.&lt;br /&gt;Demikianlah Allah swt menghancurkan Abrahah dan pasukannya yang terkenal kuat, namun Allah swt berkuasa atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;Firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. al-Baqarah : 20)&lt;br /&gt;E. Hadits Tentang Menghormati yang Tua dan Menyayangi yang Muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Surat al-Ma’un dan al-Fil diturunkan di Mekkah sehingga tergolong surat Makkiyah.&lt;br /&gt;2. Surat al-Ma’un berjumlah 7 ayat dan diturunkan sesudah surat al-Kautsar, sedang surat al-Fil berjumlah 5 ayat dan diturunkan sesudah surat al-Kafirun.&lt;br /&gt;3. Nama surat al-Ma’un diambil dari ayat ke-7 yang artinya barang-barang yang berguna, sedang nama al-Fil diambil dari ayat ke-1 yang artinya gajah.&lt;br /&gt;4. Surat al-Ma’un menceritakan tentang tanda-tanda orang yang mendustakan agamanya sekalipun ia mengerjakan shalat, sedang surat al-Fil menceritakan tentang usaha raja Abrahah yang hendak menghancurkan ka’bah dengan pasukan gajahnya namun digagalkan oleh Allah swt hanya dengan mengirimkan pasukan burung Ababil yang membawa batu panas dari neraka.&lt;br /&gt;5. Segala perbuatan yang bermaksud riya, maka Allah swt tidak akan menerima amalannya.&lt;br /&gt;6. Inti dari surat al-Ma’un adalah larangan untuk bersifat bakhil (pelit) kepada orang yang membutuhkan, sedang inti surat al-Fil adalah larangan untuk bersikap sombong dan sewenang-wenang karena Allah swt tidak akan membiarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMAN KEPADA RASUL-RASUL ALLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran 7&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran&lt;br /&gt;Siswa dapat :&lt;br /&gt;1. Menjelaskan perbedaan antara nabi dan rasul&lt;br /&gt;2. Menjelaskan tugas utama para rasul&lt;br /&gt;3. Menyebutkan kandungan beriman kepada para rasul&lt;br /&gt;4. Menyebutkan faedah beriman kepada para rasul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Perbedaan antara Nabi dan Rasul&lt;br /&gt;Setiap nabi belum tentu ia seorang rasul, namun sebaliknya setiap rasul pastilah ia seorang nabi. Nabi ialah seorang laki-laki yang menerima wahyu Allah swt untuk dirinya sendiri. Sedangkan rasul ialah seorang laki-laki yang menerima wahyu Allah swt untuk dirinya sendiri dan wajib menyampaikan kepada ummatnya.&lt;br /&gt;Berdasarkan petunjuk al-Qur’an jumlah nabi dan rasul yang wajib kita imani ada 25 orang. Namun jumlah nabi yang sesungguhnya adalah puluhan ribu hingga tak terhitung banyaknya, hanya Allah swt saja yang tahu.&lt;br /&gt;Adapun 25 nama nabi dan rasul yang disebutkan dalam al-Qur’an ialah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Adam as 11. Yusuf as 21. Yunus as&lt;br /&gt;2. Idris as 12. Ayub as 22. Zakaria as&lt;br /&gt;3. Nuh as 13. Zulkifli as 23. Yahya as&lt;br /&gt;4. Hud as 14. Syu’aib as 24. Isa as&lt;br /&gt;5. Sholeh as 15. Musa as 25. Muhammad saw.&lt;br /&gt;6. Ibrahim as 16. Harun as&lt;br /&gt;7. Luth as 17. Daud as&lt;br /&gt;8. Ismail as 18. Sulaiman as&lt;br /&gt;9. Ishak as 19. Ilyas as&lt;br /&gt;10. Yakub as 20. Ilyasa as&lt;br /&gt;B. Tugas Utama Para Rasul&lt;br /&gt;Para rasul datang silih berganti membawa wahyu Allah swt untuk disampaikan kepada ummatnya. Tujuannya ialah agar manusia dapat hidup bahagia di dunia dan akhirat, yakni terhindar dari kehidupan yang sesat dan selalu berada pada jalan yang diridhainya.&lt;br /&gt;Firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Dan sesungguhnya Kami telah mengutus seorang rasul untuk tiap-tiap ummat (untuk menyerukan), sembahlah Allah olehmu semua dan jauhilah thaghut (berhala atau setan). (QS. an-Nahl : 36)&lt;br /&gt;Tugas para rasul begitu berat dan beresiko besar, namun sangat mulia dan terhormat. Jika diuraikan secara global, maka tugas utama para rasul adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Aqidah atau Tauhid&lt;br /&gt;Maksudnya semua rasul bertugas untuk mengajarkan bahwa hanya Allah swt Tuhan yang wajib kita sembah dan kita imani, dengan slogan tauhid yang sangat terkenal : Laailaahaillallah.&lt;br /&gt;2. Akhlak&lt;br /&gt;Yaitu ajaran tentang moral atau etika bagi manusia agar dapat berperilaku terpuji, karena dengan akhlak terpuji ummat manusia dituntun menuju keselamatan hidup di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;3. Ibadah&lt;br /&gt;Yaitu ajaran tentang pengabdian hanya kepada Allah swt saja, artinya shalatnya, jalan hidupnya, hidup dan matinya hanya untuk Allah swt.&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan tugas yang amat berat tetapi sangat mulia itu, Allah swt membekali para rasul dengan beberapa sifat, yakni sifat wajib dan sifat mustahil bagi rasul.&lt;br /&gt;Adapun uraian tentang sifat wajib dan mustahil bagi rasul ialah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Sifat wajib rasul&lt;br /&gt;1. Shiddiq : benar&lt;br /&gt;2. Amanah : Dapat dipercaya&lt;br /&gt;3. Fathanah : Cerdas&lt;br /&gt;4. Tabligh : Menyampaikan.&lt;br /&gt;Sifat Mustahil rasul&lt;br /&gt;1. Kidzib : Dusta&lt;br /&gt;2. Khianat : Tidak dapat dipercaya&lt;br /&gt;3. Baladah : Bodoh&lt;br /&gt;4. Kitman : Menyembunyikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Kandungan Beriman kepada para Rasul&lt;br /&gt;Iman kepada para rasul mengandung empat unsur yaitu :&lt;br /&gt;1. Mengimani bahwa risalah mereka benar-benar dari Allah swt. Barangsiapa mengingkari risalah mereka walaupun hanya seorang dari mereka, maka menurut para ulama ia telah kafir.&lt;br /&gt;Allah swt berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : kaum Nuh telah mendustakan para rasul. (QS. asy-Syu’ara : 105)&lt;br /&gt;Berdasarkan keterangan ayat di atas, Allah swt telah menjadikan mereka mendustakan semua rasul, padahal yang mereka dustakan hanya seorang rasul yakni Nabi Nuh as.&lt;br /&gt;Oleh karena itu ummat nasrani juga telah mendustakan para rasul, karena mereka tidak beriman kepada kerasulan Muhammad saw.&lt;br /&gt;2. Mengimani orang-orang yang sudah kita kenali nama-namanya yang tertulis di dalam al-Qur’an, yakni para nabi dan rasul yang berjumlah 25 orang. Terhadap para nabi dan rasul yang tidak kenal nama-namanya juga wajib kita imani keberadaan mereka.&lt;br /&gt;Allah swt berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu. Di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada pula yang tidak Kami ceritakan kepadamu. (QS. al-Mukmin : 78)&lt;br /&gt;3. Membenarkan segala berita yang mereka sampaikan, baik yang nyata maupun yang abstrak.&lt;br /&gt;4. Mengamalkan syari’at dari para nabi dan rasul, khususnya syari’at nabi akhir zaman yakni Nabi Muhammad saw, yang diutus Allah swt untuk seluruh ummat manusia.&lt;br /&gt;Allah swt berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Maka demi Rabbmu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan. Kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka suatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (QS. an-Nisa : 65)&lt;br /&gt;D. Faedah Beriman kepada para Rasul&lt;br /&gt;Faedah beriman kepada para rasul ialah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Mengetahui rahmat serta perhatian Allah swt kepada hamba-hambaNya, sehingga mengutus para rasul untuk menunjuki mereka ke jalan Allah swt dan menjelaskan bagaimana seharusnya mereka menyembah Allah swt, karena memang akal manusia tidak bisa mengetahui hal itu dengan sendirinya tetapi butuh bimbingan dari seorang rasul.&lt;br /&gt;2. Mensyukuri nikmat Allah swt yang besar ini.&lt;br /&gt;3. Mencintai para rasul, mengagungkannya, dan memujinya, karena mereka adalah para rasul Allah swt&lt;br /&gt;Orang-orang yang menyimpang dari kebenaran mendustakan para rasul dengan menganggap bahwa para rasul bukan manusia, anggapan itu keliru, dan Allah swt berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya, kecuali perkataan mereka : Adakah Allah swt mengutus seorang manusia menjadi rasul. (QS. al-Isra : 94)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nabi ialah seorang laki-laki yang menerima wahyu Allah swt untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;2. Rasul ialah seorang laki-laki yang menerima wahyu Allah swt untuk dirinya sendiri dan wajib menyampaikan kepada ummatnya.&lt;br /&gt;3. Jumlah nabi dan rasul yang wajib diketahui ada 25 orang sesuai keterangan dari al-Qur’an. Namun jumlah nabi yang sesungguhnya ada ribuan, hanya Allah swt saja yang tahu jumlah sebenarnya.&lt;br /&gt;4. Tugas para nabi dan rasul sangat banyak dan sangat mulia, namun tugas utama mereka adalah menyampaikan 3 hal pokok, yakni : masalah tauhid, akhlak, dan ibadah.&lt;br /&gt;5. Dalam menjalankan tugasnya yang begitu berat, maka para nabi dan rasul dibekali oleh Allah swt dengan mukjizat-mukjizat serta sifat wajib dan sifat mustahil bagi rasul.&lt;br /&gt;6. Para nabi dan rasul juga memiliki kesamaan dengan manusia biasa seperti makan, minum, tidur, dll. Sifat-sifat seperti itulah yang disebut sifat jaiz.&lt;br /&gt;7. Dari jumlah 25 nabi dan rasul, kemudian mengerucut menjadi 5 orang nabi yang memiliki ketabahan luar biasa yang tergabung ke dalam golongan ulul azmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KISAH SAHABAT NABI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran 8&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran&lt;br /&gt;Siswa dapat :&lt;br /&gt;1. Menceritakan kisah khalifah Abu Bakar as-Shiddiq ra&lt;br /&gt;2. Menceritakan kisah khalifah Umar bin Khattab ra&lt;br /&gt;3. Menceritakan kisah khalifah Usman bin Affan ra&lt;br /&gt;4. Menceritakan kisah khalifah Ali bin Abi Thalib ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Nabi Muhammad saw wafat, maka ummat Islam pada saat itu bermusyawarah untuk mencari pemimpin pengganti nabi untuk mengatur dan mengurusi kelangsungan ummat Islam. Pengganti nabi yang memimpin ummat Islam inilah yang disebut dengan nama khalifah.&lt;br /&gt;Khalifah artinya pengganti atau pemimpin pengganti, maksudnya ialah sahabat Nabi Muhammad saw yang menjadi kepala negara Islam dalam mengatur dan mengendalikan pemerintahan serta kesejahteraan ummat Islam. Namun tugas mereka sebagai pengganti dalam urusan kepemimpinan ummat, bukan pengganti kenabian, sebab tugas kerasulan sudah berakhir seiring wafatnya rasulullah saw.&lt;br /&gt;Sahabat Nabi Muhammad saw yang menjadi khalifah berjumlah 4 orang di mana keempat sahabat tersebut terkenal dengan sebutan khulafaur rasyidin. Khulafaur rasyidin artinya khalifah-khalifah yang mendapat petunjuk nabi dengan senantiasa mengikuti aturan-aturan Rasulullah saw.&lt;br /&gt;Keempat khulafaur rasyidin yang dimaksud adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Abu Bakar as-Shiddiq ra : tahun 11-13 H / 632-634 M&lt;br /&gt;2. Umar bin Khattab ra : tahun 13-23 H / 634-644 M&lt;br /&gt;3. Usman bin Affan ra : tahun 23-35 H / 644-656 M&lt;br /&gt;4. Ali bin Abi Thalib ra : tahun 35-40 H / 656-661 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Khalifah Abu Bakar as-Shiddiq&lt;br /&gt;Sepeninggal Nabi Muhammad saw, dua golongan besar ummat Islam di Madinah yakni kaum Muhajirin dan Anshar berkumpul dan bermusyawarah untuk mencari pemimpin ummat Islam pengganti nabi. Setelah melalui perdebatan panjang akhirnya semua sepakat untuk memilih Abu Bakar as-Shiddiq sebagai khalifah pertama.&lt;br /&gt;Seorang sahabat yang pertama kali menyatakan baiat dan memberi dukungan penuh terhadap Abu Bakar adalah Umar bin Khattab, baru kemudian disepakati oleh sahabat-sahabat yang lain.&lt;br /&gt;Abu Bakar adalah keturunan bangsa Quraisy dan masih satu keturunan dengan Nabi Muhammad saw dari kakeknya yang ketujuh bernama Ka’ab. Nama asli Abu Bakar ialah Abu Quhafah. Abu Bakar adalah sahabat nabi pertama yang masuk Islam, dan bergelar as-Shiddiq karena beliau selalu membenarkan ucapan atau kabar berita yang datang dari nabi. Usia Abu Bakar 2 tahun lebih muda dari usia Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;Belum lama menjadi khalifah, Abu Bakar harus menghadapi tugas yang sangat berat yaitu menghadapi orang-orang yang mengaku dirinya sebagai nabi. Para nabi palsu itu tidak mau lagi mengeluarkan zakat dan melakukan pemberontakan.&lt;br /&gt;Di antara nama-nama nabi palsu yaitu :&lt;br /&gt;1. Musailamah al-Kadzab di Yamamah.&lt;br /&gt;2. Aswad al-Anasy di Hadramaut dan Yaman.&lt;br /&gt;3. Malik bin Nuwairiyah dari golongan Bani Tamim.&lt;br /&gt;4. Thulaihah al-Asady yang banyak diikuti orang Yahudi.&lt;br /&gt;Khalifah Abu Bakar bertekad bulat untuk menghancurkan gerakan nabipalsu, seraya berujar : Aku akan perangi mereka dan aku tidak peduli apakah aku akan mati karenanya.&lt;br /&gt;Dan setelah beliau berhasil menumpas nabi palsu, maka beliau berupaya untuk mengamankan wilayah-wilayah di jazirah Arab yang masuk wilayahnya, serta beliau juga mulai melakukan upaya perluasan wilayah. Upaya-upaya perluasan itu antara lain :&lt;br /&gt;1. Menyiarkan Islam ke negeri Persia yang dipimpin oleh raja Khosru II, namun negeri ini baru dikuasai setahun kemudian ketika dipimpin oleh raja Yazdajir III.&lt;br /&gt;2. Pada tahun ke-12 Hijriyah, Islam berhasil masuk dan menguasai Irak di bawah pimpinan panglima Khalid bin Walid.&lt;br /&gt;3. Di bawah pimpinan panglima Khalid bin Walid pula Islam berhasil merebut negeri-negeri jajahan romawi, di antaranya : Palestina, Homs, Damaskus dan Yordania.&lt;br /&gt;Setelah peristiwa penaklukan itulah akhirnya negeri-negeri Syiria, Palestina, Mesir, dan Yordania menyatakan diri masuk Islam pada tahun ke-13 Hijriyah.&lt;br /&gt;B. Khalifah Umar bin Khattab&lt;br /&gt;Di akhir hayatnya Abu Bakar sempat mengumpulkan beberapa orang sahabat untuk diajak musyawarah guna memilih siapa pengganti beliau dalam memimpin pemerintahan Islam selanjutnya. Abu Bakar sendiri mengajukan usul agar memilih Umar bin Khattab sebagai pengganti dirinya. Akhirnya semua sepakat untuk memilih Umar bin Khattab sebagai khalifah kedua ummat Islam.&lt;br /&gt;Umar bin Khattab berasal dari suku Quraisy, usianya 13 tahun lebih muda dari usia Nabi Muhammad saw. Dulunya Umar adalah musuh besar Islam, namun setelah keislamannya Umar menjadi pembela Islam sejati yang ditakuti lawan maupun kawan.&lt;br /&gt;Kemajuan-kemajuan yang dicapai Umar bin Khattab di antaranya :&lt;br /&gt;1. Mengganti jabatan panglima besar Khalid bin Walid kepada Abu Ubaidah bin Jarrah. Hal itu beliau lakukan agar ummat Islam tidak terlalu memuji kepahlawanan Khalid bin Walid. Panglima Khalid bin Walid menerima keputusan khalifah Umar dengan lapang dada seraya berkata : Aku berperang karena Allah swt, bukan karena Umar.&lt;br /&gt;2. Membentuk katib (juru tulis), qadhi (hakim), kepala keamanan, bendahara negara, dan humas.&lt;br /&gt;3. Mengirim pasukan di bawah pimpinan panglima Abu Ubaidah untuk mengepung Baitul Maqdis Palestina selama 4 bulan sebagai tempat persembunyian sisa-sisa tentara Romawi yang dipimpin panglima Arection. Akhirnya salah seorang panglima Islam Amr bin Ash berhasil menerobos dan menguasai kota Palestina.&lt;br /&gt;4. Pada tahun ke-20 Hijriyah, Khalifah Umar memerintahkan panglima Amr bin Ash dengan 4000 tentaranya untuk merebut dan menaklukan kota Mesir, karena kota ini menjadi pelarian sisa-sisa tentara Romawi yang melarikan diri dari Palestina.&lt;br /&gt;Namun perjuangan ummat Islam di bawah kepemimpinan khalifah Umar harus terhenti pada tahun ke-23 Hijriyah, karena beliau dibunuh oleh seorang budak milik Mughirah bin Syu’bah yang bernama Fairuz atau Abu Lu’lu yang beragama majusi. Khalifah Umar wafat pada usia 63 tahun ketika sedang shalat shubuh di Masjid Nabawi Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Khalifah Usman bin Affan&lt;br /&gt;Nasab beliau&lt;br /&gt;Beliau adalah 'Utsman bin 'Affan bin Abul 'Ash bin Umayyah bin Abdis Syams bin Abdi Manaf, suku Quraisy dari Bani Umayyah. Beliau dilahirkan tahun keenam setelah kelahiran Rasulullah saw. Beliau termasuk angkatan yang pertama kali masuk Islam, tepatnya setelah Islamnya Abu Bakar, Ali dan Zaid bin Haritsah. Beliau sendiri masuk agama Allah atas dakwah Abu Bakar as-Shiddiq. Ketika di masa jahiliyyah beliau terkenal orang yang sangat bagus akhlaknya, sangat pemalu untuk berbuat nista, lemah lembut dan dicintai oleh semua orang Quraisy&lt;br /&gt;Keislaman dan hijrahnya&lt;br /&gt;Ketika ia masuk Islam, pamannya Al-Hakam bin Abul 'Ash mengikatnya erat-erat seraya berkata, "Engkau akan berpaling dari ajaran leluhurmu dan beralih ke agama Muhammad?! Demi Allah, aku tidak akan melepasmu selamanya sampai engkau kembali kepada agama semula!". Ia menjawab, "Demi Allah, aku tidak akan meninggalkan dan berpisah dari agama Muhammad saw selama-lamanya!". Ketika Al-Hakam melihat keteguhan Utsman terhadap Islam tersebut, Al-Hakam pun akhirnya melepaskannya.&lt;br /&gt;Utsman merupakan menantu Rasulullah saw dari kedua putrinya yaitu Ruqayyah dan Ummu Kultsum, dimana tidak ada sebelumnya seorang yang menikahi dua putri seorang nabi selain beliau. Oleh karena itu beliau mendapat julukan Dzun Nurain (pemilik dua cahaya).&lt;br /&gt;Beliau adalah yang termasuk pertama kali hijrah ke Habasyah (Ethiopia) bersama keluarganya, sehingga beliaulah yang pertama kali berhijrah kepada Allah bersama keluarganya setelah Nabi Luth as. Beliau setelah itu hijrah ke Madinah. Sehingga beliau sering dijuluki Dzun Nurain wal Hijratain (pemilik dua cahaya dan yang berhijrah dua kali).&lt;br /&gt;Rasa takutnya kepada Allah swt.&lt;br /&gt;Beliau adalah seorang yang memiliki khasyyah (rasa takut) yang sangat besar kepada Allah swt. Pernah salah seorang sahabat bertanya kepadanya, "Wahai 'Utsman, kenapa setiap kali disebutkan di sisimu tentang kubur selalu engkau menangis, tetapi jika disebutkan tentang surga dan neraka engkau tidak menangis?". Beliau menjawab, "Karena aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, 'Kubur adalah persinggahan pertama dari persinggahan-persinggahan akherat, barangsiapa yang selamat di dalamnya maka urusan sesudahnya akan lebih mudah lagi, tetapi barangsiapa yang tidak selamat di dalamnya (disiksa) maka urusan sesudahnya jauh lebih sulit lagi'."&lt;br /&gt;Kedermawanannya&lt;br /&gt;Beliau terkenal sebagai pedagang yang berhasil dan kaya raya, namun demikian ia sangat pemurah dan rendah hati. Diantara kedermawanan Utsman terlihat saat persiapan perang Tabuk, iklim jazirah Arab saat itu sangat panas dan kekurangan bahan pangan dan harta. Ketika itu, kondisi itu dilukiskan oleh Al Qur'an dengan istilah sa'atil 'usrah (saat yang sulit). Rasulullah saw menyerukan kepada umat Islam agar menyumbangkan harta mereka untuk persiapan jihad. Beliau bersabda,, مَنْ جَهَّزَ جَيْشَ الْعُسْرَةِ فَلَهُ الْجَنَّةُ.&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang membekali tentara perang Tabuk maka baginya surga". (HR. Bukhari), maka datanglah 'Ustman bin 'Affan ra kepada Rasulullah saw seraya berkata, "Wahai Rasulullah, saya siap membekali tentara dengan 300 ekor unta lengkap dengan perlengkapannya di jalan Allah." Mendengar itu Rasulullah saw berkata, "Tidak masalah bagi 'Utsman apa yang akan dia perbuat setelah ini."&lt;br /&gt;Di samping itu beliau juga menyumbangkan hartanya sebanyak 1000 dinar, beliau datang menghampiri nabi saw seraya menuangkan uang tersebut ke pangkuan nabi saw. Nabi saw membalik-balikkan uang tersebut seraya bersabda, "Tidak masalah bagi 'Utsman apa yang akan dia perbuat setelah ini." Nabi mengulangi sabdanya itu dua kali.&lt;br /&gt;Suatu ketika, kaum muslimin di Madinah pernah kekurangan air dan sangat membutuhkan sumur yang banyak airnya. Nabi saw menyeru kaum muslimin untuk membuat sumur seraya bersabda: مَنْ حَفَرَ بِئْرَ رُوْمَة فَلَهُ الْجَنَّةُ.&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang menggali sumur Ruumah (nama tempat) maka baginya surga". Lalu datanglah 'Utsman untuk membiayai pembuatan sumur tersebut.&lt;br /&gt;Pada saat yang lain, di kota Madinah tertimpa musim paceklik yang membuat harga bahan pangan sangat mahal karena langkanya. Di tengah kelangkaan bahan pangan itu datanglah iring-iringan kafilah dagang Utsman bin Affan ra dari Syam, dengan seribu ekor unta yang penuh dengan muatan gandum, minyak dan anggur. Mendengar hal itu para pedagang di Madinah serentak mendatangi Utsman untuk membeli bahan pangan tersebut. Maka Utsman ra berkata kepada mereka, "Berapa kalian mampu membeli barang dagangan tersebut ?" sebagian menjawab, "Kami mampu membeli lima kali lipat dari harga belinya."&lt;br /&gt;Utsman bertanya, "Siapa yang sanggup membelinya dengan harga sepuluh kali lipat dari harga belinya ?" Mereka berkata, "Siapa yang sanggup dengan harga sebesar itu ?! ini sungguh harga yang sangat mencekik !"&lt;br /&gt;Maka Utsman berkata, "Sesungguhnya Allah swt menjanjikan kepadaku untuk memberikan keuntungan sebanyak sepuluh kali lipat dari setiap dirham dengan firmannya, 'Siapa yang membawa satu kebaikan, maka baginya sepuluh yang semisalnya.' (QS. Al An 'am: 160) Adakah diantara kalian yang bisa membelinya?" Mereka menjawab, "Tidak!". Maka Utsman ra berkata, "Persaksikanlah oleh kalian bahwa barang dagangan ini semua aku sedekahkan bagi kaum fakir miskin di Madinah."&lt;br /&gt;Ibadahnya&lt;br /&gt;Beliau terkenal seorang sholeh yang sangat tekun dalam beribadah. Setiap malamnya ia lewati dengan berdiri, ruku' dan sujud. Beliau hanya tidur sejenak saja di awal malam sedangkan siang harinya beliau lewati dengan puasa sunnah. Seorang tabi'in, Muhammad bin Sirin -rahimahullah- berkata, "'Utsman ra senantiasa menghidupkan seluruh malamnya dengan shalat. Di samping itu beliau terkenal sangat banyak membaca Al Qur'an dan selalu mengkhatamkannya setiap 3 hari. Beliau pernah berkata, "Seandainya hati kita suci, niscaya kita tidak akan pernah bosan membaca Al Qur'an. Sungguh, aku tidak suka apabila datang padaku suatu hari yang di situ aku tidak melihat mushaf (Al Qur'an)."&lt;br /&gt;Jasa-jasanya&lt;br /&gt;Beliau adalah sahabat Rasulullah saw yang sangat setia. Sumbangan harta beliau dalam jihad-jihad yang dilakukan oleh Rasulullah saw tidak terhitung.&lt;br /&gt;Sebelum perjanjian Hudaibiyah nabi saw mengutus 'Utsman bin Affan ra untuk menemui dan berunding dengan orang-orang Quraisy. Beliau tertahan di Makkah beberapa hari sehingga tersebar berita bahwa beliau telah dibunuh oleh orang Quraisy. Mendengar berita itu Rasulullah saw langsung meminta kepada seluruh sahabatnya ketika itu untuk berbai'at (berjanji setia) kepada nabi saw untuk memerangi orang-orang Quraisy yang telah membunuh 'Utsman ra maka seluruh sahabat ketika itu membai'at Rasulullah saw dan beliau saw bersabda, "Sesungguhnya 'Utsman bin 'Affan sedang melaksanakan urusan Allah dan Rasul-Nya." Lalu beliau saw menepukkan sebelah tangannya ke tangannya yang lain (sebagai isyarat tangan sebelahnya itu adalah tangan 'Utsman). Peristiwa bai'at tersebut dikenal dengan bai'atur ridhwan.&lt;br /&gt;Sepeninggal Umar bin Khoththob ra, umat Islam bersepakat bulat untuk membai'at beliau sebagai khalifah, beliau menjabatnya selama 12 tahun. Ketika masa pemerintahannya wilayah Islam meluas karena banyaknya kemenangan-kemenangan (futuuhat) yang diraih oleh tentara Islam sehingga baitul maal melimpah ruah dengan ghanimah maupun jizyah (pajak yang diambil dari ahli kitab) sehingga kesejahteraan umat Islam ketika itu sangat baik.&lt;br /&gt;Beliaulah yang pertama kali membukukan Al Qur'an dalam satu mushaf dan menyatukan bacaan kaum muslimin dalam satu huruf (dialek) dalam rangka menghindari perselisihan kaum muslimin terhadap kitab sucinya, sehingga mushaf yang ada di muka bumi ini mengikuti mushaf yang ditetapkan oleh khalifah 'Utsman ra.&lt;br /&gt;Kabar gembira bagi Utsman&lt;br /&gt;Murrah bin Ka'ab ra berkata, "Aku mendengar pada suatu hari Rasulullah saw pernah menyebut tentang suatu fitnah (ujian) yang akan menimpa umatnya, maka ketika itu lewatlah seorang yang menutup kepalanya dengan kain maka beliau saw bersabda, "Orang ini ketika itu berada di atas petunjuk." Lalu aku berdiri untuk melihat orang itu, ternyata ia adalah Utsman bin Affan. Lalu aku menghadap Rasulullah saw dengan sepenuh wajahku seraya bertanya, "Orang ini?" beliau saw menjawab, "Ya." (HR. At-Tirmidzi, Al-Hakim dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;Beliau termasuk salah satu dari sepuluh sahabat utama Rasulullah saw yang mendapat kabar gembira dari Nabi saw bahwa mereka akan menjadi penduduk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Khalifah Ali bin Abi Thalib&lt;br /&gt;Seusai ditandatanganinya perjanjian Hudaibiyyah di bulan Dzulqa'dah tahun keenam Hijriyah, Rasulullah saw dan kaum muslimin merasa lega karena musuh yang paling sengit selama ini memerangi kaum muslimin yaitu Quraisy telah menawarkan perdamaian dan gencatan senjata selama 10 tahun.&lt;br /&gt;Akan tetapi masih ada satu musuh lagi yang selalu menunjukkan permusuhannya dan melancarkan berbagai jurus makarnya untuk menghabisi kaum muslimin atau melemahkan kekuatan Islam. Musuh tersebut adalah kaum Yahudi yang telah berulang kali melakukan pengkhianatan terhadap Rasulullah saw dan kaum muslimin. Ketika awal mula Rasulullah saw dan kaum muslimin berhijrah ke Madinah beliau telah membuat suatu perjanjian dengan kaum Yahudi yang isinya adalah kesepakatan bersama untuk hidup berdampingan secara damai di kota Madinah dan bersama-sama menjaga keamanan kota tersebut dari setiap serangan yang datang dari luar. Tetapi perjanjian tersebut mereka langgar berulang kali, bahkan salah satu suku dari mereka yaitu Bani Nadzir pernah membuat suatu makar jahat yaitu upaya pembunuhan terhadap Rasulullah saw.&lt;br /&gt;Kekuatan Yahudi kini terpusat di Khaibar, satu kota yang besar, memiliki beberapa benteng yang berlapis-lapis dan kebun-kebun kurma yang subur. Mereka memiliki 8 benteng yang besar di kota tersebut dan mereka sangat yakin sekali bahwa kekuatan mereka tidak akan mungkin dikalahkan oleh tentara manapun karena benteng-benteng tersebut sangat kokoh dan berlapis-lapis. Kota tersebut terletak 60 – 80 mil di utara Madinah.&lt;br /&gt;Keberadaan mereka di Khaibar sangat membahayakan Islam dan kaum muslimin. Telah terbukti sebelumnya bahwa kaum Yahudi Khaibar inilah yang memprovokasi suku Quraisy dan Ghothofan (dua suku besar Arab) untuk berkoalisi menyerang kaum muslimin dalam suatu peperangan yang dikenal dengan perang Ahzab (perang Khandaq). Mereka juga yang telah mendesak suku Quraidhah, suku Yahudi di Madinah yang belum pernah melanggar perjanjiannya terhadap Nabi saw, untuk melanggar perjanjiannya dan ikut bergabung dalam pasukan Ahzab (sekutu) memerangi Rasulullah saw dan kaum muslimin.&lt;br /&gt;Bukti-bukti tersebut cukup kuat bagi Rasulullah saw untuk memberikan hukuman yang setimpal atas kejahatan-kejahatan mereka. Maka pada akhir bulan Muharram tahun ketujuh Hijriyah keluarlah Rasulullah saw bersama 1.400 sahabatnya menuju Khaibar. Sementara Yahudi Khaibar memiliki kekuatan tentara tak kurang dari 10.000 prajurit dan memiliki persenjataan yang lengkap.&lt;br /&gt;Peperangan yang cukup sengit terjadi di sekitar benteng Naa'im, satu dari delapan benteng mereka yang terkenal kokoh. Berkali-kali tentara kaum muslimin mencoba untuk menjebol benteng tersebut tetapi selalu gagal. Kemudian pada suatu malam Rasulullah saw bersabda kepada para sahabatnya : "Sungguh aku akan menyerahkan panji perang ini besok kepada seorang laki-laki yang Allah akan memberikan kemenangan lewat kedua tangannya, dia mencintai Allah dan Rasul-Nya serta dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya." Maka para sahabat sibuk membicarakan tentang siapakah yang akan menerima panji tersebut. Maka ketika di pagi hari para sahabat mendatangi Rasulullah saw masing-masing mengharap bahwa dialah yang akan diserahi panji perang tersebut. Lalu beliau saw bersabda, "Di manakah 'Ali bin Abi Thalib?" Para sahabat menjawab, "Wahai Rasulullah, dia sedang sakit mata." Beliau bersabda, "Panggillah dia untuk datang kesini." Ia pun didatangkan lalu Rasulullah saw meludah pada kedua matanya dan mendo'akannya maka sembuhlah sakitnya bahkan seolah-olah tidak pernah sakit sebelumnya. Kemudian beliau menyerahkan panji perang tersebut kepadanya. Lalu 'Ali bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah aku perangi mereka hingga menjadi muslim seperti kami?" Beliau bersabda, "Berjalanlah dengan perlahan sampai engkau mendatangi halaman mereka, kemudian serulah mereka untuk masuk Islam dan beritahulah tentang hak-hak Allah yang wajib atas mereka. Demi Allah! Seandainya Allah memberi hidayah kepada satu orang saja dengan sebabmu maka itu lebih baik bagimu daripada engkau memiliki unta yang merah-merah." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;Adapun pengaruh dari tiupan ludah Rasulullah saw kepada 'Ali tersebut dilukiskan sendiri olehnya sebagai berikut, "Aku tidak pernah sakit mata dan tidak pernah pusing semenjak Rasulullah saw mengusap wajahku dan meludah pada kedua mataku pada waktu perang Khaibar yaitu saat beliau menyerahkan panji perang kepadaku." (HR. Ahmad dan Abu Ya'la, hadits shahih)&lt;br /&gt;Kemudian kaum muslimin menggempur sekali lagi benteng-benteng Yahudi tersebut dengan semangat yang baru. 'Ali bin Abi Thalib keluar memimpin kaum muslimin menuju benteng tersebut. Sebelum melakukan penyerangan dia menyeru orang-orang yang Yahudi terlebih dahulu untuk masuk Islam akan tetapi mereka menolak seruan tersebut dan mereka menantang kaum muslimin dengan dipimpin oleh Marhab, raja mereka. Marhab menantang perang tanding seraya berkata : "Medan Khaibar telah tahu bahwa akulah Marhab! Penyandang senjata pahlawan yang teruji! Jika peperangan telah berkecamuk dan menyala!"&lt;br /&gt;Amir bin Al-Akwa' ra maju untuk menghadapinya, perang tanding berjalan seru akan tetapi pada akhirnya Amir terbunuh sebagai syahid, maka Nabi saw bersabda, "Sesungguhnya baginya dua pahala –seraya beliau mengisyaratkan dengan kedua jarinya- sesungguhnya dia telah bersungguh-sungguh dan mujahid yang sedikit sekali seorang Arab yang berjalan seperti dia." (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Kemudian dengan sombongnya Marhab menantang sekali lagi perang tanding seraya melantunkan bait-bait syair di atas, maka 'Ali bin Abi Thalib maju seraya berkata : "Akulah yang diberi nama oleh ibuku dengan Haidar (singa), bagaikan singa hutan yang seram tampangnya.…. "&lt;br /&gt;Sekejap saja beliau berhasil memukul kepala Marhab dan menewaskannya saat itu juga. Kemudian kemenangan kaum muslimin dapat diraih dengan kepemimpinan 'Ali bin Abi Thalib.&lt;br /&gt;Ibnu Ishak meriwayatkan dari Abu Rafiq ra bahwa ia berkata, "Ketika peperangan berkecamuk, 'Ali bin Abi Thalib sempat mengambil salah satu pintu benteng untuk dijadikan tamengnya, pintu tersebut senantiasa dipegangnya sambil berperang menghadapi lawan sampai Allah memberikan kemenangan atas kami, setelah itu beliau lemparkan pintu tersebut. Sungguh aku menyaksikan bahwa delapan orang di antara kami berupaya keras untuk membalikkannya tetapi kami tak kuasa (karena beratnya)."&lt;br /&gt;Demikianlah 'Ali bin Abi Thalib seorang pahlawan Islam yang pemberani lagi zuhud terhadap dunia. Dia pernah berkata, "Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takuti adalah hawa nafsu dan panjang angan-angan. Hawa nafsu akan menghalangi seseorang dari mengikuti kebenaran, sedangkan panjang angan-angan akan membuat seorang hamba lupa terhadap akhiratnya. Ingatlah sesungguhnya dunia berlalu ke belakang (meninggalkan kita) sementara akherat datang menjemput kita. Masing-masing dari keduanya memiliki putra, maka jadilah kalian putra-putra akherat dan janganlah menjadi putra-putra dunia. Sungguh hari ini adalah saat beramal dan tidak ada hisab, dan kelak yang ada hanyalah hisab dan tidak ada lagi kesempatan beramal."&lt;br /&gt;Alangkah butuhnya Islam terhadap pemuda-pemuda seperti beliau yang tulus mencintai Allah dan Rasul-Nya, lemah lembut terhadap orang yang beriman, tegas terhadap orang-orang kafir, berjihad di jalan Allah dan tidak takut cercaan orang-orang yang suka mencerca. Inilah sifat-sifat generasi yang diharapkan oleh Islam. Inilah kriteria generasi yang akan membawa perubahan (Qs. Al-Maidah : 54).&lt;br /&gt;Imam Malik –rahimahullah- pernah berkata, "Tidak akan menjadi baik kondisi generasi akhir umat ini kecuali dengan apa yang generasi awal umat ini menjadi baik dengannya." Ya, benar! Generasi awal umat Islam tidak melejit menjadi mulia kecuali dengan meluruskan aqidah dan tauhidnya, menjadikan Allah, Rasul dan berjihad di jalan-Nya lebih dicintai dari pada dunia dan seisinya (Qs. At Taubah : 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Khalifah artinya pengganti atau pemimpin pengganti, maksudnya ialah sahabat Nabi Muhammad saw yang menjadi kepala negara Islam dalam mengatur dan mengendalikan pemerintahan serta kesejahteraan ummat Islam.&lt;br /&gt;2. Shahabat nabi yang menjadi khalifah ada 4 orang, yaitu : Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Mereka berempat bergelar khulafaur rasyidun.&lt;br /&gt;3. Khulafaur rasyidin artinya khalifah-khalifah yang mendapat petunjuk Allah dan rasulNya dengan senantiasa mengikuti petunjuk / aturan-aturan Rasulullah saw.&lt;br /&gt;4. Sepeninggal Nabi saw pada zaman khalifah Abu Bakar banyak orang-orang yang mengaku menjadi nabi. Di antara nabi-nabi palsu itu ialah Musailamah al-Kadzab, Aswad al-Anasy, Thulaihah al-Asadi, dan Malik bin Nuwairiyah.&lt;br /&gt;5. Sahabat Umar bin Khattab meninggal dibunuh oleh Fairuz (Abu Lu’lu) pada usia 63 tahun ketika sedang shalat shubuh di Masjid Nabawi Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERILAKU TERPUJI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran 9&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran&lt;br /&gt;Siswa dapat :&lt;br /&gt;1. Meneladani akhlak khalifah Abu Bakar as-Shiddiq ra&lt;br /&gt;2. Meneladani akhlak khalifah Umar bin Khattab ra&lt;br /&gt;3. Meneladani akhlak khalifah Usman bin Affan ra&lt;br /&gt;4. Meneladani akhlak khalifah Ali bin Abi Thalib ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan kali ini kita akan membahas tentang akhlak khulafaur rasyidin yang patut kita teladani agar kita menjadi manusia yang berperilaku terpuji.&lt;br /&gt;A. Meneladani Perilaku Abu Bakar as-Shiddiq ra&lt;br /&gt;Ketika sebagian besar pasukan Islam sedang berada di Yarmuk, khalifah Abu Bakar wafat pada tahun 13 Hijriyah. Yarmuk merupakan sebuah medan pertempuran yang sangat menentukan bagi kelangsungan pemerintahan dan perkembangan Islam selanjutnya. Dalam keadaan sakit keras Abu Bakar mengumpulkan para sahabatnya untuk bermusyawarah tentang siapa pengganti dirinya ketika beliau wafat nanti. Beliau sendiri mengusulkan agar Umar bin Khattab diberikan kepercayaan untuk menggantikan dirinya menjadi khalifah.&lt;br /&gt;Sikap Abu Bakar yang mengusulkan Umar untuk menggantikannya merupakan sikap yang berani dan terpuji. Selain dikenal sebagai seorang yang berani dalam mengambil keputusan, ia juga sebagai seorang yang shaleh, taat beribadah, tidak sombong, sopan santun, jujur, setia, dan berbudi luhur. Bahkan Nabi Muhammad saw sangat menghormati dan mengakui kejujuran dan kesetiaan Abu Bakar, sehingga Nabi memberinya gelar as-Shiddiq artinya orang yang selalu membenarkan apa saja yang datang dari Nabi Muhammad saw. Pemberian gelar as-Shiddiq kepada Abu Bakar ketika terjadi peristiwa Isra Mi’raj, di saat orang-orang pada meragukannya, Abu Bakar justru tetap membenarkan apa saja yang disampaikan oleh Nabi saw.&lt;br /&gt;Abu Bakar tidak mau menerima uang negara dalam melaksanakan tugas pemerintahannya, serta sangat bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajibannya. Terhadap orang-orang yang hendakmerusak kesucian agamanya ia sangat tegas dan keras, terutama terhadap orang-orang yang murtad dan para nabi palsu. Beliau memerintah selama 2 tahun 3 bulan.&lt;br /&gt;B. Meneladani Perilaku Umar bin Khattab&lt;br /&gt;Sepeninggal khalifah Abu Bakar, maka atas kesepakatan kaum muslimin pada saat itu, Umar bin Khattab akhirnya terpilih menjadi khalifah kedua dalam sejarah ummat Islam menggantikan pendahulunya khalifah Abu Bakar.&lt;br /&gt;Pada hari pengangkatannya Umar berpidato di depan kaum muslimin : Wahai kaum muslimin demi Allah aku bersumpah, kamu semua akan aku bawa ke jalan yang benar. Mendengar pidato Umar, kaum muslimin merasa tenang hatinya karena mereka yakin Umar akan menepati janjinya.&lt;br /&gt;Pribadi Umar bin Khattab sangat disegani kawan dan lawan, sehingga pemerintahannya sangat dipatuhi. Umar sangat sederhana, senantiasa berfikir untuk kemajuan Islam, tegas dalam bertindak demi membela kebenaran dan keadilan, adil dan bijaksana dalam memutuskan, pemberani dalam menghadapi siapapun, keras terhadap orang kafir, serta sangat disegani dan dipatuhi segala ucapan dan perintahnya.&lt;br /&gt;Sebagai sosok pribadi kehidupan Umar sangat sederhana, sedang sebagai sosok pemimpin pribadi Umar sangat kokoh dan perkasa. Semua itu ia lakukan agar dapat mengangkat harkat dan martabat ummat Islam.&lt;br /&gt;Pada masa pemerintahannya, ia berhasil memperindah dan memperluas bangunan Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Pemerintahannya yang selama 10 tahun 6 bulan telah berhasil menjadikan agama Islam berkembang dengan pesat. Rakyat merasa aman, tenteram, dan sejahtera, sehingga ekonomi negara pun semakin makmur. Sangat pantas bila kaum muslimin menjuluki beliau dengan gelar Amirul Mukminin yang artinya pemimpin orang-orang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Meneladani Perilaku Usman bin Affan&lt;br /&gt;Ketika di masa jahiliyyah beliau terkenal orang yang sangat bagus akhlaknya, sangat pemalu untuk berbuat nista, lemah lembut dan dicintai oleh semua orang Quraisy. Beliau adalah yang termasuk pertama kali hijrah ke Habasyah (Ethiopia) bersama keluarganya, sehingga beliaulah yang pertama kali berhijrah kepada Allah bersama keluarganya setelah Nabi Luth as. Beliau setelah itu hijrah ke Madinah. Sehingga beliau sering dijuluki Dzun Nurain wal Hijratain (pemilik dua cahaya dan yang berhijrah dua kali).&lt;br /&gt;Beliau adalah seorang yang memiliki khasyyah (rasa takut) yang sangat besar kepada Allah swt. Pernah salah seorang sahabat bertanya kepadanya, "Wahai Utsman, kenapa setiap kali disebutkan di sisimu tentang kubur selalu engkau menangis, tetapi jika disebutkan tentang surga dan neraka engkau tidak menangis?". Beliau menjawab, "Karena aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda : Kubur adalah persinggahan pertama dari persinggahan-persinggahan akhirat, barangsiapa yang selamat di dalamnya maka urusan sesudahnya akan lebih mudah lagi, tetapi barangsiapa yang tidak selamat di dalamnya (disiksa) maka urusan sesudahnya jauh lebih sulit lagi'."&lt;br /&gt;Beliau adalah sahabat Rasulullah saw yang sangat setia. Sumbangan harta beliau dalam jihad-jihad yang dilakukan oleh Rasulullah saw tidak terhitung.&lt;br /&gt;Beliau terkenal sebagai pedagang yang berhasil dan kaya raya, namun demikian ia sangat pemurah dan rendah hati. Diantara kedermawanan Utsman terlihat saat persiapan perang Tabuk, iklim jazirah Arab saat itu sangat panas dan kekurangan bahan pangan dan harta. Ketika itu, kondisi itu dilukiskan oleh Al-Qur'an dengan istilah sa'atil 'usrah (saat yang sulit). Rasulullah saw menyerukan kepada umat Islam agar menyumbangkan harta mereka untuk persiapan jihad. Beliau bersabda : مَنْ جَهَّزَ جَيْشَ الْعُسْرَةِ فَلَهُ الْجَنَّةُ.&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang membekali tentara perang Tabuk maka baginya surga". (HR. Bukhari), maka datanglah Ustman bin 'Affan ra kepada Rasulullah saw seraya berkata, "Wahai Rasulullah, saya siap membekali tentara dengan 300 ekor unta lengkap dengan perlengkapannya di jalan Allah." Mendengar itu Rasulullah saw berkata, "Tidak masalah bagi Utsman apa yang akan dia perbuat setelah ini." Di samping itu beliau juga menyumbangkan hartanya sebanyak 1000 dinar, beliau datang menghampiri nabi saw seraya menuangkan uang tersebut ke pangkuan nabi saw. Nabi saw membalik-balikkan uang tersebut seraya bersabda, "Tidak masalah bagi Utsman apa yang akan dia perbuat setelah ini." Nabi mengulangi sabdanya itu dua kali.&lt;br /&gt;Suatu ketika, kaum muslimin di Madinah pernah kekurangan air dan sangat membutuhkan sumur yang banyak airnya. Nabi saw menyeru kaum muslimin untuk membuat sumur seraya bersabda : مَنْ حَفَرَ بِئْرَ رُوْمَة فَلَهُ الْجَنَّةُ.&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang menggali sumur Ruumah (nama tempat) maka baginya surga". Lalu datanglah 'Utsman untuk membiayai pembuatan sumur tersebut.&lt;br /&gt;Beliau terkenal seorang shaleh yang sangat tekun dalam beribadah. Setiap malamnya ia lewati dengan berdiri, ruku' dan sujud. Beliau hanya tidur sejenak saja di awal malam sedangkan siang harinya beliau lewati dengan puasa sunnah. Seorang tabi'in, Muhammad bin Sirin -rahimahullah- berkata, "'Utsman ra senantiasa menghidupkan seluruh malamnya dengan shalat. Di samping itu beliau terkenal sangat banyak membaca Al-Qur'an dan selalu mengkhatamkannya setiap 3 hari. Beliau pernah berkata, "Seandainya hati kita suci, niscaya kita tidak akan pernah bosan membaca Al Qur'an. Sungguh, aku tidak suka apabila datang padaku suatu hari yang di situ aku tidak melihat mushaf (Al Qur'an)."&lt;br /&gt;Sebelum perjanjian Hudaibiyah nabi saw mengutus Utsman bin Affan ra untuk menemui dan berunding dengan orang-orang Quraisy. Beliau tertahan di Makkah beberapa hari sehingga tersebar berita bahwa beliau telah dibunuh oleh orang Quraisy. Mendengar berita itu Rasulullah saw langsung meminta kepada seluruh sahabatnya ketika itu untuk berbai'at (berjanji setia) kepada nabi saw untuk memerangi orang-orang Quraisy yang telah membunuh 'Utsman ra maka seluruh sahabat ketika itu membai'at Rasulullah saw dan beliau saw bersabda, "Sesungguhnya 'Utsman bin 'Affan sedang melaksanakan urusan Allah dan Rasul-Nya." Lalu beliau saw menepukkan sebelah tangannya ke tangannya yang lain (sebagai isyarat tangan sebelahnya itu adalah tangan 'Utsman). Peristiwa bai'at tersebut dikenal dengan bai'atur ridhwan.&lt;br /&gt;Beliaulah yang pertama kali membukukan Al Qur'an dalam satu mushaf dan menyatukan bacaan kaum muslimin dalam satu huruf (dialek) dalam rangka menghindari perselisihan kaum muslimin terhadap kitab sucinya, sehingga mushaf yang ada di muka bumi ini mengikuti mushaf yang ditetapkan oleh khalifah 'Utsman ra.&lt;br /&gt;Beliau termasuk salah satu dari sepuluh sahabat utama Rasulullah saw yang mendapat kabar gembira dari Nabi saw bahwa mereka akan menjadi penduduk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Meneladani Perilaku Ali bin Abi Thalib&lt;br /&gt;Pada suatu malam Rasulullah saw bersabda kepada para sahabatnya : "Sungguh aku akan menyerahkan panji perang ini besok kepada seorang laki-laki yang Allah akan memberikan kemenangan lewat kedua tangannya, dia mencintai Allah dan Rasul-Nya serta dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya." Maka para sahabat sibuk membicarakan tentang siapakah yang akan menerima panji tersebut. Maka ketika di pagi hari para sahabat mendatangi Rasulullah saw masing-masing mengharap bahwa dialah yang akan diserahi panji perang tersebut. Lalu beliau saw bersabda, "Di manakah 'Ali bin Abi Thalib?" Para sahabat menjawab, "Wahai Rasulullah, dia sedang sakit mata." Beliau bersabda, "Panggillah dia untuk datang kesini." Ia pun didatangkan lalu Rasulullah saw meludah pada kedua matanya dan mendo'akannya maka sembuhlah sakitnya bahkan seolah-olah tidak pernah sakit sebelumnya. Kemudian beliau menyerahkan panji perang tersebut kepadanya. Lalu 'Ali bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah aku perangi mereka hingga menjadi muslim seperti kami?" Beliau bersabda, "Berjalanlah dengan perlahan sampai engkau mendatangi halaman mereka, kemudian serulah mereka untuk masuk Islam dan beritahulah tentang hak-hak Allah yang wajib atas mereka. Demi Allah! Seandainya Allah memberi hidayah kepada satu orang saja dengan sebabmu maka itu lebih baik bagimu dari pada engkau memiliki unta yang merah-merah." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;Adapun pengaruh dari tiupan ludah Rasulullah saw kepada 'Ali tersebut dilukiskan sendiri olehnya sebagai berikut, "Aku tidak pernah sakit mata dan tidak pernah pusing semenjak Rasulullah saw mengusap wajahku dan meludah pada kedua mataku pada waktu perang Khaibar yaitu saat beliau menyerahkan panji perang kepadaku." (HR. Ahmad dan Abu Ya'la, hadits shahih)&lt;br /&gt;Marhab menantang perang tanding seraya berkata : "Medan Khaibar telah tahu bahwa akulah Marhab! Penyandang senjata pahlawan yang teruji! Jika peperangan telah berkecamuk dan menyala!" Amir bin Al-Akwa' ra maju untuk menghadapinya, perang tanding berjalan seru akan tetapi pada akhirnya Amir terbunuh sebagai syahid, maka Nabi saw bersabda, "Sesungguhnya baginya dua pahala –seraya beliau mengisyaratkan dengan kedua jarinya- sesungguhnya dia telah bersungguh-sungguh dan mujahid yang sedikit sekali seorang Arab yang berjalan seperti dia." (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Kemudian dengan sombongnya Marhab menantang sekali lagi perang tanding seraya melantunkan bait-bait syair di atas, maka 'Ali bin Abi Thalib maju seraya berkata : "Akulah yang diberi nama oleh ibuku dengan Haidar (singa), bagaikan singa hutan yang seram tampangnya." Sekejap saja beliau berhasil memukul kepala Marhab dan menewaskannya saat itu juga. Kemudian kemenangan kaum muslimin dapat diraih dengan kepemimpinan 'Ali bin Abi Thalib.&lt;br /&gt;Ibnu Ishak meriwayatkan dari Abu Rafiq ra bahwa ia berkata, "Ketika peperangan berkecamuk, 'Ali bin Abi Thalib sempat mengambil salah satu pintu benteng untuk dijadikan tamengnya, pintu tersebut senantiasa dipegangnya sambil berperang menghadapi lawan sampai Allah memberikan kemenangan atas kami, setelah itu beliau lemparkan pintu tersebut. Sungguh aku menyaksikan bahwa delapan orang di antara kami berupaya keras untuk membalikkannya tetapi kami tak kuasa (karena beratnya)."&lt;br /&gt;Alangkah butuhnya Islam terhadap pemuda-pemuda seperti beliau yang tulus mencintai Allah dan Rasul-Nya, lemah lembut terhadap orang yang beriman, tegas terhadap orang-orang kafir, berjihad di jalan Allah dan tidak takut cercaan orang-orang yang suka mencerca. Inilah sifat-sifat generasi yang diharapkan oleh Islam. Inilah kriteria generasi yang akan membawa perubahan (Qs. Al-Maidah : 54).&lt;br /&gt;Imam Malik –rahimahullah- pernah berkata, "Tidak akan menjadi baik kondisi generasi akhir umat ini kecuali dengan apa yang generasi awal umat ini menjadi baik dengannya." Ya, benar! Generasi awal umat Islam tidak melejit menjadi mulia kecuali dengan meluruskan aqidah dan tauhidnya, menjadikan Allah, Rasul dan berjihad di jalan-Nya lebih dicintai dari pada dunia dan seisinya (Qs. At Taubah : 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Abu Bakar memerintah selama 2 tahun 3 bulan, khalifah pertama yang bergelar as-Shiddiq dan wafat pada tahun 13 Hijriyah.&lt;br /&gt;2. Sikap Abu Bakar yang patut diteladani, yaitu :&lt;br /&gt;a. Berani mengambil keputusan.&lt;br /&gt;b. Akhlaknya sangat mulia.&lt;br /&gt;c. Shaleh dan taat beribadah.&lt;br /&gt;d. Hartawan tetapi sangat dermawan.&lt;br /&gt;e. Berjiwa luhur dan tidak sombong.&lt;br /&gt;f. Jujur, setia, sopan, dan lurus hatinya.&lt;br /&gt;3. Umar bin Khattab memerintah selama 10 tahun 6 bulan, khalifah kedua yang bergelar al-Faruq dan Amirul Mukminin, dan wafat pada tahun 23 Hijriyah.&lt;br /&gt;4. Sikap Umar bin Khattab yang perlu diteladani, yaitu :&lt;br /&gt;a. Sikapnya sangat tegas dan perkasa.&lt;br /&gt;b. Tindakannya adil dan bijaksana.&lt;br /&gt;c. Memiliki pribadi yang sangat sederhana.&lt;br /&gt;d. Selalu berfikir untuk kemajuan Islam.&lt;br /&gt;e. Disegani oleh kawan dan lawan.&lt;br /&gt;5. Usman bin Affan memerintah selama 12 tahun, khalifah ketiga yang bergelar Dzunnurain dan Hijratain, dan wafat pada tahun 35 Hijriyah.&lt;br /&gt;6. Sikap Usman bin Affan yang dapat diteladani, yaitu :&lt;br /&gt;a. Hartawan yang sangat dermawan.&lt;br /&gt;b. Sangat pemalu dan lemah lembut.&lt;br /&gt;c. Shaleh dan tekun beribadah.&lt;br /&gt;d. Rajin membaca dan mengkhatamkan al-Qur’an.&lt;br /&gt;e. Akhlaknya sangat mulia.&lt;br /&gt;7. Ali bin Abi Thalib memerintah selama 5 tahun, khalifah keempat yang bergelar Madinatul Ilmi, dan wafat pada tahun 40 Hijriyah.&lt;br /&gt;8. Sikap Ali bin Abi Thalib yang bisa diteladani, yaitu :&lt;br /&gt;a. Sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;b. Pemberani dan perkasa.&lt;br /&gt;c. Ramah terhadap muslimin dan tegas terhadap kafirin.&lt;br /&gt;d. Sangat luas ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUASA SUNNAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran 10&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran&lt;br /&gt;Siswa dapat :&lt;br /&gt;1. Mengenal macam-macam puasa sunnah.&lt;br /&gt;2. Mengenal macam-macam puasa yang diharamkan.&lt;br /&gt;3. Mengenal masalah haid.&lt;br /&gt;4. Mengenal mandi wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa merupakan rukun Islam yang keempat bagi seorang muslim. Ibadah puasa merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai taqwa, salah satu sebab untuk mendapatkan ampunan dosa-dosa, pelipatgandaan kebaikan, dan pengangkatan derajat. Allah swt telah menjadikan ibadah puasa khusus untuk diri-Nya dari amal-amal ibadah lainnya.&lt;br /&gt;A. Macam-macam Puasa Sunnah&lt;br /&gt;Puasa sunnah ialah puasa selain puasa wajib. Bagi yang mengerjakan akan mendapat pahala dan keutamaan, dan bagi yang tidak mengerjakan tidak berdosa karenanya.&lt;br /&gt;Ada beberapa macam puasa sunnah, yaitu :&lt;br /&gt;a. Puasa Senin dan Kamis.&lt;br /&gt;Rasulullah  bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Dari Aisyah, Nabi Muhammad  membiasakan puasa Senin dan Kamis. (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;b. Puasa yaumul bidh (13,14,15) yakni puasa tengah bulan.&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Dari Abu Dzar, Rasulullah  bersabda : Hai Abu Dzar, apabila engkau hendak berpuasa hanya 3 hari dalam 1 bulan, hendaklah engkau puasa tanggal 13, 14, dan 15. (HR. Ahmad dan Nasa’i)&lt;br /&gt;c. Puasa Asyura, tanggal 10 Muharram.&lt;br /&gt;Rasulullah  bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Puasa pada hari Asyura dapat menghapus dosa 1 tahun yang telah lalu. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;d. Puasa Arafah, tanggal 9 Zulhijjah.&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa selama 2 tahun, dosa 1 tahun yang lalu dan dosa 1 tahun yang akan datang. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;e. Puasa syawal 6 hari.&lt;br /&gt;Rasulullah  bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Dari Abi Ayyub, Rasulullah  bersabda : Barangsiapa puasa dalam bulan Ramadhan, kemudian ia puasa 6 hari pada bulan syawal, bagaikan puasa sepanjang tahun. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;f. Puasa bulan Sya’ban&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Dari Aisyah, saya tidak melihat Rasulullah  menyempurnakan puasa 1 bulan penuh selain pada bulan Ramadhan, dan saya tidak melihat beliau dalam bulan-bulan yang lain berpuasa lebih banyak daripada bulan Sya’ban. (HR. Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Macam-macam Puasa yang Diharamkan&lt;br /&gt;Ibadah puasa adalah ibadah yang sangat mulia dan berlipat ganda pahalanya, namun apabila tidak mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya maka puasanya tidak saja tidak sah dan bahkan bisa menjadi haram karenanya.&lt;br /&gt;Di antara puasa yang haram dan diharamkan, yaitu :&lt;br /&gt;a. Puasa pada hari raya Idhul fitri, tanggal 1 syawal.&lt;br /&gt;Rasulullah  bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Rasulullah  melarang puasa pada 2 hari raya, yaitu hari raya Idul Fitri dan Idhul Adha. (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;b. Puasa pada hari raya Idhul Adha, tanggal 10 Zulhijjah.&lt;br /&gt;Rasulullah  bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Rasulullah  melarang puasa pada 2 hari raya, yaitu hari raya Idul Fitri dan Idhul Adha. (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;c. Puasa pada hari-hari tasyrik, yaitu tanggal 11,12, 13 Zulhijjah.&lt;br /&gt;Rasulullah  bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Hari tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan zikir kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;d. Puasa wishal, puasa terus-menerus tanpa berbuka.&lt;br /&gt;Rasulullah  bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Bahwasanya Tuhanmu mempunyai hak atasmu yang wajib engkau bayar, begitu juga dirimu dan keluargamu, semua mempunyai hak yang wajib engkau bayar. Maka dari itu, hendaklah engkau berpuasa, berbuka, dan tidur. Dekatilah ahlimu dan berikanlah hak mereka masing-masing. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;e. Puasa khusus hari Jum’at&lt;br /&gt;Rasulullah  bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Jangan sekali-kali seseorang di antara kalian berpuasa pada hari Jum’at, kecuali jika ia berpuasa 1 hari sebelum atau sesudahnya. (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;C. Masalah Haid&lt;br /&gt;1. Pengertian Haid&lt;br /&gt;Haid berasal dari bahasa Arab yang artinya mengalir. Secara istilah haid berarti darah yang keluar secara berkala dari kemaluan perempuan dalam keadaan normal pada usia subur yang bukan disebabkan oleh luka, sakit, atau setelah melahirkan.&lt;br /&gt;Nama lain haid adalah menstruasi atau sering disebut datang bulan dikarenakan terjadinya rutin tiap bulan. Pada umumnya dimulai mulai usia 9 tahun dan terus berlanjut hingga mencapai usia 50 tahun. Usia perempuan yang tidak lagi mengalami masa haid disebut masa menopause.&lt;br /&gt;Dalil tentang haid tercantum dalam firman Allah swt surat al-Baqarah ayat 222 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Mereka bertanya kepadamu tentang haid, katakanlah haid itu adalah kotoran. (QS. Al-Baqarah : 222)&lt;br /&gt;2. Batas Waktu Haid&lt;br /&gt;Haid mempunyai batas waktu tertentu di mana antara perempuan yang satu dengan yang lainnya tidak sama, tergantung dari kesehatan, kejiwaan, dan fisik wanita. Lamanya waktu haid paling sedikit sehari semalam,paling lama 15 hari hingga 15 malam. Adapun kebiasaannya 6 hari 6 malam atau 7 hari 7 malam.&lt;br /&gt;3. Hal-hal yang Dilarang bagi Orang Haid&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan oleh perempuan selama masa haid, yaitu :&lt;br /&gt;a. Mengerjakan shalat&lt;br /&gt;Nabi saw bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Tinggalkanlah shalat selama hari-hari haid itu.&lt;br /&gt;b. Mengerjakan thawaf&lt;br /&gt;Thawaf ialah mengelilingi ka’bah sebanyak 7 putaran.&lt;br /&gt;Hadits Rasulullah saw :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Dari Aisyah, tatkala kami sampai di Syarif saya haid, maka Nabi saw bersabda : kerjakanlah semua yang dikerjakan orang berhaji, tetapi engkau tidak boleh thawaf di Baitullah hingga engkau suci. (HR. Muttafaq alaih)&lt;br /&gt;c. Membaca al-Qur’an&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Tidak boleh bagi orang yang junub dan haid membaca sesuatu dari al-Qur’an. (HR. Tirmidzi, Abu Daud, dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;d. Menyentuh mushaf al-Qur’an&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Tidak boleh menyentuh al-Qur’an kecuali orang yang suci. (HR. Ad-Daruquthni)&lt;br /&gt;e. Berpuasa&lt;br /&gt;Nabi Muhammad saw bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Dari Abu Said al-Khudri, Nabi saw berkata kepada beberapa perempuan : Bukankah perempuan haid tidak shalat dan tidak puasa ? Perempuan yang hadir menjawab : ya benar, kata Rasulullah : itulah kekurangan agama perempuan. (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;f. Berdiam di Masjid&lt;br /&gt;Sabda Nabi saw :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Saya tidak menghalalkan Masjid bagi orang yang sedang haid dan tidak pula bagi orang yang junub. (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;D. Mandi Haid dan Janabat&lt;br /&gt;Seorang perempuan yang masa haidnya sudah selesai maka wajib melaksanakan mandi haid, demikian pula sepasang suami-istri yang telah melakukan hubungan intim suami-istri wajib mandi junub (janabat).&lt;br /&gt;Allah swt berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Dan sesungguhnya bila kamu junub, maka mandilah. (QS. Al-Maidah : 6)&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Rasulullah saw berkata kepada fatimah binti Abi Hubais, apabila datang haid itu hendaklah engkau tinggalkan shalat, dan apabila habis haid itu hendaklah engkau mandi dan shalat. (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;Tata cara mandi wajib setelah haid dan janabat sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Berniat dan membaca basmallah.&lt;br /&gt;2. Membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.&lt;br /&gt;3. Membersihkan kedua lubang (qubul dan dubur) dan kotoran di sekitarnya.&lt;br /&gt;4. Berwudhu secara sempurna.&lt;br /&gt;5. Menyiramkan air ke kepala sebanyak tiga kali, sambil memasukkan air dengan jari-jari tangan ke sela-sela rambut sehingga membasahi kulit kepala.&lt;br /&gt;6. Menyiramkan air ke seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan kemudian sisi kiri sambil menggosok-gosok bagian tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkuman&lt;br /&gt;1. Puasa sunnah ialah puasa selain puasa wajib. Bagi yang mengerjakan akan mendapat pahala dan keutamaan, dan bagi yang tidak mengerjakan tidak berdosa karenanya.&lt;br /&gt;2. Ada beberapa macam puasa sunnah, yaitu :&lt;br /&gt;f. Puasa Senin dan Kamis.&lt;br /&gt;g. Puasa yaumul bidh (13,14,15) yakni puasa tengah bulan.&lt;br /&gt;h. Puasa Asyura, tanggal 10 Muharram.&lt;br /&gt;i. Puasa Arafah, tanggal 9 Zulhijjah.&lt;br /&gt;j. Puasa syawal 6 hari.&lt;br /&gt;3. Macam-macam puasa yang diharamkan, yaitu :&lt;br /&gt;a. Hari raya Idhul Fitri&lt;br /&gt;b. Hari raya Idhul Adha&lt;br /&gt;c. Hari-hari Tasyrik&lt;br /&gt;d. Sepanjang masa&lt;br /&gt;e. Khusus hari Jum’at.&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MARAJI KITAB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syarhu Ushulil Iman (Prinsip-prinsip Dasar Keimanan) oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Utsaimin.&lt;br /&gt;2. Cara Mudah Memahami Rukun Iman oleh tim pustaka Ibnu Katsir.&lt;br /&gt;3. Risalah Ramadhan oleh Syaikh Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim al-Jarullah.&lt;br /&gt;4. Talkhisu Kitabi Ahkamil Udhiyah wa adz-Dzakat (Berqurban Cara Nabi saw) oleh Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin.&lt;br /&gt;5. Ahkamul Aqiqah (Perayaan Aqiqah menurut Islam) oleh Syaikh Abu Muhammad Ishom bin Mar’ie.&lt;br /&gt;6. Pelajaran Aqidah oleh tim LP3T Jakarta.&lt;br /&gt;7. Fadhailus Shahabah oleh Imam Ibnu Hajar al-Asqalani.&lt;br /&gt;8. Ar-Rahiqul Makhtum oleh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri.&lt;br /&gt;9. Tarikhul Khulafa' oleh Al-Hafidh Jalaluddin As-Suyuthi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " ( Qaaf ayat 17 - 18 )&lt;a href="http://www.4shared.com/file/118197430/4b6488d8/Buku_Daulah_Islam.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-3681463748649150788?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/3681463748649150788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/07/surat-al-lahab-dan-al-kafirun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/3681463748649150788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/3681463748649150788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/07/surat-al-lahab-dan-al-kafirun.html' title='SURAT AL-LAHAB DAN AL-KAFIRUN'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-966351664616286909</id><published>2009-06-16T19:05:00.000-07:00</published><updated>2009-06-16T19:09:15.436-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><title type='text'>Salah Tujuan</title><content type='html'>أَعُوذُ بِاللّٰهِ السَّمِيـعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّخِيْمِبِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bismillahir- rahmanir- rahiym)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karunia, 22/06/1430 (16/06/2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang manusia keluar dari rumahnya di pagi hari, dengan tekad bulat menujut tempat kerja. Menembus kemacetan jalan ibukota yang semrawut, yang terkadang "selak-selakan" dengan orang lain tanpa peduli orang itu, yang mungkin sedang berusaha teratur ditengah kemacetan. Selesai memarkir kendaraan tujuan selanjutnya adalah membeli sarapan, tanpa ada rasa ingin tahu apakah makanan itu halal dan thoyyib.Di tempat kerja, dia bekerja sesuai "job description" dan mengikuti perintah atasan-atasannya. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah meeting terdengarlah suara adzan dzuhur, tanpa terlalu mempedulikannya meeting tetap berjalan hingga waktu makan siang. Di tengah perjalanan menuju tempat makan siang dia berpapasan dengan jamaah sholat dzuhur, "Assalamualaikum, sudah sholat belum?", jawabnya "Iya nanti, makan siang dulu", melangkahlah dia menuju tempat makan siang yang menurutnya enak. Setelah makan siang dia melaksanakan sholat dzuhur lalu kembali ke tempat kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah kesibukannya bekerja, seorang atasannya menghampiri, "Tolong kerjakan laporan ini, saya tunggu sampai sebelum pulang nanti". Dengan tekunnya dia mengerjakan tugas yang baru saja diberikan, lalu terdengarlah sayup-sayup adzan ashar dari komputer temannya. "Yuk kita sholat ashar", jawabnya "Duluan deh, tanggung nih sebelum pulang harus selesai". Pukul 4.45 tugas itu selesai dengan baik, maka diberikan kepada atasannya. "Wah bagus sekali, saya suka kamu karena rajin", lalu dia menuju mushola dan melakukan sholat ashar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang terdengar suara adzan maghrib di setiap masjid yang dilewatinya, tapi dia cuma melewatinya. Hari telah gelap ketika sampai di rumah, dia langsung melaksanakan sholat maghrib. Selesai sholat maghrib langsung terdengar suara adzan isya, tanpa mengambil wudhu lagi dia langsung melanjutkan ke sholat isya.Begitulah sekelebat kisah seorang manusia dalam rutinitasnya sehari-hari. Berusaha membangun karirnya yang terbaik, dengan cara berangkat tepat waktu dan melakukan pekerjaannya dengan sangat baik. Citra dirinya sangatlah penting demi membangun karir yang bagus. Tapi sadarkah bahwa kesan yang seakan bagus itu ternyata buruk dalam pandangan Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perjalanan dia lebih membela dirinya daripada melakukan keadilan terhadap orang lain yang menggunakan jalan itu juga. Tanpa ada khawatir apakah Allah ridho, dia membeli makanan asalkan rasanya enak. Setiap panggilan untuk menghadap Allah selalu dikalahkan kepentingan lainnya. Dan dia menganggap remeh sholat yang dilakukan diakhir waktu.Ketidaksadaran akan dirinya, bahwa hanya seorang hamba (budak) dari tuan yang sangat pengasih dan pemurah. Telah dicukupkan segala rizkinya, disehatkan badannya, dan dimudahkan urusannya, tetapi tidak mampu melihat itu semua. Dalam sebuah hadits qudsi, Allah memberikan peringatan kepada orang-orang yang sibuk:“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, Wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak kalian lakukan niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manusia)” HR. Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim“Tuhan kalian berkata, Wahai anak Adam!, beribadahlah kepadaKu sepenuhnya, niscaya Aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan rizki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Wahai anak Adam!, jangan jauhi Aku, sehingga Aku penuhi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan” HR. Al-HakimMaka bagi orang-orang yang tenggelam dalam kesibukan dunia, bersiaplah untuk menerima kesibukan yang lebih banyak lagi, dan dengan hati yang penuh dengan kemiskinan. Dapat kita lihat orang-orang yang sibuk mengejar dunia seperti meminum air laut, semakin diminum semakin bertambah haus.&lt;/span &gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-966351664616286909?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/966351664616286909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/06/salah-tujuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/966351664616286909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/966351664616286909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/06/salah-tujuan.html' title='Salah Tujuan'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-5309099544248500641</id><published>2009-06-15T23:10:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T20:24:18.840-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Mereka Ditembaki Saat Sholat Isya</title><content type='html'>Oleh Asro Kamal Rokan&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;(&lt;/span&gt;diambil dari milliest tarbawy-comunity)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika perhatian kita tertuju pada kampanye calon presiden, melodrama Manohara dan Prita Mulyasari, maka simaklah kebiadaban terhadap Melayu Muslim di selatan Thailand ini: Sebanyak 50 jamaah masjid Narathiwat ditembak saat shalat Isya, Senin (8/6) malam. Sebelas orang tewas, 12 lainnya luka berat dan kini kritis. Kantor berita AFP, yang dikutip Antara melaporkan, sejumlah orang bersenjata masuk menyerbu melalui pintu belakang dan pintu samping masjid di Distrik Choi-ai-rong. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka melepaskan tembakan membabi-buta kepada jamaah yang sedang khusuk shalat Isya. Jamaah berjatuhan. Darah menggenangi masjid suci itu.Serangan biadab ini memperpanjang deret kematian di wilayah Melayu tersebut sejak penyerangan terburuk lima tahun lalu. Diperkirakan korban lebih dari 3.700 orang. Namun, pemerintah dan militer Thailand justru menuduh kelompok Muslim. Menurut juru bicara militer, Kolonel Parinya Chaidilok, penembakan di masjid untuk memberi kesan bahwa penyerangan dilakukan militer Thailand.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyerangan di masjid ini, tiga hari setelah PM Abhisit Vejjajiva membahas strategi pemerintah menghadapi situasi selatan Thailand ini. April lalu, Abhisit memperpanjang keadaan darurat sejak lima tahun lalu. Pemberlakuan keadaan darurat ini dikritik kelompok-kelompok HAM karena memberi wewenang militer melakukan pelanggaran HAM terhadap warga &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sipil.Kebiadaban terus berlangsung terhadap etnis Melayu Muslim di wilayah selatan Thailand ini. Pada 2004 lalu, juga di Narathiwat, umat Islam yang sedang puasa Ramadhan ditangkap, diikat, dan ditumpuk dalam truk oleh aparat keamanan. Mereka lemas. Pemerintah menyebutkan 84 orang tewas. Namun, pemantau independen menyebutkan, lebih dari 175 orang tewas mengenaskan. April tahun itu juga, aparat keamanan menyerbu masjid di Pattani, 32 orang tewas.Penduduk Provinsi Narathiwat, Yala, dan Pattani mayoritas Islam. Mereka nelayan dan petani miskin. Sehari-hari mereka berbahasa Melayu, seperti di Malaysia dan Indonesia. Sebelum dikuasai Thailand (dahulu Siam), wilayah selatan ini adalah kerajaan-kerajaan Melayu. Pada 1785, Kerajaan Islam Pattani Darussalam-- yang pernah menjadi kerajaan Islam termasyhur di Asia Tenggara--diserang Thailand. Sultan Muhammad tewas dalam pertempuran mempertahankan hak dan kedaulatan wilayahnya. Pada 1902, Siam yang didukung Inggris, menghapuskan secara resmi sistem pemerintahan kesultanan tanpa persetujuan rakyat Melayu. Sejak itu, hak-hak mereka dihilangkan. Tokoh-tokoh Melayu memperjuangkan haknya, namun mereka dibunuh dan dipenjarakan. Masjid-masjid dibakar. Pada 1987, masjid Kerisek yang bersejarah, dibakar tentara Thailand.Tidak sampai di situ. Bahasa Melayu secara perlahan dihapuskan. Warga diwajibkan hanya menggunakan bahasa Thai. Di sekolah-sekolah- -yang mayoritas pelajar Islam--tidak ada pelajaran agama. Pemerintah Thai menolak mengakui bahasa, budaya, dan agama penduduk yang berjumlah lebih dari 5 juta jiwa itu. Januari 2009 lalu, Amnesti Internasional (AI) melaporkan berbagai kasus penganiayaan sistematis pasukan Thailand terhadap warga Melayu Muslim. AI menemukan 34 kasus penganiayaan. Kasus itu, antara lain, warga dikubur dalam tanah hingga batas leher, disiksa dengan arus listrik, serta mata dan bagian tubuh mereka ditusuk. Beberapa orang tewas dalam penyiksaan brutal tersebut.Pasukan Thailand juga, menurut AI, mendirikan pusat-pusat tahanan. Di sini, para tahanan tidak diizinkan bertemu dengan penasihat hukum dan keluarga. Terhadap hal ini, AI mendesak Pemerintah Thailand segera menutup semua pusat tahanan tersebut dan memberi izin penasihat hukum dan anggota keluarga bertemu.Indonesia dan Malaysia telah berupaya mencari penyelesaian, namun Pemerintah Thailand terkesan tidak serius menyelesaikan konflik berdarah ini. Perwakilan Melayu yang diundang Pemerintah Indonesia untuk membahas penyelesaian kekerasan ini, tidak diakui Deplu Thailand. Darah terus mengalir dari tubuh-tubuh saudara kita di selatan Thailand. Mereka tidak berdaya menghadapi senjata dan kebengisan. Mereka roboh dan tewas untuk mendapatkan haknya. Kita memang harus memberi perhatian pada Palestina, namun pembantaian di Thailand selatan ini tak boleh dibiarkan: Saudara-saudara kita itu terkulai tak berdaya, berlumur darah, tepat di hadapan kita...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-5309099544248500641?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/5309099544248500641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/06/mereka-ditembaki-saat-shalat-isya-oleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/5309099544248500641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/5309099544248500641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/06/mereka-ditembaki-saat-shalat-isya-oleh.html' title='Mereka Ditembaki Saat Sholat Isya'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-3504150599726780664</id><published>2009-06-14T23:44:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T20:27:12.698-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tauhid'/><title type='text'>Tauhid,Keutamaan,dan Macam-macamnya</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;(diambil dari buku Tauhid Keutamaan,dan macam-macamnya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;a href="http://www.islamhouse.com/"&gt;http://www.islamhouse.com/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tauhid, yaitu seorang hamba meyakini bahwa Allah SWT adalah Esa,&lt;br /&gt;tidak ada sekutu bagi-Nya dalam rububiyah (ketuhanan), uluhiyah (ibadah),&lt;br /&gt;Asma` dan Sifat-Nya.&lt;br /&gt;Urgensi Tauhid: Seorang hamba meyakini dan mengakui bahwa Allah&lt;br /&gt;SWT semata, Rabb (Tuhan) segala sesuatu dan rajanya. Sesungguhnya&lt;br /&gt;hanya Dia yang Maha Pencipta, Maha Pengatur alam semesta. Hanya Dia&lt;br /&gt;lah yang berhak disembah, tiada sekutu bagiNya. Dan setiap yang disembah&lt;br /&gt;selain-Nya adalah batil. Sesungguhnya Dia SWT bersifat dengan segala sifat&lt;br /&gt;kesempurnaan, Maha Suci dari segala aib dan kekurangan. Dia SWT&lt;br /&gt;mempunyai nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian Tauhid &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tauhid yang didakwahkan oleh para rasul dan diturunkan kitab-kitab&lt;br /&gt;karenanya ada dua:&lt;br /&gt;1. Pertama: Tauhid dalam pengenalan dan penetapan, dan dinamakan&lt;br /&gt;dengan Tauhid Rububiyah dan Tauhid Asma dan Sifat. Yaitu menetapkan&lt;br /&gt;hakekat zat Rabb SWT dan mentauhidkan (mengesakan) Allah SWT dengan&lt;br /&gt;asma (nama), sifat, dan perbuatan-Nya.&lt;br /&gt;Pengertiannya: seorang hamba meyakini dan mengakui bahwa Allah&lt;br /&gt;SWT sematalah Rabb yang Menciptakan, Memiliki, Membolak-balikan,&lt;br /&gt;Mengatur alam ini, yang sempurna pada zat, Asma dan Sifat-sifat, serta&lt;br /&gt;perbuatan-Nya, Yang Maha Mengetahui segala sesuatu, Yang Meliputi&lt;br /&gt;segala sesuatu, di Tangan-Nya kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala&lt;br /&gt;sesuatu. Dia SWT mempunyai asma' (nama-nama) yang indah dan sifat yang&lt;br /&gt;tinggi:&lt;br /&gt;لَtidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia lah Yang Maha&lt;br /&gt;Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Asy-Sura:11)&lt;br /&gt;2. Tauhid dalam tujuan dan permohonan, dinamakan tauhid uluhiyah dan&lt;br /&gt;ibadah, yaitu mengesakan Allah SWT dengan semua jenis ibadah, seperti:&lt;br /&gt;doa, shalat, takut, mengharap, dll.&lt;br /&gt;٢&lt;br /&gt;Pengertiannya: Seorang hamba meyakini dan mengakui bahwa Allah&lt;br /&gt;SWT saja yang memiliki hak uluhiyah terhadap semua makhlukNya. Hanya&lt;br /&gt;Dia SWT yang berhak untuk disembah, bukan yang lain. Karena itu tidak&lt;br /&gt;diperbolehkan untuk memberikan salah satu dari jenis ibadah seperti: berdoa,&lt;br /&gt;shalat, meminta tolong, tawakkal, takut, mengharap, menyembelih, bernazar&lt;br /&gt;dan semisalnya melainkan hanya untuk Allah SWT semata. Siapa yang&lt;br /&gt;memalingkan sebagian dari ibadah ini kepada selain Allah SWT maka dia&lt;br /&gt;adalah seorang musyrik lagi kafir. Firman Allah SWT: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Siapa menyembah ilah yang lain selain Allah SWT, padahal tidak ada suatu&lt;br /&gt;dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi&lt;br /&gt;Rabbnya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tidak akan beruntung.&lt;br /&gt;(QS. Al-Mukminun:117)&lt;br /&gt;Tauhid Uluhiyah atau Tauhid Ibadah; kebanyakan manusia&lt;br /&gt;mengingkari tauhid ini. Oleh sebab itulah Allah SWT mengutus para rasul&lt;br /&gt;kepada umat manusia, dan menurunkan kitab-kitab kepada mereka, agar&lt;br /&gt;mereka beribadah kepada Allah SWT saja dan meninggalkan ibadah kepada&lt;br /&gt;selain-Nya.&lt;br /&gt;1. Firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum kamu, melainkan Kami&lt;br /&gt;wahyukan kepadanya:"Bahwasanya tidak ada Ilah (yang hak) melainkan Aku,&lt;br /&gt;maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku". (QS. Al-Anbiya` :25)&lt;br /&gt;2. Firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk&lt;br /&gt;menyerukan):"Sembahlah Allah SWT (saja), dan jauhilah Thaghut itu",….&lt;br /&gt;(QS. An-Nahl :36)&lt;br /&gt;Hakekat dan Inti Tauhid:&lt;br /&gt;٣&lt;br /&gt;Hakekat dan inti tauhid adalah agar manusia memandang bahwa&lt;br /&gt;semua perkara berasal dari Allah SWT, dan pandangan ini membuatnya&lt;br /&gt;tidak menoleh kepada selainNya SWT tanpa sebab atau perantara.&lt;br /&gt;Seseorang melihat yang baik dan buruk, yang berguna dan yang berbahaya&lt;br /&gt;dan semisalnya, semuanya berasal dariNya SWT. Seseorang&lt;br /&gt;menyembahNya dengan ibadah yang mengesakanNya dengan ibadah itu dan&lt;br /&gt;tidak menyembah kepada yang lain.&lt;br /&gt;Buah Hakekat Iman:&lt;br /&gt;Seseorang hanya boleh tawakkal kepada Allah SWT semata, tidak&lt;br /&gt;memohon kepada makhluk serta tidak memperdulikan celaan mereka. Ia&lt;br /&gt;ridha kepada Allah SWT, mencintaiNya dan tunduk kepada hukumNya.&lt;br /&gt;Tauhid Rububiyah diakui manusia dengan naluri fitrahnya dan&lt;br /&gt;pemikirannya terhadap alam semesta. Tetapi sekedar mengakui saja tidaklah&lt;br /&gt;cukup untuk beriman kepada Allah SWT dan selamat dari siksa. Sungguh&lt;br /&gt;iblis telah mengakuinya, juga orang-orang musyrik, namun tidak ada gunanya&lt;br /&gt;bagi mereka. Karena mereka tidak mengakui tauhid ibadah kepada Allah&lt;br /&gt;SWT semata.&lt;br /&gt;Siapa yang mengakui Tauhid Rububiyah saja, niscaya dia bukanlah&lt;br /&gt;seorang yang bertauhid dan bukan pula seorang muslim, serta tidak&lt;br /&gt;dihormati/diharamkan darah dan hartanya sampai dia mengakui dan&lt;br /&gt;menjalankan Tauhid Uluhiyah. Sehingga dia bersaksi bahwa tidak Ilah&lt;br /&gt;(sesembahan) yang berhak disembah selain Allah SWT semata, tidak ada&lt;br /&gt;sekutu bagiNya. Dan dia mengakui hanya Allah SWT saja yang berhak&lt;br /&gt;disembah, bukan yang lainnya. dan konsekuensinya adalah hanya beribadah&lt;br /&gt;kepada Allah SWT saja, tidak ada sekutu bagiNya.&lt;br /&gt;. Tauhid Uluhiyah dan Rububiyah memiliki ketergantungan satu sama&lt;br /&gt;lain:&lt;br /&gt;1. Tauhid Rububiyah mengharuskan kepada Tauhid Uluhiyah. Siapa&lt;br /&gt;yang mengakui bahwa Allah SWT Maha Esa, Dia lah Rabb, Pencipta,&lt;br /&gt;Yang Memiliki, dan yang memberi rizki niscaya mengharuskan dia&lt;br /&gt;mengakui bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah SWT.&lt;br /&gt;Maka dia tidak boleh berdoa melainkan hanya kepada Allah SWT,&lt;br /&gt;tidak meminta tolong kecuali kepadaNya, tidak bertawakkal kecuali&lt;br /&gt;kepadaNya. Dia tidak memalingkan sesuatu dari jenis ibadah kecuali&lt;br /&gt;٤&lt;br /&gt;hanya kepada Allah SWT semata, bukan kepada yang lainnya.&lt;br /&gt;Tauhid uluhiyah mengharuskan bagi tauhid rububiyah agar setiap&lt;br /&gt;orang hanya menyembah Allah SWT saja, tidak menyekutukan&lt;br /&gt;sesuatu dengannya. Dia harus meyakini bahwa Allah SWT adalah&lt;br /&gt;Rabb-Nya, Penciptanya, dan pemiliknya&lt;br /&gt;2. Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah terkadang disebutkan secara&lt;br /&gt;bersama-sama, akan tetapi keduanya mempunyai pengertian&lt;br /&gt;berbeda. Makna Rabb adalah yang memiliki dan yang mengatur dan&lt;br /&gt;sedangkan makna ilah adalah yang disembah dengan sebenarnya,&lt;br /&gt;yang berhak untuk disembah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Seperti&lt;br /&gt;firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah:"Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia.&lt;br /&gt;Sembahan manusia" (QS. An-Naas: 1-3)&lt;br /&gt;Dan terkadang keduannya disebutkan secara terpisah, maka keduanya&lt;br /&gt;mempunyai pengertian yang sama, seperti firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Rabb selain Allah, …". (QS. An-&lt;br /&gt;An'aam:164)&lt;br /&gt;Keutamaan Tauhid&lt;br /&gt;1. Firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka&lt;br /&gt;dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat&lt;br /&gt;keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS.&lt;br /&gt;Al-An'aam: 82)&lt;br /&gt;2. Dari 'Ubadah bin ash-Shamit r.a, bahwasanya Nabi SAW bersabda, "Siapa&lt;br /&gt;yang bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Allah&lt;br /&gt;SWT. Tiada sekutu bagi-Nya. Dan sesungguhnya Muhammad SAW adalah&lt;br /&gt;hamba dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Isa adalah hamba dan Rasul-Nya,&lt;br /&gt;serta kalimah-Nya yang diberikan-Nya kepada Maryam dan Ruh dari-Nya.&lt;br /&gt;Dan (siapa yang bersaksi dan meyakini bahwa) surga adalah benar, neraka&lt;br /&gt;٥&lt;br /&gt;adalah benar, niscaya Allah SWT memasukkannya ke dalam surga&lt;br /&gt;berdasarkan amal yang telah ada". Muttafaqun 'alaih.1&lt;br /&gt;3. Dari Anas bin Malik r.a, ia berkata, "Saya mendengar Rasulullah SAW&lt;br /&gt;bersabda, 'Allah SWT berfirman, 'Wahai keturunan Adam, selama kamu&lt;br /&gt;berdoa dan mengharap kepada-Ku, niscaya Kuampuni semua dosa kalian&lt;br /&gt;dan Aku tidak perduli (sebanyak apapun dosanya). Wahai keturunan Adam,&lt;br /&gt;jika dosamu telah sama ke atas langit, kemudian engkau meminta ampun&lt;br /&gt;kepada-Ku, niscaya Kuampuni dan Aku tidak perduli (sebanyak apapun&lt;br /&gt;dosamu). Wahai keturunan Adam, jika engkau datang kepadanya dengan&lt;br /&gt;kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau datang menemui-Ku dalam&lt;br /&gt;keadaan tidak menyekutukan sesuatupun dengan-Ku, niscaya Aku datang&lt;br /&gt;kepadamu dengan ampunan sepenuhnya (bumi)." HR. at-Tirmidzi.2&lt;br /&gt;Balasan Ahli Tauhid&lt;br /&gt;Firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat&lt;br /&gt;baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungaisungai&lt;br /&gt;di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surgasurga&lt;br /&gt;itu, mereka mengatakan:"Inilah yang pernah diberikan kepada kami&lt;br /&gt;dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di&lt;br /&gt;dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-&lt;br /&gt;Baqarah: 25)&lt;br /&gt;Dari Jabir r.a, ia berkata, "Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW seraya&lt;br /&gt;berkata, 'Wahai Rasulullah, apakah dua perkara yang bisa dipastikan?' Beliau&lt;br /&gt;menjawab, 'Siapa yang meninggal dunia dan keadaan tidak menyekutukan&lt;br /&gt;sesuatupun dengan Allah SWT niscaya dia masuk dan siapa yang meninggal&lt;br /&gt;1 Muttafaqun 'alaih. HR. al-Bukhari no. (3435) dan ini lafaznya, dan Muslim no. (28)&lt;br /&gt;2 Shahih. HR. at-Tirmidzi no. (3540), Shahih Sunan at-Tirmidzi no. (2805).&lt;br /&gt;٦&lt;br /&gt;dunia dalam keadaan menyekutukan sesuatu dengan Allah SWT, niscaya dia&lt;br /&gt;masuk neraka." HR. Muslim.3&lt;br /&gt;Keagungan Kalimah Tauhid&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash r.a, sesungguhnya Rasulullah SAW&lt;br /&gt;bersabda, "Sesungguhnya Nabi Nuh 'alaihissalam tatkala menjelang&lt;br /&gt;kematiannya, beliau berkata kepada anaknya, "Sesungguhnya aku&lt;br /&gt;menyampaikan wasiat kepadamu: Aku perintahkan kepadamu dua perkara&lt;br /&gt;dan melarangmu dari dua perkara. Saya perintahkan kepadamu dengan&lt;br /&gt;kalimat laa ilaaha illallah (Tiada Ilah (yang berhak disembah) selain Allah).&lt;br /&gt;Sesungguhnya seandainya tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi diletakkan&lt;br /&gt;dalam satu daun timbangan dan kalimah laa ilaaha illallah (Tiada Ilah (yang&lt;br /&gt;berhak disembah) selain Allah) diletakkan pada daun timbangan yang lain,&lt;br /&gt;niscaya kalimat laa ilaaha illallah lebih berat. Dan jikalau tujuh lapis langit dan&lt;br /&gt;tujuh lapis bumi merupakan sebuah lingkaran yang samar, niscaya&lt;br /&gt;dipecahkan oleh kalimah laa ilaaha illallah dan subhanallahi wabihamdih&lt;br /&gt;(maha suci Allah dan dengan memujian-Nya), sesungguhnya ia merupakan&lt;br /&gt;inti dari semua ibadah. Dengannya makhluk diberi rizqi. Dan aku melarangmu&lt;br /&gt;dari perbuatan syirik dan takabur…" HR. Ahmad dan al-Bukhari dalam al-&lt;br /&gt;Adab al-Mufrad.4&lt;br /&gt;Kesempurnaan Tauhid&lt;br /&gt;Tauhid tidak sempurna kecuali dengan beribadah hanya kepada Allah&lt;br /&gt;SWT semata, tiada sekutu bagi-Nya dan menjauhi thaghut, seperti firman&lt;br /&gt;Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk&lt;br /&gt;menyerukan):"Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thagut itu... (QS. An-&lt;br /&gt;Nahl:36)&lt;br /&gt;Thaghut adalah setiap perkara yang hamba melewati batas&lt;br /&gt;dengannya berupa sesembahan seperti berhala, atau yang diikuti seperti&lt;br /&gt;peramal dan para ulama jahat, atau yang ditaati seperti para pemimpin atau&lt;br /&gt;pemuka masyarakat yang ingkar kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;3 HR. Muslim no. (93)&lt;br /&gt;4 Shahih. HR. Ahmad no. (6583) dan al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad no. (558), Shahih al-Adab&lt;br /&gt;al-Mufrad no. (426). Lihat as-Silsilah al-Shahihah karya Syaikh al-Albani no.( 134).&lt;br /&gt;٧&lt;br /&gt;- Thaghut itu sangat banyak dan intinya ada lima:&lt;br /&gt;1- Iblis –semoga Allah SWT melindungi kita darinya-,&lt;br /&gt;2- Siapa yang disembah sedangkan dia ridha,&lt;br /&gt;3- Siapa yang mengajak manusia untuk menyembah dirinya,&lt;br /&gt;4- Siapa yang mengaku mengetahui yang gaib,&lt;br /&gt;5- Siapa yang berhukum kepada selain hukum Allah SWT. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-3504150599726780664?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/3504150599726780664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/06/tauhidkeutamaandan-macam-macamnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/3504150599726780664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/3504150599726780664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/06/tauhidkeutamaandan-macam-macamnya.html' title='Tauhid,Keutamaan,dan Macam-macamnya'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-1582421430493660725</id><published>2009-06-11T20:48:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T21:02:43.657-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tauhid'/><title type='text'>apa itu tauhid</title><content type='html'>Tauhid (&lt;a title="Bahasa Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab"&gt;Arab&lt;/a&gt; :توحيد),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah konsep dalam &lt;a title="Aqidah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aqidah"&gt;aqidah&lt;/a&gt; &lt;a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt; yang menyatakan keesaan &lt;a title="Allah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Allah"&gt;Allah&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Tauhid dibagi menjadi 3 macam yakni tauhid &lt;a class="new" title="Rububiyah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rububiyah&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;rububiyah&lt;/a&gt;, &lt;a title="Uluhiyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uluhiyah"&gt;uluhiyah&lt;/a&gt; dan &lt;a class="new" title="Asma wa Sifat (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asma_wa_Sifat&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Asma wa Sifat&lt;/a&gt;. Mengamalkan tauhid dan menjauhi &lt;a title="Syirik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syirik"&gt;syirik&lt;/a&gt; merupakan konsekuensi dari kalimat &lt;a title="Syahadat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syahadat"&gt;sahadat&lt;/a&gt; yang telah diikrarkan oleh seorang muslim. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim meyakini bahwa tauhid adalah dasar Islam yang paling agung dan hakikat Islam yang paling besar, dan merupakan salah satu syarat merupakan syarat diterimanya amal perbuatan disamping harus sesuai dengan tuntunan rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil yang menyebitkan tentang kewajiban bertauhid adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman: "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu" (QS An Nahl: 36)&lt;br /&gt;"Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan" (QS At Taubah: 31)&lt;br /&gt;"Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik)" (QS Az Zumar: 2-3)&lt;br /&gt;"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus" (QS Al Bayinah: 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan perkataan ulama tentang tauhid adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Syaikhul Islam &lt;a title="Ibnu Taimiyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Taimiyah"&gt;Ibnu Taimiyah&lt;/a&gt; rahimahullah mengatakan: "Orang yang mau mentadabburi keadaan alam akan mendapati bahwa sumber kebaikan di muka bumi ini adalah bertauhid dan beribadah kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa serta taat kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Sebaliknya semua kejelekan di muka bumi ini; fitnah, musibah, paceklik, dikuasai musuh dan lain-lain penyebabnya adalah menyelisihi Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dan berdakwah (mengajak) kepada selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. Orang yang mentadabburi hal ini dengan sebenar-benarnya akan mendapati kenyataan seperti ini baik dalam dirinya maupun di luar dirinya" (Majmu' Fatawa 15/25)&lt;br /&gt;Karena kenyataannya demikian dan pengaruhnya-pengaruhnya yang terpuji ini, maka syetan adalah makhluk yang paling cepat (dalam usahanya) untuk menghancurkan dan merusaknya. Senantiasa bekerja untuk melemahkan dan membahayakan tauhid itu. Syetan lakukan hal ini siang malam dengan berbagai cara yang diharapkan membuahkan hasil.&lt;br /&gt;Jika syetan tidak berhasil (menjerumuskan ke dalam) syirik akbar, syetan tidak akan putus asa untuk menjerumuskan ke dalam syirik dalam berbagai kehendak dan lafadz (yang diucapkan manusia). Jika masih juga tidak berhasil maka ia akan menjerumuskan ke dalam berbagai bid'ah dan khurafat. (Al Istighatsah, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah hal 293, lihat Muqaddimah Fathul Majiid tahqiq DR Walid bin Abdurrahman bin Muhammad Ali Furayaan, hal 4)&lt;br /&gt;Rububiyah&lt;br /&gt;Beriman bahwa hanya Allah satu-satunya &lt;a title="Rabb" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rabb"&gt;Rabb&lt;/a&gt; yang memiliki, merencanakan, menciptakan, mengatur, memelihara serta menjaga seluruh Alam Semesta. Sebagaimana terdapat dalam &lt;a class="mw-redirect" title="Al Quran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al_Quran"&gt;Al Quran&lt;/a&gt; &lt;a class="mw-redirect" title="Surat Az Zumar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Az_Zumar"&gt;surat Az Zumar&lt;/a&gt; ayat 62 :"Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu"&lt;br /&gt;&lt;a id="Uluhiyah.2FIbadah" name="Uluhiyah.2FIbadah"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;tauhid dibagi dlam beberapa macam diantaranya:&lt;br /&gt;Uluhiyah/Ibadah&lt;br /&gt;Beriman bahwa hanya Allah semata yang berhak disembah, tidak ada sekutu bangiNya. "Allah menyatakan bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang orang yang berilmu (juga menyatakan demikian). Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia yang Mahaperkasa lagi Maha Bijaksana" (Al Imran : 18). Beriman terhadap uluhiyah Allah merupakan konsekuensi dari keimanan terhadap rububiyahNya.&lt;br /&gt;&lt;a id="Asma_wa_Sifat" name="Asma_wa_Sifat"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Asma wa Sifat&lt;br /&gt;Beriman bahwa Allah memiliki nama dan sifat baik (asma'ul husna) yang sesuai dengan keagunganNya. Umat Islam mengenal 99 asma'ul husna yang merupakan nama sekaligus sifat Allah.&lt;br /&gt;&lt;a id="Tidak_ada_Tauhid_Mulkiyah" name="Tidak_ada_Tauhid_Mulkiyah"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada Tauhid Mulkiyah&lt;br /&gt;Tauhid itu ada tiga macam, seperti yang tersebut di atas dan tidak ada istilah Tauhid Mulkiyah ataupun Tauhid Hakimiyah karena istilah ini adalah istilah yang baru. Apabila yang dimaksud dengan Hakimiyah itu adalah kekuasaan Allah Azza wa Jalla, maka hal ini sudah masuk ke dalam kandungan Tauhid Rububiyah. Apabila yang dikehendaki dengan hal ini adalah pelaksanaan hukum Allah di muka bumi, maka hal ini sudah masuk ke dalam Tauhid Uluhiyah, karena hukum itu milik Allah Subhanahu wa Ta'ala dan tidak boleh kita beribadah melainkan hanya kepada Allah semata. Lihatlah firman Allah pada surat Yusuf ayat 40. [Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas]&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan Pertama Jumadil Akhir 1425H/Agustus 2004M]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-1582421430493660725?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/1582421430493660725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/06/apa-itu-tauhid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/1582421430493660725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/1582421430493660725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/06/apa-itu-tauhid.html' title='apa itu tauhid'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-7110583230153276493</id><published>2009-06-11T20:18:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T20:24:52.446-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><title type='text'>jangan pilih saya</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/SjHJ_dshzBI/AAAAAAAAAAo/3q1HIDzTcz0/s1600-h/joko-pitoyo-thumb.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346276324805823506" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 238px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/SjHJ_dshzBI/AAAAAAAAAAo/3q1HIDzTcz0/s320/joko-pitoyo-thumb.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;meskipun musim pemilihan legislatif sudah lewat tapi masih meyisakan sesuatu yang luar biasa untuk kita ambil teladannya...diambil dari web saudara rosidy.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Musim kampanye seperti sekarang ini, pasti para caleg berlomba2 untuk menawarkan diri, PILIH SAYA, itulah slogan yang sering kita dengar dan baca. Namun lain halnya dengan Joko Pitoyo. Ia justru mengkampanyekan untuk tidak dipilih. JANGAN PILIH SAYA. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ayah tujuh anak ini belum dapat berjalan normal sejak mengalami kecelakaan mobil yang menyebabkan kakinya patah pada akhir desember 2008 di Pasuruan.&lt;br /&gt;Namun bukan karena cacat ini yang menyebabkannya enggan dipilih sebagai anggota legislatif. “Jauh sebelum saya ditunjuk sebagai caleg (calon anggota legislatif) oleh pengurus partai, saya menyatakan keengganan untuk maju pada pencalonan anggota legislatif.” tutur Joko.&lt;br /&gt;Menurut pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengelola TK dan SD Anak Soleh itu, dirinya terdaftar dalam daftar calon tetap anggota legislatif Kabupaten Sidoarjo atas kehendak pengurus PKS di Sidoarjo. Karena sejak awal tidak pernah ingin sebagai anggota legislatif.&lt;br /&gt;“Jika seandainya terpilih sebagai anggota legislatif, saya akan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota legislatif kepada pengurus partai. Apabila masih ditolak, saya tidak akan mau makan dari gaji saya sebagai anggota DPRD sepeser pun.” kata joko tegas.&lt;br /&gt;Pria kelahiran Ngawi tersebut mengaku bahwa tanggung jawab sebagai wakil rakyat itu merupakan amanah berat yang harus diemban wakil rakyat. Sebagai kader, dia siap menerima amanah sebagai caleg. Namun secara pribadi, dia lebih senang rakyat memilih caleg PKS yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-7110583230153276493?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/7110583230153276493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/06/jangan-pilih-saya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/7110583230153276493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/7110583230153276493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/06/jangan-pilih-saya.html' title='jangan pilih saya'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/SjHJ_dshzBI/AAAAAAAAAAo/3q1HIDzTcz0/s72-c/joko-pitoyo-thumb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-4075075365759018055</id><published>2009-06-11T19:20:00.000-07:00</published><updated>2009-07-16T00:31:43.791-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renunganku'/><title type='text'>diary</title><content type='html'>assalamu alaikum wr.wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya seneng tapi lama kelamaan ,setelah beberapa waktu berlalu jadi bingung aku ,hal ini bisa terjadi pada siapa dan dimana saja,untuk saat ini penulis yang bingung untuk menggunakan waktu yang telah diberikan padaku disaat bekerja,menghadiri pertemuan remaja dan waktu senggang yang dilewatkan sehabis bekerja ,yaitu dirumah.akhirnya malassss....dan kalau malas apa yang akan dilakukan .....teman..?pada akhirnya kita akan melakukan tindakan bodoh...yang kalau kita berfikir secara nalar hal itu sangat-sangat tidak rasional sebagai seorang yang terdidik...(maksudnya berpendidikan.......he..he..)maksudnya berandai-andai kawan..."&lt;br /&gt;&lt;span class="'fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fulpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;untuk apa aku ada disini ....?mengapa aku ada ditempat seperti ini....?itu adlah pertanyaan - pertanyaan yang kadang mengganggu kehidupanku("baru nyadar punya kehidupan......")tak tahu apa yang harus aku perbuat dengan umurku yang terus bertambah ini...mau belajar sendiri tidak sabaran hingga akhirnya malas membuka buku ..yang berisi ilmu - ilmu tentang kehidupan ini,yap...akhirnya setelah beberapa tahun menunggu - dan menunggu ('padahal yang ditunggu gak bakalan datang ..")aku membulatkan tekad .........'menjemputnya'...menyongsong kehidupan yang lebih bernilai dan menyenangkan hati..("apa itu ya....?mau tahu aja")itu-tuh bergabung dengan para mujahid yang berjuang dijalan Allah.....&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekarang setelah melalui beberapa kali ujian("paling tidak penulis menganggapnya sebagai ujian buat dirirnya ..mungkin buat orang lain itu dianggap sebagai hal yang biasa...")maklum lah....jarang main sih waktu remaja.....&lt;br /&gt;Sekarang apa yang sudah dilewati....?yah mumpung lagi mood (bener gak ya tulisannya...?he..he...)saat ini mungkin akan menjadi hari - hari sibuk menuntut ilmu "bukankah menuntut ilmu itu wajib"....?kajian -kajian yang sebelumnya hanya aku hadiri pada ahad sekali saja ,mungkin berikutnya akan ada beberapa kajian yang aku ikuti ...,seneng banget rasanya ..kayak makan kue yang paling lezat sedunia ...'apa itu...?kue bandung...(halaa..h......he..he..),iya ahad ada kajian di masjid" nurrusunah"(tempatnya aja belum tahu...?)tapi insya Allah kalau kita berusaha pasti bisa sampai kesana...trus berikutnyadi masjid 'muhajirin' tempatnya di banyumanik jl. cemara..sudah setahunlebih aku mengikuti kajian tentang tafsir Alqur'an perkata oleh ustad Abdul latif hamzah(beliau tinggal di tandang..)trus berikutnya di masjid assyfa tempatnya di RS dr.karyadi semarang disitu yang ngajar ustad abu ubaidillah muhaimin bin subaidi (panjang banget khan...semoga bener...maklumlah ..jarang kumpul ama orang orang yang namanya sama seperti sahabat nabi)disitu insyAllah tiap hari sabtu jam 13;30 wib,sama hari rabu jam 15:45,jadi kalau kawan yang ada waktu luang gabung aja distu dengerin aja...(jangan sampe tidur lho..)&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;bersambung ya kawan lagi males nulis lagi nih&lt;/span&gt;... &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="'fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-4075075365759018055?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/4075075365759018055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/06/diary-ana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/4075075365759018055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/4075075365759018055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/06/diary-ana.html' title='diary'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-9184459184120359030</id><published>2009-06-11T18:58:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T19:12:54.371-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Habbatus Saudah Terpercaya Sejk Zaman Yunani Kuno</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/SjG5Yv25kHI/AAAAAAAAAAg/-PmiLUiGGYo/s1600-h/habbatus+saudah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346258067480219762" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 115px; CURSOR: hand; HEIGHT: 90px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/SjG5Yv25kHI/AAAAAAAAAAg/-PmiLUiGGYo/s320/habbatus+saudah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;( &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;diambil dari website majalah furqon&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu jenis pengobatan yang dianjurkan oleh Rasulullah adalah habbatus saudah, selain mengandung banyak khasiat, ternyata obat yang satu ini sudah dipraktekkan sejak zaman Yunani kuno, apa sebenarnya habbatus saudah dan bagaimana khasiatnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa berkhasiatnya habbatus saudah, sampai-sampai Rasulullah SAW bersabda dalam hadistnya “Tidak ada satupun penyakit melainkan di dalam habbatus sauda’ terdapat kesembuhan baginya, kecuali kematian.” (HR. Muslim). Aisyah RA, juga meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: ”Sesungguhnya Habbatus Sauda’ ini adalah obat dari segala penyakit, kecuali as-Saam, apa itu as-Sam, yakni kematian (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="'fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa Sesungguhnya Habbatus Saudah&lt;br /&gt;Nama latin dari Habbatus saudah adalah Nigella Sativa. Bentuknya berupa biji kecil-kecil berwarna hitam makanya orang arab menamakannya habbatus sauda yang berarti biji hitam. Habbatus Sauda (Black Cumin) adalah tanaman bunga Fennel dari keluarga Buttercup (Ranunculaceae). Menurut sejarah tanaman herba ini berasal dari Mediterania (terutama di Mesir), yang mana sekarang ini tersebar di kebanyakkan pelusuk dunia, seperti di jazirah Arab (Yaman, Saudi Arabia), Siria, Irak, sebagian Asia Tengah (India, Pakistan), negara-negara Laut Tengah (Yunani, Siprus) dan Amerika.&lt;br /&gt;Habbatus Sauda adalah bijian hitam yang telahpun dikenali ribuan tahun yang lalu dan digunakan secara meluasnya oleh masyarakat India dan Timur Tengah untuk mengobati berbagai macam penyakit..Habbatus Sauda mula ditemui di makam Tutan- khamen di Yunani Kuno dimana pada saat itu raja-raja dikubur bersama-sama dengan Nigella untuk membantu diakhir hidup- nya, ada juga yang mengatakan bahawa ianya di gunakan sebagai pengawet kepada mayat..&lt;br /&gt;Tanaman perdu ini mengembangbiakkan dirinya sendiri hingga berbunga. Bunganya berwarna ungu kebiru-biruan atau keputih-putihan. Batang bunganya bisa mencapai ketinggian 30-60 cm dan membentuk sebuah kapsul biji (kelopak) yang di dalamnya terdapat biji-biji trigonal berwarna putih. Saat kapsul buah tersebut matang, ia akan membuka dan biji-biji yang ada di dalamnya berubah menjadi hitam warnanya (Black Cumin Seed). Bahagian inilah (biji hitam) yang dimanfaatkan sebagai herba kesehatan, memiliki aroma khas dan bentuknya sama seperti biji bijan, namun berwarna hitam dan berserabut, panjangnya tidak lebih dari 3 mm.&lt;br /&gt;Di kebanyakkan Negara-negara Arab, Habbatus Sauda digunakan didalam pelbagai jenis masakkan, seperti dalam pembuatan roti dan sebagainya. Ahli Perubatan Yunani Kuno, Discoredes, pada abad yang pertama telah mencatatkan bahawa Nigella Sativa telah di gunakan untuk mengubati sakit kepala, saluran pernafasan, sakit gigi dan cacing di dalam usus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Ulama tentang Habbatus Saudah&lt;br /&gt;Di dalam Kitab At Tibbun Nabawi (Pengobatan Cara Nabi yang ditulis oleh Ibnu Qayyim Al Jauziyah ). Habbatus Saudah yang dikenal juga sebagai Al Habbah Al Barakah. Dalam kitab tersebut disebutkan bahwa Habbatus Sauda dapat mengobati sekitar 50 macam penyakit tanpa efek samping. Ibnu Sina di dalam bukunya Canon of Medicine menyatakan Habbatus sauda merangsang tenaga dan membantu pemulihan kepenatan dan semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat&lt;br /&gt;Habbatus Sauda membantu memperkuat metabolisma, pencernaan dan menurunkan tingkat kadar gula dalam darah. Tumbuh-tumbuhan ini juga berguna dalam pengobatan diabetes militus. Dalam masalah pencernaan, Habbatus Sauda membantu merangsang cairan empedu dan mendorong sirkulasi (darah), memperbaiki pencernaan dan telah digunakan untuk melawan cacing dna parasit pada saluran usus. Habbatus Sauda merupakan jamu yang unggul yang memiliki banyak manfaat terutama bila untuk pemeliharaan sistem kekebalan yang kuat dan sehat. Habbatus Sauda ini pun sangat berguna untuk mereka yang menderita asma dan gangguan saluran pernapasan, sistem kekebalan yang lemah dan yang terlalu dirangsang, gangguan ginjal atau liver, gangguan pencernaan dan perut, keluhan encok dan peredaran darah, alergi, demam dan jerawat. (withpras—dari berbagai sumber)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-9184459184120359030?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/9184459184120359030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/06/habbatus-saudah-terpercaya-sejk-zaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/9184459184120359030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/9184459184120359030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/06/habbatus-saudah-terpercaya-sejk-zaman.html' title='Habbatus Saudah Terpercaya Sejk Zaman Yunani Kuno'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/SjG5Yv25kHI/AAAAAAAAAAg/-PmiLUiGGYo/s72-c/habbatus+saudah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-2549226767012803357</id><published>2009-06-11T00:56:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T01:09:39.356-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tafsir'/><title type='text'>Memahami Rahasia Alqur'an 1</title><content type='html'>Al-Quran tidak mengkhususkan pembicaraannya kepada bangsa tertentu, seperti bangsa Arab, dan kelompok tertentu, seperti kaum Muslimin. Tetapi ia berbicara kepada bukan Muslim amaupun Muslim (bukti untuk hal ini adalah banyak titah dan hujah dalam banyak ayat Al-Quran, sehingga tak perlu lagi kami kutipkan di sini), termasuk orang-orang kafir, musyrik, Ahlul Kitab, Yahudi, Bani Israil dan Nasrani. AI-Quran menghujah setiap kelompok ini dan mengajak mereka untuk menenma ajaran-jarannya yang benar.&lt;br /&gt;AI-Quran juga menyeru setiap kelompok ini melalui hujah-hujah dan penalaran. Ia tidak pernah mengkhususkan pembicaraannya kepada bangsa Arab saja. Mengenai para penyembah ber&amp;shy;hala, ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span clas="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Apabila mereka bertobat, mendirikan salat dan membayar&amp;shy;kan zakat, maka mereka menjadi saudaramu dalam agama." (QS 9:11)&lt;br /&gt;Dan mengenai Ahlul Kitab, ia berkata:&lt;br /&gt;"Katakanlah: 'Wahai Ahlul Kitab, marilah menuju kepada keputusan yang sama antara kami dan kamu. Hendaklah kita tidak menyembah kecuali Allah, tidak menyekutukan-Nya, dan sebagi&amp;shy;an kita tidak menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah. " (QS 3:64)&lt;br /&gt;Kita melihat bahwa Al-Quran tidak berbicara dengan kata&amp;shy;kata "apabila orang-orang musyrik Arab bertobat" atau "wahai Ahlul Kitab Arab." Memang, dalam permulaan Islam - ketika dakwah Islam belum tersebar dan keluar dari wilayah Jazirah Arab - pembicaraan-pembicaraan Al-Quran ditujukan kepada bangsa Arab. Namun, sejak tahun keenam Hijrah, setelah dakwah Islam tersebar sampai di luar Jazirah Arab, tidak ada lagi alasan untuk pengkhususan. Di samping ayat-ayat tadi, ada ayat-ayat lain yang menunjukkan universalitas dakwah Islam, seperti firman Allah:&lt;br /&gt;"Al-Quran ini diwahyukan kepadaku agar dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang yang Al-Quran sampai kepadanya." (QS 6:19)&lt;br /&gt;"Al-Quran iiu tiada lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam (bangsa)." (QS 68:52)&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Al-Quran itu adalah peringatan bagi seluruh alam (bangsa)." (QS. 38:87)&lt;br /&gt;"Sesungguhnya ia (neraka) adalah salah satu bencana yang amat besar, sebagai ancaman bagi manusia. " (QS 74:35-36)&lt;br /&gt;Dari kenyataan-kenyataan sejarah kita mengetahui banyak penyembah berhala, orang Yahudi, Nasrani, dan orang-orang dari bangsa-bangsa non-Arab yang memenuhi panggilan Islam, seperti Salman dari Persia, Sahib dari Romawi, Bilal dari Ethiopia dan lain-lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-2549226767012803357?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/2549226767012803357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/06/al-quran-tidak-mengkhususkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/2549226767012803357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/2549226767012803357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/06/al-quran-tidak-mengkhususkan.html' title='Memahami Rahasia Alqur&apos;an 1'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403560426548940644.post-526197637802572255</id><published>2009-06-10T23:23:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T01:11:58.749-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='home'/><title type='text'>salam dari seorang muslim</title><content type='html'>Assalamu Alaikum wr.wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim sudah selayaknya kita mengingatkan,sementara ini saya hanya bisa membagi informasi yang didapat&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber,masih banyak sekali informasi yang seharusnya diketahui oleh umat islam , untuk itu saya selaku salah seorang umat muslim di negara ini ingin turut serta dalam menegakkan tauhid sebelum masalah-masalah yang lain.,&lt;br /&gt;masih banyak sekali kelemahan yang saya miliki ,untuk itu mari kita bersama -sama menolong agama Allah.&lt;br /&gt;wassalamu alaikum wr.wb&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403560426548940644-526197637802572255?l=yatauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yatauhid.blogspot.com/feeds/526197637802572255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/06/assalamu-alaikum-wr.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/526197637802572255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403560426548940644/posts/default/526197637802572255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yatauhid.blogspot.com/2009/06/assalamu-alaikum-wr.html' title='salam dari seorang muslim'/><author><name>khalid hendriansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02522131147198698577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iO3VkN1bQ2w/Slv5Q4t0HeI/AAAAAAAAAA4/_sjOVQo4r3E/S220/ikhwan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
